Jurnal Pewarta Indonesia
Not a member yet
    128 research outputs found

    Memahami Opini Mahasiswa Terkait Pemberitaan Kasus Djoko Tjandra di Media Online Tempo.co

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan mengetahui opini mahasiswa terkait pemberitaan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa, petinggi Polri, pengusaha dan kuasa hukum dengan perannya masing-masing sebagai opinion leaders di media online tempo.co. Teori opini yang digunakan adalah ABC’s of Attitude yang dikemukakan D. W. Rajecky (1982) yang terdiri dari Affect, Behaviour, dan Cognition.  Paradigma penelitian yang digunakan adalah positivistik, dan pendekatan penelitian ini adalah kuantitaif.  Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan jenis penelitian deskriptif.  Populasi penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi angkatan 2018-2019 jurusan penyiaran yang berjumlah 196 orang. Untuk mengukur jumlah sempel, peneliti menggunakan rumus Isaac & Michael dengan tingkat kesalahan 10% dan mendapatkan hasil 115 orang sebagai responden. Pengumpulan data dilakukakan melalui tahap observasi, penyebaran kuesioner, dokumentasi, studi kepustakaan, dan pencarian informasi melalui web untuk memperoleh data yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori ABC’s of Attitude membentuk opini negatif tentang pemberitaan kasus suap yang melibatkan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra dan memberikan opini postif pada tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus enam tersangka dalam kasus itu di media online Tempo.co sebagai ungkapantentang topik kontroversial. Temuan penelitian ini ada kecenderungan hubungan aspek jenis kelamin, usia, dan pendidikan dengan opini mahasiswa.Penelitian ini bertujuan mengetahui opini mahasiswa terkait pemberitaan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra yang melibatkan jaksa, petinggi Polri, pengusaha dan kuasa hukum dengan perannya masing-masing sebagai opinion leaders di media online tempo.co. Teori opini yang digunakan adalah ABC’s of Attitude yang dikemukakan D. W. Rajecky (1982) yang terdiri dari Affect, Behaviour, dan Cognition.  Paradigma penelitian yang digunakan adalah positivistik, dan pendekatan penelitian ini adalah kuantitaif.  Metode penelitian yang digunakan adalah survey dengan jenis penelitian deskriptif.  Populasi penelitian adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Interstudi angkatan 2018-2019 jurusan penyiaran yang berjumlah 196 orang. Untuk mengukur jumlah sempel, peneliti menggunakan rumus Isaac & Michael dengan tingkat kesalahan 10% dan mendapatkan hasil 115 orang sebagai responden. Pengumpulan data dilakukakan melalui tahap observasi, penyebaran kuesioner, dokumentasi, studi kepustakaan, dan pencarian informasi melalui web untuk memperoleh data yang relevan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan teknik statistik deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori ABC’s of Attitude membentuk opini negatif tentang pemberitaan kasus suap yang melibatkan enam tersangka dalam kasus Djoko Tjandra dan memberikan opini postif pada tindakan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus enam tersangka dalam kasus itu di media online Tempo.co sebagai ungkapantentang topik kontroversial. Temuan penelitian ini ada kecenderungan hubungan aspek jenis kelamin, usia, dan pendidikan dengan opini mahasiswa

    Jingle Dunia Fantasi dalam Realita Analisis Wacana

    Full text link
    Tempat wisata outdoor pertama di Indonesia, Dunia Fantasi, memiliki jingle sebagai identitas kreatif yang sudah ada sejak tempat wisata itu berdiri tahun 1985 dan hingga sekarang jingle itu masih tetap dikumandangkan tanpa pernah mengalami perubahan lirik maupun nada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna struktur teks, dan konteks sosial yang ada pada jingle Dunia Fantasi tersebut dengan menggunakan model analisis wacana Teun A. Van Dijk. Data sumber primer maupun sekunder didapat dari arsip dokumentasi teks dan lirik jingle, serta data kepustakaan, dan dari berbagai tulisan maupun informasi terkait obyek yang diteliti. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivis, untuk menggali apa yang dirasakan oleh pengarang jingle. Temuan penelitian dari analisis teks dan konteks sosial ialah, adanya wacana ekspresi kebahagiaan keluarga yang dibangun bagi pengunjung Dunia Fantasi lewat lirik jingle yang digubah oleh pengarangnya.Tempat wisata outdoor pertama di Indonesia, Dunia Fantasi, memiliki jingle sebagai identitas kreatif yang sudah ada sejak tempat wisata itu berdiri tahun 1985 dan hingga sekarang jingle itu masih tetap dikumandangkan tanpa pernah mengalami perubahan lirik maupun nada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna struktur teks, dan konteks sosial yang ada pada jingle Dunia Fantasi tersebut dengan menggunakan model analisis wacana Teun A. Van Dijk. Data sumber primer maupun sekunder didapat dari arsip dokumentasi teks dan lirik jingle, serta data kepustakaan, dan dari berbagai tulisan maupun informasi terkait obyek yang diteliti. Paradigma yang digunakan adalah konstruktivis, untuk menggali apa yang dirasakan oleh pengarang jingle. Temuan penelitian dari analisis teks dan konteks sosial ialah, adanya wacana ekspresi kebahagiaan keluarga yang dibangun bagi pengunjung Dunia Fantasi lewat lirik jingle yang digubah oleh pengarangnya

    Jalan Tak Berujung: Makna Logo Grab Indonesia

    Full text link
    Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalam logo PT. Grab Indonesia sebagai identitas perusahaan dilihat dari makna denotasi, konotasi dan mitos.  Berdasarkan hasil penelitian, pemaknaan denotatif pada logo PT. Grab Indonesia memiliki filosofi yang dalam tentang sebuah kehidupan yang digambarkan melalui simbol dua garis berwarna hijau bertuliskan “Grabâ€. Logo ini terinspirasi dari jalan raya yang tidak putus, merepresentasikan kesempatan-kesempatan untuk pelanggan, mitra, karyawan, hingga masyarakat yang tidak berujung. Hidup dan kehidupan membutuhkan sebuah keseimbangan atas segala realitas dan konsekuensi yang ada dan filosofi tersebut yang digambarkan melalui logotype dan logogram sebagai elemen pembentuk logo perusahaan. Makna konatif ditunjukkan dengan berbagai elemen pada logo berbentuk dua garis yang mewakili jalan raya, sedangkan mitosnya adalah dua garis pada logo tersebut, diartikan sebagai suatu aplikasi dan pengguna, dimana aplikasi tersebut diciptakan untuk melengkapi segala aktifitas pengguna.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika Roland Barthes untuk mengetahui nilai-nilai apa saja yang terkandung di dalam logo PT. Grab Indonesia sebagai identitas perusahaan dilihat dari makna denotasi, konotasi dan mitos.  Berdasarkan hasil penelitian, pemaknaan denotatif pada logo PT. Grab Indonesia memiliki filosofi yang dalam tentang sebuah kehidupan yang digambarkan melalui simbol dua garis berwarna hijau bertuliskan “Grabâ€. Logo ini terinspirasi dari jalan raya yang tidak putus, merepresentasikan kesempatan-kesempatan untuk pelanggan, mitra, karyawan, hingga masyarakat yang tidak berujung. Hidup dan kehidupan membutuhkan sebuah keseimbangan atas segala realitas dan konsekuensi yang ada dan filosofi tersebut yang digambarkan melalui logotype dan logogram sebagai elemen pembentuk logo perusahaan. Makna konatif ditunjukkan dengan berbagai elemen pada logo berbentuk dua garis yang mewakili jalan raya, sedangkan mitosnya adalah dua garis pada logo tersebut, diartikan sebagai suatu aplikasi dan pengguna, dimana aplikasi tersebut diciptakan untuk melengkapi segala aktifitas pengguna

    Motif Berfoto Selfie untuk Presensi Kehadiran Kelas Online saat Pandemi Covid-19 di Kalangan Pelajar Sekolah Dasar

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan peneliti melihat fenomena selfie sebagai bukti kehadiran (presensi) kelas online para siswa yang belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Selama pandemik Covid-19, kehadiran pelajar di sekolah ditiadakan, diganti dengan belajar dari rumah secara virtual. Bentuk kehadiran mereka dalam kelas online dibuktikan melalui foto selfie sekaligus sebagai bukti telah melakukan kegiatan belajar dari rumah. Para pelajar sekolah dasar (SD), khususnya di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat selalu menggunakan atribut sekolah dengan beragam ekspresi wajah saat berfoto selfie. Para pelajar SD tersebut diharuskan mengirimkan foto selfie mereka ke group whatsApp yang dibuat oleh wali murid masing masing. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi dari Alfred Schutz, dan dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui motif para pelajar berfoto selfie dalam berbagai tampilan diri. Hasil penelitian menunjukan, terdapat tiga motif selfie di kalangan pelajar SD di daerah Kebon Jeruk Jakarta Barat saat mengirim foto selfie mereka sebagai presensi kelas virtual yakni: (1) sebagai bukti kehadiran, (2) membangun citra diri, dan (3) untuk menarik perhatian orang lain.Penelitian ini dilatarbelakangi ketertarikan peneliti melihat fenomena selfie sebagai bukti kehadiran (presensi) kelas online para siswa yang belajar dari rumah untuk mencegah penyebaran virus corona. Selama pandemik Covid-19, kehadiran pelajar di sekolah ditiadakan, diganti dengan belajar dari rumah secara virtual. Bentuk kehadiran mereka dalam kelas online dibuktikan melalui foto selfie sekaligus sebagai bukti telah melakukan kegiatan belajar dari rumah. Para pelajar sekolah dasar (SD), khususnya di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat selalu menggunakan atribut sekolah dengan beragam ekspresi wajah saat berfoto selfie. Para pelajar SD tersebut diharuskan mengirimkan foto selfie mereka ke group whatsApp yang dibuat oleh wali murid masing masing. Penelitian ini menggunakan teori Fenomenologi dari Alfred Schutz, dan dilakukan dengan pendekatan kualitatif untuk mengetahui motif para pelajar berfoto selfie dalam berbagai tampilan diri. Hasil penelitian menunjukan, terdapat tiga motif selfie di kalangan pelajar SD di daerah Kebon Jeruk Jakarta Barat saat mengirim foto selfie mereka sebagai presensi kelas virtual yakni: (1) sebagai bukti kehadiran, (2) membangun citra diri, dan (3) untuk menarik perhatian orang lain

    Kompetensi Wartawan dalam Liputan Anak yang Berhadapan dengan Hukum

    Full text link
    Hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum secara khusus diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang diterbitkan Dewan Pers sebagai panduan bagi wartawan dalam menjalankan peliputan anak. Dewan Pers juga melakukan uji kompetensi bagi wartawan dengan materi uji antara lain pemahaman wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak melanggar hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Uji Kompetensi Wartawan dapat meningkatkan pemahaman dan ketrampilan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum. Pendekatan studi ini menggunakan kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai informasi terkait dengan permasalahan yang dibahas. Temuan penelitian menunjukkan, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan menambah pemahaman dan ketrampilan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik dalam melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum.Hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum secara khusus diatur dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, dan Pedoman Pemberitaan Ramah Anak yang diterbitkan Dewan Pers sebagai panduan bagi wartawan dalam menjalankan peliputan anak. Dewan Pers juga melakukan uji kompetensi bagi wartawan dengan materi uji antara lain pemahaman wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang tidak melanggar hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana Uji Kompetensi Wartawan dapat meningkatkan pemahaman dan ketrampilan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik yang melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum. Pendekatan studi ini menggunakan kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai informasi terkait dengan permasalahan yang dibahas. Temuan penelitian menunjukkan, pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan menambah pemahaman dan ketrampilan wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik dalam melindungi hak-hak anak yang berhadapan dengan hukum

    Strategi Komunikasi Pemasaran Doktorandus Koffie dalam Menarik Minat Konsumen Penikmat Kopi

    Full text link
    Budaya  minum  kopi  yang  awalnya  berasal  dari  barat  muncul sebagai salah satu   kebutuhan   yang   tidak   terlepaskan   dalam kehidupan  banyak  orang  terutama  para  pencinta  kopi.  Meningkatnya permintaan  terhadap  kopi,  memancing  munculnya berbagai brand  dan  kedai-kedai kopi di sekitar masyarakat. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit,  begitu  pula  dengan  keuntungan  yang  didapat  oleh  produsen. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini secara purposive mengambil studi kasus di Doktorandus Koffie yang sudah menggunakan beberapa kegiatan komunikasi pemasaran terpadu. Sumber data pada penelitian ini adalah narasumber, dan observasi lapangan. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, pencatatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dengan verifikasinya untuk mengetahui masing-masing kegiatan Integrated Marketing Communication yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie merupakan kegiatan yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk menginformasikan Doktorandus Koffie kepada para konsumen dan menarik minat konsumen.Budaya  minum  kopi  yang  awalnya  berasal  dari  barat  muncul sebagai salah satu   kebutuhan   yang   tidak   terlepaskan   dalam kehidupan  banyak  orang  terutama  para  pencinta  kopi.  Meningkatnya permintaan  terhadap  kopi,  memancing  munculnya berbagai brand  dan  kedai-kedai kopi di sekitar masyarakat. Pengunjung kedai-kedai ini pun tidaklah sedikit,  begitu  pula  dengan  keuntungan  yang  didapat  oleh  produsen. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Lokasi penelitian ini secara purposive mengambil studi kasus di Doktorandus Koffie yang sudah menggunakan beberapa kegiatan komunikasi pemasaran terpadu. Sumber data pada penelitian ini adalah narasumber, dan observasi lapangan. Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik wawancara, pencatatan, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen pokok yaitu reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan dengan verifikasinya untuk mengetahui masing-masing kegiatan Integrated Marketing Communication yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Doktorandus Koffie merupakan kegiatan yang saling berhubungan dan saling mendukung untuk menginformasikan Doktorandus Koffie kepada para konsumen dan menarik minat konsumen

    Jurnalisme Damai dalam Pembingkaian Berita Rasisme Mahasiswa Papua di Tribunnews.com dan Detik.com

    Full text link
    Penelitian ini meneliti kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Mahasiswa Papua dipersekusi oleh ormas dan warga sekitar karena diduga merusak bendera merah putih. Aparat keamanan ikut menjaga situasi justru diduga berujar rasis terhadap mahasiswa Papua hingga situasi nasional panas khususnya di daerah Papua dan Papua Barat. Tentu media tidak luput dari peristiwa tersebut untuk menentukan sikap dalam sebuah berita. Jika berita tidak mempertimbangkan penyelesaian konflik atau memperkeruh situasi menjadi panas maka di sinilah muncul jurnalisme damai (peace journalisme) sebagai wadah perdamaian dan berakhirnya konflik. Penelitian ini bertujuan, pertaa, untuk mengetahui framing tribunnews.com dan detik.com dalam berita kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua, dan kedua mengetahui jurnalisme damai dalam berita tribunnews.com dan detik.com terkait kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua. Hasilnya, frame tribunnews.com dan detik.com sama-sama meletakan mahasiswa Papua sebagai korban rasisme dan tidak bersalah. Sementara praktik jurnalisme damai bagi tribunnews.com selalu berusaha menyampaikan keadilan bagi mahasiswa Papua untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedangkan detik.com berusaha menyampaikan rekonsiliasi bahwa ujaran rasisme menyangkut bangsa Indonesia.Penelitian ini meneliti kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Mahasiswa Papua dipersekusi oleh ormas dan warga sekitar karena diduga merusak bendera merah putih. Aparat keamanan ikut menjaga situasi justru diduga berujar rasis terhadap mahasiswa Papua hingga situasi nasional panas khususnya di daerah Papua dan Papua Barat. Tentu media tidak luput dari peristiwa tersebut untuk menentukan sikap dalam sebuah berita. Jika berita tidak mempertimbangkan penyelesaian konflik atau memperkeruh situasi menjadi panas maka di sinilah muncul jurnalisme damai (peace journalisme) sebagai wadah perdamaian dan berakhirnya konflik. Penelitian ini bertujuan, pertaa, untuk mengetahui framing tribunnews.com dan detik.com dalam berita kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua, dan kedua mengetahui jurnalisme damai dalam berita tribunnews.com dan detik.com terkait kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua. Hasilnya, frame tribunnews.com dan detik.com sama-sama meletakan mahasiswa Papua sebagai korban rasisme dan tidak bersalah. Sementara praktik jurnalisme damai bagi tribunnews.com selalu berusaha menyampaikan keadilan bagi mahasiswa Papua untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Sedangkan detik.com berusaha menyampaikan rekonsiliasi bahwa ujaran rasisme menyangkut bangsa Indonesia

    Makna Edukasi Seksual bagi Remaja pada Film "Dua Garis Biru"

    Full text link
    Film merupakan salah satu media massa yang paling berperan dalam menggambarkan suatu realitas sosial yang ditayangkan, kemudian pesan dari isi cerita sebuah film dapat diterima dengan baik oleh penonton. Perkembangan film yang bertemakan remaja, semakin beragam dalam membangun suatu cerita yang menarik, semakin berani mengangkat topik-topik yang sebelumnya dianggap tabu, seperti edukasi seksual. Salah satunya adalah film “Dua Garis Biru†yang membahas tentang bagaimana remaja perempuan pelaku seks pranikah dikemukakan dalam film drama remaja dengan tujuan untuk menyampaikan makna edukasi seksual melalui tokoh Dara dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis wacana model Teun Van Dijk. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bahwa setiap remaja perlu mengetahui dan memahami tentang pendidikan seksual sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bentuk penyimpangan seksual memang beragam, namun film ini membahas kepada kehamilan pranikah.Film merupakan salah satu media massa yang paling berperan dalam menggambarkan suatu realitas sosial yang ditayangkan, kemudian pesan dari isi cerita sebuah film dapat diterima dengan baik oleh penonton. Perkembangan film yang bertemakan remaja, semakin beragam dalam membangun suatu cerita yang menarik, semakin berani mengangkat topik-topik yang sebelumnya dianggap tabu, seperti edukasi seksual. Salah satunya adalah film “Dua Garis Biru†yang membahas tentang bagaimana remaja perempuan pelaku seks pranikah dikemukakan dalam film drama remaja dengan tujuan untuk menyampaikan makna edukasi seksual melalui tokoh Dara dalam film tersebut. Metode yang digunakan adalah analisis wacana model Teun Van Dijk. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bahwa setiap remaja perlu mengetahui dan memahami tentang pendidikan seksual sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bentuk penyimpangan seksual memang beragam, namun film ini membahas kepada kehamilan pranikah

    103

    full texts

    128

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Pewarta Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇