Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
“PERMAINAN BOLA API (BOLES)” ANTARA SAKRAL DAN PROFAN DI PONDOK PESANTREN DZIKIR AL- FATH SUKABUMI
Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan dan mendeskripsikan wujud seni pertunjukan permainan Bola Api sebagai salah satu permainan rakyat yang ditampilkan oleh santri pondok pesantren Al-fath sukabumi. Penelitian ini terkait dengan kehadiran pesantren sebagai pelestari seni tradisional dan pembentuk kader-kader seni tradisional untuk tetap menjaga kelestariannya. Di dalam penelitian ini akan dijelaskan bagaimana fungsi permainan Bola Api sebagai Tuntunan atau hanya sekedar tontonan.
BENTUK DAN STRUKTUR MUSIK BATANGHARI SEMBILAN
Artikel ini berisi tentang bentuk dan struktur Musik Batanghari Sembilan. Penulisan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan informasi tentang salah satu bentuk dan struktur Musik Nusantara. Dalam kajian Musik Nusantara, Musik Batanghari Sembilan tergolong dalam musik daerah. Bentuk dan struktur Musik Batanghari Sembilan akan diurai secara ringkas dan dipaparkan secara deskriptif. Terdapat tiga unsur pokok Musik Batanghari Sembilan, yaitu pantun, lagu, dan sajian instrumen. Setelah analisis bentuk dan struktur, dari ketiga unsur pokok tersebut terdapat empat stuktur lagu yang umum digunakan. Dari keempat struktur lagu tersebut semuanya menggunakan dua kalimat lagu dalam satu bagian. Di mana satu bagian tersebut menembangkan satu bait pantun. Selanjutnya struktur lagu tersebut selalu diulang untuk menembangkan pantun pada bait berikutnya.
CINGCOWONG: UPACARA RITUAL MEMINTA HUJAN DI DESA LURAGUNG LANDEUH KECAMATAN LURAGUNG KABUPATEN KUNINGAN
Cingcowong adalah sebuah ritual meminta hujan yang terdapat di desa Luragung landeuh. Cingcowong merupakan nama boneka sawah yang dalam bahasa Sunda disebut bebegig. Bentuk boneka Cingcowong menyerupai orang-orangan dengan rupa perempuan cantik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara deskriptif analitis.Cingcowong dilakukan oleh seorang punduh atau pawang mediamik. Cingcowong memiliki konsep kepercayaan papat kalima pancer. Sampai sekarang Cingcowong masih dilakukan karena masyarakat percaya bahwa upacara ritual ini dapat menyuburkan lahan pertanian mereka. Cingcowong sebagai representasi simbol masyarakat Luragung landeuh.
MAKNA DAN NILAI FILOSOFIS MASYARAKAT PALEMBANG YANG TERKANDUNG DALAM BENTUK DAN ARSITEKTUR RUMAH LIMAS
Artikel ini membahas mengenai nilai filosofis masyarakat Palembang yang terkandung dalam makna rumah adat Limas. Palembang memiliki bangunan arsitektur tradisional yang unik dan khas. Rumah Limas tidak hanya sekedar rumah yang dipakai sebagai tempat tinggal keluarga dalam membina kehidupan sehari-hari tetapi juga dalam pelaksanaan upacara dalam keluarga. Setiap simbol memiliki makna khusus yang tidak hanya melambangkan fungsi rumah itu sendiri, tetapi juga nilai-nilai kehidupan sosial dalam masyarakat Palembang. Simbol tersebut mencerminkan falsafah serta gambaran kondisi sosial budaya masyarakat Palembang yang menjunjung tinggi sifat kebersamaan dalam bentuk gotong royong
KERAJINAN RENDO BANGKU KOTO GADANG SUMATERA BARAT
Rendo bangku merupakan kerajinan tradisional masyarakat Koto Gadang. Bentuk produk kerajinan rendo bangku Koto Gadang tidak hanya berfungsi untuk perlengkapan adat tetapi telah digunakan untuk perlengkapan rumah tangga. Produk untuk perlengkapan adat seperti selendang pengantin wanita, tarawai yang dipakai oleh pengantin laki-laki Koto Gadang. Produk rendo untuk perlengkapan rumah tangga seperti alas gelas, piring, alas keramik dan lain sebagainya. Bentuk motif yang ada pada kerajinan rendo bangku adalah bentuk motif flora yaitu, bunga tulip, bunga mawar, bunga melati, dan motif geometris seperti segi tiga, lingkaran, dan segi empat. Teknik yang digunakan dalam rendo bangku adalah teknik persilangan benang yang satu dengan benang yang lain. Warna pada produk rendo bangku untuk perlengkapan adat digunakan warna merah, pink, orange, sedangkan warna untuk perlengkapan rumah tangga tidak ada ketentuan warnanya tetapi disesuaikan dengan permintaan konsumen atau selera pasar
PENERAPAN METODE PENCIPTAAN ALMA HAWKINS DALAM KARYA TARI GUNDAH KANCAH
Karya Tari Gundah Kancah merupakan karya tari yang diangkat dari fenomena sosial di masyarakat tentang kehidupan kaum wanita yang tidak menginginkan berada dalam posisi sub-ordinat. Hal ini dilakukan untuk membuka wacana bagi pencipta tari dan masyarakat, agar melihat lebih jauh peran dan posisi kaum wanita di dalam kehidupan. Menggunakan pendekatan penciptaan tari menurut Alma Hawkins, basis penciptaan ini dilakukan melalui proses penggabungan dan pengembangan terhadap gerak-gerak tari tradisi sesuai dengan konsep garapan. Menggunakan properti berupa kancah (kuali) dan didukung oleh lima orang penari, maka karya tari ini diharapkan menciptakan suatu refleksi terhadap kehidupan
Fungsi Sandiwara Amal Di Masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kec Bangkinang Barat, Kab Kampar Provinsi Riau
Sandiwara Amal merupakan bentuk pertunjukan teater yang hidup di tengah masyarakat Desa Pulau Belimbing, Kecamatan Bangkinang Barat, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Sebagai teater Rakyat yang hadir pasca kemerdekaan Republik Indonesia, kesenian ini terus dipertunjukkan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Desa tersebut. Sebagai media pertemuan masyarakat pasca perayaan Idul Fitri maupun dalam kegiatan sosial, kesenian ini diteliti untuk menemukan fungsi dari pertunjukan tersebut. Penelitian ini penulis telaah dalam kontek fungsi sosial, merujuk pada pemikiran Talcot Parsons yang dilihat dari proses sosial dikehidupan masayarakat sebagai bentuk makna, simbol dan informasi. Menggunakan data kualitatif, penelitian ini dianalisis secara deskriptif
LAGU POP BIDAYUH BUKAR SADONG DI SERIAN, SARAWAK, MALAYSIA
Bidayuh merupakan salah satu masyarakat yang terdapat di negeri Sarawak.Masyarakat ini mempunyai empat pecahan etnik yang utama iaitu di Bau, Serian,Lundu dan Padawan. Masyarakat ini mempunyai empat pecahan bahasa etnikiaitu Bukar-sadong di Serian, Jagoi di kawasan Bau, Biatah di kawasan Padawandan Penrissen. Kajian ini bertumpu pada lagu popular Bidayuh yang dicipta dikawasan Serian, Sarawak yang penduduknya adalah majoriti kaum BidayuhBukar-Sadong dari tahun 2000 hingga 2013. Melalui kajian ini, ciri-ciri lagu popBidayah Bukar Sadong Serian akan dikenalpasti dari aspek tanda masa, melodi,rentak, harmoni dan struktur (form). Secara kesimpulan, didapati penggunaanstruktur lagu yang amat terhad, penggunaan ilmu teori muzik yang terhad dalamkomposisi dan penggunaan alat muzik orkestra barat yang terhad dalamkomposisi lagu pop Bidayuh
EKSISTENSI TARI PAYUNG SEBAGAI TARI MELAYU MINANGKAU DI SUMATERA BARAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan fenomena yang berkaitan dengan Eksistensi Tari Payung sebagai Tari Melayu Minangkabau. Sebagai suatu kajian budaya yang kritis dan emansipatoris dirumuskan masalah penelitian yaitu bagaimanakah eksistensi tari Payung sebagai tari Melayu Minangkabau, bagaimana bentuk tari Payung Syofiany sebagai tari Melayu Minangkabau di Sumatera Barat, serta faktor-faktor apa saja yang menyebabkan tari Payung sebagai tari Melayu Minangkabau. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data di lapangan seperti observasi, wawancara dan dokumentasi serta dianalisis secara interaktif dan berlangsung secara terus pada tahap penelitian sehingga sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dari penarikan kesimpulan.Berdasarkan analisis data dapat di formulasikan hasil penelitian yakni pertama eksistensi tari Payung sebagai tari Melayu Minangkabau hadir wadah di tengah lingkungan masyarakat terpelajar baik di lingkungan masyarakat kota dan masyarakat nagari
FUNGSI MUSIKAL DEDENG PADA MASYARAKAT ETNIK MELAYU LANGKAT PROPINSI SUMATERA UTARA
Musik vokal dedeng, dinyanyikan pada kegiatan adat dalam tiga aktifitas agricultural yaitu pada saat upacara penebangan hutan untuk lahan pertanian, menanam benih di lahan dan pada saat aktifitas musim panen tiba bagi masyarakat etnik Melayu Langkat Propinsi Sumatera Utara, menggunakan data kualitatif, penelitian ini bertujuan menemukan fungsi musikal dalam musik vokal dedeng tersebut yang dianalisis secara deskriptif. Dedeng di antaranya berfungsi sebagai ungkapan rasa, pernyataan estetis yang disimbolkan dan dikomunikasikan. Dedeng juga berfungsi sebagai reaksi jasmani, pengesahan kelembagaan dan upacara yang kemudian ditujukan untuk terjadinya kesinambungan kebudayaan yang berisi norma-norma dalam rangka pengintegrasikan masyarakat.