Jurnal Pewarta Indonesia
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Makna Simbolik Komunikasi Antarbudaya pada Perayaan Grebeg Sudiro di Kota Solo
Grebeg Sudiro merupakan salah satu perayaan budaya di Indonesia yang menunjukkan keharmonisan antara suku Jawa dan masyarakat Tionghoa yang bertempat tinggal di wilayah Solo khususnya di Kampung Sudiroprajan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik perayaan Grebeg dan Sudiro pada Tahun Baru Imlek di Solo, proses terbentuknya Grebeg Sudiro sebagai salah satu bentuk komunikasi antarbudaya antara penduduk pribumi dengan etnis Tionghoa, dan implikasi Grebeg Sudiro terhadap perkembangan kebudayaan Tionghoa serta perkembangan pariwisata di kota Solo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan Grebeg Sudiro merupakan rangkaian acara kegiatan di Kampung Sudiroprajan untuk menyelaraskan keberagaman dalam menciptakan harmonisasi antara warga Jawa dan Tionghoa. Kolaburasi perayaan Grebeg Sudiro dan Tahun Baru Imlek merupakan pertunjukan yang layak ditonton. Lampu-lampu lampion di kawasan Pasar Gede bagi masyarakat Solo dianggap hanya sebagai hiburan untuk dinikmatiGrebeg Sudiro merupakan salah satu perayaan budaya di Indonesia yang menunjukkan keharmonisan antara suku Jawa dan masyarakat Tionghoa yang bertempat tinggal di wilayah Solo khususnya di Kampung Sudiroprajan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna simbolik perayaan Grebeg dan Sudiro pada Tahun Baru Imlek di Solo, proses terbentuknya Grebeg Sudiro sebagai salah satu bentuk komunikasi antarbudaya antara penduduk pribumi dengan etnis Tionghoa, dan implikasi Grebeg Sudiro terhadap perkembangan kebudayaan Tionghoa serta perkembangan pariwisata di kota Solo. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan analisis dokumen. Validitas data menggunakan trianggulasi data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan Grebeg Sudiro merupakan rangkaian acara kegiatan di Kampung Sudiroprajan untuk menyelaraskan keberagaman dalam menciptakan harmonisasi antara warga Jawa dan Tionghoa. Kolaburasi perayaan Grebeg Sudiro dan Tahun Baru Imlek merupakan pertunjukan yang layak ditonton. Lampu-lampu lampion di kawasan Pasar Gede bagi masyarakat Solo dianggap hanya sebagai hiburan untuk dinikmat
Strategi Marketing Communication dan Kepuasan Pengunjung Snowbay Waterpark - Jakarta
Perkembangan teknologi semakin berkembangan dan terus maju. Secara sadar maupun tidak sadar, perkembangan teknologi telah mengubah perilaku masyarakat. Dengan adanya internet, masyarakat bisa mencari tahu destinasi wisata apa yang cocok untuknya tanpa harus mengunjunginya terlebih dahulu. Industri pariwisata semakin berkembang dan menjadi idola di Indonesia. Jakarta memiliki banyak tempat wisata salah satunya adalah SnowBay Waterpark. SnowBay Waterpark Jakarta merupakan tempat wisata air yang letaknya didalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII merupakan tempat wisata yang bisa disebut sebagai one stop attraction. Dengan adanya internet, masyarakat bebas menentukan kemana destinasi wisata yang cocok untuk dirinya termasuk pengeluaran yang akan dikeluarkan untuk menuju tempat wisata tersebut. Berbagai tempat wisata melakukan kegiatan promosi yang beragam seperti promosi online maupun promosi offline. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Marketing Communication dari SnowBay Waterpark Jakarta dalam menjaga kepuasan pengunjung. Penelitian ini menggunakan teori Bauran Pemasaran Jasa (Product, Price, Place, Promotion, Physical Evidence, People, and Process) yang dapat dilihat dari dua sudut yaitu sudut perusahaan atau organisasi dan sudut customer. Dengan dua sudut pandang yang berbeda ini, Organisasi atau perusahaan dinilai lebih mudah untuk memahami kepuasan pelanggan berdasarkan sudut pandang customer. Penelitian ini juga menggunakan teori pendukung yaitu teori Bauran Komunikasi Pemasaran dan Kepuasan Pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan model analisis data menggunakan model Miles and Huberman dan menggunakan teknik kepercayaan menggunakan model Triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah Strategi Marketing Communication yang dilakukan lebih diarahkan pada elemen Interactive Marketing berupa digital marketing melalui digital platform (Tokopedia, Traveloka, Shopee,dll) dan social media (Instagram dan Youtube).Perkembangan teknologi semakin berkembangan dan terus maju. Secara sadar maupun tidak sadar, perkembangan teknologi telah mengubah perilaku masyarakat. Dengan adanya internet, masyarakat bisa mencari tahu destinasi wisata apa yang cocok untuknya tanpa harus mengunjunginya terlebih dahulu. Industri pariwisata semakin berkembang dan menjadi idola di Indonesia. Jakarta memiliki banyak tempat wisata salah satunya adalah SnowBay Waterpark. SnowBay Waterpark Jakarta merupakan tempat wisata air yang letaknya didalam kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). TMII merupakan tempat wisata yang bisa disebut sebagai one stop attraction. Dengan adanya internet, masyarakat bebas menentukan kemana destinasi wisata yang cocok untuk dirinya termasuk pengeluaran yang akan dikeluarkan untuk menuju tempat wisata tersebut. Berbagai tempat wisata melakukan kegiatan promosi yang beragam seperti promosi online maupun promosi offline. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi Marketing Communication dari SnowBay Waterpark Jakarta dalam menjaga kepuasan pengunjung. Penelitian ini menggunakan teori Bauran Pemasaran Jasa (Product, Price, Place, Promotion, Physical Evidence, People, and Process) yang dapat dilihat dari dua sudut yaitu sudut perusahaan atau organisasi dan sudut customer. Dengan dua sudut pandang yang berbeda ini, Organisasi atau perusahaan dinilai lebih mudah untuk memahami kepuasan pelanggan berdasarkan sudut pandang customer. Penelitian ini juga menggunakan teori pendukung yaitu teori Bauran Komunikasi Pemasaran dan Kepuasan Pelanggan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Dengan model analisis data menggunakan model Miles and Huberman dan menggunakan teknik kepercayaan menggunakan model Triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah Strategi Marketing Communication yang dilakukan lebih diarahkan pada elemen Interactive Marketing berupa digital marketing melalui digital platform (Tokopedia, Traveloka, Shopee,dll) dan social media (Instagram dan Youtube)
Pengaruh Komunikasi Internal dan Motivasi Internal terhadap Employee Engagement pada Perusahaan JJI
Employee engagement bukan hanya masalah dalam dunia Human Resources (HR) tapi juga merupakan tantangan dalam dunia komunikasi. Terciptanya engagement berkaitan erat dengan perilaku dan komunikasi sehari-sehari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal dan motivasi internal terhadap employee engagement di Persuahaan JJI, Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teori Komunikasi internal, motivasi dan employee engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal dan motivasi internal berpengaruh signifikan terhadap employee engagement di Perusahaan JJI di kantor pusat Jakarta. Komunikasi internal dan motivasi internal secara bersama berpengaruh signifikan terhadap employee engagement di Perusahaan JJI.Employee engagement bukan hanya masalah dalam dunia Human Resources (HR) tapi juga merupakan tantangan dalam dunia komunikasi. Terciptanya engagement berkaitan erat dengan perilaku dan komunikasi sehari-sehari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi internal dan motivasi internal terhadap employee engagement di Persuahaan JJI, Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teori Komunikasi internal, motivasi dan employee engagement. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi internal dan motivasi internal berpengaruh signifikan terhadap employee engagement di Perusahaan JJI di kantor pusat Jakarta. Komunikasi internal dan motivasi internal secara bersama berpengaruh signifikan terhadap employee engagement di Perusahaan JJI
Fenomena Penggunaan E-Wallet di Kalangan Pengusaha Warung Makan di Perkantoran Jakarta
Di Indonesia mulai bermunculan layanan keuangan berbasis digital, salah satunya adalah E-wallet. Go-Pay merupakan dompet virtual untuk menyimpan Go-Jek credit yang bisa digunakan untuk membayar transaksi. Go-Pay telah memperluas jangkauan hingga ke usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya suatu perubahan dalam media pembayaran yang terjadi pada masa lampau dan masa kini. Hal ini karena adanya perubahan jaman, semua ingin lebih mudah seiring dengan majunya teknologi. Peneliti menggunakan teori Phenomology of Perception untuk mengungkapkan fenomena dengan cara melihat keterikatan antara individu tidak bisa dipisahkan karena individu melakukan interaksi. Peneliti menggunakan metode kualitatif karena ingin memahami fenomena scan QR code yang terjadi dengan menggunakan pemikiran Merleau Ponty. Unit analisisnya adalah persiapan pedagang UMKM dalam menghadapi fenomena pembayaran melalui scan QR code Go-Pay. Peneliti melakukan wawancara terhadap lima pemilik dan karyawan warung makan. Peneliti juga melakukan observasi atas hasil wawancara. Kesimpulan penelitian, banyak pedagang UMKM yang belum memahami fenomena Go-Pay ini disbanding dengan yang paham fenomena ini. Hal ini karena kurangnya perhatian dari Go-Pay dalam menjelaskan kegunaan dari scan QR Go-Pay kepada pedagang UMKM. Banyak pedagang UMKM yang mengikuti pedagang lainnya tanpa memahami kegunaan scan QR Go-Pay.Di Indonesia mulai bermunculan layanan keuangan berbasis digital, salah satunya adalah E-wallet. Go-Pay merupakan dompet virtual untuk menyimpan Go-Jek credit yang bisa digunakan untuk membayar transaksi. Go-Pay telah memperluas jangkauan hingga ke usaha mikro, kecil dan menengah di Indonesia. Fenomena ini menunjukkan adanya suatu perubahan dalam media pembayaran yang terjadi pada masa lampau dan masa kini. Hal ini karena adanya perubahan jaman, semua ingin lebih mudah seiring dengan majunya teknologi. Peneliti menggunakan teori Phenomology of Perception untuk mengungkapkan fenomena dengan cara melihat keterikatan antara individu tidak bisa dipisahkan karena individu melakukan interaksi. Peneliti menggunakan metode kualitatif karena ingin memahami fenomena scan QR code yang terjadi dengan menggunakan pemikiran Merleau Ponty. Unit analisisnya adalah persiapan pedagang UMKM dalam menghadapi fenomena pembayaran melalui scan QR code Go-Pay. Peneliti melakukan wawancara terhadap lima pemilik dan karyawan warung makan. Peneliti juga melakukan observasi atas hasil wawancara. Kesimpulan penelitian, banyak pedagang UMKM yang belum memahami fenomena Go-Pay ini disbanding dengan yang paham fenomena ini. Hal ini karena kurangnya perhatian dari Go-Pay dalam menjelaskan kegunaan dari scan QR Go-Pay kepada pedagang UMKM. Banyak pedagang UMKM yang mengikuti pedagang lainnya tanpa memahami kegunaan scan QR Go-Pay
Pendekatan Dramaturgi pada Penampilan Manajemen Impresi Abang None Jakarta
Sebagai Abang dan None Jakarta, setiap individu harus memiliki karakter-karakter Duta Pariwisata yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan penampilan Abang None Jakarta Selatan di depan panggung dengan kehidupan aslinya di belakang panggung, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang digunakan. Menghubungkan teori interaksi simbolik dan pendekatan dramaturgi serta konsep mengenai diri terutama dalam mengelola impresi, penelitian dilakukan terhadap dua pasang pemenang Abang None dan dua pasang Finalis Abang None Jakarta Selatan di tahun 2017 dan 2018 melalui metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi serta triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa panggung depan Abang dan None merupakan hasil dari pengembangan karakter asli yang dimiliki di belakang panggung. Setiap individu dilengkapi dengan sikap dan kostum sebagai pendukung penampilannya sebagai Abang dan None di depan panggung. Sedangkan panggung belakang menjadi tempat terdapatnya kepribadian karakter dan tantangan diri yang tidak ditampilkan. Strategi pengelolaan impresi yang tepat akan mendukung penampilan setiap individu pada saat memerankan Abang dan None sebagai Duta Pariwisata.Sebagai Abang dan None Jakarta, setiap individu harus memiliki karakter-karakter Duta Pariwisata yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perbedaan penampilan Abang None Jakarta Selatan di depan panggung dengan kehidupan aslinya di belakang panggung, termasuk tantangan yang dihadapi dan strategi yang digunakan. Menghubungkan teori interaksi simbolik dan pendekatan dramaturgi serta konsep mengenai diri terutama dalam mengelola impresi, penelitian dilakukan terhadap dua pasang pemenang Abang None dan dua pasang Finalis Abang None Jakarta Selatan di tahun 2017 dan 2018 melalui metode kualitatif dengan wawancara mendalam, observasi serta triangulasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa panggung depan Abang dan None merupakan hasil dari pengembangan karakter asli yang dimiliki di belakang panggung. Setiap individu dilengkapi dengan sikap dan kostum sebagai pendukung penampilannya sebagai Abang dan None di depan panggung. Sedangkan panggung belakang menjadi tempat terdapatnya kepribadian karakter dan tantangan diri yang tidak ditampilkan. Strategi pengelolaan impresi yang tepat akan mendukung penampilan setiap individu pada saat memerankan Abang dan None sebagai Duta Pariwisata
Pemberitaan Tidak Sensitif Gender di Media Massa Indonesia
Penelitian ini membahas pemberitaan-pemberitaan yang tidak sensitif gender di media massa Indonesia. Media massa memiliki peran penting dalam mewujudkan kesetaraan gender. Di sisi lain, media massa mampu mempengaruhi pikiran masyarakat dalam setiap pemberitaannya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara terhadap pemimpin redaksi di media massa dan wartawan senior di Jakarta. Data tambahan diperoleh melalui artikel-artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional, buku, pemberitaan media massa dan data lain yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menemukan, media massa di Indonesia, terutama media online baik di Jakarta dan di luar Jakarta, masih terjebak pada istilah-istilah yang tidak sensitif gender dan hasil pemberitaan yang dituliskan juga menstigma kelompok gender nonbiner seperti kelompok LGBTQ, sehingga kelompok minoritas tersebut masih dianggap negative di lingkungan masyarakat.Penelitian ini membahas pemberitaan-pemberitaan yang tidak sensitif gender di media massa Indonesia. Media massa memiliki peran penting dalam mewujudkan kesetaraan gender. Di sisi lain, media massa mampu mempengaruhi pikiran masyarakat dalam setiap pemberitaannya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan paradigma konstruktivis. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara terhadap pemimpin redaksi di media massa dan wartawan senior di Jakarta. Data tambahan diperoleh melalui artikel-artikel ilmiah dari jurnal nasional dan internasional, buku, pemberitaan media massa dan data lain yang relevan dengan penelitian. Hasil penelitian menemukan, media massa di Indonesia, terutama media online baik di Jakarta dan di luar Jakarta, masih terjebak pada istilah-istilah yang tidak sensitif gender dan hasil pemberitaan yang dituliskan juga menstigma kelompok gender nonbiner seperti kelompok LGBTQ, sehingga kelompok minoritas tersebut masih dianggap negative di lingkungan masyarakat
Kepemilikan Media dan Isi Pemberitaan Koran Tempo
oai:ojs.pkp.sfu.ca:article/1Kepemilikan media, khususnya surat kabar di Indonesia saat ini menunjukkan pemusatan kepemilikan, terpusat pada beberapa nama pemilik modal seperti Kompas Group, Jawa Pos Grup, Globe Media Grop, Media Indonesia grup, dan Tempo Inti Media. Situasi ini menjadikan keberagaman isi media (diversity content) tidak terjadi karena tidak ada keberagaman pemilik (diversity ownership). Akibatnya terjadi proses industri budaya bersifat massal. Dari kondisi tersebut kepentingan dan pemilik media harusnya diabaikan, namun dalam prakteknya di Indonesia sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media, khususnya Koran Tempo bisa bersikap berimbang menyiarkan pemberitaan yang berkaitan dengan kepentingan para pemiliknya. Masalah penelitian ini adalah bagaimana kepemilikan dan isi pemberitaan Koran Tempo dilihat dari perspektif strukturasi Giddens. Hasil penelitian ini menunjukan, isi Koran Tempo tidak semata-mata mempublikasi apa-apa yang diharapkan oleh pemilik modal. Namun tetap berkiblat dari rapat redaksi, ide dan gagasan dari para anggota redaksi. Kesimpulan penelitian ini adalah isi pemberitaan Koran Tempo yang disajikan tidak semata-mata mengikuti kebutuhan pemilik modal yang dianggap menjadi penentu isi dari surat kabar sebagai bagian dari industri budaya.Kepemilikan media, khususnya surat kabar di Indonesia saat ini menunjukkan pemusatan kepemilikan, terpusat pada beberapa nama pemilik modal seperti Kompas Group, Jawa Pos Grup, Globe Media Grop, Media Indonesia grup, dan Tempo Inti Media. Situasi ini menjadikan keberagaman isi media (diversity content) tidak terjadi karena tidak ada keberagaman pemilik (diversity ownership). Akibatnya terjadi proses industri budaya bersifat massal. Dari kondisi tersebut kepentingan dan pemilik media harusnya diabaikan, namun dalam prakteknya di Indonesia sulit dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana media, khususnya Koran Tempo bisa bersikap berimbang menyiarkan pemberitaan yang berkaitan dengan kepentingan para pemiliknya. Masalah penelitian ini adalah bagaimana kepemilikan dan isi pemberitaan Koran Tempo dilihat dari perspektif strukturasi Giddens. Hasil penelitian ini menunjukan, isi Koran Tempo tidak semata-mata mempublikasi apa-apa yang diharapkan oleh pemilik modal. Namun tetap berkiblat dari rapat redaksi, ide dan gagasan dari para anggota redaksi. Kesimpulan penelitian ini adalah isi pemberitaan Koran Tempo yang disajikan tidak semata-mata mengikuti kebutuhan pemilik modal yang dianggap menjadi penentu isi dari surat kabar sebagai bagian dari industri budaya
Brand Community: Pola Komunikasi dalam Menjaga Keutuhan Kelompok
Komunitas merek merupakan kajian yang menarik untuk di teliti. Pada dasarnya, komunitas berdiri atas kesamaan merek tertentu lalu mereka berkumpul membentuk suatu kelompok bagi para penggunanya sebagai wadah berbagi cerita dan memberi solusi mengenai produk yang mereka pakai. Setiap aktivitas mereka berbagi cerita tentang merek yang mereka pakai akan membentuk interaksi dan pola komunikasi antar sesama anggota kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pola komunikasi komunitas Mifans Depok dalam menjaga keutuhan kelompok. Metode yang dipakai menggunakan pendekatan studi kasus dan menggunakan paradigm konstruktivisme. Teori yang dipakai adalah teori groupthink dari pemikiran Irvin L. Janis. Hasil yang didapat yaitu terdapat pola jaringan komunikasi bintang atau semua saluran yang dilakukan kelompok dalam proses komunikasi. Sehingga anggota kelompok merasa nyaman dan memiliki hubungan yang bersifat interpersonal. Simpulan yang didapat yaitu pola komunikasi semua saluran memberikan manfaat bagi keutuhan kelompok. Dengan pola komunikasi yang dapat dilakukan oleh anggota dengan anggota lainnya menciptakan hubungan sosial yang dekat dan tidak memberikan jarak hubungan bagi anggota lainnya karena anggota dapat mengekspresikan ide dan pendapat tanpa rasa canggung.Komunitas merek merupakan kajian yang menarik untuk di teliti. Pada dasarnya, komunitas berdiri atas kesamaan merek tertentu lalu mereka berkumpul membentuk suatu kelompok bagi para penggunanya sebagai wadah berbagi cerita dan memberi solusi mengenai produk yang mereka pakai. Setiap aktivitas mereka berbagi cerita tentang merek yang mereka pakai akan membentuk interaksi dan pola komunikasi antar sesama anggota kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana pola komunikasi komunitas Mifans Depok dalam menjaga keutuhan kelompok. Metode yang dipakai menggunakan pendekatan studi kasus dan menggunakan paradigm konstruktivisme. Teori yang dipakai adalah teori groupthink dari pemikiran Irvin L. Janis. Hasil yang didapat yaitu terdapat pola jaringan komunikasi bintang atau semua saluran yang dilakukan kelompok dalam proses komunikasi. Sehingga anggota kelompok merasa nyaman dan memiliki hubungan yang bersifat interpersonal. Simpulan yang didapat yaitu pola komunikasi semua saluran memberikan manfaat bagi keutuhan kelompok. Dengan pola komunikasi yang dapat dilakukan oleh anggota dengan anggota lainnya menciptakan hubungan sosial yang dekat dan tidak memberikan jarak hubungan bagi anggota lainnya karena anggota dapat mengekspresikan ide dan pendapat tanpa rasa canggung
Berbagi Pengetahuan Sejarah Timor dalam Grup Facebook "Sejarah Timor Jilid II"
Indonesia adalah bangsa yang multikultur, ragam kebudayaan tersebar hampir diseluruh daratan kepulauan bumi pertiwi ini. Perkembangan zaman, mengharuskan manusia menerima teknologi sebagai salah satu bagian dari proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi media sosial khususnya Facebook di Nusa Tenggara Timur dan implikasinya terhadap grup Facebook Sejarah Timor Jilid II. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang holistik mengenai fenomena yang sedang terjadi saat ini. Perolehan data primer melalui wawancara, sementara data sekunder didapatkan melalui beberapa kajian terdahulu. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan data yang diperoleh. Facebook adalah sebuah media sosial yang terus berkembang setiap tahunnya. Aktivitas diskusi kebudayaan kini tidak hanya dilakukan secara pertemuan langsung. Melainkan bisa melalui fitur Grup yang ada di facebook. Grup Sejarah Timor Jilid II adalah sebuah grup yang beranggotakan 36 ribu akun yang secara aktif menjadikan setiap postingan sebagai salah satu sarana untuk saling berdiskusi mengenai budaya dan sejarah Nusa Tenggara Timur.Indonesia adalah bangsa yang multikultur, ragam kebudayaan tersebar hampir diseluruh daratan kepulauan bumi pertiwi ini. Perkembangan zaman, mengharuskan manusia menerima teknologi sebagai salah satu bagian dari proses komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi media sosial khususnya Facebook di Nusa Tenggara Timur dan implikasinya terhadap grup Facebook Sejarah Timor Jilid II. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan hasil yang holistik mengenai fenomena yang sedang terjadi saat ini. Perolehan data primer melalui wawancara, sementara data sekunder didapatkan melalui beberapa kajian terdahulu. Metode analisis pada penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif berdasarkan data yang diperoleh. Facebook adalah sebuah media sosial yang terus berkembang setiap tahunnya. Aktivitas diskusi kebudayaan kini tidak hanya dilakukan secara pertemuan langsung. Melainkan bisa melalui fitur Grup yang ada di facebook. Grup Sejarah Timor Jilid II adalah sebuah grup yang beranggotakan 36 ribu akun yang secara aktif menjadikan setiap postingan sebagai salah satu sarana untuk saling berdiskusi mengenai budaya dan sejarah Nusa Tenggara Timur
Konstruksi Makna Kencan bagi Perempuan Pengguna Situs Pencarian Jodoh Bumble di Kota Cilegon
Aplikasi kencan online kian populer di Indonesia terlebih sejak pandemi COVID-19. Aplikasi kencan semakin banyak digunakan sebagai alternatif untuk bersosial dan mencari pasangan. Aplikasi Bumble berbeda dengan aplikasi kencan lainnya, Bumble memberi kesempatan bagi wanita untuk proaktif membuka percakapan atau berkenalan. Fenomena kencan yang dilakukan oleh perempuan untuk mendapatkan jodohnya, membuat pergeseran makna pada kencan tradisional atau kencan pada zaman dahulu. Pemaknaan kencan yang dahulu perkenalan dilakukan terlebih dahulu oleh kaum laki-laki, namun saat ini perempuan tidak malu atau gengsi untuk memulai perkenalan terlebih dahulu. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk mengetahui bagaimana konstruksi makna kencan di situs pencarian jodoh Bumble pada perempuan. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori computer mediated communication (CMC) dan teori konsruksi sosial Berger dan Luckmann. Dengan metodologi penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivis. Hasil penilitian menunjukkan bahwa perempuan pengguna aplikasi Bumble di Kota Cilegon tidak gengsi untuk mengajak kencan pada laki-laki yang ia temui di aplikasi Bumble dan kencan yang dilakukan hanya sebuah hiburan.Aplikasi kencan online kian populer di Indonesia terlebih sejak pandemi COVID-19. Aplikasi kencan semakin banyak digunakan sebagai alternatif untuk bersosial dan mencari pasangan. Aplikasi Bumble berbeda dengan aplikasi kencan lainnya, Bumble memberi kesempatan bagi wanita untuk proaktif membuka percakapan atau berkenalan. Fenomena kencan yang dilakukan oleh perempuan untuk mendapatkan jodohnya, membuat pergeseran makna pada kencan tradisional atau kencan pada zaman dahulu. Pemaknaan kencan yang dahulu perkenalan dilakukan terlebih dahulu oleh kaum laki-laki, namun saat ini perempuan tidak malu atau gengsi untuk memulai perkenalan terlebih dahulu. Hal ini menarik perhatian peneliti untuk mengetahui bagaimana konstruksi makna kencan di situs pencarian jodoh Bumble pada perempuan. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori computer mediated communication (CMC) dan teori konsruksi sosial Berger dan Luckmann. Dengan metodologi penelitian kualitatif deskriptif dan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivis. Hasil penilitian menunjukkan bahwa perempuan pengguna aplikasi Bumble di Kota Cilegon tidak gengsi untuk mengajak kencan pada laki-laki yang ia temui di aplikasi Bumble dan kencan yang dilakukan hanya sebuah hiburan