STT SAAT Institutional Repository
Not a member yet
    1252 research outputs found

    Analisa Kritis terhadap Pandangan-Pandangan Unio Mystica ditinjau dari Teologi Perjanjian Baru

    Get PDF
    Unio mystica, dalam bahasa Latin, atau mystical union, dalam bahasa Inggris, lebih baik diterjemahkan sebagai persatuan mistik daripada kesatuan mistik. Karena kesatuan mistik mengandung makna konotatif pasif dan statis. Lain halnya dengan persatuan mistik yang berkonotasi aktif dan dinamis, di mana justru sifat keberagamaan yang aktif dan dinamis inilah yang hendak dikejar melalui persatuan mistik … saya akan membahas lebih jauh pandangan beberapa teolog dan pakar, ajaran tentang persatuan mistik. Selanjutnya saya akan mencoba menggali keluar kebenaran kristiani tentang ajaran persatuan mistik dari sudut pandang teologi biblika, khususnya teologi Perjanjian Baru. Akhirnya, berdasar teologi biblika ini saya akan memberikan analisis kritis terhadap berbagai pandangan tentang persatuan mistik

    Hal Kebetulan dalam Rut 2:3

    Get PDF
    Salah satu terjemahan yang perlu direvisi menurut Cornelius Kuswanto adalah kata “kebetulan” yang terdapat di Rut 2:3, Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (TB, BIS; TL “untung”).1 Menurut Kuswanto, “Rut datang ke ladang Boas kelihatannya seperti sebuah kebetulan, namun sebenarnya langkah Rut dipimpin oleh pengaturan Tuhan” (h. 137). Ia mengusulkan agar terjemahan “kebetulan” pada ayat tersebut diubah menjadi “Dan terjadilah adanya (ternyata) ia berada di tanah milik Boas” (h. 138). Untuk mendukung usulannya, Kuswanto menggunakan Rut 4:1 sebagai contoh, disertai analisis sintaktikal, yang sayangnya, tidak dilakukan untuk Rut 2:3 yang justru menjadi subjudul artikelnya, “Rut Sampai di Ladang Boas: Kebetulan atau Pengaturan Tuhan?” Oleh karena itu, paparan berikut akan mengisi kekurangan analisis leksikal, semantik, dan sedikit sintaktikal dari Rut 2:3. Sebagai catatan, penulis tidak keberatan dengan usulan Kuswanto bahwa terjemahan “kebetulan” pada Rut 4:1 seharusnya tidak ada

    Karakteristik Kepemimpinan Kristen yang Pas (Lukas 7:18-28)

    Get PDF
    Naskah Khorbah : Kita akan membicarakan karakteristik kepemimpinan Kristen yang pas, yaitu pas untuk memenuhi kebutuhan di tengah-tengah bangsa kita sekarang yang memiliki terlalu banyak pemimpin tetapi tidak ada kepemimpinan—many leaders, too many leaders, but there is no leadership. Kita juga akan membicarakan karakter dan karakteristik yang pas sehingga dapat mengisi kebutuhan gereja di masa depan, agar gereja tidak menjadi pupuk bawang melulu atau hanya menjadi kambing congek saja dan supaya orang Kristen tidak hanya menjadi pelengkap penderita atau selalu menjadi gerbong yang paling belakang yang terus digoncang dan lebih sering ditinggalkan dari rangkaiannya di stasiun

    Hamba Tuhan dan Bacaannya (II Timotius 4:13)

    Get PDF
    Naskah khotba

    Hubungan Sekolah Teologi, Rohaniwan Lulusannya dan Gereja

    Get PDF
    Setiap sekolah teologi, dari latar denominasi atau warna teologi apapun, tentu mempunyai sejumlah lulusan. Setelah para lulusan itu melalui suatu masa pelayanan terjadilah pemutusan hubungan kerja, baik yang inisiatifnya keluar dari rohaniwan itu sendiri karena tidak puas terhadap gereja atau pun yang inisiatifnya keluar dari ladang pelayanan, khususnya gereja yang tidak puas terhadap rohaniwan. (Selanjutnya penyebutan ladang pelayanan akan diwakili oleh gereja yang terbanyak memanfaatkan tenaga rohaniwan dari sekolah teologi dibandingkan lembaga Kristen non-gereja.) Dengan berjalannya waktu dan jika ketidakpuasan gereja terhadap tindakan dan unjuk kerja rohaniwan lulusan dari sekolah teologi yang sama terulang kembali, maka tidak heran jika tindakan dan unjuk kerja rohaniwan itu tidak hanya diidentifikasi gereja sebagai kelemahan dari rohaniwan yang bersangkutan, tetapi lebih dari itu sebagai hasil dari proses pendidikan sekolah teologinya. Pertanyaannya sekarang adalah tindakan dan unjuk kerja apa saja dari para rohaniwan yang tidak sesuai dengan harapan gereja dan dapat dikembalikan sebagai hasil proses pendidikan semua sekolah teologi? Kajian tulisan mengenai masalah hubungan kedua lembaga ini, yang jika tidak ada halangan akan dilanjutkan dengan penelitian lapangan, dapat dijadikan masukan bagi pihak sekolah teologi, gereja, maupun para rohaniwan (atau calon rohaniwan) dalam kerangka tanggung jawab penyiapan para calon rohaniwan di kehidupan globalisasi kini yang kecepatan dan perubahannya tidak dapat diduga. Berdasarkan paparan latar belakang tulisan di atas, uraian tulisan ini disusun dengan urutan: Pertama, Gambaran Hasil Pengamatan dan Penelitian Terhadap Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Teologi Beserta Lulusannya. Kedua, Konsep Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Teologi: Tujuan dan Model Penyelenggaraan. Ketiga, Implikasi Konsep Penyelenggaraan Pendidikan Sekolah Teologi: Tanggung Jawab Bersama Sekolah Teologi dan Gereja untuk Penyiapan Calon Rohaniwan

    Doktrin Kerajaan Allah Menurut Walter Rauschenbusch

    Get PDF
    Walter Rauschenbusch lahir dan dibesarkan di Rochester, New York. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Rochester Theological Seminary, ia ditahbiskan sebagai pendeta di Second Baptist Church di New York. Dalam pengalaman pelayanannya di daerah yang yang disebut “Hell’s Kitchen,” ia melihat betapa kerasnya kehidupan saat itu. Ia menyaksikan eksploitasi tenaga kerja oleh industri-industri raksasa, penindasan kepada kaum miskin dan lemah, dan perlakuan diskriminatif dari pihak penguasa kepada orang-orang yang menderita. Sementara di sisi lain, ia melihat gereja tidak melakukan tindakan apapun. Sikap pasif dari gereja itu dimengerti oleh Rauschenbusch sebagai tanda dari kegagalan teologi di dalam menjawab tantangan zaman. Bagi Rauschenbusch teologi membutuhkan suatu penyesuaian untuk dapat menjawab tantangan ataupun kebutuhan zaman. Ia menyadari adanya kesulitan-kesulitan yang besar dalam usaha penyesuaian itu. Kunci untuk menjawab tantangan ini adalah penempatan kembali doktrin Kerajaan Allah sebagai pusat dari teologi. Melalui Injil Sosial, Rauschenbusch ingin kembali menempatkan doktrin Kerajaan Allah sebagai pusat dari teologi. Oleh karena itu dalam Injil Sosial, doktrin Kerajaan Allah menjadi pusat, bahkan “This doctrine [the Kingdom of God] is itself social gospel.” Seluruh doktrin yang lain haruslah diinterpretasikan (ulang) di bawah terang doktrin ini. Tulisan ini mencoba melihat apa dan bagaimana karakteristik doktrin Kerajaan Allah menurut Rauschenbusch, latar belakang filsafat di balik pemikiran Rauschenbusch, dan implikasinya terhadap doktrin Kerajaan Allah, doktrin dosa dan doktrin keselamatan. Setelah itu akan diberikan kajian terhadap pemikiran Rauschenbusch dari sudut pandang teologi Injili. Dalam bagian penutup akan diberikan kesimpulan dan sumbangsih pemikiran Rauschenbusch dalam konteks gereja di Indonesia

    Dasar-Dasar Bercerita di Sekolah Minggu

    Get PDF
    Jauh sebelum Alkitab ada, umat Allah sudah gemar berkata-kata mengenai Tuhan. Sambil duduk dekat api unggun di waktu malam, mereka menyanyi tentang kebesaran dan belas kasihan-Nya. Para kakek meneruskan kepada cucu mereka cerita-cerita mengenai Tuhan. Demikian seterusnya karya dan perbuatan Allah di dalam sejarah mereka turunkan kepada generasi selanjutnya dalam bentuk cerita, sesuai dengan apa yang diperintahkan Tuhan dalam kitab Ulangan 6:4-7. Penyampaian berita dalam bentuk cerita atau narasi sangat efektif dari zaman ke zaman dalam setiap generasi dan bangsa, sampai pada zaman moderen ini. Sekarang ini cerita dapat disampaikan melalui teknologi canggih seperti media elektronik dan audio visual. Harus diakui teknologi modern merupakan pilihan bagi anak-anak Sekolah Minggu di samping mendengar cerita dari orang tua dan Guru Sekolah Minggu (GSM) mereka. Namun demikian, meskipun media elektronik dan audio visual dapat melakukan tugas bercerita, tetapi mereka tidak dapat mengganti “hubungan pribadi” antara si pencerita dan pendengar, dalam hal ini anak-anak. Di sinilah seorang GSM memiliki kesempatan untuk tetap hadir dan sekaligus tantangan untuk meningkatkan mutu berceritanya

    Sejarah Suku Sunda

    Get PDF
    Pada tahun 1998, suku Sunda berjumlah lebih kurang 33 juta jiwa, kebanyakan dari mereka hidup di Jawa Barat. Diperkirakan 1 juta jiwa hidup di propinsi lain. Berdasarkan sensus tahun 1990 didapati bahwa Jawa Barat memiliki populasi terbesar dari seluruh propinsi yang ada di Indonesia yaitu 35,3 juta orang. Demikian pula penduduk kota mencapai 34,51%, suatu jumlah yang cukup berarti yang dapat dijangkau dengan berbagai media. Kendatipun demikian, suku Sunda adalah salah satu kelompok orang yang paling kurang dikenal di dunia. Nama mereka sering dianggap sebagai orang Sudan di Afrika dan salah dieja dalam ensiklopedi. Beberapa koreksi ejaan dalam komputer juga mengubahnya menjadi Sudanese. Sejarah singkat pra-abad 20 ini dimaksudkan untuk memperkenalkan orang Sunda di Jawa Barat kepada kita yang melayani di Indonesia. Pada abad ini, sejarah mereka telah terjalin melalui bangkitnya nasionalisme yang akhirnya menjadi Indonesia modern

    Membangun Konsep Diri berdasarkan Firman Tuhan

    Get PDF
    Di dalam akar dari berbagai kekurangan atau kegagalan dalam hidup dan pelayanan para hamba Tuhan, seringkali terdapat penilaian diri yang salah. Pernyataan ini tentu saja akan mencengangkan banyak pelayan Tuhan. Mengapa? Salah satu penyebabnya adalah karena penilaian terhadap diri sendiri seringkali jarang atau bahkan tidak pernah dilakukan oleh orang-orang yang sudah terjun dalam pelayanan. Selain itu, banyak anggapan keliru yang kerapkali muncul ketika berbicara mengenai topik penilaian diri. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai bagaimana membangun konsep diri yang berdasarkan firman Tuhan dengan tujuan agar para pembaca mulai belajar untuk membangun konsep dirinya dengan barometer firman Tuhan dan bukan dengan tipologi kepribadian yang kini populer

    Selamat Datang Psikologi!

    Get PDF
    Sewaktu saya sedang berkuliah, seseorang pernah bertanya kepada ibu saya mengenai bidang studi apa yang sedang saya pelajari. Setelah mendengar jawaban bahwa saya sedang belajar psikologi, dengan serta merta ia menasehati ibu saya bahwa psikologi adalah ilmu yang melawan Tuhan dan sebaiknyalah saya menempuh bidang ilmu yang lain. Lebih dari 20 tahun kemudian, komentar tersebut tetap mewakili sebagian pandangan orang Kristen terhadap psikologi. Namun demikian, dengan rasa syukur saya harus mengatakan bahwa sambutan gereja-gereja terhadap sumbangsih ilmu psikologi pada umumnya adalah positif. Seminari pun telah merangkul disiplin ilmu ini dan memasukkannya sebagai mata kuliah ke dalam kurikulum pendidikan teologi

    480

    full texts

    1,252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STT SAAT Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇