Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
    1084 research outputs found

    PERAN PEMERIKSAAN NON INVASIF DAN PENCITRAAN KARDIOVASKULAR DALAM MANAJEMEN PENYAKIT JANTUNG KORONER

    Get PDF
    Noninvasive cardiac test is a cornerstone of the diagnostic work-up in patients with suspected coronary artery disease (CAD). It is essential for the assessment of CAD and considered the gate-keeper to invasive coronary angiography. Cardiac tests include exercise electrocardiography, single photon emission computed tomography myocardial perfusion imaging, positron emission tomography myocardial perfusion imaging, stress echocardiography, coronary computed  tomography angiography, and stress cardiac magnetic resonance. However, clinicians face a challenge when deciding which test is most appropriate for a given patient. Basic knowledge of each modality will facilitate the decision-making process in CAD assessment

    PENERAPAN UJI KORELASI SPEARMAN UNTUK MENGKAJI FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS SICINCIN KABUPATEN PADANG PARIAMAN

    Get PDF
    Diabetes Melitus (DM) merupakan salah satu permasalahan kesehatan dunia dengan prevalensi yang selalu meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data di Puskesmas Sicincin Kabupaten Padang Pariaman kejadian diabetes melitus pada tahun 2020 terdapat 105 pasien. Tujuan penelitian ini untuk melakukan penerapan korelasi Spearman terhadap faktor yang berhubungan dengan diabetes melitus di Puskesmas Sicincin Kabupaten Padang Pariaman. Jenis penelitian ini adalah penelitian terapan (Aplication Research) dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian yaitu pasien diabetes melitus. Sampel penelitian sebanyak 105 sampel. Pengambilan sampel dengan total sampling, analisis data secara univariat dan bivariat dengan α = 0,05. Hasil analisis korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara variabel umur (p=0,009 ; r=0,245), obesitas (p=0,002 ; r=0,305), riwayat keluarga (p=0,001 ; r=0,332). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa yang paling berhubungan dengan kejadian diabetes melitus adalah riwayat keluarga dengan nilai =0,332. Diharapkan untuk tenaga kesehatan khususnya pemegang program Penyakit Tidak Menular (PTM) dapat melakukan sosialisasi dan memberikan informasi kepada masyarakat tentang faktor yang berhubungan dengan diabetes melitu

    STUDI KEBIJAKAN PROGRAM MAKANAN TAMBAHAN BISKUIT PADA BALITA KURANG GIZI DI KOTA SOLOK TAHUN 2020

    Get PDF
    ABSTRACTOne of the policies of the Ministry of Health in preventing and overcoming nutritional problems in children under five is the supplementary feeding program. This program has been started since 1998, however, the success rate in reducing the prevalence of nutritional problems has not been as expected. To find out the implementation of the biscuit complementary food program and its problems, researchers conducted the research in Solok city. This research conduct by mixed methods. The informants were the Head of the Health Office, the Head of the Nutrition Kesga Section, the Nutrition Program Manager, the Head of primery health centre, the Nutritionist, the Pustu/Poskeskel supervisors and the Toddler Mother. Measurement of body weight of toddlers can additional food program is done to determine the average weight gain per month. Results: input, the policy of the biscuit additional food program, which refers to the technical guidelines. Fund utilization has not been optimal. Human resources, inadequate quality. The biscuit storage space is not fulfill the standard. Availability of target characteristics is incomplete. The process is that there is no SOP and POA, the target biscuit recipients have not referred to the technical instructions, the taking of biscuits is irregular, the understanding of mothers about program,  nutrition education, recording/reporting, monitoring evaluation are not optimal. Output, 67,4% of toddlers are unable to finish biscuits because they do not like it, bored and consumed by other family members. Output 41,2% of children under five have gained weight less than KBM. It is suggested that the public health office be able to motivate to understanding to mother about the purpose and objectives of providing biscuit and improve the quality of nutrition services guided by toddler nutrition care Keywords : Malnourished toddlers, Biscuit additional food ABSTRAKSalah satu kebijakan Kementerian Kesehatan dalam mencegah dan menanggulangi masalah gizi balita adalah program pemberian makanan tambahan sejak tahun 1998, namun tingkat keberhasilannya dalam menurunkan prevalensi masalah gizi belum sesuai harapan. Untuk mengetahui pelaksanaan program makanan tambahan biskuit dan permasalahannya, peneliti melakukan penelitian di kota Solok. Penelitian menggunakan metode studi kebijakan. Informan  Kepala Dinas Kesehatan, Kasi Kesga Gizi, pengelola program gizi, Kepala Puskesmas, Tenaga Gizi Puskesmas, petugas Pustu/Poskeskel dan ibu balita. Pengukuran berat badan balita dapat MT biskuit dilakukan untuk mengetahui kenaikan berat badan rata-rata per bulan. Hasil Penelitian : input, kebijakan pelaksanaan program MT biskuit mengacu pada petunjuk teknis. Pemanfaatan dana belum optimal. SDM  sebagian kualitasnya kurang, penyimpanan biskuit belum sesuai standar. Ketersediaan karakteristik sasaran belum lengkap. Proses, belum tersedia SOP dan POA, sasaran  dapat biskuit belum mengacu pada petunjuk teknis, ketidakteraturan pengambilan biskuit, pemahaman ibu tentang program, edukasi gizi, pencatatan/pelaporan dan monev belum optimal. Output,  64,7% balita tidak mampu menghabiskan biskuit karena tidak suka, bosan dan dikonsumsi oleh anggota keluarga lain. 41,2% balita mengalami kenaikan berat badan < KBM. Disarankan dinas kesehatan dapat motivasi dan memberi pemahaman lebih dalam pada ibu tentang maksud/ tujuan pemberian MT biskuit sehingga biskuit dapat dikonsumsi sesuai anjuran serta meningkatkan kualitas pelayanan gizi dengan berpedoman pada Asuhan Gizi Balita. Kata Kunci : Balita Kurang Gizi, Makanan Tambahan Biskui

    ANALISIS FAKTOR MENINGKATNYA UNMET NEED TERHADAP SASARAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI KOTA SOLOK TAHUN 2019

    Get PDF
    Tingkat penggunaan kontrasepsi dan kebutuhan Keluarga Berencana yang tidak terpenuhi (unmet need) di tingkat kabupaten/kota sangat bervariasi yang mengindikasi adanya disparitas pelaksanaan program Keluarga Berencana di berbagai wilayah yang menyebabkan sebagian kelompok masyarakat tidak mendapatkanhakmereka. Tujuan penelitian ini mengetahui faktor -faktor meningkatnya unmet need terhadap sasaran program Keluarga Berencana di Kota Solok tahun 2019. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif analitik dengan desain Crossectional study. Sampel penelitian adalah 100 responden di Kota Solok. Untuk mengetahui Analisis faktor meningkatnya unmet need terhadap sasaran program Keluarga Berencana di Kota Solok tahun 2019 menggunakan Kauntitatif berupa Uji Regresi Logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa riwayat penggunaan kontrasepsi (p= 0,001), peran petugas (p=0,034), dan jumlah anak (p=0,048) berpengaruh terhadap kejadian unmet need. Hendaknya petugas memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama sasaran program Keluarga Berencana seperti unmeet need, sedapat mungkin menjangkau seluruh sasaran yang berada di wilayah kerja WUSkesmas, dengan memberikan penyuluhan/  KIE supaya masyarakat tidak salah paham tentang manfaat ikut program Keluarga Berencana

    ANALISIS UPAYA PROMOSI KESEHATAN LINI FKTP (FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PRIMER) DALAM PENANGGULANGAN PANDEMI COVID -19 DI KABUPATEN PEKALONGAN

    Get PDF
    Promosi kesehatan di lini Fasilitas Kesehatan Tingkat Primer (FKTP) sangatlah diperlukan guna mendukung pembangunan kesehatan dan dalam hal ini secara spesifik mencegah penularan covid19  yang sampai dengan saat ini belum ada tanda-tanda menurun. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis sejauh mana upaya promosi kesehatan yang silakukan oleh lini FKTP dalam menanggulangi pandemi COVID-19 ini berdasarkan pada strategi promosi keshetaan menurut Ottawa Charter. Penelitian ini menggunakan desain penelitian exploratory research dengan pendekatan kualitatif yang didukung dengan data statistik dengan triangulasi sumber melalui indepth interview pada informan utama, dan informan pendamping untuk mencari apersepsi berbagai sumber. Instrumen penelitian menggunakan Guidence interviewing. Penelitian ini diperoleh hasil bahwa upaya promosi kesehatan yang dilakukan oleh Lini FKTP/Puskesmas dalam upaya promosi kesehatan berdasarkan kelima strategi promosi kesehatan menurut Ottawa Charter, yaitu Kebijakan berwawasan kesehatan, memperkuat lingkungan yang mendukung, mengembangkan ketrampilan individu,reorientas Pelayanan Kesehatan dan memperkuat gerakan masyarakat sudah tepat dan sesuai. Hal ini ditandai dengan pihak puskesmas sudah mengeluarkan kebijakan yang befokus pada pencegahan covid 29 dengan rekayasa lingkungan, adanya skrining awal pasien, sosialisasi luar ruang, penggunaan APD level 3 oleh tanaga kesehatan, pengurangan jam pelayanan, pembentukan Tim Gerak cepat penanggulangan covid19 tingkat puskesmas. Serta memperkuat ketrampilan individu dengan kerjasama lintas sektor (kecamatan dan desa) serta kerjasa sam dengan organisasi di masyarakat (karang taruna dan PKK)  untuk bersama-sama menangulangi penularan virus covid19. Adapun beberapa kendala yang terjadi masih muncul dari masyarakat yang kurang sara terhadap bahaya dari covid19 sehingga mereka tidak secara optimal menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar. Saran, saran dari penelitian ini yaitu memperkuat komitmen dengan masyarakat, dan melakukan evaluasi bersama terhadap apa yang sudah dilakukan sampai dengan saat ini termasuk upaya promosi keshetaan yang sudah diupayakan oleh fasilitas kesehatan guna menaggulangi penyebaran covid19 di kabupaten pekalongan.Keywords: FKTP, Promosi Kesehatan, Covid-1

    THE CORRELATION BETWEEN THE INTENSITY OF PLAYING ONLINE GAME AND THE AGGRESSIVE BEHAVIOR OF ADOLESCENTS IN SMA MUHAMMADIYAH SOKARAJA.

    Get PDF
    AbstractBackground: The trend of online games needs to be concerned by Indonesian people, as many as 3 million people are active in playing games, while in America as many as 1.3 billion people play online games. In the online game, some have scenes of violence both verbal and physical. So that those conditions can cause aggressive behavior in adolescents.Objective: To find out the correlation between the intensity of playing online games and the aggressive behavior of adolescents in SMA Muhammadiyah Sokaraja.Method: This type of research is quantitative descriptive using cross sectional method. The research population was teenagers at SMA Muhammadiyah Sokaraja. The sampling technique used in this research was a total sample of 96 respondents. The analysis used chi square statistical test.Results: In this research, the results showed the intensity of playing online games mostly in the moderate category as many as 40 respondents (41.7%) and aggressive behavior was mostly in the moderate category as many as 55 respondents (57.3% ). Chi square test obtained a value (0,000 0.05) Ha is accepted, meaning that there is a correlation between the intensity of playing online games and the aggressive behavior in adolescents at SMA Muhammadiyah Sokaraja.Conclusion: There is a correlation between the intensity of playing online games and the aggressive behavior in adolescents at SMA Muhammadiyah Sokaraj

    MUTU PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS TERAKREDITASI DI KOTA PADANG

    Get PDF
    Akreditasi Puskesmas di Kota Padang dilakukan sejak Tahun 2016 terhadap 5 Puskesmas. Permasalahan ditemui pada data capaian indikator kinerja, jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan keselamatan pasien. Penelitian dilakukan di Puksesmas Lubuk Buaya dan Air Tawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas terakreditasi di Kota Padang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain cross sectional. Analisis data menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) dan diagram kartesius. Hasil didapatkan bahwa prioritas utama mutu pelayanan kesehatan adalah keamanan pasien saat dokter/perawat melakukan pemeriksaan dan kejelasan waktu pelayanan. Hal ini disebabkan karena penelitian dilakukan saat pandemi covid19 sehingga pasien merasa kurang aman saat dilakukan pemeriksaan. Waktu pelayanan terkait waktu tunggu dan pemeriksaan. Mutu pelayanan kesehatan di Puskesmas Terakreditasi di Kota Padang sudah baik namun perlu dioptimalkan maka perlu dilakukan perbaikan komunikasi dan koordinasi antara sesama staf dan pasien

    PENYULUHAN TENTANG INTERVENSI FISIOTERAPI PADA KASUS LOW BACK PAIN PADA PENENUN DI PANDAI SIKEK

    Get PDF
    AbstractLow Back Pain (LBP) is a very common health problem among the population and a leading cause of disability affecting work performance and well-being. Low Back Pain is experienced by almost everyone during his life. Low Back Pain or LBP is pain in the lower back, it is not a disease or a diagnosis for a disease but is pain that is felt in the affected area, varying the length of the pain. The benefits of providing physiotherapy interventions in cases of low back pain are to increase the range of motion of the joints, patient comfort and can increase the joint's ability to function biomechanically better, thereby reducing the occurrence of low back pain in weavers. The purpose of this counseling is to make the public more aware of physiotherapy interventions in cases of low back pain such as William flexi to reduce pain in low back pain and to improve the health status of weavers on the elbow clever. The result of this counseling is an increase in public knowledge of the importance of William Flexi training to reduce the occurrence of low back pain. This counseling was carried out on July 23, 2020 in Nagari Pandai Sikek Kab. Tanah Datar. Key words: Low Back Pain, physiotherapy intervention AbstrakLow Back Pain (LBP) adalah masalah kesehatan yang sangat umum di antara populasi dan penyebab utama kecacatan yang memengaruhi kinerja dan kesejahteraan kerja. Low Back Pain dialami hampir oleh setiap orang selama hidupnya. Low Back Pain atau LBP merupakan nyeri pada punggung bagian bawah, bukan merupakan penyakit atau diagnosis untuk suatu penyakit namun merupakan nyeri yang dirasakan di area yang terkena bervariasi lama terjadinya nyeri. Manfaat pemberian intervensi fisioterapi pada kasus low back pain adalah untuk meningkatkan lingkup gerak sendi, kenyamanan pasien dan dapat meningkatkan kemampuan sendi untuk berfungsi secara biomekanik lebih baik sehingga mengurangi terjadinya low back pain pada penenun. Tujuan penyuluhan ini untuk membuat masyarakat lebih mengetahui tentang intervensi fisioterapi pada kasus low back pain seperti William flexi untuk mengurangi nyeri pada low back pain serta dapat meningkatkan derajat kesehatan pada penenun di pandai sikek. Hasil dari penyuluhan ini adalah meningkatnya pengetahuan maayarakat betapa pentingnya latihan william flexi ini untuk mengurangi terjadinya low back pain. Penyuluhan ini dilakukan pada tanggal 23 Juli 2020 di Nagari Pandai Sikek Kab. Tanah Datar. Kata kunci : Low Back Pain, intervensi fisioterap

    TETAP SEHAT MENJALANI KEHAMILAN DAN TEKNIK MENGELOLA KECEMASAN SELAMA PANDEMIC COVID-19

    Get PDF
    The occurrence of physiological changes during pregnancy resulted in partial immunity decreased so that the data had a serious impact on pregnant women, this is the cause of pregnant women being made vulnerable groups at risk of being infected with COVID-19. The purpose of this PKM is given knowledge and understanding about staying healthy through pregnancy and techniques to manage anxiety during the Covid-19 pandemic and Covid-19 vaccination in pregnant women. PKM results obtained before counseling, many pregnant women have low knowledge about the prevention of covid 19 transmission, low knowledge about the covid 19 vaccine and low knowledge of anxiety lobbiing during the pandemic. After counseling, many pregnant women have high knowledge about the prevention of covid 19 transmission, high knowledge about the covid 19 vaccine and high knowledge of anxiety during the pandemic. It is expected for the government to raise the profile of information about good covid-19 vaccination and put warning labels on bad information by blocking websites that spread false information about the covid-19 vaccine circulating on social media

    EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENGENAI TEKHNIK RELAKSASI NAFAS DALAM DIIRINGI SLOW DEEP BREATHING PADA MASYARAKAT HIPERTENSI WILAYAH KERJA POSKESKEL PADANG GAMUAK BUKITTINGGI TAHUN 2020

    Get PDF
    ABSTRAK Kejadian Hipertensi menurut World Health Organization (WHO) tahun 2015 menunjukkan sekitar 1,13 Miliar orang di dunia menyandang hipertensi dengan peningkatan angka setiap tahunnya. Pada tahun 2025 diperkirakan akan ada 1,5 Miliar orang  yang terkena dengan perkiraan 10,44 juta orang meninggal setiap tahun akibat hipertensi dan komplikasinya. Angka insiden hipertensi sangat tinggi terutama pada populasi lanjut usia. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk mengetahui evektivitas pendidikan kesehatan mengenai tekhnik relaksasi nafas dalam diiringi slow deep breathing terhadap pengetahuan masyarakat dalam menurunkan tekanan darah di wilayah kerja Poskeskel Padang Gamuak Bukittinggi. Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan metode Problem Solving Cycle untuk mengkaji permasalahan penurunan tekanan darah pada keadaan hipertensi yang dimulai dari analisis situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah, analisis penyebab masalah dan alternatif pemecahan masalah dan kegiatan intervensi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam beberapa hari intervensi selama satu bulan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan pada bulan Januari sampai dengan bulan Februari tahun 2020 di wilayah kerja Poskeskel Padang Gamuak, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi. Hasil analisis situasi permasalahan diambil dari Program Indonesia Sehat Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan identifikasi masalah yang paling tinggi hipertensi. Kegiatan yang dilakukan adalah pengukuran tekanan darah, pemberian materi mengenai pendidikan terkait alternatif penurunan tekanan darah melalui teknik relaksasi nafas dalam yang diiringi slow deep brathing serta intervensi pelaksanaan secara langsung. Diharapkan masyarakat peduli terhadap alternatif penurunan tekanan darah non farmakologis yang bisa dilakukan dengan mendengarkan pendidikan kesehatan yang diberikan dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci : Hipertensi, tekhnik relaksasi nafas dalam, Slow Deep Breathing  AbstractThe incidence of hypertension according to the World Health Organization (WHO) in 2015 shows that around 1.13 billion people in the world have hypertension with increasing numbers every year. In 2025 it is estimated that there will be 1.5 billion people affected with an estimated 10.44 million people dying each year due to hypertension and its complications. The incidence of hypertension is very high, especially in the elderly population. The purpose of this service is to determine the effectiveness of health education regarding deep breathing relaxation techniques accompanied by slow deep breathing of people's knowledge in reducing blood pressure in the working area of the Poskeskel Padang Gamuak Bukittinggi. The method of implementing this service activity uses the Problem Solving Cycle method to study the problem of lowering blood pressure in hypertension, starting from situation analysis, problem identification, problem priority, problem cause analysis and alternative problem solving and intervention activities. This service activity was carried out in several days of intervention for one month of community service activities carried out from January to February 2020 in the Poskeskel Padang Gamuak working area, Guguak Panjang District, Bukittinggi City. The results of the problem situation analysis were taken from the Healthy Indonesia Family Approach Program (PIS-PK) with the identification of the highest problem with hypertension. The activities carried out were measuring blood pressure, providing educational materials related to alternatives to lowering blood pressure through deep breathing relaxation techniques accompanied by slow deep brathing and direct implementation interventions. It is hoped that the public will care about alternatives to lowering non-pharmacological blood pressure that can be done by listening to the health education provided and applying it in everyday life. Keyword; hypertension, Deep Breathing relaxation technique , Slow Deep Breathin

    970

    full texts

    1,084

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Scientific Journals of Fort De Kock University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇