Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
MENDOBRAK NILAI-NILAI PATRIARKI MELALUI KARYA SENI: ANALISIS TERHADAP LUKISAN CITRA SASMITA
Patriarki merupakan simbol dari kekuasaan, perangkap, dan hegemoni yang menciptakan wacana-wacana meminggirkan keberadaan perempuan. Dalam dunia seni rupa, subaltern perempuan membutuhkan upaya mengungkapkan di bagian mana perempuan berbicara dan tidak berbicara. Perupa perempuan menarik untuk diungkap sebagai subaltern. Partisipasi perempuan sebagai perupa diharapkan menghilangkan gambaran perempuan yang selama ini diciptakan oleh perupa laki-laki. Dominasi perupa laki-laki menunjukkan minimnya perempuan perupa, seolah dunia perupa tidak memberi tempat bagi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu, dengan wawancara terstruktur, observasi, mengkaji dokumen dan arsip. Hasil yang dicapai dari karya Citra Sasmita adalah lukisan dengan figur perempuan dan simbol- simbol yang berkaitan dengan konsep purusa dan pradanapada budaya Hindu Bali, misalnya seperti tumbuhan kaktus sebagai simbol purusa. Warna-warna yang sering digunakan yaitu warna hijau, biru, hitam, putih, coklat, merah
TRADISI “BUNGO LADO” SEBAGAI REPRESENTASI BUDAYA ISLAM DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Representation means using language to declare something meaningfully or present something to someone else. Representation can take the forms of word, picture, sequence, story and so on that represent idea, emotion, fact and etc. The development of tradition in a region is mainly found in various customary rituals or religious events. For Minangkabau-Malay people, their faith as Minangkabau people is the faith of homoreligious and basically it has been soldered in Minangkabau tambo that's traditionally become the guideline of their customary behavior. The tradition of Bungo Lado performed in the event of Prophet Muhammad's Birthday in Padang Pariaman is one of people's representations toward Islamic culture for society. Bungo lado, the flower of Chili, is the decorative tree that its leaves made of money hence it' s called money tree. It is one of people's euphorias in welcoming the birthday of prophet Muhammad SAW. In its implementation, every group in society is competing one and another to donate half of their income by putting or decorating the money on the twigs of tree as the form of their happiness
CROSS-CUTTING : PEMBENTUKAN KONFLIK DALAM FILM “HAJI BACKPACKER”
Cross–cutting, sebuah teknik dalam editing film dengan memainkan dua situasi adegan berbeda ruang, yang seperti akan bertemu namun kenyataannya tidak. Sutradara film Haji Backpacker melalui peran editornya menyusun urutan gambar menggunakan teknik- teknik tertentu, seperti yang dominan terlihat pada film Haji Backpacker yaitu penerapan teknik cross-cutting. Penggambaran adegan di luar satu kesatuan cerita seperti adegan mimpi, adegan masa lalu, dan sejenisnyadigunakan untuk meningkatkan ketegangan, menampilkan konflik, dan menunjukkan titik perbandingan ataupun perbedaan. Penelitian ini mencoba membedah bagaimana sebuah teknik sederhana dalam editing filmseperti cross-cutting yang mencoloktampak pada film Haji Backpacker mempunyai peran kuat dalam gaya bercerita sehingga mempengaruhi pembentukan konflik cerita. Teknik cross- cuttingdilihat dari bagaimana dan mengapa ia muncul, hingga pemaknaan pada konflik internal maupun eksternal yang ditimbulkan terhadap film Haji Backpacker. Hasil dari penelitian ini bahwa konflik mampu dilihat dan dibentuk melalui teknik cross-cutting yang selalu terikat dalam suatu tema besar tiap kemunculanny
BENTUK ORNAMEN MASJID KERAMAT LEMPUR KERINCI
Bentuk ornamen yang diterapkan di Masjid Keramat Lempur sebagai penggubahan bentuk-bentuk figuratif sehingga menjadi tersamarkan ini dipandang sebagai upaya jalan keluar untuk menghindari larangan menggambarkan makhluk hidup dan dianggap pula sebagai strategi adaptasi penyebarluasan agama Islam pada waktu itu. Ornamen yang diterapkan pada umumnya berbentuk tumbuh-tumbuhan, geometris. Ornamen diterapkan pada bagian luar maupun bagian dalam masjid, meliputi hiasan pada tiang, dinding, alang, papan pengunci sudut, mimbar, dan tempat azan. Di samping itu, ornamen tersebut terlihat adanya pengaruh ornamen yang terdapat pada benda prasejarah. Ornamen tersebut ditata atau disusun berdasarkan prinsip komposisi, meliputi: pertimbangan keseimbangan, keserasian, irama, kesatuan, proporsi, dan disusun secara vertikal maupun horizontal. Menggunakan data kualitatif, penelitian ini dianalisis secara deskriptif. Ornamen tidak hanya semata-mata sebagai penghias melainkan juga mengandung maksud-maksud simbolis
ANALISIS KITAB BATU KARYA MUSIK GATOT DANAR SULISTIYANTO
Kitab Batu adalah sebuah music karya komponis muda Gatot Danar Sulistiyanto. Karya ini dikarang pada 2011 dan telah mendapatkan beberapa kesempatan pementasan bergengsi, antara lain di Belanda dan di Indonesia. Dalam karya untuk tujuh instrument dan satu vocal perempuan ini Gatot menggunakan mantra sebagai salah-satu idiom pada struktur komposisinya. Pengalaman kebudayaannya sebagai orang Jawa sangat mempengaruhi laku kekaryaannya sebagai komponis. Dalam penelitian ini diteliti lebih jauh bagaimana latarbelakang budaya Jawa komponis berpengaruh pada ekspresi kekaryaan; bagaimana pertautan antara hal-hal teknis seputar kaidah komposisi music dalam hubungannya dengan pandangan spiritualitas individu (komponis). Secara umum penelitian ini jugamelihat konteks lebih luas yaitu music kontemporer Indonesia dan audiens. Digunakan pendekatan kualitatif dengan mengutamakan penggalian subjek melalui wawancara untuk menemukan metodologi individu dalam kaitannya dengan proses penciptaan musik
KEKOMPAKAN DAN KEBERSAMAAN ANTAR SISWA YANG DIBANGUN MELALUI LAGU-LAGU DALAM BINSIK SIANG
Kekompakan dan kebersamaan merupakan hal yang penting di dalam lingkungan militer. Lagu-lagu yang hadir dalam kegiatan Binsik Siang merupakan media yang dapat membangun kekompakan dan kebersamaan antar sesama siswa militer di Skadik 405. Berlari dan bernyanyi dalam kegiatan Binsik Siangdapat membangun kekompakan derap langkah kaki antar sesama siswa, dan juga membangun kebersamaan dengan bernyanyi secara bersama-sama. Proses terjadinya kekompakan dan kebersamaan ketika berlari dan bernyanyi, terlebih dahulu melalui proses penyesuaian dan rutinitas. Kekompakan dan kebersamaan yang dibangun melalui lagu-lagu Binsik Siang, seperti yang dinyatakan Blacking merupakan cermin dari budaya masyarakatnya, yang dalam hal ini merupakan budaya militer. Oleh sebab itu hal tersebut harus dibangun, dan lagu-lagu dalam kegiatan Binsik Siang memfasilitasi hal tersebut.Kajian ini dibahas menggunakan ilmu Antropologi dan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Etnograf
TOKOH ARIEL MERMAID DALAM KARYA SENI LUKIS MIX MEDIA
Putri Duyung atau biasa disebut dengan Mermaidadalah sebutan bagi makhluk berwujud setengah manusia dan setengah ikan yang berjenis kelamin perempuan. Putri Duyung merupakan satu tokoh fiksi yang telah lama menjadi legenda, mitos, bahkan produsen animasi terbesar di dunia sekarang yaitu Walt Disney menjadikannya tokoh utama dalam serial kartun yang berjudul The LittleMermaid dan menjadi salah satu dongeng populerdi kalangan anak-anak. Akhir-akhir ini fenomena Duyung menjadi viral di masyarakat mulai dari film, serial televisi, bahkan properti ekor duyung yang mulai banyak diperjualbelikan. Tokoh Putri Duyung diaplikasikan ke dalam karyaseni lukis dengan teknik yang digunakan yaitu mix media. Mix media yaitu teknik penggabungan dan pengolahan beberapa komponen menjadi suatu karya. Hasil karya lukis yaitu kanvas yang diolah sedemikian rupa menjadi sebuah gaun berbentuk duyung dengan teknik mix media
PERTUNJUKAN TEATER EKSPERIMENTAL HUHH HAHH HIHH: SEBUAH KOLABORASI TEATER TARI
Pertunjukan teater berjudul Huhh..Hahh..Hihh. berangkat dari dua rumusan penting, yakni: (1) Bagaimana mewujudkan pertunjukan Huhh..Hahh..Hihh. melalui kerja kolaborasi teater dan tari?; dan (2) Bagaimana pengkarya mampu memberikan penekanan bentuk eksperimental dengan mengangkat issu zat aditif dalam keseharian kita sebagai sumber penciptaan pertunjukan? Karya ini digarap dengan menghadirkan unsur teaterikal, tari dan performance art sebagai spektakel di atas panggung. Aspek visual pertunjukan dibangun dengan bentuk pemanggungan yang simboli
MUSIK SAKO SENG DAN AKULTURASI: FENOMENA KEBUDAYAAN DITINJAU DARI SEGI DAMPAKNYA PADA MASYARAKAT WATUBLAPI FLORES NTT
Sako Seng adalah kegiatan mencangkul ladang pertanian secara gotong-royong dengan sistim Gilis (bergilir), yang dilakukan dengan cara mengangkat cangkul dan memaculkan ke tanah secara serentak dalam satu irama, diirngi musik tradisional Korak (Tempurung Kelapa) dan Reng (Giring-giring). Instrumen musik tersebut berfungsi sebagai pengiring sekaligus memotivasi semangat dalam aktivitas mencangkul. Budaya Sako Seng terdapat di kampung Watublapi Kabupaten Sikka pulau Flores Propinsi NTT, dan merupakan rutinitas tahunan yang berlangsung dari bulan Juli hingga akhir November (musim kemarau hingga musim hujan), yang melibatkan para orang tua dan muda-mudi kampung. Untuk mengetahui dampak munculnya akulturasi terhadap atraksi musik Sako Seng dan perkembangannya hingga saat ini, maka penelitian ini dikaji dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif kualitatif-antropologi dan etnomusikologi dengan mengacu pada teori Perubahan Budaya, dengan metode etnografi
BENTUK DAN PENEMPATAN ORNAMENPADA MESJID AGUNG PALEMBANG
Tulisan ini berangkat dari kenyataan tentang perpaduan gaya Eropa dan Cina pada arsitektur mesjid Agung Palembang. Secara kultural gaya Eropa banyak dipengaruhi oleh ajaran Nasrani, sementara Cina banyak dipengaruhi ajaran Budha, keduanya tidak mempermasalahkan tentang penggambaran makhluk hidup. Hal demikian menimbulkan pertanyaan dan menjadi pusat perhatian tulisan ini mengenai “bentuk dan penempatanornamentasi pada mesjid Agung Palembang”. Berdasarkan analisis data yang didapatkan langsung di lapangan, tidak terdapat indikasi yang menunjukkan ornamen binatang maupun pengayaan binatang pada mesjid Agung Palembang, sehingga ornamentasi pada mesjid Agung Palembang bisa diterima oleh umat muslim terutama di Palembang