Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
    4412 research outputs found

    Penggunaan Media Interaktif Flipbook untuk Menumbuhkan Minat Belajar Siswa pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila Kelas VI SD Negeri 2 Badak Belik Pemalang

    No full text
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh minat belajar pada kelas VI menurun disebabkanoleh faktor internal dan eksternal pada setiap individu, namun lingkungan sekolahjuga memiliki dampak negative terhadap pembelajaran seperti partisipasiberkurang, pemahaman materi yang lemah, kurangnya disiplin serta fokus belajaryang masih mudah terpengaruh. penyebab utama minat belajar kurang meliputimetode pembelajaran yang mononton, kurangnya media pembelajaran yangmenarik, dan dukungan dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan penggunaan media interaktif flipbook untuk menumbuhkan minatbelajar siswa pada pembelajaran pendidikan pancasila kelas VI SD Negeri 2 BadakBelik Pemalang. jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, subjekpenelitian ini kepala sekolah, guru kelas VI dan siswa kelas VI. Objek penelitiannyaadalah penggunaan media interaktif flipbook untuk menumbuhkan minat belajarsiswa pada pembelajaran pendidikan pancasila kelas VI. Metode pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data yangterkumpul dianalisis menggunakan model miles and huberman yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan setelahpenggunaan media interaktif flipbook menumbuhkan minat belajar peserta didikmeningkat hal ini ditandai dengan perubahan sikap dan respon siswa selamapembelajaran seperti perasaaan senang, perhatian, perasaan tertarik dan adanyaketerlibatan siswa.Penelitian ini dilatar belakangi oleh minat belajar pada kelas VI menurun disebabkanoleh faktor internal dan eksternal pada setiap individu, namun lingkungan sekolahjuga memiliki dampak negative terhadap pembelajaran seperti partisipasiberkurang, pemahaman materi yang lemah, kurangnya disiplin serta fokus belajaryang masih mudah terpengaruh. penyebab utama minat belajar kurang meliputimetode pembelajaran yang mononton, kurangnya media pembelajaran yangmenarik, dan dukungan dari keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan penggunaan media interaktif flipbook untuk menumbuhkan minatbelajar siswa pada pembelajaran pendidikan pancasila kelas VI SD Negeri 2 BadakBelik Pemalang. jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, subjekpenelitian ini kepala sekolah, guru kelas VI dan siswa kelas VI. Objek penelitiannyaadalah penggunaan media interaktif flipbook untuk menumbuhkan minat belajarsiswa pada pembelajaran pendidikan pancasila kelas VI. Metode pengumpulan datadilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya data yangterkumpul dianalisis menggunakan model miles and huberman yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan setelahpenggunaan media interaktif flipbook menumbuhkan minat belajar peserta didikmeningkat hal ini ditandai dengan perubahan sikap dan respon siswa selamapembelajaran seperti perasaaan senang, perhatian, perasaan tertarik dan adanyaketerlibatan siswa

    Kolaborasi Ekonomi Hijau dan Pemberdayaan Perempuan: Peran Bank Sampah Gondangan Sejahtera dalam Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan

    No full text
    Potensi peran pemberdayaan perempuan di tengah kompleksitas permasalahan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta, muncul inisiatif berbasis ekologis seperti Bank Sampah Gondangan Sejahtera di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemberdayaan perempuan dan ekonomi hijau. Bank sampah ini tidak hanya berhasil mengurangi timbunan sampah di lingkungannya, tetapi juga mendorong nilai ekonomi dari limbah. Tujuan penelitian ini yaitu (1) mengetahui bentuk kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah, (2) mengetahui peran perempuan dalam pengelolaan bank sampah terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, (3) dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari keberadaan Bank Sampah bagi masyarakat, dan (4) alur dan model pengelolaan lingkungan berkelanjutan hasil kolaborasi antara ekonomi hijau pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan studi kasus di Bank Sampah Gondangan Sejahtera. Data yang digunakan berupa data sekunder dan data primer, dimana data sekunder diperoleh dari instansi, sedangkan data primer diperoleh dari wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejumlah 48% menyatakan sangat setuju dan 51% menyatakan setuju jika bank sampah mendukung prinsip ekonomi hijau. Bentuk kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah Gondangan Sejahtera yaitu berupa tabungan bank sampah, pengolahan kreatif sampah, pembuatan kompos mandiri, dan penjualan hasil pengolahan sampah. Peran perempuan dalam pengelolaan bank sampah terhadap upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan yaitu sebagai tonggak utama pengelolaan lingkungan yang dimulai dari rumah. Dampak sosial yang diperoleh yaitu budaya disiplin dan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan, solidaritas antarwarga dan rasa aman. Dampak ekonomi yang diperoleh yaitu khususnya perempuan dapat berdaya secara ekonomi dengan mendapat tambahan penghasilan. Dampak lingkungan yang diperoleh yaitu masyarakat praktik langsung mengenai pengelolaan lingkungan berkelanjutan berbasis ekonomi hijau sehingga lingkungan lebih lestari. Model pengelolaan lingkungan berkelanjutan hasil kolaborasi antara ekonomi hijau dan pemberdayaan perempuan dalam kegiatan Bank Sampah Gondangan Sejahtera yaitu berbasis gotong royong dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Alurnya berawal dari pemilahan sampah, pengolahan sampah secara mandiri, pengangkutan sampah ke bank sampah, pencatatan dan pembukuan sampah, pengolahan kreatif sampah, dan terakhir sampai penjualan berbasis sirkular ekonomi hijau

    Menumbuhkan Generasi Beradab: Sebuah Tinjauan Filosofis Terhadap Madrasah Ibtidaiyah

    No full text
    Pada abad ke-21, arus digitalisasi yang semakin masif, dominasi nilai individualistik, dan meningkatnya polarisasi sosial telah memicu krisis moral yang mengancam fondasi kehidupan sosial dan lembaga pendidikan. Madrasah Ibtidaiyah (MI), sebagai institusi pendidikan dasar berbasis nilai Islam, menghadapi tantangan dalam memenuhi misi filosofisnya untuk membentuk Generasi Beradab yang berlandaskan Adab, Akhlak Karimah, dan Rabbaniyah. Penelitian ini bertujuan mengkaji landasan filosofis pendidikan Islam di MI sekaligus menelaah kesenjangan antara idealitas konseptual dan praktik pendidikan yang berlangsung di lapangan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, penelitian ini menganalisis sumber primer dan sekunder terkait filsafat pendidikan Islam, integrasi kurikulum, peran guru, dan pembinaan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa dualisme kurikulum, dominasi pembelajaran kognitif, kurangnya pembinaan filosofis-spiritual guru, serta sistem evaluasi yang lebih menekankan aspek akademik telah menghambat internalisasi nilai moral dalam pendidikan MI. Temuan tersebut menegaskan perlunya model transformatif yang mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Adab, pembaruan filosofis dan profesionalitas guru, serta pembentukan Ekosistem Pendidikan Beradab yang melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa MI hanya dapat menunaikan mandat ilahinya apabila pendidikan moral dan spiritual menjadi orientasi utama yang dipraktikkan secara konsisten dalam seluruh aspek kurikulum, pedagogi, dan budaya kelembagaannya sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul secara intelektual, berintegritas secara moral, dan tercerahkan secara spiritual

    Relevansi Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam Pembentukan Karakter Siswa Indonesia Abad Ke-21

    No full text
    Latar belakang kajian ini berangkat dari krisis moralitas siswa serta kesenjangan antara tujuan pendidikan karakter dalam kebijakan nasional dan praktik pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi filsafat pendidikan Ki Hajar Dewantara dalam pembentukan karakter siswa Indonesia pada abad ke-21. Penelitian menggunakan metode tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif melalui analisis konten terhadap karya KHD, kebijakan nasional, dan literatur ilmiah tahun 2014–2024. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga nilai inti KHD keteladanan, pemberdayaan, dan pendampingan yang teroperasionalisasi dalam Trilogi Kepemimpinan, Tri Pusat Pendidikan, Tri Sakti Jiwa, dan konsep merdeka belajar. Temuan menunjukkan bahwa nilai-nilai tersebut memiliki kompatibilitas tinggi dengan kompetensi abad ke-21, khususnya 4C (critical thinking, creativity, collaboration, communication), serta selaras dengan kerangka OECD Learning Compass 2030 dan teori pendidikan karakter global seperti Lickona dan UNESCO. Meskipun demikian, implementasinya masih menghadapi hambatan berupa kapasitas guru, orientasi akademik kurikulum, dan lemahnya asesmen karakter. Kajian ini menghasilkan model konseptual integratif yang dapat menjadi dasar pengembangan kurikulum dan strategi pedagogis berbasis nilai lokal. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya transformasi pedagogis, penguatan ekosistem pendidikan, dan penyediaan instrumen asesmen autentik untuk mewujudkan pendidikan karakter yang komprehensif dan berkelanjutan

    Penerapan Filsafat Pendidikan untuk Mengurangi Perilaku Bullying di Sekolah Dasar

    No full text
    Perilaku bullying di sekolah dasar terus menjadi persoalan krusial yang mengganggu proses tumbuh kembang sosial-emosional anak dan menghambat terciptanya iklim pembelajaran yang sehat. Fenomena ini menunjukkan bahwa pendekatan disipliner konvensional belum memadai untuk menangani akar persoalan yang bersifat relasional dan kultural. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana penerapan filsafat pendidikan khususnya humanisme, konstruktivisme, dan pragmatism dapat digunakan sebagai kerangka konseptual dan praksis untuk mengurangi perilaku bullying di sekolah dasar. Penelitian menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus di beberapa sekolah dasar negeri dan swasta di Jawa Tengah. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa, observasi proses pembelajaran, serta analisis dokumen kebijakan sekolah. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi prinsip humanism melalui penguatan empati dan relasi guru dan siswa mampu menurunkan eskalasi perilaku agresif. Pendekatan konstruktivisme terbukti efektif membangun kesadaran sosial siswa melalui pembelajaran kolaboratif, sedangkan pragmatisme mendorong penerapan aturan sekolah yang adaptif dan berbasis pengalaman nyata siswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan filsafat pendidikan secara konsisten dapat mengubah kultur sekolah menjadi lebih inklusif, dialogis, dan responsif terhadap perbedaan. Implikasi penelitian menekankan pentingnya pelatihan guru berbasis filsafat pendidikan, desain kurikulum yang menumbuhkan kepekaan moral, serta penguatan kebijakan sekolah yang mendukung pencegahan bullying secara berkelanjutan

    Transformasi Manajemen Bimbingan dan Konseling di Panti Asuhan

    No full text
    Children living in orphanages also have diverse problems that require guidance and counseling services. The implementation of services cannot be separated from the management of guidance and counseling. This research aims to identify the management system and basic principles of management in place, as well as the guidance and counseling service system, and the facilities and infrastructure available at the orphanage. This research employs quantitative research methods, based on descriptive methods, including observations, interviews, and documentation, as well as interviews with the resource person, namely a staff member or caregiver at the Samsah Orphanage. The data obtained was then analyzed. This research was conducted at the Muhamadiyyah Samsah Kudus Orphanage, Singocandi village, Kota Kudus District, Kudus Regency, Central Java. This research demonstrates that service and guidance activities are running smoothly, as a well-structured management system and practical management principles support them. According to the research, it is evident that the guidance and counseling service system in this orphanage still has shortcomings. In addition, the orphanage also provides caregivers who serve as teachers and supervisors to help solve the problems faced by the children there. Anak yang tinggal di panti asuhan juga memiliki masalah yang beragam yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling. Pelaksanaan layanan tidak bisa terlepas dari manajemen bimbingan dan konseling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sistem manajemen dan prinsip dasar manajemen yang ditetapkan, sistem pelayanan bimbingan dan konseling, serta sarana dan prasarana yang ada di panti asuhan. Penelian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, berdasarkan metode deskriptif, observasi, wawancara, dan dokumentasi. wawancara dengan narasumber yaitu salah satu staf atau pengasuh Panti Asuhan Samsah. Data yang didapatkan kemudian dilakukan analisis data. Penelitian ini dilakukan di Panti Asuhan Muhamadiyyah Samsah Kudus, desa Singocandi, Kecamatan Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pelayanan dan bimbingan berjalan dengan baik, karena dibarengi dengan sistem manajemen dan prinsip manajemen yang baik dan terstruktur. Dari penilitian, dapat diketahui bahwa masih terdapat kekurangan pada bagian sistem layanan bimbingan dan konseling yang ada di panti asuhan ini. Selain itu, pihak panti asuhan juga memberikan pengasuh yang bertugas sebagai guru maupun pembimbing dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi anak-anak disana

    Kesejahteraan Psikologis Orang Tua melalui Tradisi Tedhak Siten

    No full text
    Tedhak siten is one of the Javanese traditions that is carried out when a child begins to learn to walk, typically when they are about seven or eight months old, as a form of parental gratitude for the child\u27s development. This study aims to find out the psychological well-being of parents through the Tedhak Siten Tradition. The method used is qualitative research using a descriptive approach. This research also conducted interviews. The researcher interviewed parents about their psychological feelings regarding the Tedhak Siten Tradition. Tedhak Siten is one of the traditional Javanese rituals, or Slametan, observed during a birth event. Tedhak Siten is typically performed when the child is 7 months old and first begins to walk or take steps on the ground. This ceremony involves a procession of children climbing seven stairs made of materials such as sugarcane or bamboo, then walking on the ground or sand. This ritual symbolizes the child\u27s first step in life, with the hope that they will grow strong, independent, and blessed. In addition, tedhak siten is also a form of parents\u27 prayers so that children will achieve success and happiness in the future.   Tedhak siten salah satu tradisi Jawa yang dilakukan ketika seorang anak mulai belajar berjalan, biasanya saat berusia sekitar tujuh atau delapan bulan sebagai wujud Syukur orangtua atas perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesejahteraan psikologis orang tua dengan melalui Tradisi Tedhak Siten. Metode yang digunakan adalah Metode Kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian Deskriptif. penelitian ini juga melakukan wawancara. Peneliti mewawancai mengenai perasaan psikologis orang tua yang telah melaksanakan Tradisi Tedhak Siten. Tedhak Siten merupakan salah satu Tradisi atau Slametan adat jawa dalam peristiwa kelahiran. Tedhak Siten biasanya dilakukan ketika anak berumur 7 bulan dan pertama kali turun atau menginjak kaki ditanah. Upacara ini melibatkan prosesi anak menapaki tujuh tangga yang terbuat dari bahan seperti tebu atau bambu, kemudian berjalan di atas tanah atau pasir. Ritual ini melambangkan langkah awal anak dalam kehidupan, dengan harapan ia tumbuh kuat, mandiri, dan mendapat berkah. Selain itu, tedhak siten juga menjadi wujud doa orang tua agar anak kelak mencapai kesuksesan dan kebahagiaan

    Konseling Multi Budaya dalam Mengatasi Perbedaan Gender pada Film “Keluarga Cemara”

    No full text
    Gender differences in the family are often a source of problems when roles and responsibilities are not understood or agreed upon fairly. The purpose of this study is to explore the multicultural counseling that exists within the Cypress family in addressing gender differences. This study employs qualitative description research, grounded in library research methods, as a means of assessing and offering ideas in cross-cultural counseling and field research to identify cultural issues. The result of this study is that there is no gender gap; men and women have the same tasks in this world. In the film "Keluarga Cemara", Emak, Euis, and Ara are described as graceful, subtle, and obedient figures. Meanwhile, the character of Emak plays the role of a housewife who has the same rights as men, namely, working hard and earning a living. So that men and women have the same opportunities in making life choices, depending on their social and economic circumstances. With this, the author selects several scenes, dialogues, and body language to describe the gender role that will be criticized. Perbedaan gender dalam keluarga sering menjadi sumber masalah ketika peran dan tanggung jawab tidak dipahami atau disepakati secara adil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui konseling multi budaya yang ada di dalam keluarga cemara dalam mengatasi perbedaan gender. Penelitian ini menggunakan penelitian deskripsi kualitatif, berdasarkan metode penelitian library research sebagai assessmen dalam menenawarkan ide dalam konseling lintas budaya dan field research dalam menemukan masalah budaya. Hasil dari penelitian ini ialah tidak ada kesenjangan gender, antara laki-laki dan perempuan memiliki tugas yang sama di dunia ini. Dalam film “Keluarga Cemara” yaitu Emak, Euis, dan Ara di deskripsikan sebagai sosok yang Anggun, halus, penurut. Sedangangkan tokoh Emak berperan sebagai ibu rumah tangga yang memiliki hak yang sama seperti laki-laki yaitu bekerja keras dan mencari nafkah. Sehingga laki-laki maupun Perempuan memiliki kedudukan yang sama dalam menentukan pilihan hidup, tergantung keadaan sosial maupun pergaulan. Dengan ini penulis mengambil beberapa adegan, dialog, dan Bahasa tubuh sehingga dapat menggambarkan peran gender yang akan dikritisi

    Integrating USLE and GIS Techniques For Soil Erosion Hazard Mapping In Ijo Watershed

    No full text
    Soil erosion is a critical form of land degradation, particularly in tropical watersheds characterized by high rainfall intensity and steep topography. This study aims to assess erosion hazard levels in the Ijo Watershed, Central Java, Indonesia, by integrating the Universal Soil Loss Equation (USLE) with Geographic Information System (GIS) techniques. Five USLE factors—rainfall erosivity (R), soil erodibility (K), slope length and steepness (LS), land cover (C), and conservation practice (P)—were analyzed using multi-source data including rainfall records, soil maps, Digital Elevation Model (DEM), land cover maps, and field surveys. Results show that erosion hazard ranges from very low to very high, with the largest proportion in the very low category (35.09%) and the smallest in the very high category (8.74%). Areas with steep slopes and minimal conservation practices were identified as priority zones for intervention. The novelty of this study lies in applying the USLE–GIS approach to a small tropical watershed, which remains understudied despite its ecological and socio-economic importance. The findings not only fill knowledge gaps on erosion dynamics in small-scale watersheds but also provide scientific evidence for spatially explicit land management and conservation strategies. This contributes directly to Sustainable Development Goals (SDG 15) and Indonesia’s Land Degradation Neutrality (LDN) targets

    Strategi Dakwah Pondok Pesantren Dalam Meningkatkan Spiritualitas Santri Rehabilitasi Narkoba Di Pondok Pesantren Metal Tobat Gandrungmangu

    No full text
    This study aims to examine the da\u27wah strategies implemented by the Metal Tobat Gandrungmangu Islamic Boarding School in enhancing the spirituality of students undergoing rehabilitation due to drug abuse. This pesantren is known not only for its focus on religious education but also for serving as a rehabilitation center based on spiritual and moral values. This research employs a qualitative a pproach using a case study method. Data collection techniques include direct observation of pesantren activities, in-depth interviews with caregivers, teachers, and students, as well as documentation of the development programs carried out. The results show that the applied da\u27wah strategies involve approaches that touch emotional, rational, and sensorial aspects, thereby shaping the students’ character in a holistic manner. These strategies aim to awaken spiritual awareness, improve the quality of worship, and guide students to abandon negative habits and return to a path aligned with Islamic teachings. The implementation of these strategies also serves as an effective means in the process of mental and moral recovery, helping students to rebuild hope and positive life goals for the future.

    619

    full texts

    4,412

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇