Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
    4412 research outputs found

    Pendekatan Holistik Integratif dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti: Studi Kasus di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk mengembangkan model pembelajaran yang menyeluruh dan bermakna di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP). Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penerapan pendekatan holistik integratif dalam pembelajaran PAI BP di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan teknik triangulasi untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAI BP di SMK Tujuh Lima 1 Purwokerto menerapkan pendekatan holistik integratif yang mencakup pengembangan aspek kognitif, afektif, psikomotorik, serta integrasi nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan umum dan realitas sosial. Guru tidak hanya menyampaikan materi secara teoritis, tetapi juga mengaitkan nilai agama dengan situasi kehidupan sehari-hari siswa dan bidang studi lainnya, sehingga pembelajaran menjadi kontekstual dan bermakna. Selain itu, pembentukan karakter dan spiritualitas siswa terinternalisasi melalui praktik pembiasaan adab, doa, serta kolaborasi antar guru dengan disiplin ilmu lain. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan pendekatan holistik integratif di pendidikan Islam, khususnya dalam konteks sekolah kejuruan, serta manfaat praktis berupa rekomendasi bagi sekolah dan pendidik untuk mengoptimalkan pembelajaran PAI BP yang efektif dalam membentuk karakter Islami dan keterampilan abad ke-21 secara menyeluruh

    Apostasy and Its Legal Consequences in Indonesian Personal Status Law: Human Rights Analysis and Doctrinal Tensions

    No full text
    This study examines the legal implications of apostasy in Indonesia within the framework of Islamic personal status law, focusing on marriage dissolution, inheritance disqualification, and guardianship rights. Although apostasy is not criminalized under Indonesian national law, its consequences are civilly enforced through the Kompilasi Hukum Islam (KHI) and adjudicated by the Religious Courts. Drawing on classical Islamic jurisprudence, the legal system treats apostasy as a disqualifying condition that voids marital bonds, excludes individuals from inheriting from Muslim relatives, and impairs their capacity to act as guardians over Muslim children. The study employs a normative legal approach, supplemented by doctrinal analysis and relevant case studies, to assess how these civil sanctions affect individual rights. It further analyzes the tensions between doctrinal fidelity and Indonesia’s constitutional guarantees of religious freedom and non-discrimination. The findings reveal that civil consequences for apostasy, while doctrinally grounded, conflict with international human rights standards and potentially infringe upon constitutional protections. The study concludes that legal reform is necessary to harmonize religious law with human rights obligations, calling for a contextualized interpretation of Islamic principles that upholds justice, dignity, and individual liberty within Indonesia’s plural legal system

    Hermeneutika Hadis Menurut Muhammad Iqbal: Kajian Teoretis dan Implikasinya pada Era Kontemporer

    No full text
    This study explores Muhammad Iqbal’s philosophical contribution to Hadith hermeneutics through his synthesis of tradition and modernity. Iqbal views the Hadith as a living tradition that engages with human reason and social transformation rather than a static legal text. His thought emphasizes the unity of sanad and matn, the dynamic principle of ijtihad, and the balance between spiritual authenticity and contextual relevance. Drawing on "The Reconstruction of Religious Thought in Islam", this research proposes an Iqbal-inspired hermeneutical model comprising four stages: normative–dynamic reading, historical–sociological contextualization, sanad–matn synthesis, and contextual ijtihad application. The framework reorients Hadith studies toward a dialogical and transformative approach that integrates fidelity to revelation with responsiveness to modern intellectual challenges, positioning Iqbal’s hermeneutics as both a theoretical paradigm and a practical guide for revitalizing prophetic teachings in contemporary Muslim life.Penelitian ini mengkaji kontribusi filosofis Muhammad Iqbal terhadap hermeneutika hadis melalui sintesis antara tradisi dan modernitas. Iqbal memandang hadis sebagai tradisi yang hidup, bukan teks hukum yang statis, melainkan wahana dialog antara akal manusia dan dinamika sosial. Pemikirannya menekankan kesatuan sanad dan matan, prinsip dinamis ijtihad, serta keseimbangan antara keaslian spiritual dan relevansi kontekstual. Berdasarkan gagasan dalam "The Reconstruction of Religious Thought in Islam", penelitian ini merumuskan model hermeneutika berinspirasi Iqbal yang mencakup empat tahap: pembacaan normatif-dinamis, kontekstualisasi historis-sosiologis, sintesis sanad-matan, dan penerapan ijtihad kontekstual. Kerangka ini mengarahkan studi hadis menuju pendekatan dialogis dan transformatif yang memadukan kesetiaan terhadap wahyu dengan respons terhadap tantangan intelektual modern. Hermeneutika Iqbal dengan demikian berfungsi tidak hanya sebagai paradigma teoretis, tetapi juga sebagai orientasi praktis bagi revitalisasi ajaran kenabian dalam kehidupan Muslim kontemporer

    Iman sebagai Praktik Sosial: Penguatan Budaya Religius melalui Dakwah bil Hal di Pondok Pesantren Progresif Semarang

    No full text
    This study examines the implementation of dakwah bil hal at Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin in Ngaliyan, Semarang, and its role in strengthening students’ religious culture. Dakwah bil hal is understood as a form of preaching based on exemplary conduct, habituation, and concrete practices that internalize Islamic values in daily life. Using a qualitative approach involving participant observation, in-depth interviews, and document analysis, the study identifies three core strategies: teachers’ moral exemplarity, institutionalized ritual practices, and social interactions that foster collective religious awareness. These strategies contribute to the formation of disciplined, responsible, and morally grounded students. The pesantren also integrates spiritual values into a life-skills based curriculum, linking religious formation with social preparedness. Theoretically, this study enriches contemporary dakwah discourse by emphasizing lived practice as a mechanism of value internalization. Practically, it offers a contextual and sustainable model of character formation relevant to modern educational challenges.Penelitian ini mengkaji implementasi dakwah bil hal di Pondok Pesantren Progresif Fathimah Al-Amin, Semarang, serta perannya dalam membentuk budaya religius santri. Dakwah bil hal dipahami sebagai pendekatan dakwah melalui keteladanan, pembiasaan, dan praktik nyata yang menginternalisasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan tiga strategi utama, yaitu keteladanan moral pendidik, institusionalisasi praktik ritual, serta interaksi sosial yang menumbuhkan kesadaran religius kolektif. Praktik tersebut membentuk karakter santri yang disiplin, bertanggung jawab, dan berintegritas moral. Pesantren juga mengintegrasikan nilai spiritual dalam kurikulum berbasis kecakapan hidup yang menghubungkan pembinaan religius dengan kesiapan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa dakwah bil hal merupakan model pembinaan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan, relevan dengan tantangan modernisasi dan era digital

    Article Dari Kapital Simbolik menuju Pengembangan Destinasi: Analisis 4A terhadap Wisata Religi di Makam Abuya Syarwani, Indonesia

    No full text
    Religious tourism development is commonly assessed through infrastructure and managerial readiness, yet these perspectives do not fully explain why some pilgrimage sites continue to attract visitors despite weak facilities and informal governance. This article examines the Abuya Syarwani Tomb in Balikpapan, Indonesia, by integrating the 4A framework with Bourdieu’s concepts of habitus, symbolic capital, and field. Using a qualitative case study based on interviews, field observation, and document analysis, the study finds that the site’s main strength lies in symbolic attraction rooted in Abuya Syarwani’s religious authority, historical legacy, and the embedded habitus of pilgrimage. However, this strength has not been converted into adequate accessibility, amenities, or institutional support. Limited transport, weak signage, uneven facilities, and informal family-based management constrain destination development. The study argues that ancillary governance, rather than attraction alone, is the central bottleneck in pesantren-based religious tourismPengembangan wisata religi umumnya dinilai melalui kesiapan infrastruktur dan manajerial, tetapi pendekatan tersebut belum sepenuhnya mampu menjelaskan mengapa sebagian situs ziarah tetap menarik pengunjung meskipun fasilitas lemah dan tata kelolanya masih informal. Artikel ini menganalisis Makam Abuya Syarwani di Balikpapan, Indonesia, dengan mengintegrasikan kerangka 4A dan konsep Pierre Bourdieu tentang habitus, kapital simbolik, dan arena. Dengan menggunakan studi kasus kualitatif berbasis wawancara, observasi lapangan, dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa kekuatan utama destinasi terletak pada attraction simbolik yang bertumpu pada otoritas keagamaan Abuya Syarwani, warisan historis, dan habitus ziarah yang mengakar. Namun, kekuatan tersebut belum terkonversi menjadi accessibility, amenities, dan dukungan kelembagaan yang memadai. Keterbatasan transportasi, lemahnya penunjuk arah, fasilitas yang belum optimal, serta pengelolaan informal berbasis keluarga menghambat pengembangan destinasi. Studi ini menegaskan bahwa ancillary, bukan attraction semata, merupakan bottleneck utama dalam wisata religi berbasis pesantre

    Integration Model of Sharia Accounting and Financial Technology (Fintech) for MSMEs

    No full text
    This study aims to examine the role of Islamic accounting, Islamic financial literacy, and digital readiness on the feasibility of MSME financing, by considering the mediating role of Islamic fintech usage intention, trust, and business sustainability. A quantitative approach was used through Partial Least Squares-based Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis, with data collected from MSMEs using Islamic fintech services. Results show that most of the direct relationships between variables are statistically significant, especially the effect of Islamic accounting on intention and trust, and business sustainability on financing eligibility. Another important finding is the functioning of the mediation path, which suggests that intention and trust are important links in the chain of influence towards viable financing. However, the moderating interaction between literacy and digital readiness on Islamic accounting relationship was not significant. This study strengthens the Technology Acceptance Model (TAM) framework extended by Islamic ethical principles. The original contribution of this study lies in the integration of Islamic values in the financial technology adoption process as well as the establishment of an inclusive and sustainable Islamic financing ecosystem for MSMEs

    The Effect of Work Motivation and Teamwork on Employee Performance with Job Satisfaction as an Intervening Variable in Asahan District Office

    No full text
    Employee performance is a strategic determinant of an organization\u27s effectiveness and sustainability, especially in government institutions that have the primary mandate to deliver public services. At the Public Works and Spatial Planning Office (PUTR) of Asahan Regency, organizational issues persist, including suboptimal work motivation, weak team coordination, and differences in job satisfaction among employees, which could hinder performance. This study aims to analyze the influence of work motivation and teamwork on employee performance, both directly and indirectly through job satisfaction as a mediating variable. This quantitative research uses a structured questionnaire on employees of the Asahan Regency PUTR Office. The data were analyzed in SPSS version 27 using validity and reliability tests, classical assumption tests, path analysis, and Sobel tests to assess mediation. The results showed that work motivation and teamwork had a positive, significant effect on job satisfaction, and that job satisfaction had a positive, significant impact on employee performance. Job satisfaction has also been shown to partially mediate the influence of work motivation and teamwork on employee performance. These findings are expected to serve as a basis for government agencies to design performance-improvement strategies that strengthen work motivation, foster teamwork, and sustainably increase job satisfaction

    Melampaui Fasilitas: Bagaimana Modal Simbolik Membentuk Niat Berkunjung Peziarah di Situs Warisan Religi Jawa.

    No full text
    This study examines how symbolic capital shapes pilgrims’ visiting intention at a Javanese religious heritage site. While tourism studies commonly emphasize material components such as amenities and infrastructure, pilgrimage destinations often operate through spiritual authority and sacred narratives. Using a qualitative case study of the Tomb of Syekh Anom Sidakarsa in Kebumen, Central Java, data were collected through field observations, semi-structured interviews with caretakers, pilgrims, local vendors, and community leaders, and document analysis. The findings show that pilgrims’ visiting intention is primarily driven by symbolic capital associated with the saintly figure of Syekh Anom Sidakarsa, including narratives of sanctity, genealogical legitimacy, and beliefs in spiritual blessings. Material factors such as amenities and accessibility function mainly as supporting conditions for visitor comfort, while ancillary services remain limited. By integrating the 4A tourism framework with Bourdieu’s concept of symbolic capital, this study offers a sociological perspective on pilgrimage tourism and provides insights for managing sacred heritage destinationsPenelitian ini menganalisis bagaimana kapital simbolik membentuk minat berkunjung peziarah pada sebuah situs warisan religi di Jawa. Berbeda dengan pariwisata umum yang menekankan fasilitas dan infrastruktur, destinasi ziarah seringkali digerakkan oleh otoritas spiritual dan narasi kesakralan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif pada Makam Syekh Anom Sidakarsa di Kebumen, Jawa Tengah. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur dengan juru kunci, peziarah, pedagang lokal, serta tokoh masyarakat, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat berkunjung peziarah terutama dipengaruhi oleh kapital simbolik yang melekat pada figur kewalian Syekh Anom Sidakarsa, seperti narasi kesucian, legitimasi genealogis, dan keyakinan terhadap keberkahan spiritual. Fasilitas dan aksesibilitas berperan sebagai faktor pendukung kenyamanan kunjungan, sementara layanan tambahan masih terbatas. Dengan mengintegrasikan konsep 4A pariwisata dan teori kapital simbolik Pierre Bourdieu, penelitian ini memberikan perspektif sosiologis dalam memahami wisata ziarah serta implikasi bagi pengelolaan destinasi warisan relig

    Kontribusi Program Pengenalan Lapangan Persekolahan Terhadap Kesiapan Profesional Mahasiswa Pendidikan Ekonomi

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) terhadap kesiapan mengajar mahasiswa angkatan 2022 Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuantitatif korelasional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 orang mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) terhadap kesiapan mengajar mahasiswa angkatan 2022 Jurusan Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Gorontalo. Nilai koefisien determinasi (R²) menunjukkan bahwa besarnya persentase pengaruh variabel X (Pengenalan Lapangan Persekolahan) terhadap variabel Y (Kesiapan Mengajar Mahasiswa) adalah sebesar 72,3%. Adapun sisa pengaruh sebesar 27,7% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini

    Revitalizing the Pasai Sultanate Heritage: Negotiating Cultural and Religious Identity of Acehnese Society in the Modern Era

    No full text
    As a foundational Islamic kingdom in the Indonesian archipelago, the Pasai Sultanate possesses a strategic heritage that remains underutilized in addressing contemporary challenges, such as the erosion of cultural identity, declining social tolerance, and low historical literacy. This study adopts a qualitative approach utilizing historical-interpretive analysis. Data were gathered through comprehensive documentary reviews of inscriptions and artifacts, field observations at heritage sites, and in-depth interviews with key stakeholders, including museum curators, educators, researchers, and the youth of North Aceh. The research offers three primary contributions: First, it identifies the strategic value of Pasai’s legacy as \u27living heritage\u27—a dynamic symbol of a cosmopolitan civilization defined by tolerance and global integration. Second, it reveals a significant generational divide, wherein many young people perceive this legacy as static and disconnected from modern life. Finally, the study proposes an adaptive revitalization model built on three pillars: integrating the Pasai narrative into multicultural education, developing technology-driven heritage tourism, and leveraging digital media and creative industries to foster a sense of collective ownership

    619

    full texts

    4,412

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇