Jurnal Pewarta Indonesia
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Tinjauan Wisata Madura dalam Bingkai Media Massa
Media memiliki kekuatan dalam mempersatukan informasi lalu lalang tiada henti. Kejeliannya memuat setiap tema dapat membuat informasi yang terkait menjadi booming dan terus menerus mendapat perhatian masyarakat. Kehadiran media non mainstream ikut meramaikan beredarnya informasi sekaligus mengangkat nama sebuah destinasi wisata. Menjadi sebuah kekuatan tersendiri saat bahasan tentang tempat wisata baru terutama di pulau Madura yang selama ini terkenal dengan pulau garam. Keindahannya patut dikunjungi sebagai alternatif wisata baik keindahan alam, wisata kuliner dan budayanya.Media memiliki kekuatan dalam mempersatukan informasi lalu lalang tiada henti. Kejeliannya memuat setiap tema dapat membuat informasi yang terkait menjadi booming dan terus menerus mendapat perhatian masyarakat. Kehadiran media non mainstream ikut meramaikan beredarnya informasi sekaligus mengangkat nama sebuah destinasi wisata. Menjadi sebuah kekuatan tersendiri saat bahasan tentang tempat wisata baru terutama di pulau Madura yang selama ini terkenal dengan pulau garam. Keindahannya patut dikunjungi sebagai alternatif wisata baik keindahan alam, wisata kuliner dan budayanya
Bias Feminisme: Isu LGBT, Seks Bebas dan Perubahan Norma Seksualitas
Feminisme dimaknai sebagai suatu gerakan atau aksi perlawanan atas dominasi pria dalam kehidupan yang kini dimanifestasikan melalui media massa dan media sosial. Pada hakikatnya, media sosial adalah salah satu jenis media massa. Perbedaan keduanya terletak pada kelembagaan dan pertanggungjawaban atas informasi yang diberikan. Meskipun demikian, keduanya sama-sama menjadi perantara bagi sesama pengguna media. Sama-sama bisa memberikan pengaruh terhadap masyarakat, secara kognitif, afektif dan konatif. Feminisme di dunia virtual hadir dalam kedua bentuk tersebut. Konten yang dimuat di antaranya tentang kekerasan terhadap perempuan; fisik dan nonfisik, penindasan dan pembedaan perlakuan di lingkungan kerja, serta pembedaan peluang untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang setara. Pemuatan konten tersebut memiliki satu tujuan yaitu menyetarakan hak antara laki-laki dan perempuan. Namun jika dicermati, hak yang diperjuangkan oleh feminis tidak melulu perempuan, tetapi juga hak gender; feminin dan maskulin dan hak sebagai manusia atau HAM (Hak Asasi Manusia). Berangkat dari tuntutan atas HAM inilah, muncul gagasan tentang kebebasan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pemberitaan media massa (media sosial) terkait feminisme, dengan menggunakan studi kepustakaan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah, dalam penyajian konten seputar feminisme; kesetaraan dan kebebasan perempuan, ada perluasan makna yang mengarah pada kebebasan seksualitas, mengarah pada LGBT dan berubahnya norma sosial tentang seksualitas itu sendiri.Feminisme dimaknai sebagai suatu gerakan atau aksi perlawanan atas dominasi pria dalam kehidupan yang kini dimanifestasikan melalui media massa dan media sosial. Pada hakikatnya, media sosial adalah salah satu jenis media massa. Perbedaan keduanya terletak pada kelembagaan dan pertanggungjawaban atas informasi yang diberikan. Meskipun demikian, keduanya sama-sama menjadi perantara bagi sesama pengguna media. Sama-sama bisa memberikan pengaruh terhadap masyarakat, secara kognitif, afektif dan konatif. Feminisme di dunia virtual hadir dalam kedua bentuk tersebut. Konten yang dimuat di antaranya tentang kekerasan terhadap perempuan; fisik dan nonfisik, penindasan dan pembedaan perlakuan di lingkungan kerja, serta pembedaan peluang untuk mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang setara. Pemuatan konten tersebut memiliki satu tujuan yaitu menyetarakan hak antara laki-laki dan perempuan. Namun jika dicermati, hak yang diperjuangkan oleh feminis tidak melulu perempuan, tetapi juga hak gender; feminin dan maskulin dan hak sebagai manusia atau HAM (Hak Asasi Manusia). Berangkat dari tuntutan atas HAM inilah, muncul gagasan tentang kebebasan. Penelitian bertujuan untuk mengkaji pemberitaan media massa (media sosial) terkait feminisme, dengan menggunakan studi kepustakaan. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah, dalam penyajian konten seputar feminisme; kesetaraan dan kebebasan perempuan, ada perluasan makna yang mengarah pada kebebasan seksualitas, mengarah pada LGBT dan berubahnya norma sosial tentang seksualitas itu sendiri
Praktik-praktik Komunikasi Kelompok dalam Memproduksi Acara Popnews pada KompasTV
Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana komunikasi kelompok tim produksi program Popnews di KompasTV? Bagaimana sistem eksternal dan sistem internal komunikasi kelompok yang Popnews di KompasTV lakukan? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data diperoleh dari pengamatan langsung (observasi) dan wawancara mendalam terhadap informan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumentasi dari berbagai media, baik cetak maupun daring. Penelitian akan melihat tiga unsur penting dalam komunikasi kelompok George C. Homans adalah semua hal kegiatan, interaksi dan perasaan yang dilakukan oleh anggota tim produksi program Popnews di KompasTV. Unsur kegiatan yang mereka lakukan mencakup komunikasi kelompok yang dilakukan dari tahap pra, produksi, sampai pascaproduksi.Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana komunikasi kelompok tim produksi program Popnews di KompasTV? Bagaimana sistem eksternal dan sistem internal komunikasi kelompok yang Popnews di KompasTV lakukan? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data diperoleh dari pengamatan langsung (observasi) dan wawancara mendalam terhadap informan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dan dokumentasi dari berbagai media, baik cetak maupun daring. Penelitian akan melihat tiga unsur penting dalam komunikasi kelompok George C. Homans adalah semua hal kegiatan, interaksi dan perasaan yang dilakukan oleh anggota tim produksi program Popnews di KompasTV. Unsur kegiatan yang mereka lakukan mencakup komunikasi kelompok yang dilakukan dari tahap pra, produksi, sampai pascaproduksi
Penguatan Nilai Nilai Pancasila sebagai Fondasi Etika Berkomunikasi pada Pembelajaran Online
Implementasi nilai-nilai Pancasila yang tampak mulai luntur dalam etika berkomunikasi dan dinamikanya pada proses pembelajaran online maupun bermedia sosial diseluruh wilayah Indonesia perlu menjadi kewaspadaan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila dalam etika berkomunikasi, sebagai fondasi pendidikan cerdas berkarakter dengan sosialisasi nilai-nilai Pancasila untuk diterapkan dalam proses pembelajaran online agar capaian pembelajaran dapat optimal dan tepat sasaran. Mixedmethod digunakan dalam kajian ini selain analisis kualitatif dan perlu kuesioner yang dipakai untuk mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin dialami oleh responden dalam memahami atau menafsirkan pertanyaan, dengan analisis deskriptif kualitatif. Data primer studi dokumentasi literatur penelitian terdahulu dan kuesioner sosialisasi berupa penyuluhan yang dilakukan untuk upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman melunturnya nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran daring perlu diangkat agar membawa dampak positif dalam proses edukasi. Teori Komunikasi dengan model komunikasi transaksional untuk mengupas pentingnya hubungan antara komunikator dengan komunikan saling bertanggung jawab atas efek dan efektivitas komunikasi yang berlangsung. Hasil dari penelitian ini adalah penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan sebagai sebuah upaya kewaspadaan melalui sosialisasi yang secara masif harus terus dilaksanakan secara menyeluruh dan menjadi gerakan nasional.Implementasi nilai-nilai Pancasila yang tampak mulai luntur dalam etika berkomunikasi dan dinamikanya pada proses pembelajaran online maupun bermedia sosial diseluruh wilayah Indonesia perlu menjadi kewaspadaan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila dalam etika berkomunikasi, sebagai fondasi pendidikan cerdas berkarakter dengan sosialisasi nilai-nilai Pancasila untuk diterapkan dalam proses pembelajaran online agar capaian pembelajaran dapat optimal dan tepat sasaran. Mixedmethod digunakan dalam kajian ini selain analisis kualitatif dan perlu kuesioner yang dipakai untuk mengidentifikasi masalah potensial yang mungkin dialami oleh responden dalam memahami atau menafsirkan pertanyaan, dengan analisis deskriptif kualitatif. Data primer studi dokumentasi literatur penelitian terdahulu dan kuesioner sosialisasi berupa penyuluhan yang dilakukan untuk upaya meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman melunturnya nilai-nilai Pancasila dalam pembelajaran daring perlu diangkat agar membawa dampak positif dalam proses edukasi. Teori Komunikasi dengan model komunikasi transaksional untuk mengupas pentingnya hubungan antara komunikator dengan komunikan saling bertanggung jawab atas efek dan efektivitas komunikasi yang berlangsung. Hasil dari penelitian ini adalah penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan sebagai sebuah upaya kewaspadaan melalui sosialisasi yang secara masif harus terus dilaksanakan secara menyeluruh dan menjadi gerakan nasional
Analisis Isi Instagram Polri pada Persiapan Arus Mudik Lebaran 2023
Polri dengan arus mudik adalah satu kesatuan. Hal ini dikarenakan Polri merupakan baris depan dalam bertugas mengamankan arus mudik sepanjang libur lebaran di Indonesia. Ketika arus mudik sudah muncul, rawan kecelakaan dan macet merupakan konsep yang sudah melekat dan merupakan fenomena yang akrab dengan pemudik. Kendati wacana kendaraan listrik dan pengurangan macet masih diupayakan, Polri membuat keputusan dan program baru untuk menekan korban jiwa dari arus mudik serta kemacetan yang mengganggu jalan. Dengan analisis konten Krippendorf, analisis pada akun Instagram @divisihumaspolri menunjukkan inisiasi Polri memberikan Propaganda Putih untuk masyarakat terkait peraturan arus mudik. Propaganda Putih tersebut diberikan agar sosialisasi yang diberikan oleh Polri lebih mudah untuk dicerna.Polri dengan arus mudik adalah satu kesatuan. Hal ini dikarenakan Polri merupakan baris depan dalam bertugas mengamankan arus mudik sepanjang libur lebaran di Indonesia. Ketika arus mudik sudah muncul, rawan kecelakaan dan macet merupakan konsep yang sudah melekat dan merupakan fenomena yang akrab dengan pemudik. Kendati wacana kendaraan listrik dan pengurangan macet masih diupayakan, Polri membuat keputusan dan program baru untuk menekan korban jiwa dari arus mudik serta kemacetan yang mengganggu jalan. Dengan analisis konten Krippendorf, analisis pada akun Instagram @divisihumaspolri menunjukkan inisiasi Polri memberikan Propaganda Putih untuk masyarakat terkait peraturan arus mudik. Propaganda Putih tersebut diberikan agar sosialisasi yang diberikan oleh Polri lebih mudah untuk dicerna
Propaganda Online dalam Konflik Keberagaman di Kawasan Wisata Budaya dan Keagamaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang propaganda media online dalam konflik keberagaman di kawasan wisata budaya dan keagamaan. Penelitian ini menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan penyebab, bentuk dan dampak propaganda media online dalam konflik keberagaman di kawasan wisata budaya dan keagamaan yang berlokasi di Dusun Ranget. Penelitian ini dianalisis dengan Teori Kritis Habermas, Teori Resepsi Stuart Hall, Teori Perubahan Sikap Carl Hovland dan Teori Penguatan Joseph Kalapp. Metode penelitian secara kualitatif deskriptif dengan sumber data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan beberapa temuan berikut: Pertama, propaganda tidak hanya dilakukan oleh warga Dusun Ranget melainkan warga daerah lain. Hal ini disebabkan keberadaan Pura Ranget yang berada di kawasan wisata budaya dan keagamaan dianggap melanggar peraturan bersama Meteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 tahun 2006 tanpa memperhatikan Pasal 28 Ayat 3 peraturan tersebut. Selain itu, propaganda juga disebabkan oleh keinginan melestarikan tradisi sasak yakni kemaliq, legalitas tanah tempat ibadah Pura Ranget yang berada di kawasan hutan dan jauh dari permukiman penduduk, upaya cari panggung berbagai oknum organisasi masyarakat, kemudahan akses media sosial di tengah kurangnya literasi media. Kedua, bentuk propaganada dengan cara membingkai (framing) pesan tertulis maupun foto dengan narasi tertulis melalui Facebook dan WhatsApp. Foto tersebut bernuansa provokatif, misalnya foto saat sholat dan dzikir di dalam area Pura Ranget. Selain itu propaganda dilakukan melalui media berbasis web seperti Blogspot yang dibingkai dalam bentuk cerita pendek (cerpen) dan pemberitaan lainnya. Ketiga, propaganda di media online berdampak pada kehidupan sosial kemasyarakatan, hukum, ekonomi, religiusitas, dan berdampak pada komunikasi masyarakat.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tentang propaganda media online dalam konflik keberagaman di kawasan wisata budaya dan keagamaan. Penelitian ini menjawab rumusan masalah yang berkaitan dengan penyebab, bentuk dan dampak propaganda media online dalam konflik keberagaman di kawasan wisata budaya dan keagamaan yang berlokasi di Dusun Ranget. Penelitian ini dianalisis dengan Teori Kritis Habermas, Teori Resepsi Stuart Hall, Teori Perubahan Sikap Carl Hovland dan Teori Penguatan Joseph Kalapp. Metode penelitian secara kualitatif deskriptif dengan sumber data diperoleh menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan beberapa temuan berikut: Pertama, propaganda tidak hanya dilakukan oleh warga Dusun Ranget melainkan warga daerah lain. Hal ini disebabkan keberadaan Pura Ranget yang berada di kawasan wisata budaya dan keagamaan dianggap melanggar peraturan bersama Meteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan 9 tahun 2006 tanpa memperhatikan Pasal 28 Ayat 3 peraturan tersebut. Selain itu, propaganda juga disebabkan oleh keinginan melestarikan tradisi sasak yakni kemaliq, legalitas tanah tempat ibadah Pura Ranget yang berada di kawasan hutan dan jauh dari permukiman penduduk, upaya cari panggung berbagai oknum organisasi masyarakat, kemudahan akses media sosial di tengah kurangnya literasi media. Kedua, bentuk propaganada dengan cara membingkai (framing) pesan tertulis maupun foto dengan narasi tertulis melalui Facebook dan WhatsApp. Foto tersebut bernuansa provokatif, misalnya foto saat sholat dan dzikir di dalam area Pura Ranget. Selain itu propaganda dilakukan melalui media berbasis web seperti Blogspot yang dibingkai dalam bentuk cerita pendek (cerpen) dan pemberitaan lainnya. Ketiga, propaganda di media online berdampak pada kehidupan sosial kemasyarakatan, hukum, ekonomi, religiusitas, dan berdampak pada komunikasi masyarakat
Media Cetak Indonesia di Era Revolusi Industri 4.0
Dunia kini tengah menghadapi revolusi industri 4.0, sebuah era terobosan teknologi baru, yang mencakup bidang luas seperti kecerdasan buatan, robotika, internet of Things (IoT), kendaraan otonom, pencetakan 3D, nanoteknologi, bioteknologi, ilmu material, penyimpanan energi dan komputasi kuantum. Persaingan ekonomi dalam revolusi industri 4.0 berbeda dari periode sebelumnya. Agar tetap dapat bertahan menghadapi revolusi industri 4.0, baik perusahaan maupun negara harus berada di perbatasan inovasi dalam segala bentuknya, yang berarti strategi yang terfokus pada pengurangan biaya akan kurang efektif dibandingkan dengan yang menawarkan produk dan layanan dengan cara yang lebih inovatif. Revolusi industri juga kini sudah merambah ke industri media cetak. Media cetak, kini perlahan-lahan mulai beranjak menuju digital dan memanfaatkan internet of things (IoT).Dunia kini tengah menghadapi revolusi industri 4.0, sebuah era terobosan teknologi baru, yang mencakup bidang luas seperti kecerdasan buatan, robotika, internet of Things (IoT), kendaraan otonom, pencetakan 3D, nanoteknologi, bioteknologi, ilmu material, penyimpanan energi dan komputasi kuantum. Persaingan ekonomi dalam revolusi industri 4.0 berbeda dari periode sebelumnya. Agar tetap dapat bertahan menghadapi revolusi industri 4.0, baik perusahaan maupun negara harus berada di perbatasan inovasi dalam segala bentuknya, yang berarti strategi yang terfokus pada pengurangan biaya akan kurang efektif dibandingkan dengan yang menawarkan produk dan layanan dengan cara yang lebih inovatif. Revolusi industri juga kini sudah merambah ke industri media cetak. Media cetak, kini perlahan-lahan mulai beranjak menuju digital dan memanfaatkan internet of things (IoT)
Perencanaan dan Evaluasi Public Relations Program CSR Bring Back Our Bottle pada Perusahaan The Body Shop Indonesia
CSR adalah komitmen bisnis untuk berperilaku etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, serta masyarakat lokal dan masyarakat pada umumnya. Salah satu bentuk implementasi kegiatan CSR telah dilaksanakan oleh The Body Shop di Indonesia dengan CSR Program Bring Back Our Bottle yang mengajak pelanggan mengembalikan kemasan kosong ke gerai The Body Shop Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi langkah lanjutan dari The Body Shop di Indonesia untuk mewujudkan perusahaan yang aman lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan public relations dan evaluasi program corporate social responsibility bring back our bottle the body shop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan Model Two-Way Symmetric, konsep Manajemen dan Public Relations. Hasil dari penelitian ini adalah The Body Shop mampu menjalankan program-program CSR-nya dengan baik dan menganggumkan. Adapun kegiatan CSR pada The Body Shop Program Lingkungan The Body Shop Indonesia adalah Bring Back Our Bottle. CSR merupakan tanggung jawab sosial dari perusahaan pada dasarnya memiliki konsep dengan visi yang sama yang untuk pembangunan yang berkelanjutan.CSR adalah komitmen bisnis untuk berperilaku etis, beroperasi secara legal dan berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi sekaligus meningkatkan kualitas hidup karyawan dan keluarganya, serta masyarakat lokal dan masyarakat pada umumnya. Salah satu bentuk implementasi kegiatan CSR telah dilaksanakan oleh The Body Shop di Indonesia dengan CSR Program Bring Back Our Bottle yang mengajak pelanggan mengembalikan kemasan kosong ke gerai The Body Shop Indonesia. Hal ini sekaligus menjadi langkah lanjutan dari The Body Shop di Indonesia untuk mewujudkan perusahaan yang aman lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan public relations dan evaluasi program corporate social responsibility bring back our bottle the body shop. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan Model Two-Way Symmetric, konsep Manajemen dan Public Relations. Hasil dari penelitian ini adalah The Body Shop mampu menjalankan program-program CSR-nya dengan baik dan menganggumkan. Adapun kegiatan CSR pada The Body Shop Program Lingkungan The Body Shop Indonesia adalah Bring Back Our Bottle. CSR merupakan tanggung jawab sosial dari perusahaan pada dasarnya memiliki konsep dengan visi yang sama yang untuk pembangunan yang berkelanjutan
Peran Media Baru dalam Mengubah Perilaku Perokok Tembakau ke Rokok Elektrik di Kota Banda Aceh
Penelitian ini berjudul “Peran Media Baru dalam Mengubah Perilaku Perokok Tembakau ke Rokok Elektrik di Kota Banda Acehâ€. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media baru dalam merubah perilaku perokok tembakau ke elektrik di Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Objek penelitian dalam penelitian ini ialah peran media baru. Objek penelitiannya tentang perilaku perokok tembakau elektrik di Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara mendalam yang dilakukan pada pengguna vapor dan studi dokumentasi pada media baru. Hasil penelitian menunjukkan, Instagram dan Youtube memjadi salah satu sumber informasi pengguna vapor tentang referensi terkait dunia vapor. Permasalahan yang dialami oleh pengguna rokok ialah bagaimana caranya menghilangkan kecanduan rokok tembakau yang dialami oleh mereka sehingga mereka beralih pada rokok elektrik, karena alasan kesehatan dan keuangan. Informasi yang didapatkan pengguna vapor dapat ditemukan di media-media baru dan memberikan gambaran tentang cara penggunaan vapor, sehingga dapat merubah perilaku mereka.Penelitian ini berjudul “Peran Media Baru dalam Mengubah Perilaku Perokok Tembakau ke Rokok Elektrik di Kota Banda Acehâ€. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media baru dalam merubah perilaku perokok tembakau ke elektrik di Kota Banda Aceh. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Objek penelitian dalam penelitian ini ialah peran media baru. Objek penelitiannya tentang perilaku perokok tembakau elektrik di Kota Banda Aceh. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa wawancara mendalam yang dilakukan pada pengguna vapor dan studi dokumentasi pada media baru. Hasil penelitian menunjukkan, Instagram dan Youtube memjadi salah satu sumber informasi pengguna vapor tentang referensi terkait dunia vapor. Permasalahan yang dialami oleh pengguna rokok ialah bagaimana caranya menghilangkan kecanduan rokok tembakau yang dialami oleh mereka sehingga mereka beralih pada rokok elektrik, karena alasan kesehatan dan keuangan. Informasi yang didapatkan pengguna vapor dapat ditemukan di media-media baru dan memberikan gambaran tentang cara penggunaan vapor, sehingga dapat merubah perilaku mereka
Strategi Pertamina Geothermal Energy dalam Meningkatkan Citra Perusahaan melalui Pengembangan Kualitas Kopi Geothermal Kamojang
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Geothermal Energy dalam meningkatkan kualitas kopi Geothermal Area Kamojang terkait: (1) Proses Strategi CSR Pertamina Geothermal Energy dalam meningkatkan kualitas kopi Geothermal Area Kamojang; (2) Mengembangkan program pengelolaan sampah organik di area Kamojang untuk mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas hasil panen kopi Geothermal Area Kamojang; (3) Meningkatkan akses pasar bagi petani kopi di area Kamojang dengan membantu mereka memasarkan produk kopi ke pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi nonpartisipan. Temuan penelitian adalah, Strategi CSR Pertamina Geothermal Energy dalam meningkatkan kualitas Kopi Geothermal Area Kamojang dilakukan dengan: (1) Social Mapping; (2) Survei; (3) Perencanaan Program; (4) Pelaksanaan; (5) Evaluasi/Monitoring. Selain itu, mengembangkan program pengelolaan sampah organik di area Kamojang untuk mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas hasil panen kopi Geothermal Area Kamojang. Meningkatkan akses pasar bagi petani kopi di area Kamojang dengan membantu mereka memasarkan produk kopi ke pasar dalam negeri maupun luar negeri.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Strategi Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Geothermal Energy dalam meningkatkan kualitas kopi Geothermal Area Kamojang terkait: (1) Proses Strategi CSR Pertamina Geothermal Energy dalam meningkatkan kualitas kopi Geothermal Area Kamojang; (2) Mengembangkan program pengelolaan sampah organik di area Kamojang untuk mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas hasil panen kopi Geothermal Area Kamojang; (3) Meningkatkan akses pasar bagi petani kopi di area Kamojang dengan membantu mereka memasarkan produk kopi ke pasar yang lebih luas, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi nonpartisipan. Temuan penelitian adalah, Strategi CSR Pertamina Geothermal Energy dalam meningkatkan kualitas Kopi Geothermal Area Kamojang dilakukan dengan: (1) Social Mapping; (2) Survei; (3) Perencanaan Program; (4) Pelaksanaan; (5) Evaluasi/Monitoring. Selain itu, mengembangkan program pengelolaan sampah organik di area Kamojang untuk mendukung praktik pertanian yang berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan kualitas hasil panen kopi Geothermal Area Kamojang. Meningkatkan akses pasar bagi petani kopi di area Kamojang dengan membantu mereka memasarkan produk kopi ke pasar dalam negeri maupun luar negeri