Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
    1084 research outputs found

    Pengalaman Manajemen Nyeri pada Pasien dengan PPOK: Studi Kualitatif

    Get PDF
    Background: Chronic obstructive pulmonary disease (COPD) is a common health problem in the community. One of the conditions that will appear in this phase of the disease is chronic pain. This study aims to describe the experiences of patients with COPD about their pain experiences and how they manage their pain. Methods: This study used descriptive qualitative research conducted through an interview process in one of the Jambi Provincial Hospitals, Indonesia. Sampling continued until saturation was reached, resulting in five participants who met the inclusion criteria. Data were collected by interview and analyzed through collaizi analysis. Results: The participants were all male and aged between 60-70 years old. The duration of COPD disease is between 5-20 years. The results of this study found 6 (six) main themes that describe the experience of pain in COPD patients, including experiences regarding the factors that cause pain, pain quality, pain location, pain scale, pain time and pain management. Conclusion: Chronic pain is common in patients with COPD and adversely affects quality of life and participation in daily physical activities. However, several ways of managing pain symptoms can be practiced by patients. The impact of effective pain management is that it will improve the quality of life in people with COPD. There is a need to develop pain management that can be recommended at any stage of patient care. Healthcare providers are advised to provide information to patients on how to manage pain so that they can improve their healthcare.Keywords: pain, COPD patients, qualitativ

    Analisis Hubungan Pelaksanan Supervisi Dengan Pengetahuan Perawat Dalam Pemakaian Dressing Transparan

    Get PDF
    Background: The incidence of phlebitis is a health problem both worldwide and in Indonesia, and the highest infectious disease in health services. The quality committee in the prevention of phlebitis is looking for a solution through the FMEA method which recommends that the solution is to supervise the implementing nurses, but the incidence of phlebitis has not decreased. This study aims to analyze the relationship between the implementation of supervision and the knowledge of nurses in the use of transparent dressings in an effort to prevent phlebitis at RSI Ibnu Sina Padang. Methods: This study uses a descriptive analytic design with a sample of 55 nurses. Non-probability sampling sampling technique, then categorized. The dependent and independent variables were analyzed using the chi square test. The univariate test showed that most of the nurses were in early adulthood and almost all of the nurses were female. When viewed from the level of education, most of them are qualified nurses and have >5 work. Results: From statistical testThe results of the analysis of the relationship between the implementation of supervision and the knowledge of nurses showed that 33 nurses perceived that the implementation of supervision was good, but 9 (27.30%) had poor knowledge. Bivariate test shows the value ofp-value =0.007, it shows that there is a significant relationship between the implementation of supervision and the knowledge of nurses. The analysis is also known to have OR = 5.17, meaning that the nurse's knowledge increases 5 times if the implementation of supervision is good. Conclusion: It is hoped that the management will carry out regular supervision of implementing nurses so that they can increase knowledge in efforts to prevent phlebitis

    FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS PADA BIDAN PRAKTEK MANDIRI (BPM)

    Get PDF
    Bidan praktek mandiri (BPM) merupahkan salah satu penyumbang limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, kepatuhan, sarana dan prasarana dengan pengelolaan limbah medis pada BPM Kota sungai penuh. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan Croos Sectional menggunakan Uji Chi Square. Populasi adalah BPM di Kota sungai penuh dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah  kepatuhan, sarana dan prasarana. Variabel dependen adalah pengelolaan limbah medis. Hasil penelitian menunjukan diantara 55 responden diketahui jumlah pengetahuan rendah 16 (29,1%), sikap tidak baik 18 (32,7%), responden tidak patuh 41 (74,5%), sarana dan prasarana tidak sesuai standar 33 (60,0%) sedangkan pengelolaan limbah yang tidak sesuai standar sebanyak 38 (69,1%). Hubungan pengetahuan terhadap pengelolaan limbah medis didapatkan p = 0,106, hubungan sikap dengan pengelolaan limbah medis didapatkan p = 0,968, hubungan kepatuhan dengan pengelolaan limbah medis didapatkan p = 0,005 dengan OR = 7,425, hubungan sarana dan prasarana dengan pngelolaan limbah medis didapatkan p = 0,001 dengan OR = 9,100. Pada penelitian disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap tidak berhubungan dengan pengelolaan limbah medis, kepatuhan serta sarana dan prasarana berhubungan secara signifikan terhadap pengelolaan limbah medis. BPM harus mempunyai dorongan dalam diri agar melakukan upaya yang baik terhadap pekerjaanny

    LITERATURE REVIEW: KUALITAS UDARA DI KAWASAN INDUSTRI DI BERBAGAI LOKASI DI INDONESIA

    Get PDF
    Kualitas udara di Indonesia menduduki peringkat 1 Asia Tenggara dengan rata-rata PM2,5 yakni sebesar 40,8 (µg/m³) tepatnya berada di kota Tangerang dengan kategori tidak sehat bagi orang yang sensitif terhadap kualitas udara yang buruk. Salah satu penyumbang polutan udara ini adalah dari aktivitas proses produksi di industri. Maka penelitian ini dibuat bertujuan untuk mereview hasil penelitian kualitas udara di kawasan industri yang telah dilakukan di berbagai lokasi di Indonesia.Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah traditional literature review. Database yang digunakan yaitu google schoolar dalam rentang tahun 2017-2021. Artikel literature review yang diperoleh telah dilakukan tahap screening dengan kriteria yang telah ditetapkan. Setelah melalui tahap screening didapatkan total 25 artikel rujukan yang membahas sesuai dengan topik pembahasan.Hasil penelitian terdapat 6 industri dari tahun 2017-2021 memiliki konsentrasi yang melebihi melebihi baku mutu udara ambien, yaitu industri di Kabupaten Bandung, industri semen ‘X’ di Cilegon-Banten, industri tahu Sidoarjo, industri peleburan aluminium Jombang, industri minyak goreng, dan kawasan indsutri Gresik. Jenis polutan udara di kawasan industri pada umumnya adalah PM2,5, PM10, TSP, CO2, NO2, NOX, SO2, NH3, dan debu. Dampak polutan udara terhadap kesehatan masyarakat dapat mengakibatkan penurunan kualitas lapisan musin tear film, gangguan faal paru (retriksi), keluhan saluran pernapasan (susah bernapas, batuk dan panas disertai pilek). Pengendalian pencemaran udara di kawasan industri menggunakan rancangan green belt (sabuk pengaman hijau), menggunakan alat pengendali wet scrubber jenis venturi. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan 8 lokasi industri di berbagai lokasi di Indonesia yang diteliti. Kata Kunci: Kualitas udara, kawasan industri, polutan udar

    PENGARUH PEMBERIAN SENAM TERA TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH TINGGI LANSIA HIPERTENSI

    Get PDF
    According to WHO the prevalence of hypertension increases with age, with an age range of 7.5% 18-39 years, 33.2% 40-59 years and 60 years by 63.1%, with a significant increase seen in low-income countries and medium. This study aims to determine whether there is an effect of giving tera exercise to decrease blood pressure in hypertensive patients. The design of this study used a quasi-experimental research design with a One group pretest post test design. The population of this study was the elderly aged 60-71 years. Sampling using purposive sampling technique in order to obtain a sample of 15 people. The results showed that the mean systolic blood pressure before the intervention was 162.6 and the diastolic blood pressure before the intervention was 99.6. And the mean systolic blood pressure after the intervention was 143.6 and the diastolic blood pressure after the intervention was 89.0. The results of the analytical test using the Wilcoxon signed ranks test showed that there was a difference in the average blood pressure before and after the intervention with a systolic value of p = 0.000 and a diastolic value of p = 0.002. high blood pressure in the elderly

    PENYULUHAN FISIOTERAPI TENTANG PENGENALAN KASUS LOW BACK PAIN PADA PENENUN DI PANDAI SIKEK

    Get PDF
    Low Back Pain (LBP) is a very common health problem among the population and a leading cause of disability affecting work performance and well-being. LBP can be acute, subacute or chronic. LBP affects children to the elderly and is a common reason. The 2010 Global Burden of Disease (GBD) estimates that back pain is the 10 most common disease and causes of injury. DALY's (disability-adjusted life years).Manual handling and lifting work is the main cause of back pain. In addition, about 25% of work accidents also occur due to manual material handling work. Previously it was reported that 74% of spinal cord injuries were caused by lifting activities. (Tarwaka, 2004). According to the theory that Low Back Pain is caused by several factors, including; work factor, namely sitting for a long time and in static conditions will burden the lower spine and will cause a feeling of soreness and fatigue in the waist area (R. Aulia, 2012). Factors that can trigger the occurrence of Low Back Pain is the work factor which is the most dominant factor causing the occurrence of Low Back Pain. In workers, there are several main factors thought to play a role in the occurrence of Low Back Pain including physical stress, psychosocial stress, personal character and physical character. (Indri, 2014

    METODE PROBLEM SOLVING CYCLE DALAM MENERAPKAN SANITASI TOTAL BERBASIS MASYARAKAT (STBM) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MUNGO KABUPATEN LIMA PULUH KOTA

    Get PDF
    Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) merupakan program nasional yang dibuat oleh Kementrian Kesehatan Republik Indonesia dengan tujuan untuk memperbaiki sanitasi dasar masyarakat yang meliputi: setiap individu dan komunitas mempunyai akses terhadap sarana sanitasi dasar sehingga dapat mewujudkan komunitas yang bebas dari buang air di sembarang tempat. Berdasarkan data jumlah desa stop BABS di Provinsi Sumatera Barat, sampai tahun 2011 tercatat 643 desa PAMSIMAS se Provinsi Sumbar adalah 127 desa (19,75%). Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan cakupan jorong yang melaksanakan STBM terkhususnya Jamban Sehat di Jorong Balai Gadang Bawah, Kenagarian Mungo, Kecamatan Luhak, Kabupaten Lima Puluh Kota. Metode Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah dengan menggunakan metode Problem Solving Cycle, untuk mengkaji permasalahan rendahnya cakupan jorong yang melaksanakan STBM terkhusus Jamban Sehat . Metode ini dimulai dari analisis situasi, identifikasi masalah, prioritas masalah, analisis penyebab masalah dan alternatif pemecahan masalah dan kegiatan intervensi di Jorong Balai Gadang Bawah. Kegiatan pengabdian ini dilakukan selama dua minggu. Hasil analisis situasi, permasalahan diambil dari program kesehatan lingkungan pada Puskesmas Mungo, dan identifikasi masalah diperoleh masalahnya adalah STBM terkhsus Jamban Sehat. Kegiatan intervensi yang dilakukan adalah, penyuluhan mengenai STBM dan Jamban sehat, pemberian media informasi berupa buku saku dan leaflet, serta penempelan poster sketsa jamban sehat di polindes Tanjuang Tangah. Selama pelaksanaan kegiatan pengabdian ini  terlaksana sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat. Terdapat beberapa kendala pada saat peleksanaan kegiatan intervensi yaitu: budaya masyarakat yang secara turun temurun membuang aliran tinja ke kolam bukan ke septic tank. Diharapkan petugas pukesmas, dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kepemilikan septic tank sebagai tempat penampungan tinja agar dapat menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat

    PERAN RADIOLOGI KONVENSIONAL PADA SPONDILITIS ANKILOSA

    Get PDF
    ABSTRACTAnkylosing spondylitis (AS) is a type of spondyloarthritis (SpA). Chronic progressive inflammatory process in autoimmune disease like AS may lead to fibrosis and calcification leading to loss of flexibility and fusion of the spine. The structures that are often involved are spinal joints, sacroiliac joints, tendons and ligaments in the surrounding area. MRI is the best way to detect abnormalities in the structures involved in AS, but the availability of MRI is still very limited. Until recently, classical radiology was the preferred modality for AS due to its easy availability and low cost. The role of conventional radiology is to help make the diagnosis, determine the location of the involved joints, monitor the progress of AS, and determine the patient's prognosis. Conventional radiology is used to assess the structure of the spine and sacroiliac joints which are included in the diagnostic criteria such as the Modified New York Criteria and the scoring systems that are often used such as the Bath Ankylosing Spondylitis Radiology Index (BASRI), Modified Stoke Ankylosing Spondylitis Spine Score (mSASSS) and Radiographic Ankylosing Spondylitis Spine Score (RASSS) Keywords: Ankylosing Spondylitis, Conventional Radiology, BASRI, mSASSS, RASSS ABSTRAKSpondilitis Ankilosa (SA) adalah salah satu dari jenis Spondiloartritis (SpA) yang merupakan penyakit autoimun. Pada SA, terjadi proses inflamasi yang bersifat kronis progresif yang dapat menyebabkan fibrosis dan kalsifikasi sehingga mengakibatkan hilangnya fleksibilitas serta fusi dari tulang belakang. Sendi yang terlibat pada umumnya melibatkan sendi-sendi pada daerah aksial yaitu sendi tulang belakang, sendi sakroiliak, serta tendon dan ligamen pada area sekitarnya. MRI merupakan modalitas yang baik untuk mendeteksi kelainan struktur yang terlibat pada SA namun ketersediaan MRI masih sangat terbatas. Sampai dengan saat ini, radiologi konvensional merupakan modalitas pilihan pertama untuk SA karena ketersediaannya yang mudah dan harga yang murah. Radiologi konvensional berperan dalam membantu menegakkan diagnosa, menentukan lokasi sendi yang terlibat, memonitor progresivitas SA, serta menentukan prognosis dari pasien. Radiologi konvensional digunakan untuk menilai struktur tulang belakang dan sendi sakroiliak yang termasuk dalam suatu kriteria diagnosis seperti Modified New York Criteria dan sistem skoring yang sering digunakan saat ini seperti Bath Ankylosing Spondylitis Radiology Index (BASRI), Modified Stoke Ankylosing Spondilytis Spine Score (mSASSS) dan Radiographic Ankylosing Spondylitis Spine Score (RASSS). Kata Kunci:  Spondilitis Ankilosa, Radiologi Konvensional, BASRI, mSASSS, RASS

    STATUS SOSIAL EKONOMI DAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR ANAK USIA 6-10 TAHUN DI TPA BABUL JANNAH NABIRE

    Get PDF
    Kurang mengonsumsi buah dan sayur dapat menyebabkan tubuh kekurangan gizi dan timbulnya berbagai penyakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan tujuan mengetahui hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan konsumsi buah dan sayur pada anak usia 6-10 tahun di TPA Babul Jannah Nabire.  Desain penelitian adalah cross sectional dengan teknik purposive sampling (n=44). Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner terstruktur pada Mei-Juli 2021. Hasil uji Chi Square menunjukkan faktor pengetahuan gizi dan pendidikan orang tua berhubungan signifikan positif dengan konsumsi buah dan sayur pada anak usia 0-6 tahun dengan p-value masing-masing 0,05 dan 0,004. Pendapatan orang tua tidak berhubungan dengan konsumsi buah dan sayur anak usia 0-6 tahun (p-value=0,157). Peningkatan pengetahuan gizi orang tua dapat membantu tercapainya pemenuhan konsumsi buah dan sayur pada anak sesuai dengan anjuran.Kata kunci: Konsumsi, Sayur dan Buah, Anak, Sosial Ekonom

    KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH, KEBIASAAN MINUM TEH, DAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI NABIRE

    Get PDF
    Remaja putri rentan terhadap anemia yang dapat disebabkan oleh asupan zat inhibitor dan konsumsi TTD. Zat inhibitor menghambat penyerapan zat besi, sedangkan konsumsi TTD membantu meningkatkan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kebiasaan minum teh dan konsumsi TTD dengan anemia pada remaja putri. Desain penelitian adalah cross-sectional, dengan teknik cluster sampling terhadap remaja putri di Nabire dengan 41 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara dan obervasi, dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara konsumsi TTD dan kebiasaan minum teh dengan anemia pada remaja putri, masing-masing p-value=0,04 dan 0,02. Perlu dilakukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan pemahaman remaja putri dalam memperbaiki asupan makanan dan pentingnya konsumsi TTD dalam membantu mengatasi masalah anemia.Kata kunci: anemia, remaja putri, teh, TT

    970

    full texts

    1,084

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Scientific Journals of Fort De Kock University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇