Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
4412 research outputs found
Sort by
Analisis Kebijakan Pendidikan Inklusif di Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah: Perspektif Keadilan dan Pemerataan Akses Pendidikan
Pendidikan inklusif menjadi isu strategis dalam upaya mewujudkan keadilan sosial di bidang pendidikan dasar, namun pelaksanaannya di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah masih menghadapi kesenjangan antara regulasi dan praktik. Ketimpangan sumber daya, kapasitas guru, serta persepsi sosial terhadap anak berkebutuhan khusus memperlihatkan bahwa prinsip keadilan yang diamanatkan belum sepenuhnya terwujud. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pendidikan inklusif di Indonesia dari perspektif keadilan distributif dan substantif guna menilai kesetaraan dan pemerataan akses pendidikan. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research) dengan data primer berupa regulasi nasional dan daerah seperti Permendiknas No. 70 Tahun 2009, KMA No. 1 Tahun 2024, dan Perda Jateng No. 2 Tahun 2023. Data sekunder diperoleh dari hasil penelitian relevan dan publikasi ilmiah, kemudian dianalisis dengan teknik content analysis melalui tahapan reduksi, kategorisasi, dan interpretasi berbasis teori justice as fairness (Rawls) dan pluralism and equality (Walzer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan inklusif di Indonesia baru mencapai tahap normatif-administratif dan belum menyentuh keadilan substantif, karena masih terdapat ketimpangan distribusi sumber daya antarwilayah serta lemahnya koordinasi lintas lembaga. Selain itu, banyak sekolah dan madrasah belum mampu menerapkan kurikulum adaptif serta asesmen diferensiatif karena keterbatasan pelatihan guru dan dana afirmatif. Budaya sekolah yang masih sarat stigma terhadap peserta didik disabilitas juga menjadi penghalang terciptanya ekosistem pembelajaran yang benar-benar inklusif. Penelitian ini merekomendasikan reformasi kebijakan melalui pendekatan equity-oriented policy design dengan strategi needs-based funding, penguatan kapasitas guru, serta pembentukan National Inclusive Education Council sebagai wadah koordinasi lintas kementerian. Reformasi ini diharapkan mampu mengubah pendidikan inklusif dari sekadar mandat hukum menjadi instrumen nyata bagi keadilan sosial yang berkelanjutan
Tafsir Maqāṣidī : Genealogi dan Konsep
Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri genealogi dan konseptualisasi Tafsir maqāṣidī sebagai respons terhadap polarisasi ekstrem dalam penafsiran Al-Qur\u27an. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dan teori History Of Ideas Arthur O.Lovejoy , penelitian ini menemukan bahwa tafsir maqāṣidī bukan metode baru, melainkan memiliki akar historis yang kuat. Praktiknya telah dimulai sejak masa sahabat, seperti ijtihad Umar bin Khattab dalam menunda hukuman pencurian (hifz al-nafs) dan kebijakan tanah rampasan perang (i\u27tibar al-maal). Konsep ini kemudian berkembang secara teoritis oleh Imam Syafii, disistematisasi oleh Al-Syatibi, dan dihidupkan kembali di era modern oleh tokoh seperti Ibnu Asyur. Hasil penelitian merumuskan tujuh kaidah utama, meliputi prinsip kemaslahatan sebagai tujuan syariat, keseimbangan antara makna lahiriah dan substansi, serta perbedaan pendekatan antara ibadah yang bersifat tawaqquf dan muamalat yang fleksibel. Studi ini berkontribusi dalam merekonstruksi Tafsir Maqasidi sebagai tradisi keilmuan yang dinamis, adaptif, dan responsif, sekaligus memberikan fondasi teoretis yang kuat bagi pendekatan interpretasi Al-Qur\u27an yang moderat
Strategi manajemen pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kemampuan literasi numerasi selaras dengan SDG 4
This study aims to explore and analyze the effectiveness of Artificial Intelligence (AI)-based learning management strategies in improving numeracy literacy skills of Elementary School Teacher Education (PGSD) students in the era of society 5.0. Using a mixed-method approach, data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and quantitative tests. Interviews involved lecturers, students, and educational technology experts to explore implementation strategies and challenges of AI integration, while observations were conducted to observe the learning process. Quantitatively, the study used a quasi-experimental design by comparing the pre-test and post-test results between the experimental group (using AI) and the control group (conventional learning), each consisting of 32 students. Qualitative results show that AI-based learning management strategies are carried out systematically through needs mapping, selecting appropriate applications (such as GeoGebra AI and ChatGPT), and automatic monitoring of learning outcomes. AI encourages students to be more independent and interactive, although they still face technical constraints such as limited devices and internet networks. Quantitative results show a significant increase in the numeracy literacy skills of students in the experimental group compared to the control group, with the results of the independent sample t-test showing a significance value of 0.000 <0.05 and an average score difference of 10.11 points. These findings demonstrate that AI-based learning strategies are effective in strengthening students’ numeracy literacy and align with the principles of Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). Therefore, AI integration in higher education is highly relevant for advancing sustainable educational practices and preparing future educators to meet the demands of Society 5.0.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis efektivitas strategi manajemen pembelajaran berbasis Kecerdasan Buatan (AI) dalam meningkatkan keterampilan literasi numerasi mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) di era masyarakat 5.0. Menggunakan pendekatan campuran, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan tes kuantitatif. Wawancara melibatkan dosen, mahasiswa, dan ahli teknologi pendidikan untuk menggali strategi implementasi dan tantangan integrasi AI, sementara observasi dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran. Secara kuantitatif, penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test antara kelompok eksperimen (menggunakan AI) dan kelompok kontrol (pembelajaran konvensional), masing-masing terdiri dari 32 mahasiswa. Hasil kualitatif menunjukkan bahwa strategi manajemen pembelajaran berbasis AI dilaksanakan secara sistematis melalui pemetaan kebutuhan, pemilihan aplikasi yang tepat (seperti GeoGebra AI dan ChatGPT), serta pemantauan otomatis terhadap hasil belajar. AI mendorong mahasiswa untuk lebih mandiri dan interaktif, meskipun mereka masih menghadapi kendala teknis seperti keterbatasan perangkat dan jaringan internet. Hasil kuantitatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan literasi numerasi mahasiswa pada kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol, dengan hasil uji t sampel independen menunjukkan nilai signifikansi 0,000 <0,05 dan selisih rata-rata skor sebesar 10,11 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berbasis AI efektif dalam memperkuat literasi numerasi mahasiswa dan sejalan dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 4 (Pendidikan Berkualitas). Oleh karena itu, integrasi AI dalam pendidikan tinggi sangat relevan untuk memajukan praktik pendidikan yang berkelanjutan dan mempersiapkan pendidik masa depan untuk memenuhi tuntutan Masyarakat 5.0
Media visual untuk meningkatkan keterampilan membaca siswa dalam mendukung pendidikan berkualitas SDGs
Reading proficiency is crucial for academic success, yet many university students, including those at Universitas Negeri Yogyakarta, struggle with comprehension due to limited vocabulary, lack of critical thinking, low motivation, and traditional teaching methods; thus, innovative strategies like visual media are needed to foster interest and improve reading skills. One such medium, the wall magazine, has shown promise in primary education but remains underexplored in higher education, prompting this study to evaluate its effectiveness in enhancing students’ reading abilities and to provide insights for more engaging and interactive pedagogical approaches. This study employed a descriptive qualitative method with purposive sampling, involving 39 second-semester English Education students at Yogyakarta State University and several key informants to explore the effectiveness of wall magazine media in enhancing reading skills. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using qualitative descriptive techniques with triangulation strategies to ensure validity and credibility. This study confirms that wall magazine media effectively enhances reading skills by increasing student motivation, comprehension, and engagement. The project-based and collaborative nature of the media fosters critical thinking, creativity, and a sense of ownership in learning. While students and lecturers responded positively, improvements in content updates and display logistics are still needed. Therefore, integrating wall magazine projects into the curriculum offers a sustainable, student-centered approach to developing literacy and 21st-century skills.Kemampuan membaca sangat penting untuk keberhasilan akademis, namun banyak mahasiswa, termasuk di Universitas Negeri Yogyakarta, kesulitan memahami bacaan karena keterbatasan kosakata, kurangnya pemikiran kritis, motivasi rendah, dan metode pengajaran tradisional; oleh karena itu, strategi inovatif seperti media visual diperlukan untuk menumbuhkan minat dan meningkatkan keterampilan membaca. Salah satu media tersebut, majalah dinding, telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam pendidikan dasar tetapi masih kurang dieksplorasi dalam pendidikan tinggi, mendorong penelitian ini untuk mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa dan memberikan wawasan untuk pendekatan pedagogis yang lebih menarik dan interaktif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengambilan sampel yang bertujuan, melibatkan 39 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris semester kedua di Universitas Negeri Yogyakarta dan beberapa informan kunci untuk mengeksplorasi efektivitas media majalah dinding dalam meningkatkan keterampilan membaca. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan strategi triangulasi untuk memastikan validitas dan kredibilitas. Penelitian ini menegaskan bahwa media majalah dinding secara efektif meningkatkan keterampilan membaca dengan meningkatkan motivasi, pemahaman, dan keterlibatan siswa. Sifat media yang berbasis proyek dan kolaboratif menumbuhkan pemikiran kritis, kreativitas, dan rasa kepemilikan dalam pembelajaran. Meskipun mahasiswa dan dosen memberikan tanggapan positif, perbaikan dalam pembaruan konten dan logistik tampilan masih diperlukan. Oleh karena itu, mengintegrasikan proyek majalah dinding ke dalam kurikulum menawarkan pendekatan yang berkelanjutan dan berpusat pada mahasiswa untuk mengembangkan literasi dan keterampilan abad ke-21
Kecerdasan Spiritual dalam Kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah Imogiri: Penyelarasan dengan SDG 4 dan Peningkatan Kesejahteraan Siswa
This study aimed to develop a conceptual model for fostering students’ spiritual intelligence through the ISMUBA curriculum at SMA Muhammadiyah Imogiri, Indonesia, with a focus on promoting sustainable educational practices in alignment with Sustainable Development Goal 4 (Quality Education). It employed a qualitative case study design and purposive sampling; participants comprised students from grades X–XII, ISMUBA teachers, and school management as key informants. Data were collected through semi-structured interviews, participant observation, and documentary analysis of the curriculum and school programs. Thematic analysis was used to identify patterns in the integration of spiritual values, and findings were linked to theories of spiritual intelligence and Islamic education through literature synthesis. The results revealed that the six ISMUBA subjects Al-Qur’an and Hadith, Aqidah Akhlak, Fiqh, History (Tarikh), Muhammadiyah Studies, and Arabic collectively enhanced students’ transcendental awareness, meaning-making, ritual discipline, empathy, and social responsibility, all of which contribute to the realization of SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions). The proposed model explained implementation mechanisms such as interactive-reflective approaches, teacher exemplarity, habitual religious practices, and adaptation to contemporary issues. The implications of this research provide a practical framework for Muhammadiyah educators and curriculum developers to strengthen the spiritual dimension in teaching.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model konseptual dalam memfasilitasi pengembangan kecerdasan spiritual siswa melalui kurikulum ISMUBA di SMA Muhammadiyah Imogiri, Indonesia, dengan fokus pada promosi praktik pendidikan berkelanjutan yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 4 (Pendidikan Berkualitas). Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan pengambilan sampel purposif; partisipan terdiri dari siswa kelas X–XII, guru ISMUBA, dan manajemen sekolah sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipan, dan analisis dokumenter terhadap kurikulum dan program sekolah. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola-pola dalam integrasi nilai-nilai spiritual, dan temuan dihubungkan dengan teori kecerdasan spiritual dan pendidikan Islam melalui sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam mata pelajaran ISMUBA: Al-Qur’an dan Hadits, Aqidah Akhlak, Fiqh, Sejarah (Tarikh), Studi Muhammadiyah, dan Bahasa Arab, secara kolektif meningkatkan kesadaran transendental siswa, pembentukan makna, disiplin ritual, empati, dan tanggung jawab sosial, yang semuanya berkontribusi pada tercapainya SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat). Model yang diusulkan menjelaskan mekanisme implementasi seperti pendekatan interaktif-reflektif, keteladanan guru, kebiasaan praktik keagamaan, dan adaptasi terhadap isu-isu kontemporer. Implikasi dari penelitian ini memberikan kerangka praktis bagi pendidik Muhammadiyah dan pengembang kurikulum untuk memperkuat dimensi spiritual dalam pengajaran
تأثير طريقة Make a Match في تعليم المفردات لطلاب الفصل السابع بالمدرسة الحكومية المتوسطة 1 سوجيو لامونجان
Abstract
This study aims to examine the effect of the Make a Match method on Arabic vocabulary (mufrodat) learning among seventh-grade students at SMP Negeri 1 Sugio Lamongan. Field observations revealed several factors contributing to students’ low comprehension and engagement during the learning process. One key issue is the lack of student practice in mufrodat, such as memorization or interactive activities, as the teaching methods predominantly used by teachers rely on the traditional qirā’ah wa tarjamah (reading and translation) approach. This limited practice has led to suboptimal vocabulary acquisition. Therefore, there is a need for a more effective instructional method to enhance students’ mastery of mufrodat. This research adopts a quantitative approach using a quasi-experimental method with a pretest-posttest control group design. Data were collected through observation, interviews, and vocabulary mastery tests. The results show that the experimental group achieved a higher post-test average score (91.72) compared to the control group (74.03). An independent sample t-test yielded a significance value of 0.00 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference between the groups. Thus, the Make a Match method significantly improves vocabulary learning compared to traditional teaching methods.
Keywords: Make a Match method; Arabic vocabulary; Arabic learning.
مستخلص
يهدف هذا البحث لمعرفة تأثير طريقة Make a Match في تعليم المفردات لطلاب الفصل السابع بالمدرسة الحكومية المتوسطة 1 سوجيو لامونجان. وقد أظهرت الملاحظة الميدانية وجود عدة عوامل تؤثر سلباً على فهم الطلاب وتعلمهم أثناء عملية التعليم، من أبرزها ضعف ممارسة الطلاب للمفردات، كالحفظ أو اللعب، لأن الطريقة المستخدمة في تعليم المفردات يكتفي به المعلم بطريقة القراءة والترجمة فحسب. هذا النقص في التدريب يؤدي إلى ضعف في إتقان الطلاب للمفردات. ومن هنا تبرز الحاجة إلى اعتماد طرق تدريسية جديدة تسهم في تحسين تعلم المفردات. اعتمد البحث على المنهج الكمي باستخدام التصميم شبه التجريبي (Quasi-Experimental) بتصميم المجموعة الضابطة ذات الاختبار القبلي والبعدي. تم جمع البيانات من خلال الملاحظة، والمقابلة، واختبارا استيعاب المفردات. أظهرت نتائج البحث أن متوسط درجات طلاب المجموعة التجريبية في الاختبار البعدي بلغ 91.72، وهو أعلى من متوسط درجات المجموعة الضابطة الذي بلغ 74.03. كما أظهر التحليل الإحصائي باستخدام اختبار (t) لعينتين مستقلتين أن قيمة الدلالة بلغت 0.00 (p < 0.05)، مما يدل على وجود فرق دال إحصائياً بين المجموعتين. وتشير هذه النتائج إلى أن طريقة Make a Match لها تأثير إيجابي وفعّال في تحسين تعليم المفردات مقارنة بالطرق التقليدية السابقة.
الكلمات الرئيسية: طريقة Make a Match؛ تعليم المفردات؛ اللغة العربية.
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Make a Match terhadap pembelajaran kosakata bahasa arab siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Sugio Lamongan. Berdasarkan fenomena yang terjadi di lapangan terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya pemahaman dan pembelajaran siswa selama proses belajar. Salah satunya adalah kurangnya siswa untuk berlatih mufrodat, seperti menghafal atau bermain, karena metode pengajaran yang digunakan guru selama ini hanya terbatas pada qiroah wa tarjamah. Minimnya latihan ini menyebabkan penguasaan mufrodat siswa tidak optimal. Sehingga diharapkan adanya metode pembelajaran yang bisa meningkatkan pembelajaran mufrodat siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental dan desain pretest-posttest control group design. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes penguasaan kosakata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai post-test siswa pada kelas eksperimen sebesar 91,72, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 74,03. Uji statistik menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,00 (p < 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, metode Make a Match terbukti berpengaruh dalam meningkatkan pembelajaran mufrodat siswa dibandingkan metode pembelajaran terdahulu.
Kata Kunci: Metode Make a Match; Pembelajaran Mufrodat; Bahasa Arab
The Silent Communication of Penghayat Kepercayaan: Identity Negotiation and Co-cultural Strategies in a Muslim-Majority Community
This research highlights the paradox of pluralism in Indonesia, where Penghayat Kepercayaan (indigenous faith practitioners) frequently employ defensive communication strategies despite having constitutional guarantees. This study aims to analyze the phenomenon of \u27Silent Communication\u27 within the Paguyuban Budaya Bangsa (PBB) community in Kebumen as a mechanism for identity negotiation amidst a Muslim-majority society. Utilizing a qualitative collective case study approach framed by Co-Cultural Theory and Impression Management, this research dissects how minority groups construct communication boundaries. The findings demonstrate that this community adopts \u27Pseudo-Administrative Affiliation\u27 and \u27Digital Silence\u27 as primary survival strategies. Furthermore, the study identifies an internal \u27Spiral of Silence\u27 within the organization that obstructs leadership regeneration and reveals that the younger generation continues to practice self-censorship in digital spaces despite achieving legal recognition. This research concludes that minority silence is not merely a cultural trait but a structural response to social insecurity, necessitating an ethical shift from the majority group to foster inclusive dialogue. Moreover, the Muslim community—theologically anchored by the principles of la ikraha fiddin (no compulsion in religion), qaulan layyinan (gentle speech), and haqqul jawar (the rights of neighbors)—is challenged to actualize these values in daily practice, spanning administrative policies, social interactions, and digital media ethics
Pemberdayaan Kader PKK Melalui Pelatihan Produksi Lilin Aromaterapi dalam Pemanfaatan Minyak Jelantah di Desa Babakan, Pangandaran
This Community Service Program aims to provide outreach and training on making aromatherapy candles from used cooking oil to women PKK cadres in Babakan Village, as an effort to reduce used cooking oil waste while increasing environmental awareness. The method used in this service uses the Participatory Action Research (PAR) method, a research approach that prioritizes the active involvement of participants in every stage of the research process, from planning to implementation and evaluation. Based on the identification of problems and potential uses of used cooking oil, education is provided in the form of empowerment about training on the benefits of using used cooking oil and its environmentally friendly management. Demonstrations are carried out to introduce aromatherapy candle making techniques. The results of the training show an increase in the knowledge and skills of women PKK cadres in processing used cooking oil waste into economically valuable products, furthermore, this activity has also succeeded in having a positive impact in reducing environmental pollution and opening new business opportunities for the community that can be used as a model for sustainable waste management in other area
Strengthening Qur’anic Education Through a Qur’an Waqf Program: A Participatory Community Engagement Model
The Program of Wakaf Kitabullah (WAFI) is a community service initiative aimed at improving the quality of Qur’anic learning facilities in Merbuh Village, Singorojo District, Kendal Regency. This pro-gram was developed based on observational findings indicating that several Qur’anic Learning Centers or Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) in the village experienced shortages of mushaf, both in terms of quantity and physical condition, which hindered Qur’an reading and writing activities as well as stu-dents’ independent learning. The program was implemented using a participatory community en-gagement approach, involving university students participating in the Community Service Program, or Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dompet Dhuafa Central Java, Gramedia Semarang Pandanaran, village au-thorities, and TPQ teachers. The activities included needs assessment, donation fundraising, a formal handover ceremony, and direct distribution of mushaf to five TPQs and one mosque. A total of 158 mushaf were successfully collected and distributed based on the level of need of each institution. The program’s impact was reflected in improved reading comfort and fluency, increased student learning motivation, and enhanced quality of instructional interaction. Moreover, the program strengthened social awareness, waqf culture, and community collaboration. The WAFI program demonstrates that multi-stakeholder synergy through a waqf-based scheme can make a significant contribution to im-proving the quality of Qur’anic education in rural areas
Evaluasi Manajemen Dakwah di Era Globalisasi: Studi Literatur Tantangan dan Solusi
Da\u27wah management in the globalization era faces challenges such as technological advancements, cultural pluralism, and weak professionalism. Digital technology provides broader opportunities for da\u27wah through social media and applications but also poses threats of secularism and the spread of information that may not align with Islamic values. Cultural pluralism demands a more flexible da\u27wah approach to be accepted by a heterogeneous society. This study employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data were collected through literature studies and observations of da\u27wah practices in the digital era. The findings indicate that optimizing technology, adopting an inclusive approach, and contextualizing da\u27wah messages are essential to enhancing the effectiveness of da\u27wah management. With adaptive and professional strategies, Islamic da\u27wah can continue to develop and contribute to building a better civilization