Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
4412 research outputs found
Sort by
Gender-Responsive School Development in the Implementation of Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum): A Case Study of SMA Negeri 7 Purworejo
This study aims to analyze the efforts of school in developing gender-responsive schools, the indicators of gender-responsive schools, and the challenges encountered in implementing the Independent Curriculum. The background of this study lies in the urgency of gender-responsive education to fulfill the needs of each gender fairly and equally in the field of education. The study employed a descriptive qualitative research method. The informants included school principals; vice principals for curriculum, facilities and infrastructure, student affairs, and public relations; teachers; and students, who were selected using purposive sampling. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The validity of the data was ensured through triangulation of sources, techniques, and time. Data analysis was carried out using the interactive model proposed by Miles, Huberman, and Saldana. The findings show that several efforts made by school to build gender-responsive schools within the framework of the Independent Curriculum. These include implementing differentiated learning, strengthening the capacity of teachers and staff, developing gender-sensitive P5 programs, integrating gender perspectives into teaching modules, and establishing TPPKS. Indicators of gender-responsive schools in the context of the Independent Curriculum can be observed through the standards of graduation, content, teaching and learning processes, teachers and educational staff, facilities and infrastructure, school management, financing, assessment, students, and community participation. The challenges in implementing the Independent Curriculum include limited time, diverse assessment formats, and the lack of offline training programs
Meninjau Kembali Evolusi Pemasaran Asuransi Syariah: Media Sosial sebagai Katalis Inovatif dalam Menarik Klien Milenial
This study examines the evolution of digital marketing strategies employed by sharia-compliant insurance providers through social media, with a particular focus on their efficacy in engaging the millennial demographic in Perbaungan City. Adopting a qualitative research design, data were collected via systematic observation of digital content, documentation analysis, and in-depth interviews. Findings indicate that Facebook constitutes the predominant platform through which millennials access information on sharia insurance, accounting for 74.09% of user engagement, followed by TikTok (31.72%) and Instagram (22.14%). The most impactful promotional approaches comprise the deployment of interactive content, strategic collaborations with influencers, and the dissemination of educational yet compelling informational material. Furthermore, millennials display a marked preference for digital endorsements over conventional advertising. In light of these insights, sharia insurance providers are urged to refine and intensify social media–driven marketing strategies to ensure greater relevance, resonance, and alignment with the distinct needs and preferences of the millennial generationPenelitian ini mengkaji perkembangan strategi pemasaran digital yang diimplementasikan oleh penyedia asuransi berbasis syariah melalui media sosial, dengan fokus pada efektivitasnya dalam menjangkau dan melibatkan generasi milenial di Kota Perbaungan. Menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi sistematis terhadap konten digital, analisis dokumentasi, serta wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook merupakan platform utama yang digunakan milenial untuk mengakses informasi terkait asuransi syariah, dengan tingkat keterlibatan sebesar 74,09%, disusul oleh TikTok (31,72%) dan Instagram (22,14%). Strategi promosi yang paling efektif mencakup pemanfaatan konten interaktif, kolaborasi strategis dengan influencer, serta penyajian materi informasi yang bersifat edukatif sekaligus menarik. Lebih lanjut, generasi milenial menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi dalam mempercayai rekomendasi digital dibandingkan iklan konvensional. Berdasarkan temuan ini, penyedia asuransi syariah perlu mengoptimalkan strategi pemasaran digital berbasis media sosial agar lebih relevan, resonan, dan selaras dengan kebutuhan serta preferensi khas generasi milenia
Dari Akuntabilitas Menuju Maslahah: Pengaruh Inventarisasi, Pemanfaatan, dan Pengamanan terhadap Optimalisasi Aset Tetap dalam Konteks Ekonomi Islam
This study investigates the impact of asset inventory, asset utilization, and asset safeguarding on the optimization of fixed assets—specifically land and buildings—within the Government of North Labuhanbatu Regency, through the lens of Islamic economics. Regional fixed assets constitute a component of public wealth that necessitates management that is accountable, efficient, and purpose-driven. Adopting a quantitative research design, this study employed a survey method involving 60 respondents, all of whom are asset managers within the Regional Financial and Asset Management Agency. Data were analyzed using multiple linear regression via SPSS Statistics (version 2025). The results reveal that both asset inventory and asset safeguarding exert a positive and statistically significant influence on fixed asset optimization. In contrast, asset utilization demonstrates a negative yet significant effect, suggesting that inappropriate or misaligned use may impede the optimization process. Collectively, the three variables exert a significant joint influence on fixed asset optimization. From an Islamic economic perspective, the stewardship of public assets constitutes an amanah (trust) that must be administered with fairness, efficiency, and a focus on public benefit (maslahah). Consequently, the implementation of a disciplined, integrated, and Sharia-compliant asset management framework is imperative to underpin sustainable public service delivery and regional developmentPenelitian ini mengkaji pengaruh inventarisasi aset, pemanfaatan aset, dan pengamanan aset terhadap optimalisasi aset tetap—khususnya tanah dan bangunan—pada Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam perspektif ekonomi Islam. Aset tetap daerah merupakan bagian dari kekayaan publik yang memerlukan pengelolaan yang akuntabel, efisien, dan berorientasi pada tujuan. Dengan menggunakan desain penelitian kuantitatif, metode survei diterapkan kepada 60 responden yang seluruhnya merupakan pengelola aset pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan SPSS Statistics versi 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inventarisasi aset dan pengamanan aset berpengaruh positif dan signifikan terhadap optimalisasi aset tetap. Sebaliknya, pemanfaatan aset memiliki pengaruh negatif namun signifikan, yang mengindikasikan bahwa penggunaan yang tidak tepat atau tidak selaras dapat menghambat proses optimalisasi. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap optimalisasi aset tetap. Dalam perspektif ekonomi Islam, pengelolaan aset publik merupakan amanah yang harus dilaksanakan dengan keadilan, efisiensi, dan berorientasi pada kemaslahatan publik (maslahah). Oleh karena itu, diperlukan sistem pengelolaan aset yang disiplin, terintegrasi, dan sesuai dengan prinsip syariah guna mendukung keberlanjutan pelayanan publik dan pembangunan daera
Mengembangkan Active Learning melalui Amplop Pintar: Integrasi Card Sort dan Educational Games dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan
Active learning strategies are increasingly important for fostering student engagement and participation, with educational games serving as effective teaching tools. By presenting content interactively, these games enhance comprehension and create a stimulating play-based environment that supports meaningful learning outcomes. This study explores the use of educational games in teaching Islamic Religious Education at SMK Negeri 1 Purwokerto, using a descriptive qualitative design. Data were collected from teachers and 10th grade PPLG students through observation, interviews, and documentation. The analysis included data reduction, presentation, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation. The findings show that active learning through educational games was effectively applied and aligned with current pedagogical principles. Teachers increased student engagement with activities such as the Amplop Pintar or Smart Envelope game, which successfully combined enjoyment with deeper learning.Strategi active learning kian urgen dalam pembelajaran kontemporer karena mampu meningkatkan keterlibatan siswa sekaligus memberi ruang partisipasi yang lebih aktif. Salah satu pendekatan yang efektif adalah penggunaan educational games sebagai media instruksional yang menyajikan materi secara interaktif dan menyenangkan, sehingga mendorong pemahaman lebih mendalam dalam suasana belajar yang kondusif. Penelitian ini mengkaji penerapan educational games dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMK Negeri 1 Purwokerto dengan desain kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru PAI serta siswa kelas X PPLG, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan validitas dijamin melalui triangulasi. Temuan menunjukkan bahwa strategi active learning berbasis educational games diterapkan secara efektif dan sejalan dengan prinsip pedagogis mutakhir. Guru berhasil meningkatkan keterlibatan siswa melalui aktivitas seperti permainan Amplop Pintar, yang tidak hanya menumbuhkan suasana belajar menyenangkan, tetapi juga memperdalam pemahaman mater
تطوير مواد الإملاء على أساس المعرفة بالمحتوى التربوي التكنولوجي (TPACK) لترقية مهارة الكتابة لدى الطلبة في المدرسة المحمّدية المتوسطة سيدوموليو كوالا مادو
Writing is one of the most in-demand skills today. Writing skills in Arabic are divided into three parts: calligraphy, imla\u27 and insya\u27. The research methodology used is an experimental development approach with quantitative and qualitative approaches. Data collection methods include interviews, observations, questionnaires and tests. The result of this research and development is that imla\u27 material was developed based on TPACK using the ADDIE model which consists of 1) Analysis: The most basic problem after conducting interviews and observations is the lack of textbooks to teach imla\u27. 2) Design: The researcher identified the teaching materials of imla\u27 in the book about connecting the letters hijaiyah, tanwin, alif lam syamsiyyah and qamariyah, ta\u27 marbuthah and maftuhah, and hamzah. Development: consists of cover, book data, introduction to the imla\u27 book, guide to using the book, contents, imla\u27 materials, exercises, providing material videos for each chapter through barcodes, providing dictation exercises through barcodes, research resources. 4) Implementation: Held at Muhammadiyah Sidomulyo Kwala Madu Junior High School. 5) Evaluation: through design experts and materials as well as student exam results. The development of this imla\u27 material is different from previous research because it adds and integrates technology in the imla\u27 material.مهارة الكتابة هي احدى المهارات التي تشتد الحاجة إليها اليوم. المهارة الكتابية في اللغة العربية تنقسم إلى ثلاثة أقسام وهي الخط والإملاء والإنشاء. منهجية هذا البحث المستخدمة هي المنهج التجريبي التطويري بالمدخل الكمي والكيفي. والأساليب لجمع البيانات تشتمل على المقابلة والملاحظة والاستبانة والاختبار. النتائج هذا البحث والتطوير هي تم تطوير مواد الإملاء على أساس TPACK باستخدام نموذج ADDIE وهي تتكون من 1) التحليل: المشكلة المؤسسة من الملاحظة والمقابلة وهي عدم الكتاب المقرر لتعليم مادة الإملاء. 2) التصميم: حدد الباحث المواد الإملائية في الكتاب عن وصل الحروف الهجائية والتنوين و ال الشمسية والقمرية والتاء المربوطة والمفتوحة والهمزة. 3) التطوير: تتكون من الغلاف، بيانات الكتاب، المقدمة بكتاب الإملاء، دليل استخدام الكتاب، محتويات، المواد التعليمية، التدريبات، توفير الفيديو التعليمية لكل الباب عبر باركود، توفير التدريب الإملاء الاستماعي عبر باركود، مصادر البحث. 4) التنفيذ: تم تنفيذه في المدرسة المحمّدية المتوسطة سيدوموليو كوالا مادو. 5) التقييم: من قبل الخبراء ونتيجة الامتحان من الطلبة. تختلف تطوير هذه المواد الإملائية مع الدراسات السابقة من خلال زيادة ودمج التكنولوجي فيها
Ambiguity and Contestation in Legal Standing Restrictions: Rethinking Public Interest and Constitutional Rights in Indonesia
In Indonesia, the rules governing that can bring a legal case to the Constitutional Court often unclear and unevenly applied. This creates challenges for individuals and communities trying to protect their constitutional rights. In this article, we take a critical look at these obstacles by examining the Court’s past decisions. We show how the current legal framework overlooks issues of collective harm and structural inequalities, particularly affecting marginalized groups. To better understand these issues, we compare Indonesia’s approach to those of India, South Africa, and the United States, seeking out more inclusive models of judicial decision-making. Our findings show that Indonesia’s focus on specific interpretations of direct and personal harm limits the judiciary’s ability to meet its constitutional responsibilities. The paper draws on insights from other countries as well as Indonesia’s own legal traditions, such as adat (customary law) and musyawarah (deliberation), to propose a more inclusive and culturally sensitive approach to legal standing. We recommend several specific reforms, including rethinking existing laws, creating clearer judicial guidelines, and providing targeted judicial training for judges to improve access to constitutional justice for everyone
Media flascrad : Flashcard
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan media flashcard dalam pembelajaran Bahasa Arab di kelas 2 MI Nahdatul Mujahidin NW Jempong, dengan fokus pada pengaruhnya terhadap peningkatan kemampuan menghafal mufradat siswa. Berdasarkan pengamatan awal, siswa kesulitan menghafal kosakata Bahasa Arab akibat metode pengajaran konvensional yang kurang mendukung daya ingat visual. Penggunaan media flashcard yang menggabungkan gambar dan tulisan diterapkan untuk memperkuat daya ingat visual siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang melibatkan wawancara, observasi, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media flashcard memberikan dampak positif terhadap kemampuan menghafal mufradat siswa. Siswa lebih mudah mengenali dan mengingat kosakata yang diajarkan dengan bantuan gambar pada flashcard. Selain itu, penggunaan flashcard juga menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan. Meskipun terdapat kendala seperti waktu terbatas dan perlunya variasi dalam penggunaan flashcard, secara keseluruhan, media ini terbukti efektif dalam meningkatkan penguasaan kosakata Bahasa Arab oleh siswa kelas 2 MI. Temuan ini dapat memberikan rekomendasi praktis bagi pendidik dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah Ibtidaiyah.Di mi Nahdlatul Mujahidin 
Implementasi Metode Problem Solving pada Mapel IPS dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa MI Cokrominoto 2 Bondoharjo
Pendidikan IPS di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan berpikir kritis, pemahaman sosial, serta karakter murid melalui pembelajaran yang berkaitan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Namun, praktik pembelajaran di MI Cokrominoto 2 Bondoharjo masih didominasi metode ceramah sehingga aktivitas belajar, keterlibatan murid, dan hasil belajar berada
di bawah standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode problem solving dalam pembelajaran IPS serta menganalisis pengaruhnya terhadap proses dan hasil belajar murid kelas IV. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek murid dan guru IPS, sementara objek penelitian mencakup proses penerapan metode problem solving dan capaian belajar murid. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode problem solving mengubah pola pembelajaran dari teachercentered
menjadi learner-centered, meningkatkan partisipasi murid, mendorong aktivitas diskusi, dan memperkuat kemampuan mengaitkan permasalahan sosial dengan pengalaman nyata. Hasil belajar juga meningkat pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, ditandai dengan kemampuan analisis yang lebih baik, motivasi belajar yang lebih tinggi, serta keterampilan kerja sama dan presentasi yang berkembang. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu dan sarana, namun dapat diatasi melalui pengelolaan kelas, penggunaan LKS, dan dukungan sekolah. Dengan demikian, metode problem solving terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar IPS di sekolah dasar Pendidikan IPS di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membentuk
kemampuan berpikir kritis, pemahaman sosial, serta karakter murid melalui
pembelajaran yang berkaitan dengan realitas kehidupan sehari-hari. Namun,
praktik pembelajaran di MI Cokrominoto 2 Bondoharjo masih didominasi metode
ceramah sehingga aktivitas belajar, keterlibatan murid, dan hasil belajar berada
di bawah standar. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan metode
problem solving dalam pembelajaran IPS serta menganalisis pengaruhnya terhadap
proses dan hasil belajar murid kelas IV. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan subjek murid dan guru IPS, sementara objek penelitian
mencakup proses penerapan metode problem solving dan capaian belajar murid.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian
dianalisis menggunakan model Miles & Huberman melalui tahapan reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan metode problem solving mengubah pola pembelajaran dari teachercentered
menjadi learner-centered,
meningkatkan
partisipasi murid,
mendorong
aktivitas
diskusi, dan memperkuat
kemampuan
mengaitkan
permasalahan
sosial
dengan pengalaman
nyata.
Hasil belajar
juga
meningkat
pada ranah kognitif, afektif,
dan
psikomotorik,
ditandai
dengan
kemampuan
analisis
yang
lebih
baik,
motivasi
belajar
yang
lebih tinggi,
serta keterampilan
kerja
sama
dan
presentasi yang
berkembang.
Kendala
yang ditemukan
meliputi
keterbatasan
waktu
dan sarana,
namun dapat
diatasi melalui
pengelolaan
kelas, penggunaan
LKS, dan dukungan
sekolah.
Dengan
demikian,
metode problem
solving
terbukti
efektif dalam
meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil belajar IPS di sekolah
dasa
Media Pembelajaran dalam Pendidikan Inklusi
Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang memberikan kesempatan kepadasemua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), untuk belajarbersama dalam lingkungan yang sama dengan dukungan sarana dan prasaranayang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya sarana,prasarana, dan media pembelajaran dalam mendukung keberhasilan pendidikaninklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur kualitatif denganpendekatan deskriptif, menggunakan sumber-sumber akademik terkini darijurnal dan peraturan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilanpendidikan inklusi sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana umum (ruangkelas, laboratorium, dan perpustakaan), sarana khusus (alat bantu belajar sepertiBraille, audiometer, dan alat latihan fisik), serta prasarana khusus (ruang terapi,asesmen, dan ruang sumber). Media pembelajaran yang adaptif dan inovatifdapat meningkatkan motivasi belajar, kemampuan kognitif, serta interaksi sosialABK. Namun, banyak sekolah inklusi di Indonesia masih menghadapi kendalapada keterbatasan fasilitas dan sumber daya guru. Oleh karena itu, penyediaanmedia pembelajaran yang inklusif dan pelatihan guru menjadi faktor kunci untukmewujudkan pendidikan yang setara dan efektif bagi semua anak.Pendidikan inklusi merupakan pendekatan yang memberikan kesempatan kepadasemua peserta didik, termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK), untuk belajarbersama dalam lingkungan yang sama dengan dukungan sarana dan prasaranayang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya sarana,prasarana, dan media pembelajaran dalam mendukung keberhasilan pendidikaninklusi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur kualitatif denganpendekatan deskriptif, menggunakan sumber-sumber akademik terkini darijurnal dan peraturan nasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilanpendidikan inklusi sangat dipengaruhi oleh tersedianya sarana umum (ruangkelas, laboratorium, dan perpustakaan), sarana khusus (alat bantu belajar sepertiBraille, audiometer, dan alat latihan fisik), serta prasarana khusus (ruang terapi,asesmen, dan ruang sumber). Media pembelajaran yang adaptif dan inovatifdapat meningkatkan motivasi belajar, kemampuan kognitif, serta interaksi sosialABK. Namun, banyak sekolah inklusi di Indonesia masih menghadapi kendalapada keterbatasan fasilitas dan sumber daya guru. Oleh karena itu, penyediaanmedia pembelajaran yang inklusif dan pelatihan guru menjadi faktor kunci untukmewujudkan pendidikan yang setara dan efektif bagi semua anak
Analisis Faktor Internal Penyebab Rendahnya Literasi Membaca Ditinjau dari Gaya Belajar Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor internal penyebabrendahnya literasi membaca ditinjau dari gaya belajar siswa sekolah dasar.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitianadalah siswa kelas V SD Negeri Bumiayu 03 beserta guru kelas. Data diperolehmelalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diolah melalui reduksi data,display, dan kesimpulan. Untuk keabsahan data digunakan triangulasi. Hasil kajianmenunjukkan bahwa faktor internal penyebab rendahnya literasi membaca ditinjaudari gaya belajar siswa sekolah dasar Bumiayu 03 disebabkan oleh oleh dominasigaya belajar auditori, rendahnya minat baca, dan terbatasnya fasilitas bacaan.Dominasi gaya belajar auditori mendorong siswa lebih senang mendengarkanbacaan dibandingkan membaca secara mandiri. Faktor lain yang turut memengaruhirendahnya literasi membaca adalah kesulitan dalam memahami teks, minat bacayang rendah, serta keterbatasan koleksi bacaan di pojok baca sekolah. sehinggabudaya literasi belum tumbuh secara optimal. Implikasi dari temuan ini adalahperlunya strategi pembelajaran berbasis gaya belajar yang variatif, peningkatanperan guru dalam menumbuhkan minat baca, serta penyediaan sarana pendukungliterasi yang memadai agar siswa dapat mengembangkan kebiasaan membaca danmeningkatkan kemampuan literasi secara berkelanjutan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor internal penyebabrendahnya literasi membaca ditinjau dari gaya belajar siswa sekolah dasar.Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitianadalah siswa kelas V SD Negeri Bumiayu 03 beserta guru kelas. Data diperolehmelalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data diolah melalui reduksi data,display, dan kesimpulan. Untuk keabsahan data digunakan triangulasi. Hasil kajianmenunjukkan bahwa faktor internal penyebab rendahnya literasi membaca ditinjaudari gaya belajar siswa sekolah dasar Bumiayu 03 disebabkan oleh oleh dominasigaya belajar auditori, rendahnya minat baca, dan terbatasnya fasilitas bacaan.Dominasi gaya belajar auditori mendorong siswa lebih senang mendengarkanbacaan dibandingkan membaca secara mandiri. Faktor lain yang turut memengaruhirendahnya literasi membaca adalah kesulitan dalam memahami teks, minat bacayang rendah, serta keterbatasan koleksi bacaan di pojok baca sekolah. sehinggabudaya literasi belum tumbuh secara optimal. Implikasi dari temuan ini adalahperlunya strategi pembelajaran berbasis gaya belajar yang variatif, peningkatanperan guru dalam menumbuhkan minat baca, serta penyediaan sarana pendukungliterasi yang memadai agar siswa dapat mengembangkan kebiasaan membaca danmeningkatkan kemampuan literasi secara berkelanjutan