Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
1084 research outputs found
Sort by
CAKUPAN PENDUDUK TERHADAP KEPEMILIKAN JAMBAN SEHAT
Latrine is an effective feces disposal facility to break the chain of disease transmission, faeces are stored in private or communal septic tanks. One of the efforts to prevent the development of disease and keep the environment clean and healthy is by building latrines in every house. Healthy latrines are effective in breaking the chain of disease transmission. Healthy latrines must be built and owned by the family. The methods used in this study were observation, interviews and counseling to the community in the working area of the Pariangan Public Health Center, the data used were secondary data obtained from the puskesmas. To achieve the goal of population coverage for ownership of healthy latrine facilities, the Pariangan Public Health Center has set priority issues, namely in the environmental health program ownership of healthy latrine facilities with GAP (42%)
DEMONSTRASI CARA PEMASANGAN OKSIGEN DALAM BAHASA INGGRIS KEPADA ANGGOTA PMR MTsN 2 BUKITTINGGI
Pendidikan kesehatan dalam Bahasa Inggris merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris dan pengetahuan kesehatan itu sendiri siswa. Materi yang dapat disampaikan dalam pendidikan kesehatan adalah tentang pemasangan oksigen. Pemasangan oksigen adalah tata cara pemberian bantuan oksigen pada seseorang yang memiliki masalah pernapasan pada paru-paru melalui saluran pernapasan dengan alat khusus. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatan pengetahuan siswa/i anggota PMR untuk membantu sesama dalam memberikan pertolongan pemasangan oksigen. Selain itu, mereka juga diharapkan untuk bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Kegiatan ini dilakukan di MTsN 2 Bukittinggi pada tanggal 15 Oktober 2022. Dalam kesempatan ini, mahasiswa program studi Ilmu Keperawatan menjelaskan materi tentang pengertian pemasangan oksigen, fungsi, alat-alat dan langkah-langkah pemasangan oksigen dalam memenuhi kebutuhan oksigen dalam bahasa Inggris. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan memperagakan kembali pemasangan oksigen yang mengikutsertakan semua siswa dengan harapan mereka paham tentang materi yang disampikan dengan baik. Diakhir kegiatan, diadakan sesi tanya jawab yang digunakan untuk melihat pehaman siswa/i terhadap materi yang disampaika
EFEKTIVITAS PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL BAWANG MERAH (Allium cepa L) TERHADAP PENURUNAN JUMLAH MIKROORGANISME UDARA
Udara yang kotor banyak mengandung mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus dan lainnya yang dapat menimbulkan penyakit menular salah satunya infeksi nosokomial. bahan alam yang memiliki senyawa yang bersifat sebagai desinfektan adalah bawang merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak etanol bawang merah (Allium cepa L) terhadap penurunan jumlah mikroorganisme udara. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan post test only design. Pengujian dilakukan dengan mendispersikan ekstrak menggunakan diffuser selama 15 menit dalam ruang terbatas dengan konsentrasi 0,4%, 0,8% dan 1,2%. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode settle plate. Rata–rata jumlah koloni bakteri setelah didispersikan ekstrak bawang merah konsentrasi 0,4%, 0,8% dan 1,2% berturut-turut yaitu 49,3CFU/15 menit, 35,6CFU/15 menit dan 24,6CFU/15 menit. Rata–rata jumlah koloni jamur setelah didispersikan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 0,4%, 0,8% dan 1,2% berturut-turut yaitu 28CFU/15 menit, 21CFU/15 menit dan 5,3CFU/15 menit. Hasil uji statistic menggunakan uji one way ANOVA, didapatkan adanya perbedaan jumlah mikroorganisme udara setelah diberikan perlakuan, dimana nilai p-value ˂ 0,05. Dimana p-value koloni bakteri 0,006 dan p-value koloni jamur 0,002. Kesimpulan adanya perbedaan jumlah mikroorganisme udara setelah didispersikan ekstrak bawang merah dengan konsentrasi 0,4%, 0,8% dan 1,2%. Perlunya pengujian lebih lanjut menggunakan ruang dan konsentrasi yang lebih besar
PENGARUH PIJAT OKSITOSIN TERHADAP PENGELUARAN ASI PADA IBU POSTPARTUM DI RUANGAN RAWAT INAP KEBIDANAN RSI IBNU SINA PADANG
The intense need for breast milk by the baby makes the mother have to be extra in initiating breastfeeding, especially for her first life. However, many mothers are unable to give breast milk because breast milk is not smooth and there are various obstacles so that mothers do not give breast milk to their babies. The impact if the baby does not get breast milk is that the baby will be susceptible to disease (both child and mother). The purpose of this study was to determine the effect of oxytocin massage therapy on the smooth production of breast milk at the Inpatient Midwifery Installation of RSI Ibnu Sina Padang in 2023. This research method is a type of Quasy experimental design. This research takes the type of one group pretest and posttest design. Where the experimental group was given a pre test before being given a treatment which was then measured by a post test. The sample in this study were 19 people. Collecting data using a research instrument, namely the observation sheet. The results of the study from 19 respondents obtained the average value before (2.47cc) after the oxytocin massage (22.58cc) with a p value of 0.000. The results of the t-test statistical test obtained a p value = 0.000 (p <0.05) so it can be concluded that there is an effect of oxytocin massage on increasing breast milk production. It was concluded that there was an effect of oxytocin massage on the smooth production of breast milk production in the Midwifery Inpatient Installation of RSI Ibnu Sina Padang in 2023. It is hoped that this research can be used as a therapy to increase milk production for breastfeeding mothers. oxytocin in patients whose milk production is reduced
PERBEDAAN PENGETAHUAN MAHASISWA TENTANG KESEHATAN TEMPAT-TEMPAT UMUM DAN PARIWISATA DENGAN MENGGUNAKAN STRATEGI PROJECT BASED LEARNING DAN STRATEGI KONVENSIONAL
The role of the lecturer in learning activities is as a facilitator who is able to prepare materials, use media, strategies that are effective and fun for students. However, in reality, in the context of implementing an independent curriculum, many lecturers apply non-innovative recovery strategies, which tend to cause student learning outcomes to not be achieved. This study aims to determine differences in student knowledge about the health of public places and tourism by applying project based learning strategies and conventional strategies. This research was conducted at Prima Nusantara University, Bukittinggi in March 2023 - August 2023. The research method was an experimental method, involving 2 classes, namely the experimental class using project based learning strategies and the control class using conventional strategies. The sample chosen was 60 students selected through multistage random sampling. The data analysis technique used in this research is the t-test used in comparative studies. The research results show that there are differences in student knowledge in public places and tourism health courses by applying project based learning strategies and conventional strategies in the context of implementing the independent curriculum. Therefore it is concluded that the project based learning strategy is effective to be implemented in order to increase student knowledge in the context of implementing the independent curriculum in tertiary institutions
PELAKSANAAN PROGRAM SKRINNING HIPOTIROID KONGENITAL (SHK) PADA BAYI BARU LAHIR DI PMB ERNA WENA KOTA PADANG PANJANG
Skrinning Hipotiroid Kongenital (SHK) merupakan program pemerintah pada bayi baru lahir sehingga dapat mendeteksi terdapatnya gangguan kongenital sedini mungkin, sehingga bila ditemukan dapat segera dilakukan intervensi secepatnya. Pengambilan spesimen darah yang paling ideal adalah ketika umur bayi 48 sampai 72 jam. Sebagai ujung tombak dari pelaksanaan program ini adalah sumber daya manusia (SDM) yaitu peran bidan. Bidan diminta untuk memberi Komunikasi, Informasi dan Edukasi tentang SK dimulai dari pemeriksaan ANC terpadu sampai Bayi baru lahir. Penelitian ini dilaksanakan di PMB Erna Wena Kota Padang Panjang. Metode penelitian menggunakan rancangan kualitatif menggunakan wawancara dan observasi. Data dianalisis berdasarkan keterangan dan jawaban yang disampaikan oleh informan. Hasil analisis didapatkan bahwa pelaksanaan program SHK dari informan sudah mengatakan berjalan sesuai dengan semestinya. Kesimpulan dari ini adalah kuantitas dan kualitas Bidan dalam menjalankan program SHK sudah tercukupi dan sudah sesuai dengan Keputusan menteri kesehatan republik indonesia NO 01.07 Tahun 2023
PENGARUH BIRTH BALL EXCERCISE TERHADAP NYERI PERSALINAN PADA IBU BERSALIN
Persalinan merupakan proses pengeluaran bayi cukup bulan disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh ibu. Nyeri persalinan terjadi adanya kontraksi pada uterus dengan intensitas yang semakin lama semakin kuat. Salah satu alternatif penanganan nyeri persalinan adalah dengan birth ball menggunakan bola karet berisi udara yang digunakan untuk mengurangi kecemasan serta nyeri punggung pada saat hamil maupun bersalin.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan birth ball exercise sebagai metode pengurangan nyeri persalinan. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one grup pretest posttest dengan menggunakan metode pendekatan pre-experiment. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin kala 1 fase aktif yang berjumlah 20 orang, sedangkan sample yang diambil sebanyak 20 orang. Analisis bivariate dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon.Hasil penelitian diperoleh p-value <0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian birthball exercise terhadap penurunan nyeri persalinan Kala I fase aktif. Saran untuk responden diharapkan dapat bekerja sama dengan tenaga kesehatan setiap melakukan gerakan yang diajarkan agar persalinan dapat berjalan dengan cepat
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN MENGGUNAKAN PELAYANAN PREVENTIF DAN PROMOTIF DI PUSKESMAS
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) nomor tiga secara eksplisit berfokus pada kesehatan dan akses terhadap layanan kesehatan berkualitas melalui layanan kesehatan preventif. Diperkirakan hanya sekitar 30 % penduduk yang memanfaatkan pelayanan Puskesmas dan Puskesmas Pembantu di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk menggunakan pelayanan preventif dan promotif di Puskesmas untuk menerima pelayanan kesehatan preventif dan promotif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu kajian literatur pada literatur yang terkait dengan judul penelitian ini, baik itu dari artikel penelitian, buku, dan dokumen pemerintah yang diases pada database google, google scholar, pubmed, dan science direct. Hasil menunjukkan bahwa kualitas pelayanan yang baik akan meningkatkan kepuasan dan mempengaruhi keputusan pasien untuk menggunakan pelayanan kesehatan di puskesmas, sementara harga yang terjangkau akan membuat pasien lebih tertarik untuk berkunjung menggunakan layanan kesehatan Puskesmas. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga harga yang terjangkau dalam pelayanan kesehatan masyarakat
EFEKTIVITAS PENGOLESAN DAN PIJAT PERINEUM DENGAN MENGGUNAKAN MINYAK ZAITUN TERHADAP KEJADIAN RUPTURE PERINEUM
Perineal rupture is one of the causes of postpartum hemorrhage. This rupture is the second cause of bleeding where the most maternal deaths are bleeding (1,280 cases), and it occurs in almost every first delivery and not infrequently also in subsequent deliveries. This study aimed to determine The Effectiveness of Perineal Lubrication and Massage by Using Olive Oil toward Rupture During Labor at BPM Mawar Kerinci in 2021. The type of this study was group comparison pre-experimental design. Statistical test with Whitney Mann test. The population was primigravida pregnant women with a minimum gestational at 36 weeks. There were 30 pregnant women that chosen as the samples. It was divided into 2 groups, namely a group of pregnant women with olive oil and a group of pregnant women with perineal massage with olive oil. The results showed that in the olive oil smear group, there were 5 people (33.33%) and first-degree rupture were 6 people (40.0%), and as many as 4 people (25.67%) did not experience rupture of the perineum. In the perineal massage group with olive oil, 8 people (53.33%) did not have perineal rupture and 7 people (46.67%) experienced grade 1. Based on the analysis of the Whitney Mann test found a significant p value of 0.033 (< 0.05), it means that there was a significant difference between perineal rubbing and massage with olive oil on the incidence of perineal rupture. In short, it can concluded and perineal massage with olive oil can prevent perineal rupture better than applying olive oil in normal delivery. This program can be applied in midwifery clinical practice, especially for primigravida pregnant women.Keywords: Perineal rupture, perineal massage, olive oi
Mobilisasi Dini Dengan Proses Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Op Sectio Caesarea
Background: Sectio caesarea deliveries may be one cause of infection if treatment is done improperly. Based on the data record Medical Record TheHospital of Tk. III Dr. Reksodiwiryo of Padang action caesarea section of month Juli-Desember 2022reach 119 people the length of stay of more than three days as many as 52 people (43,69%), Post section caesarae mothers mobilize for the wound healing process. The objective of this research is to know The Related Early Mobiliasasi With Wound Healing Process in Patients Post Op Sectio Caesarea In TheHospital of Tk. III Dr. Reksodiwiryo of Padang. Methods: Type of the research is analytical with cross-sectional design. The study was conducted at The Hospital of Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang. When the study in Juli-Desember 2022. The population in this study is the all patient of post op sectio caesarea di Midwifery room 119 peoples. The sample was taken with simple Random Sampling as many as 54 people. Analysa of data used univariate and bivariate by chi Square with quetionare. Results: The results showed that most of the half (50%) patients experienced healing of wounds do heal. More than half (77,8%) patients doing early mobilization. There is a significant relationship between early mobilization with wound healing at The Hospital of Tk. III dr. Reksodiwiryo Padang. Conclusion: It can be concluded that there is a relationship between early mobilization with the healing of wounds in hospital inpatient room. Tk. III Dr. Reksodiwiryo Padang. The results of this study are expected to contribute advice and information for the hospital director for consideration and determining policy related to wound healing post- op sectio caesarea.Keywords: Wound Healing, Early Mobilizatio