Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Not a member yet
254 research outputs found
Sort by
BUDAYA LOKAL DI ERA GLOBAL
Budaya lokal akan lebih bermakna karena mampu mendorong semangat kecintaan pada kehidupan manusia dan alam semesta. Sementara teknologi sebagai hasil kebudayaan yang bersifat fisik tanpa spritualitas nilai-nilai yang terkandung dalam adat istiadat, agama, kesenian akan kehilangan fungsi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Nilai-nilai, norma, etika yang terkandung dalam aturan adat tercermin dalam budaya lokal semestinya merupakan referensi –referensi yang bermanfaat di era globalisasi. Menggunakan data kualitatif penelitian ini dianalisis secara deskkriptif. Merujuk pada pemikiran Alvin Boskoff menunjukan bahwa faktor-faktor yang menjadi tantangan bagi Budaya Lokal adalah perubahan tata nilai-nilai budaya dalam masyarakat, serta matinya bentuk-bentuk seni tradisi dibeberapa wilayah Nusantara, yang disebabkan oleh teknologi di era global. Budaya lokal adalah salah satu komponen yang memberikan jati diri kita sebagai sebuah komunitas yang spesial, yang eksis di antara bangsa-bangsa di dunia ini. Maka dipandang perlu menumbuhkan kesadaran bagi generasi muda untuk lebih memahami budaya yang dimilikinya. Dengan cara memberdayakan kearifan lokal yang tumbuh di kantong-kantong budaya di seluruh persada Nusantara
KATURANGGANING KUTUT
Karya Seni Lukis berjudul Katurangganing Kutut terinspirasi dari pengalaman memelihara burung perkutut dan legenda Falsafah Jawa tentang Katuranggan burung Perkutut. Permasalahannya dibahas melalui pendekatan; Apa yang menjadi dasar ” Katuranggan burung Perkutut “ diangkat menjadi sumber ide dan konsep penciptaankarya seni ? Bagaimana merumuskan konsep karya seni berdasarkan gagasan “ Katuranggan burung Perkutut ” dalam implementasinya, Karakteristik dan figure burung Perkutut sesuai dengan Katuranggannya, diolah kembali secara kreatif dan memunculkan nuansa yang sesuai dengan imajinasi penulis, dengan menggunakan media kayu yang dipahat, karena dalam menggunakan media ini penulis merasa nyaman dan lebih berekplorasi pada proses berkarya. Karya ini dipahat menyerupai ukiran dengan finishing menggunakan polytur untuk penyajian akhirnya menciptakan suasana kejawen dengan membuat sangkar burung sebagai tempat karya dengan bahan kayu
ASPEK-ASPEK ESTETIKA UKIRAN KAYU KHAS PALEMBANG PADA AL QURAN AL AKBAR
The research of Palembang wood carving art on Al Quran Al Akbar is the study toward aesthetic values. This research aims at revealing the aesthetic values and embodiment process of Palembang wood carving art on Al Quran Al Akbar until its presentation. This research used qualitative research method having descriptive characteristics with the approach of aesthetic study. Visually, the aesthetic values of Palembang wood carving art on Al Quran Al Akbar were the carving of Al Quran calligraphy, the blend of gold and reddish brown colours as the unique characteristics of Palembang wood carving, the existence of ornamental variety as the ornamentation of Palembang wood carving. The aesthetic values of Palembang wood carving can also be explored through values contained in that artwork such as religious, cultural and historical values. The aesthetic values of Palembang wood carving on Al Quran Al Akbar are presented through its presentation built in the form of museum so that artwork becomes a monumental artwork namely the icon of religious tourism in Palembang
PENGELOLAAN DAN PEMANFAATAN LIMBAH KERAMIK BAYAT SEBAGAI ALTERNATIF MATERIAL PRODUK KERAJINAN TANGAN
Sebagian besar mata pencaharian warga Pagerjurang, adalah perajin keramik. Setiap hari mereka memproduksi ribuan keramik. Dalam proses produksi kemungkinan karya keramik mengalami kecacatan. Karya keramik yang cacat menjadi limbah dan hanya dibiarkan menumpuk di daerah tempat tinggal para perajin. Salah satu upaya untuk meningkatkan nilai kreatifitas masyarakat Pagerjurang adalah dengan melakukan analisis tentang pengelolaan dan pemanfaatan limbah keramik tersebut. Limbah keramik perlu diolah supaya tidak menimbulkan efek negatif di lingkungan masyarakat. Limbah keramik diolah menjadi berbagai macam produk kerajinan tangan yang menarik seperti aksesoris, souvenir, dan tile keramik. Metode penelitian dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan eksperimen. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui latar belakang, manfaat, inovasi, serta cara pengolahan limbah keramik. Manfaat penelitian ini agar dapat menambah wawasan untuk para perajin keramik
RAGAM BENTUK PENDHOK KERIS GAYA SURAKARTA
Pendhok merupakan salah satu bagian elemen perabot keris yang selalu melekat pada warangka atau sarung keris. Fungsi utama pendhok adalah sebagai pembungkus gandar untuk melindungi bilah keris. Pendhok keris gaya Surakarta sebagian besar memiliki bentuk dengan penerapan ragam hias yang cukup bervariatif, dimana konsep dasar ragam hias adalah memiliki fungsi keindahan sehingga pendhok tersebut ketika diterapkan pada warangka akan menambah daya tarik karena menjadi indah dalam melengkapi tampilan keris secara utuh. Namun, pendhok keris juga memiliki fungsi lain yaitu fungsi simbolik dan sosial.Metode tulisan ini adalah mempergunakan metode analisis interaktif, dimana analisis data yang dipergunakan untuk mengurai permasalahan terkait keberadaan pendhok keris
BELU: SEBUAH EKSPLORASI MUSIK NUSA TENGGARA TIMUR DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Belu merupakan sebuah komposisi musik etnis sasando yang di dalamnya terdapat penggabungan instrumen-instrumen musik dari budaya lain. Pembuatan musik tersebut dengan cara meniru bentuk asli yang masih terkesan tradisi, bervariasi, dan singkat tidak menggunakan durasi yang lama. Sehingga, masuknya instrumen-instrumen tersebut dalam komposisi ini menjadi sebuah inovasi baru mengikuti selera penonton dalam penyajiannya. Selain itu, faktor-faktor yang mempengaruhi pembuatan komposisi Belu ialahadaptasi terhadap lingkungan sekitar, perubahan cara pandang, dan kontak dengan orang-orang sekitar, sehingga memunculkan ide-ide baru dalam sebuah penggarapan musik tradisi menjadi kemasan masa kini. Dengan demikian, perubahan dan perkembangan budaya akan sangat tergantung pada kreator seni serta apresiasi masyarakat pendukungnya untuk menyajikan musik dengan inovasi baru yang tetap mempertahankan nuansa tradisional budaya Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menelaah tentang proses pengolahan komponen musikal yang berasal dari unsur-unsur musik Jawa dan Timur dalam komposisi musik Belu
KARYA HERMIN INSTIARININGSIH (MBAH NING) DALAM KERANGKA KRITIK HOLISTIK
Artikel ini memiliki tujuan menjawab permasalahan tentang, karakeristik, latar belakang terciptanya Wayang Beber sebagai konsep, dan proses kreatif lukisan Wayang Beber karya Hermin Istiariningsih. Data dan sumber data dihimpun dari informan, tempat, peristiwa melalui survey langsung, dan juga data pustaka. Permasalahan berdasarkan pada salah satu seni tradisi yaitu lukisan Wayang Beber yang semakinlangka dan sedikit yang melestarikan. Salah satu seniman Hermin Istiariningsih yang hidup sederhana tidak menyurutkan semangat dalam menekuni seni lukis Wayang Beber. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, yaitu, dengan wawancara terstruktur, observasi, mengkaji dokumen dan arsip. Ciri khas karya Mbah Ning adalah lukisan Wayang Beber bukan teknik Sungging dengan menggunakan campuran warna cat lukis,warna dari daun dan kulit kayu secara konsisten, beliau juga merupakan elukis Wayang Beber perempuan satu-satunya yang ada di Indonesi
TOKOH PAULINA DALAM LAKON MAUT DAN SANG DARA KARYA ARIEL DORFMAN TERJEMAHAN MIMI NOTOKUSUMO
Maut dan Sang Dara karya Ariel Dorfman merupakan salah satu lakon realisme psikologis. Dengan mengusung genre tragedi, lakon yang mengangkat tema trauma dan dendam masa lalu ini, bercerita tentang konflik psikologis wanita korban penyiksaan dan pelecehan seksual yang secara tidak sengaja dipertemukan kembali dengan salah satu tersangka kasusnya, yakni seorang dokter. Lakon Maut dan Sang Dara menjadi sumber inspirasi untuk dapat memerankan tokoh Paulina Salas menggunakan pendekatan akting presentasi dan metode akting Stanilavsky. Bentuk dan pencarian karakter yang dilakukan selama proses latihan bertujuan agar maksud dan pesan moral pengarang dapat tersampaikan dengan baik
FILM BAGURAU; REPRESENTASI CITRA PEREMPUAN MINANGKABAU
Bagurau adalah film pendek yang mengangkat isu perempuan Minangkabau saat ini dalam menanggapi perubahan kehidupan sosial masyarakat. Film ini lebih memfokuskan cerita pada fenomena perempuan Minangkabau dari sudut pandang Tukang Dendang dalam suatu pertunjukan musik malam Bagurau. Masyarakat Minangkabau masih menganggap bahwa menjadi Tukang Dendang adalah pekerjaan yang tidak sesuai norma agama dan adat yang dipegang oleh masyarakat Minangkabau. Limpapeh rumah nan gadang yaitu istilah bagi perempuan Minangkabau berarti perempuan bijaksana yang merupakan tiang penyangga dari keutuhan rumah, menjadi pedoman, memiliki budi pekerti yang baik, taat pada norma agama dan adat. Pedoman tersebut luntur bagi perempuan Minangkabau yang berprofesi sebagai Tukang Dendang. Film ini menghadirkan citra perempuan Minangkabau yang memiliki sudut pandang tersendiri dalam adat budayanya
ESTETIKA GERAK EKOR ORCAELLA BREVIROSTRIS DALAM TEKNIK BAKAR RAKU
Pesut dengan nama latinOrcaella brevirostris adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar. Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan ikan paus yang hidup di laut, pesut hidup di sungai-sungai daerah tropis.Mamalia air tawar ini mempunyai kepala berbentuk setengah lingkaran dengan kedua matanya yang kecil. Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai biru hitam. Sirip punggung kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahi tinggi dan membundar setengah lingkaran, tidak ada paruh. Pesut bergerak dalam kawanan. Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, namun pesut merupakan hewan yang ahli dalam mendeteksi dan menghindari rintangan yang ada di depan. Mereka menggunakan ultrasonik untuk melakukan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya di laut. Pesut sangat gemar memunculkan diri ke atas permukaan air dan melompat menunjukan keindahan tubuhnya. Gerak ekor yang gemulai akan terlihat ketika muncul diatas permukaan air. Keindahan ini akan diwujudkan dalam karya keramik artistik dengan teknik bakar raku