Scientific Journals of Fort De Kock University
Not a member yet
1084 research outputs found
Sort by
Self Management dan Kualitas Hidup Penderita Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid Arthritis (RA) menyebabkan keterbatasan aktivitas penderitanya dan akan mempengaruhi kualitas hidup. Keterbatasan aktivitas dan komplikasi penyakit dapat di minimalkan dengan melaksanakan self management untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self management dengan kualitas hidup penderita rheumatoid arthritis. Penelitian dilaksanakan diwilayah kerja Puskesmas Kemantan Kabupaten Kerinci pada penderita Rheumatoid Athritis. Sampel penelitian berjumlah 50 orang dengan teknik Purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami kualitas hidup yang kurang baik (64,0%) dan Self Management yang kurang baik (68,0%). Hasil analisa lebih lanjut di dapatkan p value = 0,000 yang berarti terdapat hubungan antara Self Management dengan Kualitas Hidup penderita Rheumatoid Arthritis. Kesimpulan penelitian ini didapatkan ada hubungan antara Self Management dan kualitas hidup pada penderita Rheumatoid Arthritis. Oleh karena itu diharapkan pasien dapat lebih meningkatkan self management sehingga kualitas hidupnya semakin baik
EDUKASI TENTANG KB IUD DAN PEMASANGAN IUD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUKITTINGGI
The Family Planning (KB) program not only aims to control the rate of population growth, but also to meet public demand for family planning and reproductive health services. The aim of this community service is to increase the number of MKJP family planning participants with IUD installation. This service method uses field studies, direct examination with activity steps: Counseling, health education about family planning, MKJP IUD and IUD installation. This activity was carried out in September 2023. The results of this community service activity were attended by 36 WUS people. This service activity can provide information to WUS and make a major contribution to increasing the number of MKJP KB participants
RENDAHNYA CAKUPAN ASI EKSLUSIF DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS RAMBATAN II KABUPATEN TANAH DATAR
Air Susu Ibu atau disingkat dengan ASI Ekslusif adalah ASI yang diberikan kepada Bayi sejak dilahirkan sampai usia 6 bulan, tanpa menambahkan dan / atau mengganti dengan makanan atau minuman lain. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis manajemen pelayanan kesehatan masyarakat di Puskesmas dan kepada masyarakat dan lingkungan serta memberikan solusi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan melakukan kerja sama lintas program dan lintas sektor dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Metode penelitian : Dengan wawancara kepada petugas puskesmas,penelitian di lakukan dari 25 Oktober-25 November Tahun 2021 tempat penelitian di puskesmas Rambatan II Kabupaten Tanah datar. Hasil penelitian didapatkan adanya GAP 51.71% pada program ASI Ekslusif, alternatif pemecahan masalah dengan dilakukan edukasi kepada petugas puskesmas, kader dan masyarakat dengan media leaflet. Kesimpulan dari hasil wawancara terhadap petugas, kader dan masyarakat didapatkan kurangnya optimalnya petugas dalam memberikan penyuluhan terhadap masyarakat, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait ASI Ekslusi
EDUKASI PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN KOSMETIK AMAN BAGI MAHASISWA UNIVERSITAS MOHAMMAD NATSIR BUKITTINGGI
Cosmetic product safety requirements are requirements that must be known by the public who use cosmetic products. But in fact, there are currently business actors who deliberately do not comply with the requirements of safe cosmetics. The misuse of harmful chemicals in cosmetics can endanger health. In the survey conducted, it was found that most students still buy and use cosmetics without a distribution permit and do not know about the notification number on cosmetics that indicates the legality of the products used. So that efforts are made to provide knowledge about safety requirements and marking cosmetic products, it will help students choose suitable and safe cosmetics. The activity was carried out using an educational and participatory approach to counseling with 156 participants with an age range of 17-23 years. This counseling and education activity aims to increase the knowledge of Mohammad Natsir University students who are in their teens about how to choose safe cosmetics
PENGENALAN ANATOMI FISIOLOGI TUMBUHAN SEBAGAI PROGRAM PENGAJARAN EDUKATIF DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA SDIT DAMBAAN UMMAT PANINGGAHAN MENGENAI TUMBUHAN OBAT
Anak-anak memiliki sifat ingin tahu yang cukup tinggi terutama pada anak-anak usia SD. Rasa ingin tahu tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan dengan memberikan edukasi mengenai Pengenalan Anatomi Fisiologi Tumbuhan diantaranya yaitu Bagian-bagian Tumbuhan, Jenis-jenis Akar Tumbuhan dan Proses Fotosintesis yang terjadi pada Tumbuhan.Pengabdian ini dilakukan kepada anak-anak kelas IV dari SDIT Dambaan Ummat Paninggahan yang berjumlah 19 siswa. Kegiatan dievaluasi berdasarkan hasil survey terhadap 19 siswa dimana yang diukur adalah tingkat pemahaman siswa terhadap Anatomi Fisiologi Tumbuhan. secara garis besar siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai materi yang dipaparkan, mudahnya siswa memahami materi dibantu oleh media presentasi Dosen dengan adanya Video pembelajaran
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN IMUNISASI DASAR LENGKAP PADA BAYI
According to the World Health Organization (WHO), in 2018 there were around 20 millionchildren in the world who did not get complete immunizations. One indicator of the success of thecomplete basic immunization programis the achievement of complete basic immunization (IDL) in Indonesia reaching 87.8% and needs to be increased to reach the target of 93%. The purpose of this study was to determine the factors that influence the provision of complete basic immunization to infants (aged 0-12 months) during the COVID-19 pandemic in the city of Padang in 2021.The research method used mixed methods, quantitative used a cross-sectional approach and qualitative used a phenomenological approach. It was carried out in July-August2021, a sample of 91 people, namely babies at the Ambacang Health Center and Lapai Health Centerin 2021 and 17 informants. Data analysis with Chi Square Test and logistic regression test is to obtain and obtain descriptions, analyzes, interpretation and factors that most influence the Complete Basic Immunization Factors in Infants at Ambacang Health Center and Lapai Health Center Padang City in 2021.Research Results The results of the Chi-Square statistical test on knowledge (0.017), attitude (0.002), mother's perception 0.000), education 0.005), family support (0.020), the role of health workers (0.003), it can be concluded that there is an influence of knowledge, attitude, mother's perception, education, family support, the role of health workers by providing complete basic immunization to infants (aged 0-12 months. Conclusion The most dominant factor influencing complete basic immunization in infants is the mother's perception (p-value 0.000). It is suggested that the Puskesmas can increase the perception of mothers by formulating policies and strategies for health programs, especially those related to the complete basic immunizationprogram for infants in the future.Keywords: Complete Basic Immunization, Covid 19, Knowledge, Education, Attitude, Perception,Family Support, Role of Health Worker
HUBUNGAN PENGETAHUAN, KEBIASAAN MEROKOK DAN RIWAYAT KONTAK SERUMAH DENGAN KEJADIAN TB PARU
Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Jumlah pasien tuberkulosis paru di Indonesia [WU1] merupakan nomor tiga terbanyak setelah India dan Cina. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Tb paru di Kelurahan Lubuk Buaya.Penelitan ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yaitu systematic random Sampling yaitu suatu teknik pengambilan sampel dengan interval tertentu dari kerangka sampel yang telah ditentukan. sampel dipilih secara kebetulan yang memenuhi kriteria inklusi yang berada di Kelurahan Lubuk Buaya Kota Padang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 responden. Penelitian ini dilakukan pada November 2019 – Juni 2020. Data dianalisis secara bivariat menggunakan uji statistik Chi- Square dengan tingkat kemaknaan 95% α= 0,05. Berdasarkan hasil statistik didapatkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok (p= 0,023) dan riwayat kontak serumah (p= 0,004) dengan kejadian Tb paru, sedangkan pada variabel pengetahuan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan (p= 0,678) dengan kejadian Tb paruKata Kunci : Pengetahuan, Kebiasaan Merokok, Riwayat Kontak Serumah[WU2] [WU1]Di wilayah penelitian? [WU2]Kata kunci biasanya diturunkan dari judul ‘ Tuberkolosis, Kejadian Tuberkolosi
GAMBARAN STANDAR MUTU PELAYANAN RAWAT INAP DI RSUD MAYJEN H.A THALIB KOTA SUNGAI PENUH
Latar Belakang: Pada tahun 2019-2021 RSUD Mayjen HA Thalib mengalami penurunan kunjungan pasien setiap tahun nya, ini mengindikasikan bahwa pihak manajemen rumah sakit belum optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan keinginan pasien, untuk menciptakan rumah sakit yang baik harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik terhadap pelanggannya. Penelitian : Untuk mengetahui Standar Mutu Pelayanan Rawat Inap RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh. Metode Penelitian : Mixed methods yaitu kuantitatif dan kualitatif. yang mana total Sampel penelitian adalah 95 responden. Istrumen yang digunakan adalah kuesioner dan pedoman wawancara. Penelitian ini mengembangkan instrumen berdasarkan modifikasi 'SERVQUAL' menggunakan lima dimensi kualitas layanan, yaitu: Responsiveness, Reliability, Assurance, Empathy, dan Tangibles. Dilakukan analisis bivariat uji chi-quare dan Uji Regresi Logistik Berganda. Analisis data kualitatif menggunakan metode solvin. Hasil : Penelitian Kuantitatif dengan menggunakan uji chi-square diperoleh ada hubungan yang bermakna yang mana Responsiveness (0,000) Reliability (keandalan) (0,000), Assurance (0,003), Empathy (0,003), Tangibles (0,000), terhadap pasien rawat Inap. Sementara Penelitian Kualitatif menunjukan aspek Tangibles (bukti fisik) yang paling dominan, terhadap kualitas pelayanan khususnya bukti fisik berhubungan dengan mutu pelayanan. Kesimpulan: Standar Mutu Pelayanan rawat inap sudah sesuai dengan SPM dan SOP rawat inap di RSUD Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh namun diharapkan agar meningkatkan kinerja petugas Kesehatan, Sarana Prasarana sebagai cara untuk meningkatkan mutu dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien di rumah sakit secara maksimal
ANALISIS PELAKSANAAN PATIENT SAFETY DI RUMAH SAKIT
50% kejadian buruk pada pasien dapat dicegah, hal ini karena kesalahan terhadap pasien mayoritas berkaitan dengan factor fisiologis manusia, kognitif manusia dan perspektif organisasi. Menurut data WHO kejadian efek samping yang tidak diinginkan pada pasien di seluruh dunia lebih kurang 10%. Infeksi nosokomial yang belum terlaporkan, terdapat kesalahan dalam pemberian obat serta kondisi tidak diinginkan lainnya yang belum di evaluasi dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan pasien safety. Desain penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan multistage randon sampling Sample sebanyak 45 orang sesuai dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan Distribusi konflik pekerjaan yang negative ada 19 orang (42,2%) dan konflik positif ada 26 orang (57,8), distribusi manager yang tidak professional ada 19 orang (42,2%) dan manager yang professional ada 26 orang (57,8). Distribusi komunikasi yang negatif ada 19 orang (42,2%) dan komunikasi positif ada 26 orang (57,8). Laporan Suatu Kejadian tidak diinginkan mengatakan tidak terlapor sebanyak 20 orang (44,4%), sedangkan terlapor sebanyak mengatakan terlapor ada sebanyak 25 orang (55,6%). Peringkat patient safety tergolong dalam peringkat rendah sebanyak 14 orang(31,1%) dan patient safety yang tergolong tinggi ada sebanyak 31 orang (68,9%). Iklim kerja Rumah sakit tidak baik sebanyak 22 orang (48,9%) dan yang mengatakan baik ada sebanyak 23 orang (51,1%). Kesimpulan dibutuhkannya pengalaman pembelajaran standar mencakup pesan teks dengan 3 pertanyaan yang dirancang untuk mendorong diskusi tentang mengidentifikasi peristiwa keselamatan dan melaporkan peristiwa terkait keselmatan pasien, menerapkan catatan mingguan terkait keselamatan pasien, pentingnya melibatkan pasien dan keluarga dalam mengidentifikasi resiko kesalahan data klinis, tindakan,dan efek samping tindakan. Disarankan terapi mindfulness meditasi untuk dokter, perawat dan tenaga kesehatan lainnya dalam meningkatkan keselamatan pasien. Disarankan menerapkan aplikasi keselamatan pasien dalam mengurangi kesenjangan social saat terjadi kejadian tidak diinginkan yang dilakukan oleh sesame team kerja. 50% of adverse events in patients can be prevented, this is because the majority of errors in patients are related to human physiological factors, human cognitive and organizational perspectives. According to WHO data, the incidence of unwanted side effects in patients worldwide is approximately 10%. Nosocomial infections that have not been reported, errors in drug administration and other undesirable conditions that have not been properly evaluated. The aim of the research is to determine the implementation of patient safety. The research design used descriptive analytic with multistage random sampling. The sample was 45 people according to the inclusion criteria. Research data collection uses a questionnaire. The results showed that the distribution of negative work conflicts was 19 people (42.2%) and positive conflicts were 26 people (57.8), the distribution of unprofessional managers was 19 people (42.2%) and there were 26 professional managers. (57.8). The distribution of negative communication was 19 people (42.2%) and positive communication was 26 people (57.8). Reports of an undesirable incident said that 20 people (44.4%) said it was not reported, while 25 people (55.6%) said it was reported. There were 14 people (31.1%) with low patient safety ratings and 31 people (68.9%) with high patient safety ratings. The hospital work climate was not good as many as 22 people (48.9%) and 23 people (51.1%) said it was good. Conclusion: the need for a standardized learning experience includes a text message with 3 questions designed to encourage discussion about identifying safety events and reporting patient safety related events, implementing weekly patient safety records, the importance of involving patients and families in identifying risks of clinical data errors, actions, and effects. next to the action. Mindfulness meditation therapy is recommended for doctors, nurses and other health workers to improve patient safety. It is recommended to implement patient safety applications to reduce social disparities when undesirable incidents occur which are carried out by fellow work teams
PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TERHADAP NARKOBA DAN HIV/AIDS DI DISTRIK MUARA TAMI JAYAPURA
Adolescent’s hight curiosity can lead into negative impact on the growth of adolescents, such as drug abuse and free sex which can be at risk of contracting diseases such as the Human Immunodeficiency Virus (HIV). Drug users in Jayapura are mostly 12-18 years old, of the total drug users being treated at BNN Papua, and HIV/AIDS cases in Papua in 2022, about 50.011 cases.. The aim of this study is to determine the relationship between knowledge and attitudes of adolescents towards drugs and HIV/AIDS in Muara Tami Jayapura District. Quantitative research with a cross sectional design was conductedwith the number of sample is 212 respondents who live in the Holtekamp area, Muara Tami District. Data was collected through interviews with a questionnaire. Chi-Square test found that there was a relationship between the level of education and the level of knowledge of adolescents about HIV/AIDS (p-value 0.006). There is also a relationship between the level of knowledge and attitudes of adolescents towards drugs (p-value 0.000). The better the level of knowledge of adolescents about drugs, the better attitudes in dealing with drugs. It is necessary to increase the knowledge of adolescents related to drugs to prevent drug abus