Griya Jurnal UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto
Not a member yet
4412 research outputs found
Sort by
Negotiating Authority: Argumentative Techniques in Da’wah Narratives on Hijab
The contemporary discourse on the hijab reflects not only religious norms but also ongoing debates among Islamic scholars regarding interpretation and authority. This study examines how leading preachers—Quraish Shihab, Ustaz Adi Hidayat, and Ustaz Wijayanto—construct arguments about hijab regulation, with a focus on their use of scriptural sources, authority methods, and contextual reasoning. Employing a comparative qualitative approach grounded in Stephen Toulmin’s model of argumentation, this research analyzes their public statements, sermons, and writings. The findings indicate significant methodological variance: Quraish Shihab adopts a contextual and adaptive approach, whereas Ustaz Adi Hidayat and Ustaz Wijayanto apply a literal and traditionalist method. Despite their differences, all three rely foremost on the Qur’an and Hadith as sources of religious authority. These approaches have tangible effects on Muslim practices and perceptions regarding the hijab. The study emphasizes that scholarly argumentation, grounded in credible sources and critical engagement, is crucial for fostering a pluralistic and constructive intellectual climate within contemporary Islamic discourse
Perhitungan Perceraian dalam Kitab Betaljemur Adammakna Perspektif Ilmu Falak, Astrologi, dan Madzhab Syafi’i
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan perceraian yang terdapat dalam kitab Betaljemur Adammakna kemudian dianalisis dari perspektif Ilmu Falak, Astrologi dan Madzhab Syafi’i. Metodologi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, data yang dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi lalu dianalisis dengan metode analisis deskriptif.
Hasil perhitungan dari 10 pasangan yang dianalisis dalam Kitab Betaljemur Adamakna, hanya satu pasangan yang dianggap cocok, sementara sebagian besar menunjukkan ketidakcocokan yang dapat berisiko pada perceraian. Penelitian ini juga mencakup pandangan hukum Islam yang menekankan bahwa meskipun perhitungan weton atau astrologi dapat diterima dalam beberapa budaya, Islam tidak menjadikan faktor ini sebagai dasar utama dalam memilih jodoh. Islam lebih menekankan pada kualitas pribadi, agama, dan kesesuaian dalam berbagai aspek kehidupan sebagai dasar keputusan pernikahan. Kepercayaan terhadap astrologi harus diimbangi dengan usaha, komunikasi, dan komitmen dalam hubungan pernikahan yang berdasarkan iman kepada Allah SWT
Menimbang Ulang Teologi Pembebasan dalam Islam: Asghar Ali Engineer tentang Keadilan, Kesadaran Kritis, dan Pendidikan
Islam, like other religions, encompasses two inseparable dimensions: the esoteric, which is transcendent and absolute, and the exoteric, which is structured, rational, and contextual. The challenge in contemporary reality lies in the predominance of normative, textual, and elitist approaches to religion, which often fail to adequately address the socio-cultural needs of humanity as a whole. This study seeks to advance a contextual theological approach within Islamic studies, an approach that bridges the transcendental values of religion with the lived realities of human existence. Employing a descriptive-qualitative method, supported by hermeneutical inquiry and critical analysis of religious texts in relation to their social contexts, the research demonstrates that a contextual theological perspective can reveal the humanistic dimensions of Islamic teachings that are frequently overlooked by purely doctrinal frameworks. The findings contribute positively to the development of Islamic studies that are more applicable and responsive to the challenges of the modern age. In this regard, the reconstruction of theological thought through a contextual approach emerges as an imperative in ensuring that Islam remains a religion of enduring relevance across time and place (salihun li kulli makanin wa zamani).Islam, sebagaimana agama-agama lain, memiliki dua dimensi yang tidak terpisahkan: esoteris, yang bersifat transenden dan absolut, serta eksoteris, yang bersifat terstruktur, rasional, dan kontekstual. Tantangan dalam realitas kontemporer terletak pada dominasi pendekatan normatif, tekstual, dan elitis terhadap agama, yang sering kali kurang mampu menjawab kebutuhan sosial-kultural umat manusia secara menyeluruh. Penelitian ini berupaya mengembangkan pendekatan teologi kontekstual dalam studi Islam, yaitu pendekatan yang menjembatani nilai-nilai transendental agama dengan realitas kehidupan manusia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang didukung oleh analisis hermeneutik dan kritik teks keagamaan dalam kaitannya dengan konteks sosial, penelitian ini menunjukkan bahwa perspektif teologi kontekstual mampu menyingkap dimensi humanistik ajaran Islam yang sering terabaikan oleh kerangka doktrinal semata. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi positif bagi pengembangan studi Islam yang lebih aplikatif dan responsif terhadap tantangan zaman modern. Dalam kerangka ini, rekonstruksi pemikiran teologis melalui pendekatan kontekstual menjadi sebuah keharusan agar Islam tetap hadir sebagai agama yang relevan sepanjang masa dan tempat
The Price of Corruption on State Losses Policy
Legal instruments and law enforcement agencies have actively pursued efforts to eradicate corruption; however, empirical evidence indicates that the recovery of state financial losses remains disproportionate to the magnitude of economic harm incurred. This study seeks to reformulate the concept of state economic loss in corruption cases to establish a legal framework that is fairer, proportionate, and grounded in legal certainty. The research uses a normative juridical method, analyzing secondary data through three distinct approaches: the statutory approach, which examines the consistency of legal norms; the conceptual approach, which investigates relevant doctrines and theoretical frameworks; and the case study approach, which identifies judicial practices and jurisprudence relevant to the topic. The findings reveal two principal insights. First, the application of the economic loss element in state corruption cases encounters significant challenges, including ambiguous interpretations, the absence of clear normative boundaries, reliance on potential rather than actual loss calculations, and the lack of a standardized methodology. Second, reformulating this element is necessary by clarifying its normative definition, incorporating actual losses, recognizing systemic impacts, and standardizing the methodology for calculating losses. This reformulation enhances the quality of evidence, reduces disparities in legal interpretation, and promotes harmonization across laws and regulations. Moreover, this policy framework is expected to improve coordination among law enforcement agencies, strengthen public trust, and ultimately foster a more effective, transparent, and corruption-free governance environment
Pengaruh Tunjangan Sertifikasi Terhadap Profesionalisme Guru di Madrasah Ibtidaiyah Kecamatan Cilongok
Riset ini dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan antara pemberian tunjanganprofesi dengan peningkatan kualitas mengajar guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI)yang berada di wilayah Cilongok. Pemberian tunjangan sertifikasi ini sebenarnyamerupakan bentuk penghargaan pemerintah sekaligus upaya untuk meningkatkankesejahteraan para guru, dengan harapan mereka dapat mengajar dengan lebihbaik dan profesional. Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti menggunakanmetode kuantitatif dengan melakukan survei kepada guru-guru MI bersertifikat diCilongok. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa tunjangan sertifikasi memberikandampak positif yang cukup berarti terhadap profesionalisme guru dalam mengajar.Hal ini terlihat dari meningkatnya berbagai kemampuan guru, baik dalam hal caramengajar, penguasaan materi, karakter pribadi, maupun kemampuan berinteraksidengan lingkungan Madrasah.Riset ini dilakukan untuk melihat apakah ada hubungan antara pemberian tunjanganprofesi dengan peningkatan kualitas mengajar guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI)yang berada di wilayah Cilongok. Pemberian tunjangan sertifikasi ini sebenarnyamerupakan bentuk penghargaan pemerintah sekaligus upaya untuk meningkatkankesejahteraan para guru, dengan harapan mereka dapat mengajar dengan lebihbaik dan profesional. Untuk mengetahui hal tersebut, peneliti menggunakanmetode kuantitatif dengan melakukan survei kepada guru-guru MI bersertifikat diCilongok. Dari hasil penelitian, ditemukan bahwa tunjangan sertifikasi memberikandampak positif yang cukup berarti terhadap profesionalisme guru dalam mengajar.Hal ini terlihat dari meningkatnya berbagai kemampuan guru, baik dalam hal caramengajar, penguasaan materi, karakter pribadi, maupun kemampuan berinteraksidengan lingkungan Madrasah
Pencegahan Stunting melalui Program Makanan Tambahan (PMT): KKN-Mandiri Integrasi di Desa Situ Ilir, Bogor, Jawa Barat
Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting tertinggi di Asia Tenggara,yaitu 27,7%. Stunting tidak hanya mempengaruhi pertumbuhan fisik anak, tetapi jugamempengaruhi perkembangan kognitif dan kualitas hidup di tahun-tahun mendatang. Desa SituIlir yang terletak di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, merupakan salah satu wilayahyang belum memiliki kesadaran penuh dalam upaya pencegahan stunting karena keterbatasanakses informasi dan sumber daya. Urgensi upaya pencegahan stunting semakin meningkatmengingat dampaknya yang multidimensi. Program KKN-Mandiri Integrasi yang dislenggarakanoleh Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang hadir sebagai salah satu bentukpengabdian kepada masyarakat yang dirancang untuk memberikan intervensi secara terpadumelalui wawancara langsung dengan pihak terkait, pemberian makanan tambahan (PMT),hingga peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untukmenurunkan prevalensi stunting di Desa Situ Ilir dengan meningkatkan kesadaran masyarakattentang pentingnya gizi dan pola asuh yang baik. Kegiatan pencegahan stunting di Desa Situ Ilir,Cibungbulang, Bogor, Jawa Barat dilakukan secara bertahap, dimulai dari tahap identifikasi,kemudian melakukan penyuluhan pencegahan stunting dari rumah ke rumah
Kepemimpinan Yusuf Bin Tasyfin Dan Dinamika Perkembangan Islam Di Afrika Utara (1061-1107 M)
Perkembangan Islam di Afrika Utara dipengaruhi oleh beberapa Dinasti yang pernah berkuasa, salah satunya adalah Dinasti Murabithun. Sebagai seorang pemimpin Dinasti Murabithun, Yusuf bin Tasyfin telah menghadapi berbagai dinamika yang panjang. Kepemimpinan Yusuf bin Tasyfin telah mengantarkan Dinasti Murabithun untuk meraih puncak kejayaan. Ketika berkuasa Yusuf bin Tasyfin mengambil berbagai kebijakan salah satunya adalah melanjutkan ekspansi wilayah. Artikel ini bertujuan untuk menelisik sejarah kelahiran Dinasti Murabithun, Kepemimpinan Yusuf bin Tasyfin dan Pengaruhnya terhadap perkembangan Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah. Metode ini terdiri atas, Heuristik, Kritik Sumber, Interpretasi dan Historiografi. Sumber-Sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah artikel ilmiah, arsip, dokumen, buku, surat kabar, skripsi dan sumber-sumber lain yang relevan. Sumber-sumber tersebut dianalisis dan dikaji secara mendalam untuk memperoleh gambaran yang lebih jelas. Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa Yusuf bin Tasyfin dengan berbagai kebijakannya telah berkontribusi besar dalam memperluas perkembangan Islam dan pengaruhnya di Afrika Utara dan Eropa
Pendekatan Epistemologi Immanuel Kant dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di MI Ma’arif 02 Bajing Kulon
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pola pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar yang bersifat hafalan dan belum menumbuhkan kemampuan berpikir reflektif serta kritis peserta didik. Kondisi ini menunjukkan adanya persoalan epistemologis dalam proses pembentukan pengetahuan mengenai nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan pendekatan epistemologi dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila di MI Ma’arif 02 Bajing Kulon serta mengkaji relevansinya dengan pemikiran Immanuel Kant. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan epistemologi diterapkan melalui tiga aspek utama, yaitu pengalaman empiris, penalaran rasional, dan refleksi moral. Peserta didik tidak hanya menerima materi secara verbal, tetapi dilatih mengamati fenomena nyata, menganalisis kasus, berdiskusi, serta merefleksikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan ini sejalan dengan epistemologi rasional-transendental Immanuel Kant yang menekankan keterpaduan antara pengalaman dan akal budi dalam membentuk pengetahuan dan kesadaran moral. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Pancasila berbasis epistemologi mampu mendorong terbentuknya peserta didik yang kritis, berkarakter, dan memiliki kesadaran moral yang lebih matang. Temuan ini dapat menjadi rujukan bagi guru dalam merancang pembelajaran Pancasila yang lebih reflektif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan karakter, sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik pendidikan nilai yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman
Implikasi Model Pembelajaran yang Selaras dengan Filsafat Pendidikan Kontemporer
Pendidikan kontemporer menghadapi kesenjangan signifikan antara tujuan ideal untuk menghasilkan lulusan yang bernalar kritis dan kreatif dengan praktik pembelajaran di kelas yang masih terjebak dalam rutinitas konvensional. Paradigma tradisional yang berpusat pada guru (teacher-centered) dinilai tidak lagi memadai untuk membekali siswa menghadapi tantangan abad ke-21. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana model pembelajaran yang selaras dengan filsafat pendidikan kontemporer yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dikumpulkan dari berbagai sumber pustaka seperti jurnal ilmiah dan buku, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) seperti Problem-Based Learning (PBL), Project-Based Learning (PjBL), dan Inquiry Learning memiliki hubungan kuat dengan peningkatan hasil belajar siswa secara holistik dengan mengembangkan keterampilan abad ke-21. Meskipun demikian, implementasinya dihadapkan pada sejumlah tantangan fundamental , meliputi: kesenjangan antara teori dan praktik, kesiapan dan kompetensi guru yang belum merata, kurikulum yang padat, sistem evaluasi yang tidak selaras, keterbatasan sumber daya, serta budaya pendidikan dan harapan orang tua yang belum sepenuhnya mendukung. Kesimpulannya, penyelarasan model pembelajaran dengan filsafat pendidikan kontemporer adalah sebuah keharusan untuk menciptakan pembelajar seumur hidup yang relevan dengan zaman, namun keberhasilannya memerlukan upaya sistematis untuk mengatasi tantangan-tantangan praktis di lapangan
Pandangan Keliru tentang Merariq melalui Pendekatan Bimbingan dan Konseling Islam
The Merariq tradition in the Sasak community of Lombok holds a philosophical significance as a symbol of courage, respect, and transition into domestic life. However, in contemporary practice, this tradition experiences deviations that trigger social problems such as early marriage, marriage without official registration, and family conflicts. This research aims to reconstruct the meaning of the Merariq tradition through the Islamic Counseling Guidance (BKI) approach, in harmony with Islamic values, and contribute to the formation of a harmonious family. The research method employs a qualitative approach, incorporating in-depth interviews with the Sasak community and purposively selected traditional Merariq actors. Data were collected through semi-structured interviews and analyzed using descriptive-analytical techniques, including data reduction, thematic grouping, and critical interpretation. The results of the study show that the public\u27s understanding of Merariq is still culturally strong, but weak in the normative aspects of Islam, thus giving rise to practices that are not in accordance with sharia. The BKI approach is considered relevant for providing post-marriage education and coaching, strengthening the positive values of traditions, and mitigating negative impacts such as early marriage and family conflicts. This research highlights the importance of harmonizing local wisdom with Islamic teachings through Islamic counseling-based education.
Tradisi Merariq pada masyarakat Sasak di Lombok memiliki makna filosofis sebagai simbol keberanian, penghormatan, dan transisi menuju kehidupan rumah tangga. Namun, dalam praktik kontemporer, tradisi ini mengalami penyimpangan yang memicu masalah sosial seperti pernikahan dini, pernikahan tanpa pencatatan resmi, dan konflik keluarga. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi makna tradisi Merariq melalui pendekatan Bimbingan Konseling Islam (BKI) agar selaras dengan nilai-nilai Islam dan berkontribusi pada pembentukan keluarga harmonis. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam terhadap masyarakat Sasak dan pelaku tradisi Merariq yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis, meliputi reduksi data, pengelompokan tema, serta interpretasi kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap Merariq masih kuat secara budaya, namun lemah dalam aspek normatif Islam, sehingga memunculkan praktik yang tidak sesuai syariat. Pendekatan BKI dinilai relevan untuk memberikan edukasi dan pembinaan pasca pernikahan, meneguhkan nilai positif tradisi, serta mengurangi dampak negatif seperti pernikahan dini dan konflik keluarga. Penelitian ini menegaskan pentingnya harmonisasi antara kearifan lokal dan ajaran Islam melalui pendidikan berbasis konseling Islami