Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
4412 research outputs found
Sort by
Reimajinasi Mahabbah dalam Islam: Perspektif Komparatif atas Pemikiran Al-Ghazali dan Jalaluddin Rumi
This study explores the comparative construction of mahabbah in the thought of al-Ghazali and Jalaluddin Rumi. Using a qualitative approach with comparative and content analysis, it examines primary sources such as Ihya\u27 Ulum al-Din, Kimiya\u27 al-Sa\u27adah, Fihi Ma Fihi, and the Mathnawi, along with relevant secondary literature. The findings indicate that al-Ghazali views mahabbah as the culmination of spiritual ascent, reached progressively through the maqamat. For him, love is the highest station, the fruit of ma\u27rifah, expressed in obedience and inner contentment. By contrast, Rumi presents love as the sole path to healing spiritual maladies, a transformative journey toward God through gnosis and mystical union. The study highlights how ethical and mystical orientations to divine love offer distinct yet complementary perspectives, enriching the broader discourse on Sufi spirituality.Kajian ini merupakan penelitian kepustakaan yang bersifat komparatif mengenai konstruksi konseptual mahabbah dalam pemikiran al-Ghazali dan Jalaluddin Rumi. Secara metodologis, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode komparatif serta analisis isi. Sumber primer yang dikaji mencakup Ihya’ ‘Ulum al-Din, Kimiya’ al-Sa‘adah, Fihi Ma Fihi, dan Mathnawi, dengan dukungan berbagai literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Ghazali memahami mahabbah sebagai puncak pendakian spiritual yang dicapai secara bertahap melalui maqamat. Bagi al-Ghazali, cinta merupakan maqam tertinggi—buah dari ma‘rifah—yang pada akhirnya termanifestasi dalam ketaatan dan ketenteraman batin. Sebaliknya, Rumi memandang cinta sebagai satu-satunya jalan untuk membebaskan jiwa dari berbagai penyakit spiritual, yakni sebuah proses transformatif menuju Allah yang terealisasi melalui gnosis dan kesatuan mistis. Temuan ini memberikan kontribusi pada diskursus spiritualitas tasawuf dengan memperlihatkan bagaimana orientasi etis dan mistis terhadap cinta Ilahi membentuk jalan yang berbeda, namun saling melengkapi, dalam khazanah pemikiran Isla
The تطبيق تعليم كتاب "العربية بين يديك الجزء الأول" في تعليم مهارة الكلام لدى الطلاب المرحلة الثانوية في مدرسة الحكمة الإسلامي العالمي باتو: Tathbiq Ta\u27lim Kitab "al-Arabiyyah Bayna Yadayk al-Juz\u27 al-Awwal" fi Ta\u27lim Maharat al-Kalam lada al-Tullab al-Marhala al-Thanawiyya fi Madrasah al-Hikmah al-Islami al-Alami Batu
Arabic language learning at Al-Hikmah International Islamic Boarding School Batu High School experiences obstacles in its efforts to improve students\u27 speaking skills. This is due to the absence of textbooks that are in accordance with the Arabic language learning curriculum at the educational institution. With the above problems, researchers want to apply the Al-‘arabiyah Baina Yadaik Book which aims to improve students’ ability in speaking skills. The method used by researchers in this research is descriptive qualitative where data is collected through observation, interviews and documentation. This method was chosen so that researchers are able to describe, and describe real phenomena in accordance with the facts in the field, and without any engineering in it. The data sources in this study were all 12th grade students of Al-Hikmah IIBS Batu High School. The data analysis technique used consists of data collection as well as data reduction and conclusion drawing. The results of this study can be concluded that (1). the application of the Al-\u27arabiyah Baina Yadaik book at Al-Hikmah IIBS Batu High School includes three stages, namely a. Learning preparation stage (isti\u27dad) b. Learning implementation stage c. Learning closing stage. (2). To find out some of the supporting factors and inhibiting factors for learning Arabic using the Al-\u27arabiyah Baina Yadaik book at Al-Hikmah IIBS Batu High Schoolيواجه تعليم اللغة العربية dan مدرسة الحكمة الإسلامي العالمي باتو الصعوبات أو Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan الثانوية. Pengoperasian Perangkat Keras yang Dapat Diperbaiki dan itu adalah hal yang wajar. Pengoperasian Perangkat Keras dan Pengoperasian Perangkat Lunak “العربية بين يديك الجزء” الأول“ الذي يهدف إلى تحسين قدرة الطلاب في مهارة الكلام. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan البيانات من خلال الملاحظة والمقابلات والتوثيق. Apa yang Harus Dilakukan Saat Ini? يتوافق مع الحقائق في الميدان، ودون أي كذّاب فيها. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan yang Dapat Diandalkan الثانوية الإسلامي العالمي باتو. Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Ini adalah hal yang baik. ويمكن استنتاج نتائج هذه الدراسة أن (1): تطبيق كتاب ”العربية بين يديك الجزء الأول“ Bagaimana Cara Mengonsumsi Kartu Kredit yang Dapat Dipakai? يشتمل على ثلاث مراحل، وهي: (أ). مرحلة إعداد التعليم (ب). مرحلة تنفيذ التعليم (ج). مرحلة اختتام التعليم. (2). Peralatan Rumah Tangga yang Dapat Diperbaiki untuk Peralatan Rumah Tangga Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan الإسلامي العالمي باتو.
Layanan Pelanggan: Layanan Pelanggan Panduan Pengguna مهارة الكلام
 
Legal Policy of Disparity in Sentencing as a Ground for Judicial Review in Indonesia Corruption Cases
Article 263 paragraph (2) of Law Number 8 of 1981 concerning the Criminal Procedure Code limits the grounds on which a Judicial Review of a court decision may be filed. This limitation stems from the extraordinary nature of the Judicial Review, as it provides a mechanism to reopen a case that has obtained permanent legal force (inkracht van gewijsde). Errors in assessing the grounds for a Judicial Review can undermine the principles of legal certainty and justice, which are fundamental to the rule of law. This paper analyzes the use of sentencing disparity in corruption cases as a basis for Judicial Review, as recognized by the Supreme Court of Indonesia. The study employs a normative-descriptive research method. The findings indicate that sentencing disparity in corruption cases is multi-causal, suggesting that it does not always constitute a factual matter but may also involve legal considerations. The study concludes that determining sentencing disparity as an instance of judicial error in a Judicial Review must be conducted with due regard to the principle of judicial independence. Furthermore, with the issuance of Supreme Court Regulation No. 1 of 2020 concerning Sentencing Guidelines under Articles 2 and 3 of the Corruption Eradication Law, issues of sentencing disparity should ideally be resolved through ordinary legal remedies such as appeals or cassation
Penilaian Otentik pada Pembelajaran IPA di SD/MI
Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan penilaian otentik pada pembelajaranIPA di SD/MI. Harapannya, tulisan ini dapat dijadikan sebagai panduan bagi gurudalam menyelenggarakan penilaian otentik pada pembelajaran IPA di SD/MI.Istilah penilaian otentik populer digunakan ketika kurikulum 2013 diberlakukan.Ketika kurikulum merdeka mulai diberlakukan istilah yang digunakan adalahpenilaian berkelanjutan. Namun jika dilihat dari sisi kenaturalan bahan yangdinilai dan continuitas penilaiannya maka penilaian otentik ini memiliki relevansidengan penilaian berkelanjutan. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif danjenis penelitian kepustakaan pada penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakanteknik dokumentasi yang didapat dari laman google scholar. Data yang telahterkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Milesdan Huberman yang terdiri dari reduksi data, display data dan verifikasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penilaian otentik pada pembelajaran IPA di SD/MI dapat dilakukan melalui lima strategi, yaitu penilaian sikap diri, penugasan,portofolio, hasil kerja, dan unjuk kerja. Kelima strategi tersebut bisa digunakan olehguru dengan melihat karakteristik tujuan pembelajaran yang hendak dicapai olehguru dalam pembelajaran IPA. Agar kelima strategi tersebut bisa diterapkan denganefektif dan efisien maka guru membuat instrumen penilaian. Instrumen penilaianmerupakan perangkat yang bisa digunakan dalam pengumpulan serta pengolahaninformasi terkait objek dalam menilai ketercapaian tujuan pembelajaran IPA yangdirencanakan. Keterbatasan dari penelitian ini adalah penelitian ini merupakanpenelitian konseptual yang harus diuji dari sisi konseptual melalui kegiataneksperimen atau penelitian lapangan.Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan penilaian otentik pada pembelajaranIPA di SD/MI. Harapannya, tulisan ini dapat dijadikan sebagai panduan bagi gurudalam menyelenggarakan penilaian otentik pada pembelajaran IPA di SD/MI.Istilah penilaian otentik populer digunakan ketika kurikulum 2013 diberlakukan.Ketika kurikulum merdeka mulai diberlakukan istilah yang digunakan adalahpenilaian berkelanjutan. Namun jika dilihat dari sisi kenaturalan bahan yangdinilai dan continuitas penilaiannya maka penilaian otentik ini memiliki relevansidengan penilaian berkelanjutan. Penulis menggunakan pendekatan kualitatif danjenis penelitian kepustakaan pada penelitian ini. Data dikumpulkan menggunakanteknik dokumentasi yang didapat dari laman google scholar. Data yang telahterkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Milesdan Huberman yang terdiri dari reduksi data, display data dan verifikasi. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa penilaian otentik pada pembelajaran IPA di SD/MI dapat dilakukan melalui lima strategi, yaitu penilaian sikap diri, penugasan,portofolio, hasil kerja, dan unjuk kerja. Kelima strategi tersebut bisa digunakan olehguru dengan melihat karakteristik tujuan pembelajaran yang hendak dicapai olehguru dalam pembelajaran IPA. Agar kelima strategi tersebut bisa diterapkan denganefektif dan efisien maka guru membuat instrumen penilaian. Instrumen penilaianmerupakan perangkat yang bisa digunakan dalam pengumpulan serta pengolahaninformasi terkait objek dalam menilai ketercapaian tujuan pembelajaran IPA yangdirencanakan. Keterbatasan dari penelitian ini adalah penelitian ini merupakanpenelitian konseptual yang harus diuji dari sisi konseptual melalui kegiataneksperimen atau penelitian lapangan
Promosi Perpustakaan Melalui Kegiatan Kebun Literasi: Studi Kasus Pada Perpustakaan STAI Masjid Syuhada Yogyakarta
The literacy garden is a trial reading corner held by the Library of Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada (STAIMS) with the uniqueness of combining the library and nature. This is based on the large number of users who come and borrow books from the library regarding the lecture reference collection only, even though the STAIMS Library provides various other reading menus. Starting from here, libraries need to promote their collections so that they are better known to users and so that library collections are effective because they are useful for their users. This research is included in the descriptive qualitative type. Data collection techniques were carried out through participant observation and interviews. The research results show that library promotion through the Literacy Garden are very good based on the Literacy Garden receiving various support and appreciation. Books at the Literacy Garden are selected based on the criteria of interesting titles, light topics, not too thick number of pages and adapting to target visitors. The visitors regretted that the Literacy Garden only stopped here, so researchers recommended that the existence of the Literacy Garden be continued by the STAIMS Library
Digitalisasi Informasi di Museum Muhammadiyah Yogyakarta Sebagai Sarana Inovasi dan Teknologi di Era Digital 5.0
Museums, as institutions preserving historical heritage, face significant challenges in the era of Digital 5.0, where innovation and technology are essential for conveying religious and academic values to the broader society. This study examines the digitalization information at the Muhammadiyah Museum in Yogyakarta, focusing on the innovation of historical information systems as a means of revitalizing ushuluddin values. A qualitative descriptive method is employed, using literature studies and documentation as the primary sources. The findings reveal that digitalization not only facilitates broader access to the Islamic historical narratives promoted by Muhammadiyah but also strengthens the transmission of Islamic values to younger generations in a contextual and interactive manner. This innovation transforms the museum from a mere physical space into a relevant medium for cultural da\u27wah in an era of digital transformation
Keywords: museum digitalization, Islamic information, Muhammadiyah Museum, historical information system, Digital 5.0 er
Peran Abah Anom Dalam Bidang Politik Tahun 1950-2011
Hiroko Horikoshi dalam sebuah penelitiannya menyebutkan bahwa kyai bisa dibedakan dari pengaruh karismanya. Kyai dipercayai memiliki keunggulan secara moral maupun sebagai seorang alim. Oleh karenanya, keberadaan seorang kyai mampu menarik perhatian pejabat-pejabat nasional yang dianggap memeiliki pengaruh tersendiri yang bisa diperhitungkan. KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin merupakan sosok kyai yang memiliki karisma bagi semua kalangan. Kyai yang memimpin Pondok Pesantren Suryalaya sampai tahun 2011 ini ternyata tidak hanya berperan sebagai seseorang yang memiliki andil dalam bidang agama seperti halnya kyai yang lain. Kenyataanya ia memiliki peran lain dalam berbagai bidang diantaranya Politik. Tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui tentang peran yang dilakukan oleh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin sebagai seorang kyai dalam bidang Politik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif, yaitu suatu metode yang bertujuan menggambarkan kenyataan yang terjadi di lapangan meliputi individu, kelompok, gejala dan hubungan antara suatu gejala dengan gejala lain dalam suatu masyarakat. Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian ini melalui empat tahap, yaitu Heuristik, Kritik, Interpretasi dan Historiografi. Dengan metode dan langkah-langkah tersebut maka hasil penemuan penulis antara lain bahwa peran KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin dalam empat bidang tersebut sangat terlihat. Misalnya dalam bidang Politik yang sudah terlihat sejak tahun 1955
Implementasi Filsafat Pendidikan dalam Pembentukan Karakter Murid di Sekolah Dasar: Studi Kualitatif di Kabupaten Purbalingga
Pendidikan karakter di sekolah dasar menjadi salah satu fokus utama dalam upaya membentuk generasi yang berakhlak dan berintegritas. Di Kabupaten Purbalingga, implementasi filsafat pendidikan sebagai landasan dalam pembentukan karakter murid sangat penting untuk diperhatikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana filsafat pendidikan diimplementasikan dalam pembentukan karakter murid di sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi filsafat pendidikan dalam pembentukan karakter murid di lima sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga. Lima sekolah yang diteliti adalah SDN 1 Bajong, SDN 2 Bajong, SDN 3 Bajong, SDN 1 Majasem, dan SD Alam Perwira Purbalingga. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap sekolah memiliki pendekatan yang berbeda dalam menerapkan filsafat pendidikan, tetapi secara umum berfokus pada nilai-nilai karakter seperti disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Data menunjukkan bahwa 85% siswa di SDN 1,2 dan 3 Bajong menunjukkan peningkatan dalam sikap disiplin setelah penerapan program karakter. Temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kurikulum dan strategi pendidikan di sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan orang tua murid, serta observasi langsung di beberapa sekolah dasar tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai-nilai filsafat pendidikan yang diterapkan, seperti nilai-nilai moral, etika, dan kebudayaan lokal yang berpengaruh terhadap karakter murid. Implementasi filsafat pendidikan dalam pembentukan karakter murid di sekolah dasar di Kabupaten Purbalingga menunjukkan hasil yang positif, meskipun masih terdapat tantangan dalam penerapannya
Strategi Dukungan Keluarga dalam Mendukung Perkembangan sosial Anak dengan Down Syndrome berbasis Ekologi Bronfenbrenner
Children with Down Syndrome face complex challenges in physical, cognitive, and social aspects, so they require intensive support from the immediate environment, especially the family. Parental support is a significant factor in shaping children\u27s social skills. This study aims to examine family support strategies in the social development of children with Down Syndrome through the ecological perspective of Bronfenbrenner. The study used a qualitative approach with in-depth interviews and participatory observation of families with children with Down Syndrome. Thematic analysis was conducted to identify forms of family support and the obstacles to providing it. The results of the study show that parental support for children with Down Syndrome includes emotional, social, and educational support. Parents provide affection, involve children in social activities, and accompany the learning and therapy process. However, families face obstacles in the form of limited information, psychological pressure, and limited access to services. To overcome this, adaptive parenting training for parents is recommended, strengthening collaboration between families, schools, and professionals (E.g., Doctors, Psychiatrists, Psychologists, Counselors, Therapists) that create layered support according to Bronfenbrenner\u27s ecological theory, so that children can develop social skills optimally.
Anak dengan Down Syndrome menghadapi tantangan kompleks dalam aspek fisik, kognitif, dan sosial sehingga memerlukan dukungan intensif dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga. Dukungan orang tua menjadi faktor utama dalam membentuk keterampilan sosial anak. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi dukungan keluarga dalam perkembangan sosial anak dengan Down Syndrome melalui perspektif ekologi Bronfenbrenner. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap keluarga yang memiliki anak Down Syndrome. Analisis tematik dilakukan untuk mengidentifikasi bentuk dukungan keluarga dan kendala dalam memberikan dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan orang tua terhadap anak Down Syndrome mencakup dukungan emosional, sosial, dan edukatif. Orang tua memberikan kasih sayang, melibatkan anak dalam aktivitas sosial, serta mendampingi proses belajar dan terapi. Namun, keluarga menghadapi hambatan berupa keterbatasan informasi, tekanan psikologis, dan akses layanan yang terbatas. Untuk mengatasi hal ini, direkomendasikan pelatihan pengasuhan adaptif bagi orang tua, penguatan kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan tenaga professional (Dokter, Psikiater, Psikolog, Konselor, Terapis) yang menciptakan dukungan berlapis sesuai teori ekologi Bronfenbrenner, sehingga anak dapat mengembangkan keterampilan sosial secara optimal
A Qard-Based Microfinance under PNM Mekaar Syariah: A Legal Assessment from the Perspective of Positive Sharia Law and Classical Islamic Jurisprudence
Qard contract, or benevolent loan, is widely recognized in Islamic finance as a non-interest-based instrument aimed at promoting social welfare. PNM Mekaar Syariah utilizes qard-based microfinance to empower women entrepreneurs in Indonesia. This study assesses the legal basis and implementation of qard within this program from the perspectives of positive Sharia law and classical Islamic jurisprudence. This research employs normative legal analysis using primary legal sources, including DSN-MUI fatwas, national regulations, and classical fiqh texts. A comparative approach is used to evaluate convergence and divergence between modern legal frameworks and traditional Islamic thought. Findings reveal substantial alignment between both perspectives regarding the permissibility and objectives of qard. However, divergences emerge in the treatment of administrative fees, group liability, and repayment terms. Classical jurists emphasize the non-commercial, voluntary nature of qard, while positive Sharia law permits institutional adaptations under regulatory oversight. The study highlights the need for policy reforms to harmonize institutional practices with classical ethical principles, especially concerning borrower protection and contract purity. Qard-based microfinance under PNM Mekaar Syariah is legally and ethically viable when guided by maqāṣid al-sharīʿah and strengthened through consistent Sharia governance