Jurnal Praktik Baik Pembelajaran Sekolah dan Pesantren
Not a member yet
62 research outputs found
Sort by
Pengembangan Alat Evaluasi Berpikir Kreatif Berbasis Aplikasi Microsoft Sway pada Materi Teorema Pythagoras
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan alat evaluasi dengan Microsoft Sway untuk menilai kemampuan berpikir kreatif siswa kelas VIII pada materi Teorema Pythagoras. Penelitian ini berjenis pengembangan dengan tahapan model meliputi spesifikasi alat ukur, penulisan pernyataan atau pertanyaan, penelaahan pernyataan atau pertanyaan, penyusunan instrumen, uji coba, seleksi dan perakitan instrumen, administrasi instrumen dan penulisan skala dan norma. Metode analisis data melibatkan validasi ahli dan respon siswa. Hasil validitas menunjukkan bahwa semua item soal dengan kategori valid. Tingkat reliabilitas alat evaluasi mencapai 0,611, berkategori cukup. Tingkat kesukaran soal rata-rata sebesar 0,66, berkategori sedang, sementara tingkat daya pembeda rata-rata adalah 0,35, berkategori cukup. Hasil penelitian ini, yang telah divalidasi oleh ahli media sebesar 84,82%, berkategori sangat layak. Dari ahli materi sebesar 79,00%, berkategori layak. Respos siswa mencapai 93,17%, berkategori sangat tinggi. Sehingga disimpulkan bahwa pengembangan alat evaluasi berpikir kreatif berbasis aplikasi Microsoft Sway pada materi Teorema Pythagoras layak digunakan sebagai instrumen evaluasi dalam pembelajaran matematika
Implementasi Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division Berbasis Blended Pengembangan E-Modul Berbantuan PhET pada Materi Listrik Dinamis
Kurikulum Merdeka menuntut peserta didik untuk berperan aktif, kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah bahan ajar interaktif yang dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep materi pembelajaran terutama pada pelajaran IPA. E-Modul merupakan salah satu media interaktif yang dapat membantu peserta didik dalam belajar secara mandiri, memahami materi, serta meningkatkan minat peserta didik. Pada penelitian ini bahan ajar yang dikembangkan berupa E-Modul interaktif sebagai bahan ajar peserta didik kelas IX dengan berbantuan PhET Simulation untuk memudahkan peserta didik dalam melakukan percobaan secara visual. Pengembangan E-Modul ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi canva dan heyzeline. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tingkat kevalidan dari pengembangan E-Modul interaktif berbantuan PhET pada materi listrik dinamis kelas IX. Metode dalam penelitian ini adalah Research and Development (R&D) dengan menggunakan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation) dengan uji validasi produk. Uji validasi bahan ajar E-Modul menggunakan instrumen lembar validasi yang telah divalidasi oleh ahli instrument, dan juga produk pengembangan E-Modul divalidasi oleh ahli materi dan ahli media. Tingkat kelayakan E-Modul interaktif berbantuan PhET pada materi listrik dinamis ini mendapatkan nilai menurut ahli materi yaitu 91% dengan kategori “sangat layak”, dan ahli media mendapatkan nilai persentase sebesar 86% dengan kategori “sangat layak”
Penggabungan PJBL, Demonstrasi, Pembelajaran Berbasis Video untuk Meningkatkan Pemahaman dan Keterampilan Siswa
Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL), Demonstrasi, dan Pembelajaran Berbasis Video telah meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa. Metode ini menggabungkan demonstrasi, proyek ekosistem miniatur, dan materi pembelajaran berbasis video untuk memberikan pembelajaran yang tidak hanya teoritis tetapi juga praktis, memungkinkan siswa untuk belajar secara bersamaan bagaimana bekerja sama dan berkolaborasi. Selain itu, penelitian ilmiah yang dilakukan siswa menunjukkan peningkatan kemampuan evaluasi diri dan kesadaran etika mereka. Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang konsep melalui transformasi pembelajaran ini, tetapi mereka juga memperoleh keterampilan sosial, kreativitas, dan kesiapan untuk menghadapi tantangan dalam dunia yang terus berubah. Secara keseluruhan, metode ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang selalu berubah dan secara keseluruhan, yang berdampak positif pada pertumbuhan siswa dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang penuh tantangan dan dinamis
Pengembangan e-LKPD pada Materi Relasi dan Fungsi dengan Model PAKEM untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengembangan e-LKPD relasi dan fungsi bermodel PAKEM yang memenuhi kriteria valid, praktis serta efektif guna peningkatan kemampuan berpikir kreatif. Penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan bermodel ADDIE yang diikuti 30 siswa kelas VIII A SMP Dr. Wahidin Mlati. Teknik pengumpulan data menggunakan obeservasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi ahli media mencapai skor 3,67, yang dikategorikan valid, dan validasi oleh ahli materi dengan skor 4,32, berkategori sangat valid. Dari angket yang diberikan kepada siswa, rata-rata skor respon mereka adalah 3,42, yang dikategorikan praktis. Skor rata-rata posttest adalah 81,46, sedangkan skor rata-rata pretest adalah 45,83. Uji T pada sampel berpasangan menunjukkan sig. lebih besar dari α (0,00 < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan dalam kemampuan berpikir kreatif siswa sebelum dan sesudah penggunaan e-LKPD. Skor N-Gain yang diperoleh adalah 0,66, yang dikategorikan sedang
Pembelajaran di Luar Kelas: Menyelami Pengalaman Pembelajaran yang Dinamis dan Beragam untuk Siswa Sekolah Dasar
Penelitian ini mengeksplorasi implementasi strategi pembelajaran di luar kelas pada siswa kelas IV SD Negeri Kulati, Kabupaten Wakatobi. Dengan menggunakan metode observasi dan wawancara, penelitian ini mencatat langkah-langkah persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut dari guru kelas IV. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi pembelajaran di luar kelas melibatkan pemilihan tema, penentuan tempat, menentukan waktu, dan penyusunan RPP. Pembelajaran di luar kelas tidak hanya memberikan siswa pemahaman yang lebih dalam tentang materi, tetapi juga melibatkan mereka dalam kegiatan seperti observasi, diskusi kelompok, dan evaluasi. Dengan menerapkan teori-teori belajar, seperti teori konstruktivisme dan teori pembelajaran kooperatif, pembelajaran di luar kelas dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman langsung. Kesimpulannya, pembelajaran di luar kelas dapat menjadi sarana efektif untuk mengembangkan keterampilan siswa dan memperluas wawasan mereka
The Crucial Role of Teachers in Fostering Creativity, Critical Thinking, and Motivation in Students
This study underscores the critical significance of fostering positive relationships between students and teachers within educational settings. Through an examination of existing literature and research findings, the study illuminates the profound impact of these relationships on various aspects of students' academic performance, social development, and overall well-being. The findings reveal that positive relationships cultivate a collaborative and supportive learning environment wherein students feel empowered to actively engage in the learning process, exchange ideas, and build connections with their peers. Furthermore, the study highlights the role of positive relationships in enhancing students' motivation, resilience, and sense of belonging within the school community. As such, educators are encouraged to prioritize the cultivation of these relationships as a fundamental aspect of effective teaching and student support strategies. This study contributes to a deeper understanding of the critical role that positive relationships play in promoting student success and holistic development in educational contexts
Implementasi Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division Berbasis Blended Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa kelas X melalui implementasi pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division berbasis Blended Learning. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan sebanyak 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X yang berjumlah 33 siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar ekonomi mengalami peningkatan yang dilihat dari perbandingan nilai rata-rata post-test pada masing-masing siklus. Nilai rata-rata post-test pada siklus I sebesar 79,66, sedangkan nilai rata-rata post-test pada siklus II sebesar 91,11. Berdasarkan hasil rata-rata post-test siklus I dan siklus II tersebut, dapat diketahui bahwa Hasil Belajar Ekonomi mengalami peningkatan sebesar 29,27%. Pada siklus II ditemukan pula hasil post-test menunjukkan bahwa 23 dari 27 siswa atau sebesar 85,19% siswa telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu lebih besar atau sama dengan 75. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpukan bahwa implementasi pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division berbasis Blended Learning dalam meningkatkan Hasil Belajar
Kampus Mengajar dan Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi Peserta Didik Sekolah Dasar
Program kampus mengajar merupakan bentuk pelaksanaan program MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka) dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi. Program ini di peruntukkan mahasiswa di perguruan tinnggi untuk berkontribusi dalam memajukan pendidikam dasar. Kegiatan kampus mengajar ini meliputi kegiatan literasi dan numerasi walaupun dalam program kampus mengajar terdapat dua fokus kegiatan lainnya yaitu adaptasi teknologi dan administrasi sekolah. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk meningkatakan kemampuan literasi numerasi peserta didik kelas III di Sekolah Dasar Inpres Lisabheto, Nusa Tenggara Timur. Jenis penelitian yang dilakukan ialah kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi selama kegiatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa program kampus mengajar membawa kebermanfaatan bagi sekolah dan salah satu kebermanfaatan yang diperoleh adalah adanya peningkatan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik kelas III
Reducing Academic Procrastination in Students Through Individual Counseling with Cognitive Restructuring Techniques: A Case Study at Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung
This study aims to understand how individual counseling using cognitive restructuring techniques can reduce academic procrastination behaviors among students at Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung. The research employs a descriptive qualitative method, where the researcher observes and interacts with the students. The study focuses on four students, two boys and two girls, who have issues with academic procrastination, selected through purposive sampling. Data collection techniques used in this research include observation, interviews, and documentation. The results indicate that individual counseling with cognitive restructuring techniques significantly impacts reducing academic procrastination behaviors among the students at Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung. The counseling sessions helped the students realize that academic procrastination can lead to anxiety, fear, and worry. After participating in the counseling sessions, the four students recognized their mistakes and are now committed to improving their behaviors
Utilizing Smart Ladder Media to Enhance Student Learning Outcomes on Length Units in Third-Grade Elementary School
This study aims to assess the mathematics learning outcomes of third-grade students at MIS Muhammadiyah Darussalam Waioti, Sikka (a private elementary school) on the topic of length units using the "smart ladder" media. This research follows a Classroom Action Research (CAR) approach, employing both qualitative and quantitative methods. It comprises two cycles, each consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of this study are third-grade students. Data collection methods include tests and observation. Research instruments consist of an observation sheet for assessing student engagement and a test to measure learning outcomes. The findings reveal that mathematics learning using the smart ladder media showed improvement from Cycle I to Cycle II, with the learning outcome mastery level reaching 18% in Cycle I and student engagement observed at 44%. In Cycle II, the mastery level increased to 94%, with student engagement reaching 93%. These results suggest that the use of the smart ladder media for teaching length units effectively enhances the learning outcomes of third-grade students at this school