Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
    4412 research outputs found

    Manajemen Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan melalui Pendekatan Holistik dan Integratif

    No full text
    Pemberdayaan masyarakat sebagai strategi penting dalam pembangunan berkelanjutan yangmenekankan keterpaduan antara dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Namun, praktik dilapangan masih menghadapi tantangan berupa fragmentasi program, keterbatasan partisipasimasyarakat, serta kurangnya integrasi antar-aspek pembangunan. Penelitian ini bertujuanmerumuskan pendekatan holistic dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan, melalui studiliteratur dengan mengkaji teori, praktik, dan best practices dari berbagai sumber ilmiah dalamsepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemberdayaan yang berorientasi padakeberlanjutan harus mengedepankan sinergi antara peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat,penguatan kohesi sosial, dan pelestarian lingkungan hidup. Pendekatan yang diusulkanmenekankan pentingnya peran budaya lokal dan pemanfaatan teknologi sebagai katalis dalammempercepat transformasi. Integrasi ini mampu menghasilkan kerangka manajemen yangholistik, partisipatif, dan adaptif terhadap dinamika global. Penelitian ini menyimpulkan bahwakeberhasilan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhanekonomi, tetapi juga dari terbangunnya kesadaran kolektif, keadilan sosial, serta keberlanjutanekologi. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis bagi pengembanganilmu pemberdayaan masyarakat, sekaligus menawarkan rekomendasi praktis bagi pemerintah,lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal dalam merancang strategi pembangunanyang inklusif dan berkelanjutan

    Empowering Microfinance Institutions through Credit Risk Analysis Training: Experience from Pecangaan, Jepara

    No full text
    Kredit macet merupakan salah satu risiko kredit yang dihadapi lembaga keuangan. Dalam 10tahun terakhir, di Jepara, terdapat 5 lembaga keuangan mikro terutama koperasi gagal dalammengelola risiko kredit yang menyebabkan hilangnya uang masyarakat. Analisa pembiayaandan “Kalkulator Risiko” merupakan langkah preventif bagi lembaga untuk meminimalkan risikokredit yang mungkin muncul. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihananalisa keuangan dan penggunaan “Kalkulator Risiko” untuk karyawan koperasi di lingkunganKecamatan Pecangaan, Jepara. Metode pelakanaan pengabdian terdiri dari sosialisasi penyusunan“Kalkulator Risiko”, pelatihan Analisa pembiayaan, simulasi dan pelatihan penggunaanKalkulator Risiko serta monitoring dan evaluasi. “Kalkulator Risiko” memiliki kriteria dan bobotyang dapat dipilih sesuai dengan karakteristik nasabah. Output dari “Kalkulator Risiko” adalahlembar persetujuan yang memuat skor calon nasabah dalam 3 kategori yaitu ditolak (skor < 300),direkomendasikan (300 – 350), dan diterima (skor > 350). Kalkulator Risiko cukup potensialuntuk digunakan pada lembaga keuangan mikro sejenis, namun perlu melakukan penyesuaiandengan karakteristik masing-masing lembaga. Hasil dari program pengabdian ini adalah melaluiKalkulator Resiko maka mitra mampu melakukan analisa pembiayaan dengan objektif dariberhati-hati

    Reassessing the Intellectual Legacy of Saifuddin Zuhri (1919-1986): His Contributions to Nationalism and Islamic Moderation

    No full text
    Saifuddin Zuhri was a prominent Indonesian independence activist, Muslim intellectual, and Minister of Religious Affairs whose work significantly shaped discourses on nationalism and Islamic moderation in postcolonial Indonesia. This study reassesses his intellectual legacy by examining his writings, speeches, policies, and organizational activities to understand better his role in fostering the integration of national identity and moderate Islamic values. This research employs a qualitative-historical approach with discourse analysis. Primary sources include Zuhri\u27s publications, speeches, Ministry of Religious Affairs archives, and organizational records from 1920 to 1986. Secondary sources consist of biographies, historical articles, and relevant academic studies. The data were thematically coded to trace narratives on nationalism, tolerance, religious education, and moderation policies. Triangulation of sources and chronological mapping were used to ensure the reliability and validity of interpretations. Findings indicate that Zuhri pursued a dual strategy: (1) reinforcing national identity through inclusive rhetoric positioning Islam as a constructive element of the nation; and (2) promoting moderation via religious education reform, inter-sectarian dialogue, and policies emphasizing social accommodation. The analysis reveals tensions between his reformist ideals and institutional political constraints, yet his influence is evident in Ministry policies and more tolerant community religious practices. This study confirms Zuhri\u27s legacy as relevant to contemporary discourses on moderate Islam in Indonesia and offers a historical model for integrating religion and nationalism

    Aksiologi Pembelajaran Humanis-Religius di Madrasah Ibtidaiyah: Menemukan Nilai dan Tujuan Ilmu dalam Era Modern

    No full text
    Pendidikan Islam pada hakikatnya berfungsi membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Namun, perkembangan pendidikan modern cenderung menekankan aspek kognitif dan instrumental sehingga nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan mulai terpinggirkan. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan aksiologis antara tujuan ideal pendidikan Islam dengan praktik pembelajaran di lembaga dasar, khususnya Madrasah Ibtidaiyah. Artikel ini bertujuan menganalisis dasar aksiologis pembelajaran humanis-religius serta relevansinya terhadap arah dan tujuan ilmu dalam konteks modern. Kajian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan filsafat pendidikan Islam, berfokus pada dimensi aksiologi yang menelaah nilai dan tujuan ilmu. Data diperoleh dari literatur klasik dan modern, seperti karya Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Al-Attas, dan pemikir pendidikan kontemporer seperti Rogers, Freire, dan Kuntowijoyo. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran humanis-religius merupakan wujud penerapan nilai aksiologis Islam, yaitu integrasi antara rasionalitas, moralitas, dan spiritualitas dalam proses pendidikan. Dengan menempatkan ilmu sebagai sarana pengabdian kepada Allah dan kemaslahatan manusia, Madrasah Ibtidaiyah dapat menjadi ruang pembentukan generasi beradab dan berjiwa religius di tengah tantangan modernitas

    Optimalisasi Sudut Baca untuk Meningkatkan Literasi Bagi Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bagaimana optimalisasi sudut baca mempengaruhi kemampuan literasi di kalangan siswa sekolah dasar. Latar belakang dari penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa tingkat literasi membaca di Indonesia masih tergolong rendah. Fenomena ini menjadi perhatian serius, mengingat literasi membaca merupakan salah satu keterampilan dasar yang sangat penting dalam perkembangan pendidikan dan pengetahuan masyarakat. Rendahnya kemampuan membaca tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berpengaruh pada kemajuan sosial dan ekonomi negara secara keseluruhan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen, melibatkan dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mendapatkan perlakuan optimalisasi sudut baca dan kelompok kontrol tanpa perlakuan. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, dan wawancara terhadap siswa dan guru, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen, dengan minat baca meningkat sebesar 40% dan skor tes literasi naik 15 poin, dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 10% dan 3 poin. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan tersebut meliputi ketersediaan buku yang beragam, desain sudut baca yang nyaman, serta kegiatan interaktif seperti membaca bersama dan diskusi buku. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi sudut baca dapat menjadi strategi efektif dalam mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan membangun budaya membaca di sekolah dasar

    A Comparative Study of Compulsory Bequests (Wasiat Wajibah) in Islamic Inheritance Law: The Cases of Indonesia and Egypt

    No full text
    This study presents a comparative legal analysis of wasiat wajibah (compulsory bequests) as implemented in Indonesia and Egypt, exploring how both Muslim-majority countries adapt Islamic inheritance principles to address the needs of non-heirs such as adopted children, stepchildren, and descendants of predeceased heirs. Rooted in classical Islamic jurisprudence, wasiat traditionally functioned as a voluntary bequest. However, modern legal systems in Indonesia and Egypt have transformed it into a compulsory mechanism to promote social justice and protect vulnerable individuals excluded under traditional fara’id rules. The study examines the integration of Sharia into national legal frameworks—Indonesia’s dual legal system and Egypt’s centralized civil law model—and analyzes key statutory provisions, judicial circulars, and landmark jurisprudence. Indonesian law, notably through the Kompilasi Hukum Islam and Supreme Court circulars, has broadened wasiat wajibah to include non-Muslim heirs and children of unregistered marriages. Egypt’s Law No. 71 of 1946 similarly mandates bequests for grandchildren. Through doctrinal and comparative methods, this study highlights both countries’ reliance on maslahah (public interest) and ijtihad (independent reasoning) in legal reform. The study concludes by addressing challenges related to legal certainty, access to justice, and the potential for broader Islamic legal modernization informed by context-sensitive interpretation

    Legal Protection in Sharia Securities-Based Crowdfunding: A Normative Review of Dual Regulation

    No full text
    Sharia Securities-based crowdfunding (Sharia SBC) has emerged as a novel financial innovation that integrates Islamic principles with financial technology, expanding investment access in Indonesia. However, this development has also created significant regulatory gaps and legal risks related to data protection, Sharia compliance, information asymmetry, and weak dispute resolution mechanisms. This study examines the adequacy of Indonesia’s dual regulatory model, the Financial Services Authority (OJK) and the National Sharia Council (DSN-MUI), in protecting investors and ensuring Sharia compliance in SBC. Using normative legal methods combined with comparative and policy-oriented approaches, the study identifies the lack of binding force in DSN-MUI fatwas, the limited role of the Sharia Supervisory Board, and weak enforcement of data security and disclosure standards. Comparative studies from Malaysia and Bahrain suggest that integrating Sharia audits and a centralized dispute resolution mechanism can strengthen legal certainty. These findings underscore the need for regulatory reforms to render DSN-MUI fatwas legally binding, establish a Sharia arbitration body, and mandate annual Sharia compliance audits for SBC operators. These recommendations aim to improve legal certainty, investor protection, and the integrity of Shariabased financial technology in Indonesia

    The Politicization of Religion and Law Enforcement in Indonesia\u27s Democratic Elections: An Islamic Legal Perspective

    No full text
    The politicization of religion in Indonesia\u27s democratic elections represents a structural challenge that disrupts constitutional governance, weakens legal neutrality, and conflicts with the normative principles articulated in al-Māwardī\u27s fiqh siyāsah dustūriyyah. While existing scholarship has addressed the interplay between religion and politics, few studies examine how the strategic manipulation of religious symbols and clerical authority erodes institutional integrity when analysed through al-Māwardī\u27s framework of governance. This study investigates the mechanisms and consequences of religious politicization by integrating key concepts of al-Māwardī, such as ʿadl (justice), amānah (trust), wilāyah al-qaḍā\u27 (judicial authority), and ḥisbah (public oversight) as constitutional ethical standards for political conduct. Utilising a qualitative descriptive method and case study approach, the research analyses interactions among political elites, religious actors, and law enforcement bodies to understand how these relationships influence decision-making processes. The findings reveal three constitutional distortions: the instrumentalisation of religious narratives to delegitimise political opponents; the intervention of religious groups in judicial processes that threaten the independence of legal institutions; and transactional alliances that compromise the objectivity of state authority. From the perspective of al-Māwardī\u27s fiqh siyāsah, these practices violate maqāṣid al-sharīʿah, especially the preservation of justice, intellect, and social cohesion, and contradict the constitutional ethics expected of legitimate governance. This study concludes that religious politicization functions as a systemic threat to the rule of law, undermines public trust, and deviates from al-Māwardī\u27s normative model of just political authority. The research contributes a jurisprudential framework demonstrating how fiqh siyāsah dustūriyyah can guide ethical and accountable governance in contemporary Muslim-majority political systems

    A Gender-Just Perspective on the Qur’anic Narrative of Adam and Eve: Creation, Relationality, and Descent to Earth

    No full text
    This study reexamines the Qur’anic narrative of the creation, relationship, and descent to earth of Adam and Eve through a gender-just interpretive framework. Classical interpretations have often portrayed women as secondary beings or as the primary cause of humanity’s misfortune, views largely shaped by patriarchal assumptions rather than grounded in the Qur’anic text itself. Employing a literature-based qualitative approach and a thematic exegesis (tafsīr maudhu‘ī), this study examines key Qur’anic verses including Surah 4:1, 7:11–27, 20:115–122, and 39:6, by comparing traditional exegetical perspectives with contemporary gender-sensitive interpretations. The findings demonstrate that the Qur’an affirms the ontological equality of men and women through the concept of nafs wāḥidah (a single shared essence) and does not attribute exclusive responsibility for humanity’s earthly descent to Eve. This article contributes to Qur’anic gender studies by reconstructing the Adam–Eve narrative as one that emphasizes collective moral responsibility and mutuality, in accordance with the Qur’an’s broader principles of justice, reciprocity, and gender equality

    Upaya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Satria Tama Purwokerto Dalam Menanamkan Jiwa Kewirausahaan Bagi Siswa

    No full text
    Abstract PKBM Satria Tama Purwokerto was established on February 14, 2006, as an equivalency education institution focused on community empowerment and reducing school dropout rates. The institution provides Package A, B, and C programs using modules from the Ministry of Education, and involves 92 students and 8 tutors. In addition to academic learning, PKBM also provides skills training such as fish farming and urban agriculture to improve students\u27 practical competencies and environmental awareness. The Merdeka Curriculum, with the theme P5 "Sustainable Living," is implemented to instill values ​​of environmental concern. This study used field research methods using interview, observation, and documentation techniques to gather data from administrators, tutors, and students. The results show that PKBM Satria Tama plays a significant role in expanding educational access for communities unable to attend formal education. The training programs implemented have been proven to increase economic independence and environmental awareness among students. With B accreditation and community support, PKBM continues to innovate post-pandemic. Overall, PKBM Satria Tama not only functions as an alternative educational institution, but also as a forum for community empowerment towards a productive, sustainable, and independent life. Keywords Equality Education, Community Empowerment, Independent Curriculum, PKBM Satria Tama Purwokerto   Abstrak PKBM Satria Tama Purwokerto berdiri pada 14 Februari 2006 sebagai lembaga pendidikan kesetaraan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pengentasan putus sekolah. Lembaga ini menyelenggarakan program Paket A, B, dan C dengan modul dari Kementerian Pendidikan, serta melibatkan 92 peserta didik dan 8 tutor. Selain pembelajaran akademik, PKBM juga mengadakan pelatihan keterampilan seperti budidaya ikan dan pertanian kota untuk meningkatkan kompetensi praktis dan kesadaran lingkungan peserta didik. Kurikulum Merdeka dengan tema P5 “Kehidupan Berkelanjutan” diterapkan guna menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk menggali data dari pengelola, tutor, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKBM Satria Tama berperan penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak dapat mengikuti pendidikan formal. Program pelatihan yang dijalankan terbukti meningkatkan kemandirian ekonomi dan kepedulian lingkungan warga belajar. Dengan akreditasi B dan dukungan masyarakat, PKBM terus berinovasi pascapandemi. Secara keseluruhan, PKBM Satria Tama tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan alternatif, tetapi juga sebagai wadah pemberdayaan masyarakat menuju kehidupan yang produktif, berkelanjutan, dan mandiri. Kata Kunci Pendidikan Kesetaraan, Pemberdayaan Masyarakat, Kurikulum Merdeka, PKBM Satria Tama Purwokerto &nbsp

    619

    full texts

    4,412

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇