Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
4412 research outputs found
Sort by
Tantangan dan Peluang bagi Pustakawan Milenial di Era Digitalisasi
Era digitalisasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk perpustakaan. Artikel ini mengkaji tantangan dan peluang bagi pustakawan milenial dalam menghadapi perkembangan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yang melibatkan analisis data dari berbagai sumber terkait seperti jutnal, buku dan laporan penelitian. Tujuan penulisan ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pustakawan milenial dalam menghadapi transformasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi adaptasi terhadap teknologi yang terus berkembang, peningkatan literasi digital, perubahan peran tradisional pustakawan, keterbatasan anggaran, serta isu privasi dan keamanan data. Namun, di balik tantangan tersebut, terdapat peluang besar seperti inovasi dalam layanan digital, kolaborasi dan jaringan profesional yang lebih luas, peningkatan aksesibilitas informasi, penggunaan data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik, dan kesempatan untuk pengembangan profesional berkelanjutan. Artikel ini menyimpulkan bahwa dengan strategi yang tepat dan investasi dalam pengembangan keterampilan serta teknologi, pustakawan milenial dapat mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan kinerja perpustakaan dan memenuhi kebutuhan pengguna di era digital. Rekomendasi praktis diberikan untuk membantu perpustakaan dalam mengelola transformasi digital ini secara efektif
Menjembatani Akademik dan Realitas Sosial: Strategi Penguatan Profil Lulusan Pengembangan Masyarakat Islam di Era Modern
Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) tidak bisa dipisahkan dengan fungsimahasiswa sebagai agen pembaharuan. Mahasiswa serta lulusan PMI diharapkan mampumenjadi jembatan penghubung antara dunia akademik dengan dunia modern melalui berbagaikegiatan baik ketika masih menjadi mahasiswa terlebih setelah lulus menjadi sarjana. Memilikipeluang serta tantangan dalam mewujudkan visi serta profil Program Studi. Dengan kreativitasserta inovasi yang dimiliki diharapkan mampu menjawab tantangan zaman khususnya bagiumat Islam. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana upaya mewujudkanprofil lulusan mahasiswa Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam Fakultas Dakwahdan Saintek UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN SAIZU) Purwokerto di Purbalingga agar sesuaituntutan masyarakat modern pada umumnya dan umat Islam pada khususnya. Penelitian inimenggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif. Metode pengumpulan datamenggunakan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi baik secara digital maupunmanual berupa buku-buku panduan akademik maupun sumber data dokumentasi yang relevan.Profil Lulusan Program Studi PMI sebagamana Kurikulum OBE (Outcome Based Education)yaitu sebagai: Pendamping Sosial Profesional, Peneliti, Faundraiser Profesional, dan Penyuluh.Kenyataannya belum dapat sepenuhnya terwujud disebabkan faktor internal maupun eksternal.Selama ini lulusan PMI sebagian bekerja di sektor formal maupun non formal. Di sektor formalbaru di kantor Kementerian Agama yang bisa menampung lulusan Prodi PMI. Tantangan datang dari masyarakat umum yang masih kurang faham tentang kompetensi yang dimiliki alumni ProdiPMI. Untuk mewujudkan profil lulusan maka perlu adanya dukungan segenap sivitas akademikaberupa ketersediaan sarana prasarana yang memadai secara digital maupun manual. Juga perluadanya upaya sosialisasi secara terus menerus kepada masyarakat luas dan evaluasi kurikulumsecara berkala sehingga profil lulusan Program Studi PMI dapat menjawab tantangan zaman
Penguatan Pola Asuh Anak melalui Sosialisasi Parenting Islami dan Ilmiah di SDN 2 Tunjungseto
Fenomena bullying di kalangan pelajar sekolah dasar merupakan masalah serius yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah pola asuh (parenting) yang kurang optimal. Polaasuh merupakan pendekatan pengasuhan oleh orang dewasa untuk memastikan kesehatan, keselamatan, serta pembentukan karakter anak agar tumbuh menjadi individu yang produktif danberadab. Sebagai upaya mitigasi bullying, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri(UIN) Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi ParentingIslami dan Ilmiah di SDN 2 Tunjungseto. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan program. Kegiatan ini mencakup penyampaian materi dalam bentuk ceramah interaktif dan sesi tanya jawabdengan orang tua/wali murid terkait strategi pengasuhan anak. Hasil evaluasi menunjukkanpeningkatan pemahaman peserta mengenai konsep pola asuh, tipe-tipe parenting, faktor keberhasilan pengasuhan, strategi menjadi orang tua efektif, serta pentingnya komunikasi yang baikdalam keluarga. Dengan demikian, sosialisasi ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan bullying melalui penerapan pola asuh yang tepat berbasis nilai-nilai Islam dan keilmuanpsikologis
Modernization of Women\u27s Education in Social Change in The Sultanate of Siak Sri Indrapura, Riau 1927-1950
This study explores the modernization of women\u27s education in the Siak Sultanate during the early 20th century, focusing on the Sultanah Latifah School and Madrasatun Nisa’. The research addresses how women\u27s education became a medium for social transformation within traditional Malay society amid colonial influence, Islamic reform, and local educational awareness. It investigates the social context and development of women\u27s education in Siak Sri Indrapura, employing a qualitative historical method. Data were collected through archival research, oral history, and field observations. Sultanah Latifah School, initiated by Sultan Syarif Kasim II, adopted a Western-oriented curriculum including reading, writing, arithmetic, Dutch, etiquette, and Islamic studies. In contrast, Madrasatun Nisa’ emphasized Islamic modernist teachings, such as Arabic, women’s jurisprudence (fiqh), ethics, and reformist thought. These institutions represented a significant shift in traditional female roles, fostering public engagement and intellectual development. The findings highlight that both schools blended local customs, Islamic values, and modern pedagogy, marking a pioneering effort in localized women\u27s educational reform. This modernization promoted not only religious and cultural continuity but also opened avenues for broader societal participation by women. The study concludes that the Siak Sultanate played a key role in advancing women\u27s education within a framework respectful of tradition yet oriented toward progress. It emphasizes the need to preserve such historical educational models and to further explore the legacy of female graduates in shaping modern society. The integration of regional history into educational curricula is also recommended to enrich contemporary understandin
Revitalizing the Study of Nusantara Manuscripts through the Ngariksa Program: Oman Fathurrahman\u27s Contribution to the Development of Digital Philology
This study examines the contributions of Oman Fathurrahman in revitalizing the study of Nusantara manuscripts through the Ngariksa Program (Ngaji Manuskrip Kuno Nusantara), which integrates traditional philological approaches with modern digital technology. As a professor of philology at UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Oman Fathurrahman has played a pivotal role in the digital transformation of Nusantara manuscripts by developing and leading the Ngariksa Program since 2019. This program is broadcast live on social media and has garnered significant attention from academics and younger generations. It successfully encourages the preservation and study of ancient manuscripts as a valuable cultural memory of the nation. Additionally, Oman actively participates in digitization and cataloging initiatives such as DREAMSEA and the Endangered Archives Programme, expanding global access and utilization of Nusantara manuscripts. This study highlights Oman\u27s strategy of strengthening research infrastructure, digital manuscript utilization, and big data management to advance digital philology as an intellectual heritage of the nation while safeguarding the preservation of manuscripts against modern threats. The findings illustrate that revitalizing Nusantara manuscript studies is not merely an academic endeavor but a vibrant cultural movement involving cross-generational collaboration and digital technolog
Analisis Kegagalan Transisi Demokrasi Di Mesir Pasca-Arab Spring
Artikel ini mengkaji kegagalan transisi demokrasi di Mesir pasca-Arab Spring. Arab Spring memicu serangkaian peristiwa yang berdampak signifikan terhadap stabilitas politik Mesir. Pergeseran politik yang sudah terjadi setelah mundurnya Husni Mubarak dari kekuasaanya, tidak menampakan kondisi demokrasi Mesir yang kembali pulih. Kemenangan Mursi dalam pemilihan umum tidak menjadi jaminan berlangsungnya proses demokratisasi yang berkelanjutan di Mesir. Penelitian ini berfokus pada pemahaman mendalam mengenai kegagalan transisi demokrasi pasca-Arab Spring dan menelaah penguasaan militer dalam politik Mesir. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa akibat kegagalan peralihan demokrasi di Mesir terjadi karena perpecahan elite politik Mesir yang melahirkan sentimen polarisasi, kondisi ekonomi yang buruk serta pengaruh kuat militer, telah menciptakan lingkungan yang tidak kondusif bagi demokrasi di Mesir. Dalam hal ini, dominasi militer dalam tatanan politik Mesir telah terinstitusionalisasi, membuat peran militer dalam pemerintahan menjadi sangat signifikan
Membangun Karakter Epistemik Siswa SD Melalui Pendekatan Filsafat Ilmu: Studi Kasus
Kemampuan berpikir kritis dan keterampilan siswa sekolah dasar dalam menilai keabsahan informasi masih lemah, terlihat dari kecenderungan menerima informasi tanpa verifikasi, ketidakmampuan membedakan fakta dan opini, serta rendahnya kesadaran akan dasar pembenaran suatu pengetahuan. Kondisi tersebut menunjukkan karakter epistemik yang belum terbentuk secara memadai. Penelitian ini bertujuan menjelaskan secara rinci bagaimana pendekatan Filsafat Ilmu dapat digunakan untuk membangun karakter epistemik siswa melalui studi kasus pada satu kelas IV di SD Negeri 2 Wlahar, Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran untuk menangkap praktik epistemik yang muncul di kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan siswa untuk menelusuri proses refleksi dan perubahan pemahaman, serta analisis dokumen hasil kerja siswa guna memeriksa konsistensi pola penalaran mereka. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik melalui proses reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi konsep-konsep dasar Filsafat Ilmu dalam kegiatan inkuiri terbimbing mendorong perubahan konkret pada perilaku epistemik siswa. Temuan utama meliputi: peningkatan kemampuan melakukan verifikasi informasi sederhana; munculnya kebiasaan bertanya reflektif yang lebih terarah; kemampuan mengidentifikasi kesalahan penalaran pada contoh kasus; serta kesiapan merevisi keyakinan setelah menimbang bukti baru. Perubahan ini konsisten setelah guru menerapkan strategi pembelajaran berbasis argumen, dialog, dan refleksi. Implikasi penelitian menegaskan perlunya pelatihan guru untuk menguasai integrasi Filsafat Ilmu dalam pembelajaran, serta pentingnya memasukkan pengembangan karakter epistemik sebagai komponen eksplisit dalam kurikulum sekolah dasar
Integrasi Nilai-Nilai Filosofis dalam Pembelajaran bermakna : Menuju Pendidikan yang Humanis dan Transformatif
Pembelajaran bermakna merupakan pendekatan pendidikan yang menekankan keterkaitan antara pengetahuan baru dengan pengalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki peserta didik. Dalam perspektif filsafat pendidikan, pembelajaran bermakna tidak hanya dipahami sebagai proses transfer informasi, tetapi sebagai upaya pembentukan pribadi yang utuh dan reflektif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pembelajaran bermakna melalui pendekatan filsafat pendidikan, khususnya dari aliran pragmatism, konstruktivisme, eksistensialisme, humanism. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan studi Pustaka yaitu metode pengumpulan data dengan cara memahami dan mempelajari teori-teori dari berbagai literatur yang berhubungan dengan penelitian. Ditekankan bahwa proses belajar harus memberikan ruang bagi peserta didik untuk berpikir kritis, membangun makna secara personal, serta mengaitkan pembelajaran dengan konteks kehidupan nyata. Kajian ini menyimpulkan bahwa filsafat pendidikan memberikan fondasi konseptual yang kuat untuk merancang praktik pembelajaran yang holistik dan transformatif
Respon Emosional Pasien dan Keluarga dalam Visit Pasien pada Layanan Bina Rohani di Rumah Sakit
Spiritual development services are provided to provide spiritual support for patients undergoing medical treatment, as the sick condition often causes anxiety, fear, and psychological distress. The support of this spiritual guidance service is expected to help patients feel calmer, increase their hope of recovery, and strengthen mental resilience during the treatment process. This study aims to explore the emotional response of patients and families to patient visit services in Islamic spiritual guidance at PKU Muhammadiyah Petanahan Kebumen Hospital. This research method employs a qualitative approach, utilizing data collection techniques that include observation, in-depth interviews with spiritual development officers, and documentation. The data produced was then analyzed. The results showed that patients\u27 emotional responses after receiving spiritual guidance varied, ranging from feelings of calmness and increased hope for healing to emotional release, as evidenced by expressions of gratitude. These findings indicate that spiritual guidance helps patients manage anxiety, fear, and psychological distress during treatment. In addition, the patient\u27s family also benefited from this service, with most feeling calmer and obtaining the emotional support they needed. This research confirms the importance of integrating spiritual services into medical care to enhance the emotional well-being of patients and their families.
Layanan bina rohani diberikan untuk memberikan dukungan spiritual bagi pasien yang menjalani perawatan medis, karena kondisi sakit sering menimbulkan kecemasan, ketakutan, dan tekanan psikologis. Dukungan layanan bimbingan rohani ini diharapkan membantu pasien supaya merasa lebih tenang, meningkatkan harapan sembuh, serta memperkuat ketahanan mental selama proses pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi respon emosional pasien dan keluarga pada layanan visit pasien pada bimbingan rohani Islam di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Petanahan Kebumen. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam kepada petugas bina rohani, dan dokumentasi. Data yang dihasilkan kemudian dilakukan analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon emosional pasien setelah menerima bimbingan rohani bervariasi, mulai dari perasaan lebih tenang, harapan sembuh yang meningkat, hingga pelepasan emosi yang tampak melalui ungkapan syukur. Temuan ini mengindikasikan bahwa bimbingan rohani membantu pasien mengelola kecemasan, ketakutan, dan tekanan psikologis selama perawatan. Selain itu, keluarga pasien juga merasakan manfaat layanan ini, dengan sebagian besar merasa lebih tenang dan memperoleh dukungan emosional yang dibutuhkan. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi layanan spiritual dalam perawatan medis untuk meningkatkan kesejahteraan emosional pasien dan keluarga
Reframing Violence: A Philosophical Comparison of Physical and Non-Physical Sexual Violence in Indonesian Criminal Law
Indonesian Law Number 12 of 2022 on the Sexual Violence Crimes (TPKS) identifies sexual harassment—both non-physical and physical—as a form of sexual violence punishable by imprisonment and/or fines. However, there is a significant distinction in its legal classification. Non-physical sexual harassment is treated as a complaint-based offense (delik aduan), meaning it can only be prosecuted if reported by the victim. In contrast, physical sexual harassment may be categorized as either a complaint-based offense or a public offense (delik biasa), the latter allowing law enforcement to initiate proceedings without a formal complaint. This paper critically examines the alignment between these legal classifications and the philosophical foundations set forth in the preamble of the TPKS Law and its Academic Paper. Utilizing a normative juridical approach, the study draws from primary legal sources and the academic paper, analyzed through qualitative descriptive methods, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The study finds that the differentiation between complaint-based and public offenses for sexual harassment is inconsistent with the law’s stated philosophical values, which emphasize the protection of human dignity and the prevention of sexual violence as a matter of public interest