Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
1084 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS WEDANG JAHE DAN DAUN MINT UNTUK MENGURANGI MUAL MUNTAH PADA IBU HAMIL DI PMB YF KOTA BUKITTINGGI TAHUN 2017
Mual dan muntah pada Ibu Hamil merupakan keluhan normal yang sering dialami Ibu Hamil Trimester Pertama. Mual muntah yang terjadi pada kehamilan trimester pertama disebabkan karena terdapat peningkatan kadar hormon Esterogen dan Human Chorionic Gonadotropine (HCG) dalam serum dari plasenta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian wedang jahe dan daun mint pada Ibu Hamil dengan emesis gravidarum Trimester pertama. Desain penelitian yang digunakan adalah quasy eksperimen dengan rancangan pendekatan two group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah keseluruhan Ibu Hamil dengan emesis gravidarum dengan jumlah sampel sebanyak 21 orang, yang terbagi 7 orang diberikan wedang jahe dan 7 orang diberikan daun mint. Pengumpulan data dengan lembar observasi dengan analisa data dengan mengunakan uji t-test.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh, rerata frekuensi muntah sebelum mengkonsumsi wedang jahe 5,86 dan sesudah menjadi 3,71. Selanjutnya, terdapat pengaruh konsumsi daun mint terhadap frekuensi mual muntah Ibu Hamil Trimester pertama dengan emisis gravidarum. Rerata frekuensi muntah sebelum mengkonsumsi daun mint 5,29 kali sehari dan sesudah 3,57 kali sehari. Hasil uji anova diperoleh terdapat pengaruh konsumsi wedang jahe dan daun mint terhadap frekuensi mual muntah Ibu Hamil Trimester pertama dengan emisis gravidarum Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan pemberian wedang jahe dan daun mint sangat efektif dalam mengurangi frekuensi mual muntah pada Ibu Hamil dengan emisis gravidarum; sebagai alternative sebelum menggunakan obat antiemetik, dan menjadikan wedang jahe dan daun mint sebagai penanganan herbal untuk mengatasi mual muntah pada Ibu Hamil Trimester Pertama dengan emisis gravidaru
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PERAWAT DI RUANGAN RAWAT INAP RS ISLAM IBNU SINA
Alat pelindung diri adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahu hubungan motivasi, ketersediaan alat pelindung diri, peran petugas Peantia, Pembina Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan penggunaan alat pelindung diri pada perawat di ruangan rawat inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi Tahun2017.Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dan dilaksanakan pada bulan September2017. Populasi pada penelitian ini adalah 127 orang perawatdi ruangan rawat inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi dengan jumlah sampel 97 orang sampel menggunakan teknik total sampling. Pengolahan dilakukan menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat Uji (Chi- Square).Dari hasil analisis univariat didapatkan 54,6% responden menggunakan alat pelindung diri yang sesuai. Terdapat 61,9% memiliki motivasi tinggi, 54,6% menyatakan petugas P2K3 berperan,58,8% responden menyatakan SOP terlaksana. Hasil analisi bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi dengan APD (pvalue=0,016): OR=3,051) dan terdapat hubungan signifikan antara peran petugas P2K3 dengan penggunaan APD (pvalue=0,023): OR=2,809). Sedangkan tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara ketersediaan alat pelindung diri dan SOP dengan pvalue=0,848 dan 0,196. Hasil multivariat menunjukkan yang paling berhubungan adalah variabel motivasi dan peran petugas P2K3 pvalue=0,020 dan0,028.Diharapkan kepada pihak rumah sakit untuk menyediakan alat pelindung diri lengkap sesuai bahaya dan resiko yang ada di tempat kerja dan lebih meningkatkan lagi peran petugas P2K3. Bagi perawat diharapkan untuk lebih aktif dalam menerapkan penggunaan alat pelindung diri
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS PADA IBU HAMIL
Chronic Energy Deficiency is a situation where the nutritional status someone is on the Less Good Condition. Among the 22 health centers in the district of Lima Puluh Kota, CED highest coverage at the health center are Banja Laweh Namely Case 17 (16.50%) of 103 pregnant mothers. Preliminary Survey of 10 pregnant women at health centers Banja Laweh, note 4 people (40%) of them suffered CED. Based on the findings of interviews stating Not pregnant women know the importance of the size upper arm circumference on Against her pregnancy, in addition to pregnant women consume no food Diversified, because lust Eating Less and Economics not sufficient. Objectives for review determine factors related to the occurrence of Chronic energy deficiency on pregnant women. Methods descriptive analytic with cross sectional approach. Data collection is done on Date in January-February 2017. CASE is a whole population of pregnant women in the region are working Health Center Banja Laweh Year 2017, amounted to 55 people, with sampling total sampling. Operating data analysis using univariate and bivariate statistical test Chi Square. Results of univariate analysis 87,3% of respondents experienced Genesis not CED, (60,0%) High Knowledge, (56,4%) Economy High, and 61,8% of Eating Well. Bivariate analysis known Relationship of Knowledge (p = 0.013 and OR = 12,000, Economics (p = 0.035 and OR = 10,000), and Diet (p = 0.019 and OR = 13,200) with the Genesis CED pregnant women. Can be concluded that the factors related to the occurrence of CED pregnant women is Science, Economics and the Diet. Expected to conduct monitoring of the health center and Supervision of pregnant women at risk Against The Genesis CED, so the negative impact of the CED can be addressed early on
HUBUNGAN PENGETAHUAN, POLA ASUH DAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN
In Indonesia, 5-10% of children are estimated to experience developmental delays. Data on the incidence of developmental delays is not known with certainty, but it is estimated that around 1-3% of children under 5 years experience general developmental delays. The total population of Indonesia is 255,461,686 people, and the number of children is 9,451,943. The number of preschool children is 36,433 people out of a population of 971,511 people or around (3.75%). The research objective is the relationship of the level of knowledge, parenting and nutritional status with the cognitive development of children in Padang Pariaman District.The design of this research is descriptive analytic. The study was conducted at SDN 03 Ulakan Tapakis from June to July 2016. The population in this study were all mothers who had Children from Class I to Class VI in Elementary School as many as 64 people. Data collection was carried out by questionnaire and analyzed by univariate and bivariate.Based on the results of the study, found 56.3% of children's cognitive development is not good; 60.9% of your level of knowledge is not good; 75% parenting is not good; 60.9% of children's nutritional status is not good. Furthermore, there is a relationship between the level of knowledge, parenting, and nutritional status with the development of children aged 6 to 12 years at SDN 03 Ulakan TapakisBased on the results of the study, it is expected that mothers increase knowledge about nutritional status and improve nutritional and parenting patterns to avoid child development disorder