Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
1084 research outputs found
Sort by
PEMERIKSAAN KUALITAS LIMBAH CAIR DENGAN PARAMETER AMONIA BEBAS (NH3-N) DAN FOSFAT (PO4) (Studi Kasus: Rumah Sakit Islam Ahmad Yani Surabaya)
Pemeriksaan limbah cair rumah sakit dengan kadar amonia dan fosfat hanya dilakukan pada setelah pengolahan (outlet) IPAL, sebelum pengolahan (inlet) IPAL belum dilakukan pengujian oleh pihak rumah sakit. Tujuan penelitian yaitu menganalisis limbah cair yang ditinjau dari parameter Amonia Bebas (NH3-N) dan Fosfat (PO4) pada sebelum pengolahan (inlet) dan sesudah pengolahan (outlet) air limbah rumah sakit. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilakukan pada limbah cair Rumah Sakit Islam A. Yani Surabaya, pada bulan Juni 2022. Besar sampel yang digunakan adalah sebanyak 2 sampel yaitu titik inlet dan outlet IPAL, frekuensi pengambilan satu kali dengan metode grab sample, sampel diperiksa di laboratorium. Variabel pada penelitian ini yaitu parameter Amonia Nitrogen (NH3) dan Fosfat (PO4) pada limbah cair rumah sakit. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif dan perhitungan efektivitas pengolahan air limbah. Hasil penelitian pada uji kadar amonia di inlet diperoleh hasil 30,7 mg/L dan di outlet 0,04 mg/L. Sedangkan hasil uji kadar fosfat di inlet diperoleh hasil 4,09 mg/L dan di outlet 1 mg/L. Hasil perhitungan efektivitas penurunan kadar amonia sebesar 99,86% dengan keterangan sangat efektif, sedangkan pada kadar fosfat sebesar 75,55% dengan keterangan efektif. Kesimpulan dalam penelitian ini air limbah pada titik outlet yang mengandung kadar amonia dan fosfat telah memenuhi standar baku mutu peraturan gubernur Jawa Timur No. 72 Tahun 2013. Penurunan kedua kadar tersebut dipengaruhi oleh proses anaerobic equalization dan penambahan larutan kaporit dalam kolam indikator. Saran yang diberikan perlu adanya pemantuan kinerja IPAL setelah hasil dari uji sampel air limbah rumah sakit keluar dari laboratorium. Kata Kunci: Limbah Cair, Amonia Bebas (NH3-N), Fosfat (PO4). Rumah Saki
PENGARUH IMPLEMENTASI SOP DAN ROLE PLAY TERHADAP KOMUNIKASI SBAR SAAT HANDOVER DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT PEMERINTAH
The implementation of SBAR communication during handovers in the inpatient room is one of the factors that affect the quality of nursing services. The implementation of SBAR communication during handovers has been running, but not all nurses are able to carry it out properly according to SOPs, so further research is needed on the effect of implementing SOPs and role play on SBAR communication during handover in the inpatient room. This study used a quantitative research design with a quasi-experimental one group pre-post test design, in mid-April 2022. The sample of this study was 12 nurses who were introduced to SBAR communication SOPs during handovers and immediately practiced (role play) in the inpatient room with close observations. carried out for 6 days. The data were analyzed using a dependent t-test to determine the effect of SOP implementation and SBAR communication role play during handover. The results of this study have a p-value of 0.001 which means that there is a significant effect of the application of SOP and role play on the implementation of SBAR communication during handovers in the inpatient room. It is hoped that nursing management can continue to improve supervision to monitor the implementation of nurse SBAR communication in each inpatient room, and immediately issue a written policy regarding SBAR communication SOPs during handovers so that all nurses have the same reference and perception regarding nurses' SBAR communication steps during handovers
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID 19
Perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19 di Kelurahan Aur Kecamaran Medan Maimun masih kurang. Kurangnya perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penularan infeksi Covid-19 terkait dengan beberapa faktor meliputi jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan dan sikap. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kepala keluarga (KK) yang ada di Kelurahan Aur Kecamatan Medan yang berjumlah 102 KK dan sampel berjumlah 50 KK. Pengumpulan data dengan data primer dan sekunder dan dianalisis dengan uji statistik chi Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin (p=0,031), pendidikan (p=0,001), pengetahuan (p=0,013), dan sikap (p=0,002) berhubungan dengan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun. Disarankan bagi Puskesmas di Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun agar memberikan informasi tentang pentingnya perilaku pencegahan penularan infeksi Covid-19 melalui penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan bagi masyarakat agar lebih meningkatkan pengetahuannya mengenai COVID-19 dan bersikap positif serta dapat mengimplementasikan sikap dan perilaku pencegahan penularan COVID-19 di kehidupan sehari-hari
PENURUNAN KADAR BESI (Fe) DENGAN METODE AERASI-FILTRASI PADA AIR SUMUR BOR MASYARAKAT JALAN SETIA BUDI KELURAHAN TANJUNG REJO
Besi (Fe) salah satu unsur penting dalam permukaan air dan air tanah. Senyawa besi dalam jumlah kecil di tubuh manusia sebagai pembentuk sel-sel darah merah,tubuh memerlukan 7-35 mg/hari sebagian diperoleh dari air.Tetapi zat Fe yang melebihi dosis dalam tubuh akan menyebabkan masalah kesehatanseperti merusak dinding usus,berkurangnya fungsiparu-paru,dapat menimbulkan noda pada peralatan dan bahan yang berwarna putih.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penurunan kadar besi(Fe) pada air sumur bor dengan metode aerasi-filtrasi pada air sumur bor masyarakat Jalan Setia Budi, Kel.Tanjung Rejo.Jenis penelitian Quasi Eksperimental Design (Rancangan Eksperimen Semu) dengan desain Pre-Test dan Post-Test.Sampel air sumur bor diambil 1 sumur diKelurahan Tanjung Rejo.Pemeriksaan kadar besi(Fe)dilakukan oleh petugas Lab.Lingkungan.Hasil penelitian secara fisik air yang belum diberikan perlakuan memiliki warna kuning, berbau(karat atau tanah),dan air terasa licin ketika sudah diberikan perlakuan dengan lama kontak 30, 45 dan 60 menit dengan metode aerasi-filtrasi air tersebut jernih dan tidak berbau. Sebelum dilakukan aerasi-filtrasi didapat hasil sebesar 4,25mg/l dan proses penurunan kadar besi dengan Metode Aerasi-Filtrasi dengan lama kontak 30 menit sebesar 3,10 mg/l dan 45 menit sebesar 1,85 mg/l belum memenuhi syarat.Pada waktu kontak 60 menit sebesar 1,00 mg/l dan sudah memenuhi syarat baku mutu sesuai Permenkes No.32 Tahun 2017, kadar maksimum besi sebesar 1,00 mg/l
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRODUKSI AIR SUSU IBU (ASI) PADA IBU MENYUSUI
ABSTRAKData Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2020 masih menunjukkan rata-rata angka pemberian ASI eksklusif di dunia baru berkisar 38 persen. Di Indonesia meskipun sejumlah besar perempuan (96%) menyusui anak. Sumatra Barat didapatkan dilakukan IMD 62,7% dengan lama IMD < 1 jam sebanyak 86,8%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Air Susu Ibu Pada Ibu Yang Menyusui Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rimbo Data Tahun 2021. Penelitian dilakukan dengan metode Deskriptif analitik dengan pendekatan crosectional pada tanggal 10 Juli sampai 10 Agustus 2021 di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Rimbo Data, populasi dalam penelitian ini 45 orang, dan sampel penelitian sebanyak 45 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling dan data di olah secara univariate dan bivariate. Hasil univariat didapatkan 55,6% makanan cukup, 51,1% pemberian ASI tidak sesuai, 57,8% tidak dilakukan perawatan payudara, 62,2% pola istirahat kurang cukup, 55,6% responden bekerja, 51,1% dukungan suami, 62,2% produksi ASI cukup. Hasil bivariate didapatkan makanan ibu (p =0,0015, OR=6), pemberian ASI ibu (p=0,019, OR=6), perawatan payudara ibu (0,000, OR=3), pola istirahat ibu (p=0,000, OR=19), dukungan suami (p=0,000, OR=22). artinya ada hubungan makanan ibu, pemberian ASI ibu, perawatan payudara ibu, pola istirahat ibu, dukungan suami dengan Produksi Air Susu Ibu Pada Ibu Yang Menyusui. Kesimpulan dari penelitian ini adanya hubungan makanan ibu, pemberian ASI ibu, perawatan payudara ibu, pola istirahat ibu, dukungan suami dengan Produksi Air Susu Ibu Pada Ibu Yang Menyusui. Disarankan pada pelayanan kesehatan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu tentang jenis makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI.Kata Kunci : Faktor Produksi ASI ABSTRACTAccording to World Health Organization (WHO) data in 2020, the average rate of exclusive breastfeeding in the world was only around 38 percent. In Indonesia though a large number of women (96%) breastfeed their children. West Sumatra, it was found that 62.7% IMD was performed with IMD duration < 1 hour as much as 86.8%. The purpose of this study was to determine Factors Related to Breast Milk Production for Breastfeeding Mothers in Rimbo Data Community Health Center in 2021. The type of this study was analytical descriptive method with a cross-sectional approach from 10 July to 10 August 2021 in working area of Rimbo Data Community Health Center. The population was 45 people and by using total sampling technique 45 people were chosen as the samples. The data were analyzed by univariate and bivariate. Analysis. The univariate results obtained 55.6% of the respondents had adequate diet, 51.1% of them had inappropriate breastfeeding, 57.8% of the respondents did not do breast care, 62.2% of them had insufficient rest pattern, 55.6% of respondents had a job, 51.1% of them stated that they receivedgood support from their husband, 62.2% of them had sufficientbreast milk production. Moreover, the bivariate results obtained maternal food (p = 0.0015, OR = 6), mother's breastfeeding (p = 0.019, OR = 6), maternal breast care (0.000, OR = 3), mother's rest pattern (p = 0.000, OR =19), husband's support (p=0.000, OR=22). it means that there was a relationship between mother's food, mother's breastfeeding, mother's breast care, mother's rest pattern, husband's support toward breast milk production in breastfeeding mothers. In short, there was a correlation between maternal food, maternal breastfeeding, maternal breast care, maternal rest patterns, husband's support and breast milk production in breastfeeding mothers. It is recommended that health services provide health education to mothers in order to increase breast milk production. Keywords : Breast Milk Production Factor
ADENOSKUAMOSA PARU DENGAN METASTASIS MILIER
Kanker paru jenis adenoskuamosa dengan metastasis milier merupakan subtipe kanker paru Karsinoma bukan sel kecil yang terdiri atas komponen adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa dengan metastasis berupa nodul milier yang tersebar di seluruh lapangan paru. Kasus ini memiliki prevalensi yang sangat kecil dari seluruh kanker paru dengan angka kejadian 1 % dari seluruh kanker paru. dengan agresifitas penyakit yang cukup tinggi, dan prognosis yang buruk. Seorang laki-laki ,perokok, usia 44 tahun dirawat inap karena keluhan sesak napas, batuk, penurunan berat badan dan benjolan di atas tulang selangka kanan sejak 5 bulan yang lalu sebelum masuk rumah sakit. Pemeriksaan foto torak menunjukkan gambaran nodul milier di kedua lapangan paru. CT scan thorak dengan kontras menunjukkan gambaran massa di lobus inferior kiri dengan nodul milier di kedua paru disertai metastasis pada hepar. Hasil pemeriksaan bronkoskopi tampak massa di LAKI dan dilakukan bilasan dan biopsy intrabronkus. Pada pasien juga dilakukan TTNA dan biopsy transtorakal. Hasil pemeriksaan histopatologi dan sitologi dari Tindakan diagnosis diatas adalah adenokarsinoma dan karsinoma sel skuamosa. Pasien didiagnosis dengan adenoskuamosa paru kiri T3N3M1c ( metastasis hepar dan nodul bilateral) stage IVB PS ECOG 1. Pasien direncanakan untuk pemeriksaan mutasi EGFR
ANALISIS PENGELOLAAN SAMPAH PASAR DI KECAMATAN PULAU PUNJUNG KABUPATEN DHARMASRAYA TAHUN 2022
Latar Belakang: Pasar salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia, Sumatera Barat maupun Kabupaten Dharmasraya. Timbunan sampah Kabupaten Dharmasraya tahun 2021 sebesar 37.411,62 ton, dimana salah satu sumbernya berasal dari pasar yaitu sebesar 6,47 %. Kecamatan Pulau Punjung menjadi penghasil sampah pasar terbanyak yaitu sebesar 665,28 ton. Pengelolaan sampah mengacu pada SNI No. 19-2454-2002 dan SNI No. 3242-2008 serta Peraturan Daerah Kabupaten Dhamasraya No. 9 Tahun 2015. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pengelolaan sampah pasar di Kecamatan Pulau Punjung Kabupaten Dharmasraya Tahun 2022.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif bersifat deskriptif, Analisis dan interpretasi dengan pendekatan study kasus yang mendiskripsikan suatu objek, fenomena, atau setting social dalam bentuk tulisan naratif di Pasar Pulau Punjung dan Pasar Sikabau dengan informan berjumlah 9 orang. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis sampah organik dan anorganik di Pasar Sikabau dan Pasar Pulau Punjung bersumber dari pedagang yang berjualan di dasaran, kios, dan los. Teknik operasional dalam pengelolaan sampah Pasar belum sepenuhnya mengacu kepada Standar Nasional Indonesia (SNI) Nomor 19-2454-2002. Aspek kelembagaan didapatkan bahwa ada tugas dan fungsi yang tidak jelas yaitu sebagai bendahara. Aspek hukum dan peraturan pengelolaan sampah pasar belum terlaksananya secara maksimal sesuai Perda no 9 Tahun 2015, tetapi Perda no 6 Tahun 2014 sudah berjalan sesuai aturan. Namun peraturan nagari belum ada. Aspek pembiayaan diperoleh dari retribusi karcis yang dipergunakan untuk operasional pengelolaan sampah, tetapi belum memenuhi kebutuhan yang ada. Aspek peranserta masyarakat belum semua masyarakat berperan serta dalam pengelolaan sampah pasar.Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah pengelolaan sampah pasar belum terlaksana sepenuhnya sesuai dengan SNI No. 19-2454-2002 dan SNI No. 3242-2008 serta peraturan daerah No. 9 tahun 2015. Perlu dilakukan upaya bersama antara Dinas Lingkungan Hidup, Kenagarian dan pengelola sampah pasar. sehingga didapatkan suatu keputusan atau kebijakan dalam pengelolaan sampah pasar sesuai peraturan yang ada.Kata kunci : Pasar, Pengelolaan Sampa
KUALITAS HIDUP PASIEN KANKER PAYUDARA BERDASARKAN KARAKTERISTIK PASIEN DAN DUKUNGAN KELUARGA
Breast cancer is the highest deadly disease that occurs in women. This study aimed to determine The Correlation between Patient Characteristics and Family Support Toward Breast Cancer Patients Quality of Life at RSUD Pasaman Barat. The type of this research was descriptive analytic with a cross sectional. It was conducted on July 2021 with the population was breast cancer patients recorded throughout February 2021 with 30 people. By using accidental sampling, 30 respondents were chosen as the samples with The data were collected through a questionnaire and it was analyzed by with chi-square test. The results showed that 73.3% of respondents less than 45 years, 80% had low education, 76.7% with a diagnosis less than2 years, 63.3% had undergone more than 1 type of treatment, 53.3% had support good family and 60% were in moderate quality of life. Variables related to the quality of life of breast cancer patients were age (p = 0.013), type of treatment (p = 0.006) and family support (p = 0.046). While the variables of education and duration of diagnosis were not related to the quality of life of breast cancer patients. It was concluded that age, type of treatment and family support were variables related to the quality of life of breast cancer patients.Keywords : Family Support, Breast Cancer, Characteristics, Quality of Lif
ELEKTROGRAM INTRAKARDIAK PADA ATRIAL FLUTTER
Aritmia adalah irama detak jantung yang tidak normal. Atrial flutter adalah salah satu aritmia yang paling umum dan ditandai dengan irama jantung abnormal yang cepat, Atrial Flutter dapat menyebabkan palpitasi, kelelahan, sinkop, dan emboli. Ketika atrial flutter terjadi, sinyal dari nodus sinoatrial bergerak melalui atrium kanan dengan kecepatan dan kontinuitas yang tidak normal. Hal ini menyebabkan atrium jantung berdetak terlalu cepat sekitar 250-320 denyut per menit (bpm), dan ventrikel jantung biasanya berdetak sekitar 150 bpm. Atrial flutter adalah takikardia macroreentrant yang dapat berupa flutter atrium tipikal atau atipikal, tergantung pada lokasinya. Sumbu listrik dari gelombang flutter membantu mengidentifikasi penyebab atrial flutter. Faktor risiko terjadinya Atrial Flutter, termasuk usia gender 50 tahun ke atas, hipertensi, penyakit jantung koroner, penyakit jantung bawaan, merokok, dan diabetes militus. Atrial Flutter dapat diidentifikasi dengan bentuk gelombang karakteristik EKG. Gambaran EKG pada Atrial flutter terlihat bergerigi. Elektrogram intrakardiak adalah rekaman aktivitas listrik di ruang jantung menggunakan elektroda multipolar yang ditempatkan di dalam jantung. IEGM direkam pada kecepatan yang jauh lebih tinggi dari 100 hingga 200 mm/detik
ANALISIS KESIAPAN MENGHADAPI AKREDITASI BERDASARKAN STANDAR AKREDITASI VERSI SNARS 1 DI RSUD SUNGAI RUMBAI
Akreditasi Rumah Sakit secara umum bertujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan secara khusus bertujuan untuk memberikan jaminan kepuasan dan perlindungan kepada masyarakat, memberikan pengakuan kepada rumah sakit yang telah menerapkan standar yang ditetapkan dan menciptakan lingkungan internal rumah sakit yang kondusif untuk penyembuhan dan pengobatan pasien sesuai standar input / struktur, proses dan hasil (outcome). Tujuan penelitian ini menganalisis kesiapan RSUD Sungai Rumbai dalam menghadapi akreditasi rumah sakit versi SNARS.1. Jenis penelitian ini adalah mixed methods dengan desain Sequential Explanatory. Informan kualitatif 9 informan. Instrument pengumpulan data menggunakan pedoman wawancara, Buku catatan yang berfungsi untuk mencatat setiap hasil wawancara dengan sumber data, Tape recorder/handpone. Teknik pengolahan datanya yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Analisis data kualitatif dalam penelitian ini dilakukan dengan metode Collaizi. Hasil penelitian pencapaian dalam persiapan akreditasi RSUD Sungai Rumbai masih kurang maksimal. Hal ini berdasarakan wawancara yaitu dimana pencapaian akreditasi menurut masing – masing POKJA, tim akreditasi dan komite medik, rata-rata menyampaikan masih 50%. Semua terkendala dari kurangnya SDM untuk pelaksanaan akreditasi ini dan juga karena pandemi sehingga semangat petugas menjadi kurang.Diharapkan bagi pihak RSUD Sungai Rumbai meningkatkan peranya dalam penyediaan sarana dan prasarana yang belum memadai. Menginstruksikan kepada Tim Akreditasi membenahi dokumen pelayanan. Mensosialisasikan kualitas SDM kepada seluruh pokja