Jurnal Pewarta Indonesia
Not a member yet
128 research outputs found
Sort by
Pengaruh Iklan dan Harga di TikTok Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Sleman Yogyakarta
The use of TikTok inspires people to shop online, especially students. With advertising and the prices given, can it influence the consumer behavior of students to purchase a product/service? The research used quantitative methods by taking samples through purpose sampling according to the specified criteria, namely 100 students in Sleman-Yogyakarta because it is famous as a student city and most campuses are located in Sleman. So it becomes the center for carrying out the largest purchasing transactions. Not surprisingly, the social mobility of students who live in Sleman is relatively high. The results of the research explain that advertising has a significant effect on consumer behavior with a calculated T of 2.034 and a T table of 1.984, meaning that the T calculated > T table value with a sig value is smaller than 0.05. Price has a significant effect on consumptive behavior with a T count of 4.327 and a T table of 1.984, meaning that the T count > T table value with a sig value is smaller than 0.05. Advertising and price have a significant effect on consumer behavior with F Calculation of 19.176 and F Table of 3.09, meaning the value of F Table>F Calculation with a sig value smaller than 0.05. The coefficient of determination is 28.3%, so the variation in consumer behavior is 71.7% determined by advertising and price variables. The AISAS theory has succeeded in explaining that human consumptive behavior is influenced by several factors, such as attention and interest in products that come from advertising and price offers, insight provided so that people will always look for them and are not even embarrassed to share information with other people. Directly, human psychology influences people's behavior in purchasing decisions. The many advertising offers and prices influence students to form consumer behavior to buy products/services repeatedly on Tiktok.Penggunaan TikTok menginspirasi masyarakat berbelanja online khususnya mahasiswa. Dengan adanya iklan dan harga yang diberikan, apakah dapat mempengaruhi perilaku konsumtif mahasiswa untuk melakukan pembelian suatu produk/jasa. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampel melalui purpose sampling sesuai kriteria yang ditentukan yaitu 100 mahasiswa yang berada di Sleman-Yogyakarta karena terkenal dengan kota pelajar dan sebagian besar kampus berlokasi di Sleman. Sehingga menjadi pusat melakukan transaksi pembelian terbesar. Tidak heran, mobilitas sosial mahasiswa yang berdomisili di Sleman terbilang tinggi. Hasil penelitian menjelaskan bahwa iklan berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan T Hitung sebesar 2,034 dan T tabel 1,984 artinya nilai T Hitung>T Tabel dengan nilai sig lebih kecil dari 0,05. Harga berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan T Hitung sebesar 4,327 dan T Tabel 1,984 artinya nilai T Hitung>T Tabel dengan nilai sig lebih kecil dari 0,05. Iklan dan harga berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif dengan F Hitung sebesar 19,176 dan F Tabel 3,09 artinya nilai F Tabel>F Hitung dengan nilai sig lebih kecil dari 0,05. Koefisien determinasi 28,3%, maka variasi perilaku konsumtif sebesar 71,7% ditentukan oleh variabel iklan dan harga. Teori AISAS berhasil menjabarkan bahwa perilaku konsumtif manusia dipengaruhi beberapa faktor seperti adanya perhatian dan ketertarikan terhadap produk yang berasal dari iklan dan penawaran harga, insight yang diberikan sehingga orang akan selalu mencari bahkan tidak malu untuk membagi informasi ke orang lain. Secara langsung, psikologis manusia mempengaruhi perilaku orang dalam memutuskan pembelian. Dengan banyaknya tawaran iklan dan harga mempengaruhi mahasiswa dalam membentuk perilaku konsumtif untuk membeli produk/jasa secara berulang di Tiktok
Transformasi Teknologi Digital dan Difusi Inovasi pada Usaha Mikro Kecil Menegah di Desa Kuala Bubon Kabupaten Aceh Barat
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku inovatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Kuala Bubon. Penelitian ini menggambarkan bagaimana UMKM tersebut mencoba berinovasi dengan banyaknya hambatan dan keterbatasan. Mereka juga mengalami kegagalan dalam memanfaatkan teknologi digital. Kegagalan ini disebabkan tidak adanya permbinaan jangka panjang dalam perubahan digital dan inovasi pada UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif mengarah pada perumusan masalah yang membimbing penelitian untuk menggali atau menggambarkan situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, mendalam, dan luas pada UMKM ikan asin di Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan dan respon sistem internal mempengaruhi inovasi dan perubahan teknologi digital pada UMKM. Perilaku inovatif UMKM dipengaruhi oleh komunikasi tercangkup dalam dukungan pemerintan, dunia usaha, dan sektor pendidikan tinggi serta masyarakat lokal. Permasalahan lainnya yang masih terlihat adalah kurangnya integrasi dan sinergi berbagai elemen ekosistem UMKM digital untuk menjamin pembangunan berkelanjutan di masa depan.Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku inovatif Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Kuala Bubon. Penelitian ini menggambarkan bagaimana UMKM tersebut mencoba berinovasi dengan banyaknya hambatan dan keterbatasan. Mereka juga mengalami kegagalan dalam memanfaatkan teknologi digital. Kegagalan ini disebabkan tidak adanya permbinaan jangka panjang dalam perubahan digital dan inovasi pada UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pendekatan deskriptif mengarah pada perumusan masalah yang membimbing penelitian untuk menggali atau menggambarkan situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, mendalam, dan luas pada UMKM ikan asin di Aceh Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan dan respon sistem internal mempengaruhi inovasi dan perubahan teknologi digital pada UMKM. Perilaku inovatif UMKM dipengaruhi oleh komunikasi tercangkup dalam dukungan pemerintan, dunia usaha, dan sektor pendidikan tinggi serta masyarakat lokal. Permasalahan lainnya yang masih terlihat adalah kurangnya integrasi dan sinergi berbagai elemen ekosistem UMKM digital untuk menjamin pembangunan berkelanjutan di masa depan
Menjembatani Desa Prioritas Nasional dan Konsep Travel 2.0
Travel 2.0 merupakan konsep pariwisata yang menggunakan media sosial dan internet sebagai gerbang pembuka promosi pariwisata. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami konsep ini secara utuh. Tidak liniernya pemahaman konsep travel 2.0 dengan aplikasinya terjadi pada usaha Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sepraga di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek untuk membangkitkan pariwisata embung Banyu Lumut. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, studi ini berusaha untuk memberi sorotan pada ketidaksesuaian lapangan dengan kesiapan konsep keilmuan yang sudah ada. Media sosial dan internet memberikan perubahan yang besar terhadap pemasaran pariwisata. Jika dulu pariwisata tidak beda dengan pemasaran langsung dari produsen kepada konsumen, maka dengan travel 2.0, pemasaran berpusat pada sesama konsumen (peer-to-peer marketing). LMDH bisa mengembangkan pariwisata secara maksimal dengan adanya kelompok sadar wisata (pokdarwis). Namun, pokdarwis Desa Tegaren tidak bisa terbentuk karena adanya ganjalan administrasi dan struktural negara. Studi ini, tidak hanya memberi sorotan, namun juga memberikan saran untuk mengembangkan konsep peer-to-peer dalam pengembangan pariwisata.Travel 2.0 merupakan konsep pariwisata yang menggunakan media sosial dan internet sebagai gerbang pembuka promosi pariwisata. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami konsep ini secara utuh. Tidak liniernya pemahaman konsep travel 2.0 dengan aplikasinya terjadi pada usaha Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sepraga di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek untuk membangkitkan pariwisata embung Banyu Lumut. Dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi kepustakaan, studi ini berusaha untuk memberi sorotan pada ketidaksesuaian lapangan dengan kesiapan konsep keilmuan yang sudah ada. Media sosial dan internet memberikan perubahan yang besar terhadap pemasaran pariwisata. Jika dulu pariwisata tidak beda dengan pemasaran langsung dari produsen kepada konsumen, maka dengan travel 2.0, pemasaran berpusat pada sesama konsumen (peer-to-peer marketing). LMDH bisa mengembangkan pariwisata secara maksimal dengan adanya kelompok sadar wisata (pokdarwis). Namun, pokdarwis Desa Tegaren tidak bisa terbentuk karena adanya ganjalan administrasi dan struktural negara. Studi ini, tidak hanya memberi sorotan, namun juga memberikan saran untuk mengembangkan konsep peer-to-peer dalam pengembangan pariwisata
Pemberitaan Bias Gender dalam Kasus Prostitusi Online
Beberapa waktu yang lalu publik dikejutkan oleh berita mengenai kasus prostitusi online yang melibatkan artis. Pemberitaan mengenai kasus tersebut memenuhi ruang-ruang publik, mulai dari media sosial hingga media-media arus utama turut memberitakannya. Namun, dari berbagai pembingkaian, sebagian besar pemberitaan terfokus pada sosok sang artis, mulai dari foto hingga aktivitas selama ini, gaya hidup dan lain sebagainy. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif bertujuan mendapatkan penjelasan mengenai sudut pandang media massa dalam mengangkat dan memberitakan kasus prostitusi online. Validitas data diukur dengan teknik triangulasi dengan teknik pengambilan data wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media massa kurang sensitif gender dalam pemberitaan kasus prostitusi online karena cenderung menjadikan perempuan sebagai objek. Selain itu, pemberitaan bias gender terkait erat dengan budaya patriarki yang hidup di masyarakat yang terbentuk dari realitas konstruksi sosial.Beberapa waktu yang lalu publik dikejutkan oleh berita mengenai kasus prostitusi online yang melibatkan artis. Pemberitaan mengenai kasus tersebut memenuhi ruang-ruang publik, mulai dari media sosial hingga media-media arus utama turut memberitakannya. Namun, dari berbagai pembingkaian, sebagian besar pemberitaan terfokus pada sosok sang artis, mulai dari foto hingga aktivitas selama ini, gaya hidup dan lain sebagainy. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif bertujuan mendapatkan penjelasan mengenai sudut pandang media massa dalam mengangkat dan memberitakan kasus prostitusi online. Validitas data diukur dengan teknik triangulasi dengan teknik pengambilan data wawancara dan studi literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media massa kurang sensitif gender dalam pemberitaan kasus prostitusi online karena cenderung menjadikan perempuan sebagai objek. Selain itu, pemberitaan bias gender terkait erat dengan budaya patriarki yang hidup di masyarakat yang terbentuk dari realitas konstruksi sosial
Efektivitas Penggunaan Aplikasi Qraved sebagai Media Memilih Tempat Makan
Perkembangan internet mendorong munculnya berbagai aplikasi baru mulai dari Instagram, Facebook maupun lainnya. Pengertian media menurut pengertian ahli adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Media juga dapat diakses sebagai jasa informasi, dalam hal ini untuk memilih tempat makan yang dinamakan aplikasi Qraved. Qraved didirikan pada tahun 2013, merupakan perusahaan direktori reservasi kuliner yang dinilai berhasil memberikan solusi “Makan apa dan dimanaâ€. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Qraved bagi masyarakat dalam meilih tempat makan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Pengukuran efektivitas menggunakan metode penyebaran kuesioner dengan tujuan yaitu mengukur perilaku konsumen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diujivaliditas dan realibilitasnya. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 100 orang pengguna aplikasi Qraved. Dengan penelitian kuantitatif deskriptif peneliti mengukur efektifitas dari aplikasi Qraved menggunaan model komunikasi EPIC Model yaitu mengukur efektivitas dari segi empathy, persuation, impact dan communication. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi Qraved efektif dalam membantu masyarakat memilih tempat makan.Perkembangan internet mendorong munculnya berbagai aplikasi baru mulai dari Instagram, Facebook maupun lainnya. Pengertian media menurut pengertian ahli adalah segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan informasi atau pesan. Media juga dapat diakses sebagai jasa informasi, dalam hal ini untuk memilih tempat makan yang dinamakan aplikasi Qraved. Qraved didirikan pada tahun 2013, merupakan perusahaan direktori reservasi kuliner yang dinilai berhasil memberikan solusi “Makan apa dan dimanaâ€. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan aplikasi Qraved bagi masyarakat dalam meilih tempat makan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Pengukuran efektivitas menggunakan metode penyebaran kuesioner dengan tujuan yaitu mengukur perilaku konsumen. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diujivaliditas dan realibilitasnya. Sampel penelitian ini diambil sebanyak 100 orang pengguna aplikasi Qraved. Dengan penelitian kuantitatif deskriptif peneliti mengukur efektifitas dari aplikasi Qraved menggunaan model komunikasi EPIC Model yaitu mengukur efektivitas dari segi empathy, persuation, impact dan communication. Hasil menunjukkan bahwa aplikasi Qraved efektif dalam membantu masyarakat memilih tempat makan
Implementasi Tujuh Hadis "Sebaik-baik Manusia" pada Hierarki Maslow dan Kredibilitas Komunikator
Kredibilitas komunikator merupakan faktor yang berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Khususnya komunikasi yang dilakukan oleh tokoh publik atau tokoh politik. Namun demikian, kredibilitas bukanlah hal yang didapat secara instan, melainkan dibangun atau dibentuk dalam jangka periode tertentu. Islam sebagai agama yang sempurna, sudah memberikan tuntunan perilaku atau akhlak yang baik melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah. Penelitian ini menganalisis implementasi hadis mengenai kriteria manusia terbaik dan korelasinya dalam membentuk kredibilitas komunikator, yang dibangun dengan pemenuhan teori kebutuhan manusia oleh Abraham H. Maslow. Menggunakan metode penelitian kualitatif berupa analisis konten dengan mengolah data berupa teks atau literatur ilmiah dari berbagai jurnal ilmu agama dan sosial. Pada penelitian ini ditemukan bahwa untuk mendapatkan kredibilitas dan kepercayaan publik, komunikator perlu memenuhi kebutuhan dasarnya selaku manusia sesuai teori humanistik The Hierarchy of Needs dari Abraham Maslow. Dimana dalam ajaran Islam, membentuk kredibilitas komunikator melalui piramida kebutuhan manusia Hierarki Maslow dapat dilakukan dengan mengimplementasikan tujuh hadis “sebaik-baik manusiaâ€. Ketika kebutuhan dasar manusia sudah dipenuhi dari yang level terbawah, maka kebutuhan untuk aktualisasi diri baru bisa terpenuhi, dan pada akhirnya bisa mendapatkan validasi sosial dan membentuk kredibilitas serta kepercayaan di mata publik.Kredibilitas komunikator merupakan faktor yang berperan penting dalam menciptakan komunikasi yang efektif. Khususnya komunikasi yang dilakukan oleh tokoh publik atau tokoh politik. Namun demikian, kredibilitas bukanlah hal yang didapat secara instan, melainkan dibangun atau dibentuk dalam jangka periode tertentu. Islam sebagai agama yang sempurna, sudah memberikan tuntunan perilaku atau akhlak yang baik melalui Al-Qur’an dan As-Sunnah. Penelitian ini menganalisis implementasi hadis mengenai kriteria manusia terbaik dan korelasinya dalam membentuk kredibilitas komunikator, yang dibangun dengan pemenuhan teori kebutuhan manusia oleh Abraham H. Maslow. Menggunakan metode penelitian kualitatif berupa analisis konten dengan mengolah data berupa teks atau literatur ilmiah dari berbagai jurnal ilmu agama dan sosial. Pada penelitian ini ditemukan bahwa untuk mendapatkan kredibilitas dan kepercayaan publik, komunikator perlu memenuhi kebutuhan dasarnya selaku manusia sesuai teori humanistik The Hierarchy of Needs dari Abraham Maslow. Dimana dalam ajaran Islam, membentuk kredibilitas komunikator melalui piramida kebutuhan manusia Hierarki Maslow dapat dilakukan dengan mengimplementasikan tujuh hadis “sebaik-baik manusiaâ€. Ketika kebutuhan dasar manusia sudah dipenuhi dari yang level terbawah, maka kebutuhan untuk aktualisasi diri baru bisa terpenuhi, dan pada akhirnya bisa mendapatkan validasi sosial dan membentuk kredibilitas serta kepercayaan di mata publik
Daya Tarik Akun Instagram @Poliklitik dalam Meningkatkan Literasi Politik Mahasiswa di Bandung
Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana daya tarik Akun Instagram @Poliklitik dalam meningkatkan literasi politik mahasiswa di Bandung. Peneliti memunculkan pengelolaan konten (Akun Instagram @Poliklitik), isi konten, dan hambatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan. Teknik purposive sampling digunakan untuk memperoleh delapan informan, terdiri dari satu informan kunci dan tujuh informan pendukung. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, pengelolaan konten Akun Instagram @Poliklitik meliputi tiga tahap proses, yaitu produksi konten, pendistribusian konten, dan evaluasi konten. Isi konten akun Instagram @Poliklitik dalam meningkatkan literasi politik Mahasiswa Bandung memiliki dua aspek daya tarik, yakni pengemasan konten secara kreatif dan humor, serta pemilihan isu politik yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. Hambatan psikologis terjadi ketika mengintrepetasikan konten akun instagram @Poliklitik; Hambatan mekanis yaitu pada saat Instagram mengalami “down†sehingga proses pengiriman dan penerimaan pesan melalui Instagram terhambat. Kesimpulan penelitian: akun Instagram @Poliklitik memiliki daya tarik bagi mahasiswa Bandung dan mampu mendorong keinginan menelusuri informasi lebih lanjut terkait konten yang diunggah serta membagi isu yang ada pada konten Akun Instagram @Poliklitik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana daya tarik Akun Instagram @Poliklitik dalam meningkatkan literasi politik mahasiswa di Bandung. Peneliti memunculkan pengelolaan konten (Akun Instagram @Poliklitik), isi konten, dan hambatan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi nonpartisipan. Teknik purposive sampling digunakan untuk memperoleh delapan informan, terdiri dari satu informan kunci dan tujuh informan pendukung. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian, pengelolaan konten Akun Instagram @Poliklitik meliputi tiga tahap proses, yaitu produksi konten, pendistribusian konten, dan evaluasi konten. Isi konten akun Instagram @Poliklitik dalam meningkatkan literasi politik Mahasiswa Bandung memiliki dua aspek daya tarik, yakni pengemasan konten secara kreatif dan humor, serta pemilihan isu politik yang sedang ramai dibicarakan masyarakat. Hambatan psikologis terjadi ketika mengintrepetasikan konten akun instagram @Poliklitik; Hambatan mekanis yaitu pada saat Instagram mengalami “down†sehingga proses pengiriman dan penerimaan pesan melalui Instagram terhambat. Kesimpulan penelitian: akun Instagram @Poliklitik memiliki daya tarik bagi mahasiswa Bandung dan mampu mendorong keinginan menelusuri informasi lebih lanjut terkait konten yang diunggah serta membagi isu yang ada pada konten Akun Instagram @Poliklitik.  
Perolehan dan Kontribusi Pengetahuan menggunakan Media Sosial di Kalangan Mahasiswa Indonesia
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor penentu perilaku berbagi pengetahuan di antara mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Indonesia. Teori dasar yang digunakan adalah Social Cognitive Theory. Penggujian model menggunakan structural equation model dengan enam latent variabel yaitu: (1) Knowledge Sharing (KS) Self Eficacy; (2) Social Trust; (3) Shared Vision; (4) Knowledge Acquisition; (5) Knowledge Contribution, dan (6) Community Participation. Responden penelitian ini berjumlah 448 mahasiswa, mereka mengisi kuesioner online dengan skala pengukuran latent variabel menggunakan lima point skala Likert. Self Efficacy berpengaruh signifikan terhadap Knowledge Acquisition dan Knowledge Contribution dengan arah positif, sedangkan Social Trust tidak memengaruhi perilaku berbagi pengetahuan. Determinan paling besar pengaruhnya terhadap knowledge acquisition adalah shared vision, sedangkan determinan yang paling besar pengaruhnya terhadap knowledge contribution adalah self-efficacy. Knowledge contribution, dan knowledge acquisition berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap community participation. Memberi pengetahuan lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan menerima pengetahuan terhadap community participation. Perbedaan perilaku berbagi pengetahuan, baik menerima atau memberi pengetahuan, di media sosial di kalangan mahasiswa bisa dijadikan pertimbangan dalam pemanfaatan group media sosial untuk tujuan pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan karakteristik individual.Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi faktor-faktor penentu perilaku berbagi pengetahuan di antara mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Indonesia. Teori dasar yang digunakan adalah Social Cognitive Theory. Penggujian model menggunakan structural equation model dengan enam latent variabel yaitu: (1) Knowledge Sharing (KS) Self Eficacy; (2) Social Trust; (3) Shared Vision; (4) Knowledge Acquisition; (5) Knowledge Contribution, dan (6) Community Participation. Responden penelitian ini berjumlah 448 mahasiswa, mereka mengisi kuesioner online dengan skala pengukuran latent variabel menggunakan lima point skala Likert. Self Efficacy berpengaruh signifikan terhadap Knowledge Acquisition dan Knowledge Contribution dengan arah positif, sedangkan Social Trust tidak memengaruhi perilaku berbagi pengetahuan. Determinan paling besar pengaruhnya terhadap knowledge acquisition adalah shared vision, sedangkan determinan yang paling besar pengaruhnya terhadap knowledge contribution adalah self-efficacy. Knowledge contribution, dan knowledge acquisition berpengaruh signifikan dengan arah positif terhadap community participation. Memberi pengetahuan lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan menerima pengetahuan terhadap community participation. Perbedaan perilaku berbagi pengetahuan, baik menerima atau memberi pengetahuan, di media sosial di kalangan mahasiswa bisa dijadikan pertimbangan dalam pemanfaatan group media sosial untuk tujuan pembelajaran dengan memperhatikan perbedaan karakteristik individual
Sebuah Menata Diskusi Ruang Publik Online sebagai Sarana Penyebaran Konten Inspiratif Edukatif
The Youtube channel Bincang Online Inspiratif (BIONS) Series presents educational content as an online public discussion space for enthusiasts. This study discusses the strategy of the BIONS Youtube account in disseminating these inspirational contents. The theory used is Peter Pringle's program strategy management to create and improve program quality and broadcast strategies to produce optimal impact. The research approach is qualitative with a case study method. The research findings are that online talk shows are planned through creative strategies starting from pre-production, production, and post-production to achieve broadcast success. The pre-production stage is an area to determine the theme, sources, and shooting layout before stepping into the production stage using zoom and YouTube live streaming. The next step is post-production, which is the core of dissemination, including editing, evaluation and marketing publications. To get viewers and account subscribers, it is done by distributing flyers on Instagram, WA groups, and various other supporting communication facilities, as well as making luckydraw as an effort to attract new viewers and maintain audience loyalty.Channel Youtube Bincang Online Inspiratif (BIONS) Series menyajikan konten-konten edukatif sebagai ruang diskusi publik online. Studi ini membahas strategi akun Youtube BIONS dalam menyebarluaskan konten-konten inspiratif. Teori yang digunakan adalah manajemen strategi program dari Peter Pringle untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas program serta strategi penayangan agar menghasilkan dampak yang optimal. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan metode studi kasus. Temuan penelitian adalah bincang online direncanakan melalui strategi kreatif mulai dari praproduksi, produksi, dan pasca produksi guna mencapai keberhasilan tayangan. Tahap praproduksi merupakan area untuk menentukan tema, narasumber, serta layout pengambilan gambar sebelum melangkah ke tahap produksi menggunakan zoom dan live streaming youtube. Langkah selanjutnya adalah pasca produksi, yang merupakan inti dari penyebarluasan, meliputi editing, evaluasi dan publikasi pemasaran. Untuk memperoleh penonton dan subscriber akun, dilakukan dengan menyebarkan flyer di instagram, grup WA, dan berbagai sarana komunikasi lainnya, serta membuat luckydraw untuk menjaring penonton baru serta mempertahankan loyalitas penonton
The Effect of Reading Intensity on Perception of SARA Issues Frame News Tolikara Papua on July 17, 2015
This study aims to explain the effect of the intensity of reading news at metrotvnews.com on the attitude of the reader, to clarify the attitude of the reader toward reader perception about the news of Tolikara, Papua 17 Juli 2015. One of the factors that influence the credibility of the media is the intensity of journalists in reporting news. The effect of uncertainty of the news will make ambiguity of public perception. Data were obtained from 100 populations, using the nonprobability sampling technique model of purposive sampling. The results showed that the intensity of reading news on Metrotvnews.com had an effect of 0.327 or 32.7% on reader attitudes. The reader's perspective affects the reader's perception of the Tolikara news frame by 0.546 or 54.6%. Readers' attitudes modulate the impact of news intensity on readers' perceptions by 0.375, or 37.5%. This study concludes that cyber media still have an impact on agenda setting against the reader. Proved there is a significant relationship between the intensity of reading news and reader attitude to reader perception, it can be said that the longer individuals are exposed to an issue, so people will be affected by the agenda setting. Therefore, the media in covering the news must be impartial (covering both sides) and the principle of neutrality in the preparation of news.This study aims to explain the effect of the intensity of reading news at metrotvnews.com on the attitude of the reader, to clarify the attitude of the reader toward reader perception about the news of Tolikara, Papua 17 Juli 2015. One of the factors that influence the credibility of the media is the intensity of journalists in reporting news. The effect of uncertainty of the news will make ambiguity of public perception. Data were obtained from 100 populations, using the nonprobability sampling technique model of purposive sampling. The results showed that the intensity of reading news on Metrotvnews.com had an effect of 0.327 or 32.7% on reader attitudes. The reader's perspective affects the reader's perception of the Tolikara news frame by 0.546 or 54.6%. Readers' attitudes modulate the impact of news intensity on readers' perceptions by 0.375, or 37.5%. This study concludes that cyber media still have an impact on agenda setting against the reader. Proved there is a significant relationship between the intensity of reading news and reader attitude to reader perception, it can be said that the longer individuals are exposed to an issue, so people will be affected by the agenda setting. Therefore, the media in covering the news must be impartial (covering both sides) and the principle of neutrality in the preparation of news