Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
    4412 research outputs found

    Analisis Strategi Implementasi Pengajaran Pedoman Baca Al-Qur’an Pada Siswa Di SMK Ma’arif Suradadi Kabupaten Tegal

    No full text
    Artikel ini membahas prinsip-prinsip ajaran Islam yang mengatur kehidupan dunia dan akhirat bersumber dari wahyu Ilahi, sebagaimana tertuang dalam Al-Qur\u27an dan Hadits Nabi. Para sarjana teologi dan ahli tafsir mempelajari teks-teks tersebut secara mendalam, tidak hanya untuk memperoleh pahala sebagai bentuk ibadah, tetapi juga untuk menjaga integritas ilmiah dalam merumuskan pedoman hidup yang berkontribusi terhadap pengembangan pemikiran dan kebudayaan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tujuan utama memberikan pemahaman yang mendalam tentang fenomena yang diamati. Data dikumpulkan dari berbagai sumber referensi, seperti wawancara, catatan lapangan, arsip pribadi, catatan harian, dan dokumen resmi lainnya. Metode penelitian ini melibatkan diskusi kelompok dengan para penghafal Al-Qur\u27an di kalangan siswa di SMK Ma\u27arif NU Suradadi di Kabupaten Tegal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajaran metode menghafal AlQur\u27an melibatkan tiga tahap utama: (1) , tahap persiapan, yang meliputi penyediaan fasilitas, penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan tinjauan bersama; (2) tahap implementasi, yang terdiri dari kegiatan review, talaqi (referensi) untuk penguasaan hafalan baru, dan pelaporan hasil hafalan; (3) tahap evaluasi, yang meliputi evaluasi mingguan, bulanan, tengah semester (triwulanan), dan akhir semester. Faktor pendukung implementasi metode ini berkaitan dengan lokasi, materi, dan jadwal pembelajaran yang teratur, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, terutama untuk hafalan dan pemahaman karakteristik siswa

    The Role of Chatgpt and Generative Artificial Intelligence in Shaping the Future of Islamic Teacher\u27s Effectiveness in Southern Pakistan

    No full text
    A Generative Artificial Intelligence (AI) technology like ChatGPT is becoming an effective asset in changing how people worldwide study in the new age of the fast-paced technological revolution. Nevertheless, its translation to pedagogy in rural and religious settings is poorly investigated. This paper examines the use of ChatGPT and generative AI to improve teacher effectiveness in secondary schools in the region of Southern Pakistan and on gender-based analyses. Even though the concept of AI-based education has become an item of interest to the entire world, there is a significant research gap in the application of AI in the classroom, the preparedness of the instructional staff, and gender disparities in under-resourced education settings in, such as Kot Addu. This will be determined by research that seeks to (1) establish the level of ChatGPT and AI adoption among teachers in Islamic secondary schools, (2) how generative AI is affecting teacher effectiveness, lesson planning, and student interaction, and (3) the differences in the perceptions and application of these tools by male or female teachers. A structured questionnaire was further used in a quantitative method of research administered to a group of 440 Islamic secondary school teachers in the Kot Addu District. The analysis of the data was performed using the SPSS 2021, where descriptive statistics, t-test, and correlation analysis were used. The most significant results demonstrate average rates of AI integration, which positively impact instructional innovation and teacher-student interaction. It\u27s interesting to note that there were gender differences, with male teachers using the generative AI tools more actively and with a little more confidence than their female counterparts. In order to empower all educators, the research article highlights the necessity of inclusive digital policies and targeted training activities. These findings have practical ramifications for education executives and policymakers who wish to bridge the digital divide in the context of Islamic education in southern Pakistan

    Dinamika Bullying di Sekolah Menengah Pertama : Analisis Bentuk, Reaksi, Dampak, dan Pandangan Islam

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk perilaku, reaksi, dan dampak terhadap korban bullying di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara terhadap 60 siswa dari 12 SMP di Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying terjadi dalam bentuk verbal dan non-verbal (fisik dan sosial). Reaksi korban terhadap perilaku bullying cenderung pasif, yaitu diam, menceritakan kepada orangtua, dan melaporkan kepada guru. Dampak yang dirasakan oleh korban bullying meliputi permasalahan dan gangguan psikologis, kesulitan membangun hubungan sosial, serta penurunan performa akademik. Hasil penelitian ini sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan tentang pentingnya perlindungan terhadap kehormatan dan kesejahteraan psikologis individu, sebagaimana dijelaskan dalam prinsip hifz al-nafs (perlindungan jiwa) dan hifz al-‘irdh (perlindungan kehormatan) dalam maqasid syariah. Penelitian ini mengidentifikasi pentingnya perlindungan psikososial yang efektif terhadap korban di lingkungan sekolah, serta menuntut peran aktif orang tua dalam memberikan ruang aman bagi anak-anak mereka, sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan pentingnya kasih sayang dan penghargaan terhadap martabat setiap individu.    

    Infrastruktur, Aksi Kolektif, dan Nilai-Nilai Islam: Telaah Manajemen Operasional Program TMMD di Desa Selat Beting

    No full text
    This study analyzes the operational management of the TMMD program in enhancing the efficiency and effectiveness of infrastructure development in Selat Beting Village, Labuhanbatu Regency. A qualitative descriptive method was employed, utilizing William N. Dunn’s policy evaluation framework. Data were collected through observation, interviews, and documentation to assess the management performance of this government program. The findings demonstrate that the TMMD program has been implemented effectively with an achievement rate of 103 percent and efficiently with a ratio of 4.38 kilometers per rupiah through proper planning, execution, and supervision. Efficiency was achieved by optimizing resources and fostering cross-sector collaboration, while effectiveness was reflected in improved access, infrastructure quality, and community participation. From an Islamic economics perspective, the program embodies the principles of justice, trustworthiness (amanah), prohibition of wastefulness (israf), collective cooperation (taawun), and the pursuit of public welfare (maslahah).Studi ini menganalisis manajemen operasional program TMMD dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembangunan infrastruktur di Desa Selat Beting, Kabupaten Labuhanbatu. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan kerangka evaluasi kebijakan William N. Dunn. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk menilai kinerja manajemen program pemerintah ini. Temuan menunjukkan bahwa program TMMD telah dilaksanakan secara efektif dengan capaian 103 persen dan efisien dengan rasio 4,38 kilometer per rupiah melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan yang tepat. Efisiensi dicapai dengan optimalisasi sumber daya dan kolaborasi lintas sektor, sedangkan efektivitas tercermin dari meningkatnya akses, kualitas infrastruktur, dan partisipasi masyarakat. Dari perspektif ekonomi Islam, program ini mencerminkan prinsip keadilan, amanah, larangan pemborosan (israf), kerja sama kolektif (taawun), dan upaya mewujudkan kemaslahatan (maslahah)

    Menghidupi Kesalehan di Panggung Global: Personal Branding, Narasi Kultural, dan Pembentukan Reputasi Dian Pelangi dalam Industri Mode Muslim

    No full text
    This study examines how Dian Pelangi, a prominent Indonesian modest fashion designer, develops her global brand in the Muslim fashion industry. Using qualitative content analysis of social media and digital publications within the STP framework (Segmentation, Targeting, Positioning), the research shows that she targets digitally literate Muslim women aged 18 to 40 and middle to upper class Muslims, expanding her reach to the global diaspora through collaborations with international designers and institutions. She positions herself as a pioneer of Indonesian modest fashion by integrating religious values, global trends, and local heritage such as batik and tenun. Her reputation is strengthened through participation in international events including New York Fashion Week, Istanbul Modest Fashion Week, and recognition in Forbes 30 Under 30 Asia. Digital analysis indicates that her New York Fashion Week content generated the highest engagement with 51600 views and 497 comments, highlighting the importance of global visibility.Penelitian ini mengkaji bagaimana Dian Pelangi, desainer busana muslim terkemuka Indonesia, membangun reputasi global dalam industri fesyen muslim. Dengan analisis konten kualitatif terhadap media sosial dan publikasi digital dalam kerangka STP (Segmentasi, Targeting, Positioning), penelitian menunjukkan bahwa ia menyasar perempuan muslim berusia 18–40 tahun yang melek digital serta kalangan menengah hingga atas, sekaligus merambah diaspora global melalui kolaborasi dengan desainer dan institusi internasional. Dian Pelangi memosisikan diri sebagai pionir modest fashion Indonesia dengan mengintegrasikan nilai religius, tren global, dan warisan lokal seperti batik dan tenun. Reputasinya diperkuat oleh partisipasi dalam ajang internasional, termasuk New York Fashion Week, Istanbul Modest Fashion Week, serta pengakuan dalam Forbes 30 Under 30 Asia. Analisis digital menunjukkan konten New York Fashion Week memperoleh interaksi tertinggi dengan 51600 tayangan dan 497 komentar, menegaskan pentingnya visibilitas global dalam pembentukan citra merek

    Penerapan Fungsi Manajemen dalam Program Tahfiz Al-Qur’an

    No full text
    Fungsi manajemen dalam program tahfiz Al-Qur’an di TPQ memiliki peran krusial dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Islam. TPQ sebagai lembaga Pendidikan nonformal menjadi wadah utama bagi anak-anak untuk mengenal dan mencintai Al-Qur’an, bukan hanya dari sisi membaca tetapi juga menghafalnya. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan manajemen program tahfiz Al-Qur’an di TPQ Darul Falah Tambaksari Kidul, Kembaran, Banyumas. Fokus utama penelitian mencakup lima aspek manajerial, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, memotivasi, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program tahfiz Al-Qur’an di TPQ Darul Falah menerapkan manajemen program tahfiz dengan baik dan menjadikannya sebagai program unggulan. Santri diwajibkan menghafal mulai dari juz ‘amma hingga mulai juz 1, serta dibekali dengan pembelajaran fiqih. Namun, dalam pelaksanaannya masih menghadapi kendala, seperti kurangnya motivasi santri, lingkungan yang kurang mendukung, serta keterbatasan jumlah tenaga pendidik yang menyebabkan proses pembelajaran kurang optimal

    PERKEMBANGAN FONOLOGI PADA ANAK DALAM PROSES AKUISISI BAHASA ARAB: KAJIAN PSIKOLINGUISTIK

    No full text
    This study analyzes children\u27s phonological development in acquiring Arabic as a second language through a psycholinguistic approach. Arabic phonology presents high complexity, involving distinctive sounds not found in a child\u27s native language, such as hijaiyah letters. Literature reviews reveal that phonological skills are influenced by internal factors, such as biological abilities and innate mechanisms (Language Acquisition Device), as well as external factors, including learning environments and teaching methods. Findings highlight key challenges in pronouncing hijaiyah letters, which can be addressed through multisensory approaches, the use of educational technology, and supportive learning environments. This study also emphasizes the importance of integrating phonology and semantics on arabic teaching. Holistic and adaptive learning strategies are recommended to effectively support Arabic language acquisition.Penelitian ini menganalisis perkembangan fonologi pada anak dalam proses akuisisi bahasa Arab sebagai bahasa kedua dengan pendekatan psikolinguistik. Fonologi bahasa Arab memiliki kompleksitas tinggi karena melibatkan bunyi-bunyi khas yang tidak ditemukan dalam bahasa ibu, seperti huruf hijaiyah. Kajian literatur menunjukkan bahwa kemampuan fonologi anak dipengaruhi oleh faktor internal, seperti kemampuan biologis dan mekanisme bawaan (Language Acquisition Device), serta faktor eksternal, seperti lingkungan belajar dan metode pembelajaran. Hasil penelitian mengungkap tantangan utama dalam pelafalan huruf hijaiyah yang dapat diatasi melalui pendekatan multisensori, penggunaan teknologi pembelajaran, dan lingkungan belajar yang mendukung. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya integrasi fonologi dan semantik dalam pembelajaran bahasa Arab. Strategi pembelajaran yang holistik dan adaptif direkomendasikan untuk mendukung akuisisi bahasa Arab secara efektif.   Kata Kunci: Fonologi Anak; Akuisisi bahasa Arab; Psikolinguistik &nbsp

    Ethnography of Code-Switching: A Classroom-Based Study in Bilingual (English–Arabic) Islamic Boarding Schools

    No full text
    This research explores the phenomenon of code-switching in bilingual (English–Arabic) classrooms within Islamic boarding schools (pesantren) in Indonesia. Utilizing a classroom ethnography approach, the study investigates how language alternation occurs during daily instructional activities and how it serves various pedagogical, religious, and sociocultural purposes. Data were collected through classroom observations, audio recordings, and in-depth interviews with teachers and students at two pesantren that implement both international (English-based) and Islamic (Arabic-based) curricula. The findings demonstrate that code-switching is systematically employed by teachers and learners as a strategic tool to clarify concepts, manage classroom discourse, and reinforce religious identity. Rather than being perceived as linguistic interference, it functions as an intentional and context-sensitive practice shaped by the multilingual and multicultural nature of pesantren education. In this setting, Arabic often marks moments of religious significance, such as quoting Qur\u27anic verses or conveying Islamic values, while English is used to navigate academic content, instructions, and modern discourse. This interplay reflects a hybrid identity cultivated in pesantren students one that harmonizes Islamic tradition with global engagement. The study highlights the value of code-switching as a communicative and pedagogical asset in Islamic bilingual education, challenging deficit views of language mixing. It offers practical implications for teacher training, bilingual curriculum design, and sociolinguistic awareness in religious schooling. These findings encourage educators and policymakers to view code-switching not as a challenge, but as a resource that enriches the learning process in multilingual Islamic contexts.Penelitian ini mengeksplorasi fenomena alih kode di kelas bilingual (Inggris–Arab) di pesantren di Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan etnografi kelas, penelitian ini menyelidiki bagaimana pergantian bahasa terjadi selama kegiatan pembelajaran sehari-hari dan bagaimana hal itu melayani berbagai tujuan pedagogis, keagamaan, dan sosial budaya. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, rekaman audio, dan wawancara mendalam dengan guru dan siswa di dua pesantren yang menerapkan kurikulum internasional (berbasis Inggris) dan Islam (berbasis Arab). Temuan menunjukkan bahwa alih kode secara sistematis digunakan oleh guru dan peserta didik sebagai alat strategis untuk mengklarifikasi konsep, mengelola wacana kelas, dan memperkuat identitas keagamaan. Alih-alih dianggap sebagai campur tangan linguistik, hal itu berfungsi sebagai praktik yang disengaja dan peka terhadap konteks yang dibentuk oleh sifat pendidikan pesantren yang multibahasa dan multikultural. Dalam konteks ini, bahasa Arab sering kali menandai momen-momen penting keagamaan, seperti mengutip ayat-ayat Al-Qur\u27an atau menyampaikan nilai-nilai Islam, sementara bahasa Inggris digunakan untuk menavigasi konten akademis, instruksi, dan wacana modern. Interaksi ini mencerminkan identitas hibrida yang dipupuk dalam diri siswa pesantren, yaitu identitas yang menyelaraskan tradisi Islam dengan keterlibatan global. Studi ini melihat secara mendalam nilai alih kode sebagai aset komunikatif dan pedagogis dalam pendidikan bilingual Islam, menantang pandangan defisit tentang pencampuran bahasa. Studi ini menawarkan implikasi praktis untuk pelatihan guru, desain kurikulum bilingual, dan kesadaran sosiolinguistik dalam sekolah agama. Temuan-temuan ini mendorong para pendidik dan pembuat kebijakan untuk melihat alih kode bukan sebagai tantangan, tetapi sebagai sumber daya yang memperkaya proses pembelajaran dalam konteks Islam multibahasa

    The Challenges of Using the Omnibus Law Method in Indonesia’s Legal System

    No full text
    The introduction of the Omnibus Law with Law Number 11 of 2020 on Job Creation marked a significant change in Indonesia’s approach to legislation, as this method was previously unfamiliar in the country. Consequently, the law faced legal challenges and was brought before the Constitutional Court (MK) for review. The Court ruled that the legislative process was flawed, highlighting a lack of public involvement and transparency, and found that the omnibus law method did not have a solid legal foundation within Indonesia’s existing legal framework. In response to these concerns, the House of Representatives and the President passed Law Number 13 of 2022, which included guidelines for using the omnibus law method in future legislation. This method is widely used in common law countries, while Indonesia operates under a civil law system rooted in democratic principles. This study focused on examining implications of the omnibus law method through a normative juridical approach, utilizing secondary data and qualitative analysis. The findings show that while this method can streamline the drafting and discussion of laws—saving time and effort—it also has significant downsides. This include a tendency to prioritize practicality over thorough research and limited public engagement, which undermines its democratic nature. Therefore, if Indonesia chooses to continue using the omnibus law method, it is crucial to address these limitations. Specifically, there must be genuine opportunities for public participation that go beyond just empty formalities. Careful and accurate implementation is needed to ensure that the resulting legislation is effective, high quality, and ultimately regarded as beneficial by the community

    Peran Guru dan Kepala Sekolah dalam Manajemen Kurikulum Berbasis Mutu di SD Negeri 1 Timbang

    No full text
    Peningkatan mutu pendidikan dasar tidak dapat dilepaskan dari efektivitasmanajemen kurikulum yang diterapkan di sekolah. Manajemen kurikulum berbasismutu menuntut adanya kolaborasi yang harmonis antara guru dan kepala sekolahsebagai aktor utama dalam pelaksanaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis peran guru dan kepala sekolah dalam penerapan manajemen kurikulumberbasis mutu di SD Negeri 1 Timbang. Pendekatan penelitian yang digunakanadalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi,wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktifdalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berbasis mutu, meskipun masihditemukan kecenderungan administratif dalam penyusunan perangkat ajar. Kepalasekolah berperan sebagai pengarah, motivator, dan pengawas dalam memastikanpelaksanaan kurikulum berjalan sesuai standar mutu, namun perlu memperkuatdimensi kepemimpinan transformasional untuk mendorong inovasi guru. Sinergiantara guru dan kepala sekolah telah terjalin dengan baik, tetapi masih perluditingkatkan agar lebih reflektif dan transformatif. Kesimpulannya, keberhasilanmanajemen kurikulum berbasis mutu di SD Negeri 1 Timbang bergantung padaperubahan paradigma dari sekadar kepatuhan administratif menuju budaya mutuyang berakar pada kolaborasi, refleksi, dan komitmen bersama untuk peningkatankualitas pembelajaran.Peningkatan mutu pendidikan dasar tidak dapat dilepaskan dari efektivitas manajemen kurikulum yang diterapkan di sekolah. Manajemen kurikulum berbasismutu menuntut adanya kolaborasi yang harmonis antara guru dan kepala sekolah sebagai aktor utama dalam pelaksanaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis peran guru dan kepala sekolah dalam penerapan manajemen kurikulumberbasis mutu di SD Negeri 1 Timbang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi,wawancara mendalam, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran berbasis mutu, meskipun masihditemukan kecenderungan administratif dalam penyusunan perangkat ajar. Kepala sekolah berperan sebagai pengarah, motivator, dan pengawas dalam memastikan pelaksanaan kurikulum berjalan sesuai standar mutu, namun perlu memperkuatdimensi kepemimpinan transformasional untuk mendorong inovasi guru. Sinergi antara guru dan kepala sekolah telah terjalin dengan baik, tetapi masih perluditingkatkan agar lebih reflektif dan transformatif. Kesimpulannya, keberhasilan manajemen kurikulum berbasis mutu di SD Negeri 1 Timbang bergantung pada perubahan paradigma dari sekadar kepatuhan administratif menuju budaya mutu yang berakar pada kolaborasi, refleksi, dan komitmen bersama untuk peningkatan kualitas pembelajaran

    619

    full texts

    4,412

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇