Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
    1084 research outputs found

    KEBIJAKAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DALAM MENINGKATAN KETAHANAN PANGAN DAN GIZI BERBASIS SUSTAINABLE LIVEHOOD DI INDONESIA

    Get PDF
    Indonesia is vulnerable to various hydrometeorological disasters, such as floods, droughts, cyclones, erosion, as well as forest and land fires. Low welfare and human resources in the agricultural and fisheries sectors due to the threat of climate change, causing a decline in production. This will lead to a decrease in the level of social welfare. Adaptation efforts to climate change are important to reduce the risk of food insecurity and malnutrition. One of the right concepts to overcome the existing problems is a sustainable livelihood approach. So this study aims to describe climate change adaptation through a sustainable livelihood approach to reduce the risk of food insecurity and malnutrition in terms of meeting the needs for social, physical, human and financial capital. This article is a literature study by collecting a number of data and theories from books, magazines, reports and journals related to the problem and research objectives. The study concludes that adaptation to climate change with a sustainable livelihood approach can increase food security and family nutrition, through social capital, natural capital, human capital, financial capital. The government can consider implementing sustainable livelihood policies carried out by local governments and related stakeholders in improving the welfare of agricultural communitiesIndonesia is vulnerable to various hydrometeorological disasters, such as floods, droughts, cyclones, erosion, as well as forest and land fires. The risk of hydrometeorological disasters has increased over the last decades, particularly due to climate change. Food is closely related to the agricultural sector. Adaptation efforts to climate change are important to note as an effort to reduce the risk of increasing stunting caused by food shortages, especially in areas that are very vulnerable to food insecurity. The concept of an approach to sustainable livelihoods (sustainable livelihood/SLA) was chosen because the degree to which social, economic and ecological needs are fulfilled in a fair and balanced manner by combining activities and the utilization of existing capital in the living system system. The method used in writing this article is a literature review originating from international and national literature by collecting a number of books, magazines related to the problem and research objectives. program to improve nutrition for toddlers and families. adaptation efforts with a sustainable likelihood approach can increase food security and family nutrition, through social capital, natural capital, human capital, financial capital. More scientific policy formulations that are implemented at the national, provincial and local levels are urgently needed for the future of food security in Indonesia.Abstrak Indonesia rentan terhadap berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, kekeringan, siklon, erosi, serta kebakaran hutan dan lahan. Risiko bencana hidrometeorologi meningkat selama beberapa dekade terakhir, khususnya akibat perubahan iklim. Pangan sangat berkaitan dengan sektor pertanian. Upaya  adaptasi terhadap perubahan iklim menjadi penting untuk diperhatikan sebagai upaya mengurangi risiko meningkatnya stunting yang disebabkan karena kekurangan pangan terutama di wilayah yang sangat rentan dengan kerawanan pangan. Konsep   pendekatan mengenai   penghidupan yang     berkelanjutan (sustainable     livelihood/SLA) dipilih dikarenakan  derajat pemenuhan  kebutuhan   sosial,  ekonomi  dan ekologi dilakukan     secara     adil     dan     seimbang     dengan mengkombinasikan aktivitas dan utilisasi modal-modal yang ada dalam tata sistem kehidupan. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review berasal literatur internasional maupun nasional dengan mengumpulkan sejumlah buku buku, majalah yang berkaitan dengan masalah dan tujuan penelitian. program meningkatkan perbaikan gizi balita dan keluarga. upaya adaptasi dengan pendekatan sustainable likehood dapat agar meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga, melalui modal sosial, modal alam, modal manusia, madal finasial. Formulasi kebijakan yang lebih ilmiah yang diimplementasikan pada tingkat nasional, provinsi dan lokal sangat dibutuhkan untuk masa depan ketahanan pangan di Indonesia. Keywords: Kebijakan; Adaptasi; Perubahan Iklim; Ketahanan Panga

    PENGARUH GENERAL THERAPY HALUSINASI TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL HALUSINASI PADA PASIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUMUN KOTA SUNGAI PENUH TAHUN 2022

    Get PDF
    ABSTRACTWHO stated that the incidence of schizophrenia in the world reached 20 million cases, while in the working area of the Kumun Health Center there were 22 cases of schizophrenia in 2020 and increased significantly to 50 cases in 2021. One type of disorder in schizophrenia patients is sensory perception (hallucinations). Hallucinations have fatal consequences such as acts of violence and suicide for the patient. This study aimed to determine the effect of hallucination general therapy on the ability to control hallucinations in schizophrenic patients in the working area of the Kumun Health Center in 2022. The type of this research was a quasy experiment with a one group pre test post test design approach which was carried out on October to November 2022. By using total sampling technique, 16 people were chosen as the samples. The data were collected through Keliat hallucination control instrument, et al (2019). Then, it was analyzed univariate and bivariate analysis by using paired t-test. The results showed that the average score of respondents' ability to control hallucinations before the intervention was 5.56 and after the intervention increased to 8. There was a difference in the average ability to control hallucinations between before and after giving general therapy with an average difference of 2.43 and the score p = 0.000. In short, it can be concluded that giving general therapy had a significant effect on increasing the ability to control hallucinations in schizophrenic patients. Therefore it is hoped that all parties, especially Kumun Community Health Center apply general therapy regularly and continuously in nursing care for schizophrenic patients with hallucinations.Keywords : General therapy, hallucinations, schizophreniaABSTRAKSecara global WHO menyatakan bahwa kejadian skizofrenia di dunia mencapai 20 juta kasus, sedangkan di wilayah kerja Puskesmas Kumun tercatat sebanyak 22 kasus skizofrenia di tahun 2020 dan meningkat signifikan menjadi 50 kasus di tahun 2021. Salah satu jenis gangguan pada pasien skizofrenia adalah persepsi sensori (halusinasi) yang dapat berakibat fatal seperti tindakan kekerasan dan bunuh diri bagi pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh general therapy halusinasi terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Kumun tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah quasy experimen dengan pendekatan one group pre test post test design yang telah dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2022. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 16 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen pengendalian halusinasi Keliat, dkk (2019). Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan pengendalian halusinasi responden sebelum intervensi adalah 5,56 dan setelah intervensi meningkat menjadi 8. Terdapat perbedaan rata-rata kemampuan pengendalian halusinasi antara sebelum dan sesudah pemberian general therapy dengan beda rata-rata 2,43 dan nilai p = 0,000. Disimpulkan bahwa pemberian general therapy berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan pengendalian halusinasi pada pasien skizofrenia. Maka dari itu diharapkan kepada semua pihak, terutama pihak Puskesmas Kumun untuk dapat menerapkan general therapy secara berkala dan berkesinambungan dalam asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan halusinasi.Kata Kunci : General therapy, halusinasi, skizofreni

    TERAPI GUIDED IMAGERY BERBASIS APLIKASI PASHA (PAIN ASSESSMENT, STIMULATING AND HEALING APPLICATION) DALAM MENURUNKAN NYERI POST OPERASI

    Get PDF
    Pasien post operasi lebih sering merasakan nyeri setelah efek anastesi berkurang. Pasien post operasi selalu mendapatkan terapi analgesik. Terdapat beberapa pilihan manajemen  nyeri dalam aplikasi PASHA (Pain Assessment, Stimulating and Healing Application) untuk mengurangi skala nyeri yang dirasakan pasien, salah satunya terapi guided imagery. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh terapi guided imagery berbasis aplikasi PASHA terhadap penurunan skala nyeri pasien post-operasi. Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimen dengan pendekatan one grou pre-test and post-test. Sampel penelitian ini adala 30 orang pasien post operasi di ruang bedah yang dipiliah secara purposive sampling dengan beberapa kriteria inklusi. Intervensi dilakukan dengan menggunakan aplikasi PASHA dan pasien diperdengarkan terapi guided imagery selama 30 menit dalam 3 hari berturut-turut. Skala nyeri diukur menggunakan instrument NRS (Numeric Rating Scale). Analisa data menggunkan uji Wilcoxon. Diperoleh hasil dalam penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari pemberian terapi guided imagery  berbasis aplikasi PASHA dalam mengurangi nyeri post operasi pasien (p value=0.001). Terapi guided imagery disimpulkan dapat berpengaruh dalam mengurangi rasa nyeri pasien post operasi. Nyeri yang semula berada pada rentang kategori sedang dapat turun menjadi ringan dalam intervensi yang dilakukan selama tiga hari berturut turut. Diharapkan terapi ini dapat dijadikan salah satu alternatif terapi dalam menangani nyeri pasien terutama pasien post operasi. Kata kunci: terapi, guided imagery, aplikasi, PASHA, nyeri, post operas

    EVALUASI PELAKSANAAN KAMPUNG KELUARGA BERKUALITAS (KB) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA PADANG PANJANG

    Get PDF
    Kampung Keluarga Berkualitas (KB) bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau yang setara melalui Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga serta Pembangunan sektor terkait daiam rangka mewujudkan keluarga kecil berkualitas. Penenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Evaluasi Pelaksanaan Program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) di Wilayah Kerja Puskesmas Kota Padang Panjang Tahun 2019.Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan Kualitatif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni-Juli di Kota Padang Panjang. Data Penelitian ini didapatkan dari hasil wawancara mendalam dengan petugas yang berhubungan langsung di wilayah kampung KB dan informan penelitian diambil dari 1 orang PLKB, 3 Orang Kader, 1 KABID KB Dinas Sosial.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa masih kurangnya SDM, masih adanya sebagian program yang belum berjalan, untuk dua kampung KB telah terlaksana dengan baik dan mejalankan program-program atau kegiatan dengan lancar. Satu kampung KB mengalami kendala dalam berprogram dan melakukan kegiatan.Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa program kampung KB di Kota Padang Panjang belum optimal, masih terdapat kendala seperti kurangnya SDM kurangnya minat masyarakat untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan. Program ini sebaiknya ditingkatkan sosialisasi kepada masyarakat serta penambahan SDM. Dan untuk sarana juga belum memadai, sedangkan prasarananya sudah. Pelaksanaan tiga kampung KB masih memiliki masalah masing-masing dalam melaksanakan kegiatannyaKata Kunci   : Kampung KB, Pelaksanaan Kampung K

    STIGMA MASYARAKAT TERHADAP VAKSINASI COVID-19 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BASO KABUPATEN AGAM TAHUN 2021

    Get PDF
    Vaccination realization for the Baso community in Agam Regency is still low. Based on data from the West Sumatra Health Office until September 2021, Agam Regency occupies the last position in vaccination achievements among 19 regencies and cities of West Sumatra. Wrong stigma and lack of information are the cause of the lack of public compliance in participating in the Covid-19 vaccination program. Stigma as a phenomenon that can affect the individual as a whole. The purpose of this study was to explore how the stigma of the community in the working area of the Baso Public Health Center towards the Covid-19 vaccination facilitated by the government. This is a qualitative study using the deep interview method and a phenomenological study approach. Purposive sampling was used to select participants. The number of participants is 9 people from Baso. Data analysis using Collaizi approach. The study's finding revealed two themes: the rejection of the Covid-19 vaccination due to the crisis of public confidence in the side effects of the vaccine and the acceptance of the Covid-19 vaccination by the public were based on compulsion. It is hoped that with this research, the services provided by local health centers will be even better, especially in providing education or health education to the public regarding the Covid-19 vaccination.Realisasi vaksinasi untuk masyarakat Baso di Kabupaten Agam masih rendah. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Sumatera Barat hingga September 2021, Kabupaten Agam menduduki posisi terakhir capaian vaksinasi di antara 19 kabupaten dan kota Sumbar. Stigma yang salah, serta informasi yang kurang menjadi penyebab kurangnya kepatuhan masyarakat dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19. Stigma sebagai suatu fenomena yang dapat memengaruhi diri individu secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana stigma masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Baso terhadap vaksinasi Covid-19 yang difasilitasi oleh pemerintah. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi dengan metode wawancara mendalam. Pemilihan partisipan yang digunakan yaitu metode purposive sampling. Jumlah partisipan sebanyak 9 orang masyarakat Baso. Analisis data menggunakan pendekatan Collaizi. Hasil penelitian ini mengidentifikasi dua tema yang berkaitan dengan stigma masyarakat terhadap vaksinasi Covid-19. Tema- tema ini adalah penolakan vaksinasi Covid-19 akibat krisis kepercayaan masyarakat terhadap efek samping vaksin dan penerimaan vaksinasi Covid-19 oleh masyarakat didasarkan karena keterpaksaan. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, pelayanan yang diberikan oleh puskesmas wilayah setempat lebih baik lagi terutama dalam memberikan edukasi atau pendidikan kesehatan kepada masyarakat terkait vaksinasi Covid-19

    GAMBARAN KINERJA PENGELOLA PROGRAM ODGJ BERDASARKAN MOTIVASI DI DINAS KESEHATAN KABUPATEN PASAMAN BARAT TAHUN 2023

    Get PDF
    Sumber daya manusia kesehatan (SDMK) yang bermutu dan kompeten memiliki kinerja yang unggul karenanya mesti dipertahankan agar mampu memajukan instansi dalam berbagai macam peermintaan masyarakat dan perkembangan zaman. Kinerja adalah capaian kerja yang berkaitan dengan tujuan program sebuah organisasi, memberikan kontribusi pada ekonomi, dan keputusan konsumen. Data dari Dinas Kesehatan terhadap target kegiatan masing-masing program di Dinas Kesehatan Pasaman Barat pada bulan desember 2021 dampak dari kinerja yang kurang baik dari pegawai adalah  sebanyak 6 program dari 12 program yang ada belum mencapai target yang telah ditetapkan, yaitu masih rendahnya cakupan pelayanan kesehatan ODGJ sasaran 983 realisasi 549 (55,8%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis Kinerja Pegawai Berdasarkan Motivasi Sumber Daya Manusia Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dengan metode kualitatif. Informan dalam penelitian ini sebanyak 3 orang (Kepala Seksi ODGJ, Pemegang Program ODGJ dan Staff ODGJ). Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa hasil kinerja pegawai dipengaruhi oleh motivasi sumber daya manusia di dinas kesehatan kabupaten pasaman barat. Motivasi dilakukan dengan berbagai cara agar adanya peningkatan hasil kinerja pegawai dan dipertahankan dengan adanya reward atau apresiasi atau penghargaan yang diberikan kepada pegawai yang mampu meningkatkan kinerjanya dan dapat memotivasi rekan kerja yang lain. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah motivasi salah satu cara dapat meningkatkan kinerja pegawai dan hasil kinerja cenderung akan meningkat ketika pegawai telah mendapatkan motivas

    PENERAPAN TERAPI RELAKSASI PROGRESIF UNTUK MENGURANGI NYERI KEPALA PADA KELUARGA TN. S KHUSUSNYA NY. N DAN PADA KELUARGA TN. S KHUSUSNYA NY. W DENGAN HIPERTENSI DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS SIULAK GEDANG TAHUN 2020

    No full text
    Hipertensi diartikan sebagai suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari satu periode. Hipertensi membunuh hampir 8 juta orang setiap tahun diseluruh dunia. Salah satu terapi non farmakologis untuk mengurangi nyeri pada hipertensi adalah terapi relaksasi progresif. Terapi relaksasi terbukti efektif mengurangi ketegangan dan kecemasan serta nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari penerapan terapi relaksasi progresif dengan masalah nyeri kepala pada klien Ny.N dan Ny.W dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas siulak gedang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, metode wawancara, metode pengukuran, format pengkajian keperawatan keluarga, tensimeter, stetoskop, termometer. Analisa data dilakukan bersamaan untuk menilai perbedaan sebelum dan sesudah implementasi pada kedua klien. Hasil penelitian ini menunjukkan hasil yang sama antara keduanya yaitu pada evaluasi terakhir dari skala nyeri 6 (nyeri sedang) menjadi skala nyeri 3 (nyeri ringan). Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara penerapan terapi relaksasi progresif terhadap penurunan intensitas nyeri pada klien hipertensi. Disarankan untuk menerapkan asuhan keperawatan tentang penerapan terapi relaksasi progresif sebagai salah satu tindakan untuk mengurangi nyeri pada klien hipertensi

    PHYSICAL ACTIVITY AND COGNITIVE FUNCCTION AND THE RISK OF FALLING IN THE ELDERLY

    No full text
    Latar belakang: Lansia adaIah sekeIompok orang yang mengaIami suatu proses perubahan secara bertahap daIam jangka waktu tertentu. Pada lansia akan terjadi penurunan fungsi kognitif dan aktivitas fisik yang akan berdampak pada resiko jatuh pada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi kognitif dan aktivitas fisik dengan resiko jatuh pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi. Desain penelitian menggunakan deskriptif koreIatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode accidental samping. PeneIitian diIaksanakan pada buIan Agustus-September 2021, dengan jumlah populasi lansia sebanyak 1.997 orang usia 60-70 tahundi wilayah kerja Puskesmas Tigo Baleh bukitttinggi. Hasil penelitian Lebih dari sebagian (61,7%) responden adalah lansia dengan resiko jatuh termasuk kategori ringan, Lebih dari sebagian (75%) responden adalah lansia dengan fungsi kognitif termasuk kategori baik, Lebih dari sebagian (66,7%) responden adalah lansia dengan aktivitas fisik termasuk kategori baik, Terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi kognitif dengan resiko jatuh pada lansia, secara statistik didapatkan nilai p = 0,004 dan OR = 7,56, Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan resiko jatuh pada lansia, secara statistik didapatkan nilai p = 0,006 dan OR = 5,57. Disimpulkan terdapat hubungan fungsi kognitif dan aktivitas fisik dengan resiko jatuh pada lansia di wilayah kerja puskesmas Tigo Baleh Bukittinggi.

    PENGARUH SENAM PILATES TERHADAP PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA IBU HAMIL TRIMESTER II DAN III

    Get PDF
    Pregnancy is a condition where a woman is pregnant and lasts for about 40 weeks. When women enter the second and third trimesters, they will experience enlarged stomachs and changes in body structure which cause certain complaints. One of the most common complaints experienced by pregnant women is back pain. One way to deal with lower back pain is to do Pilates. Pilates is a recovery method that aims to improve the coordination and balance of the muscles in the body, focusing on the pelvic and abdominal muscles. This research seeks to investigate how pilates exercises impact the reduction of lower back pain in pregnant women during the second and third trimesters of pregnancy. This study used an experimental design with measurements before and after treatment for 3 weeks, with an intervention frequency of 2 times a week. The total sample involved was 22 pregnant women who experienced lower back pain. Pain was measured using a visual analogue scale, before and after the intervention. The data obtained were analyzed by statistical tests using the Shapiro-Wilk Test, and then the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings indicated that the data did not follow a normal distribution, and the Wilcoxon Signed Rank Test revealed a p=0.000, signifying a beneficial impact of pilates exercise in alleviating lower back pain among pregnant women during their second and third trimesters before and after the interventionKeywords: Pregnancy, Lower Back Pain, Pilates Exercise

    PENGGUNAAN ULTRASOUND DAN MYOFASCIAL RELEASE UNTUK MENURUNKAN NYERI PADA PLANTAR FASCITIS DI KLINIK FISIOTERAPI POLTEKES SITEBA : A CASE REPORT

    No full text
    Plantar fasciitis adalah nyeri tumit yang disebabkan peradangan atau iritasi pada plantar fascia. Plantar fasciitis ditandai dengan nyeri pada tumit saat pertama kali melangkah di pagi hari, berdiri lama atau bangun dari posisi duduk. Rasa sakit biasanya di bagian depan dan pangkal tumit. Intervensi yang diberikan kepada pasien oleh Fisioterapis bertujuan untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah cedera berulang. Pada penelitian ini, fisioterapis menggunakan Ultrasound dan Myofascial Release untuk mengurangi nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Ultrasound dan myosfascial release terhadap penurunan nyeri plantar fascitis. Jenis penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2022 di Klinik Fisioterapi Poltekes Siteba. Berdasarkan hasil penelitian pada Ny N 32 tahun dengan plantar fasciitis setelah 6 kali terapi di Klinik Fisioterapi Poltekes Siteba dengan modalitas Ultrasound dan myofascial release didapatkan hasil bahwa terdapat penurunan nyeri. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Ultrasound dan myofascial release dapat memberikan efek yang baik untuk mengurangi nyeri pada kasus plantar fasciitis

    970

    full texts

    1,084

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Scientific Journals of Fort De Kock University
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇