STT SAAT Institutional Repository
Not a member yet
    1252 research outputs found

    Menikmati Perjamuan Kudus : Pengajaran Perjamuan Kudus menurut John Calvin dan Sumbangsihnya bagi Kehidupan Bergereja

    Get PDF
    Perjamuan Kudus pada masa kini mengalami bahaya degradasi. Pelaksanaan Perjamuan Kudus melalui cara pelaksanaan yang tidak benar dan pengaruh konsep yang salah telah mengakibatkan desakralisasi sakramen tersebut. Akibatnya, jemaat tidak bertumbuh, sekalipun mereka setia mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus. Gereja dengan pemimpin dan jemaat yang demikian akan sekadar menjadi lapangan permainan kebutuhan sosial dan ajang ekspresi diri yang subjektif. Khususnya bagi gereja-gereja Protestan reformed, yang mestinya berpegang pada ajaran bapa gereja John Calvin, pelaksanaan Perjamuan Kudus perlu dikaji ulang, karena pelaksanaan Perjamuan Kudus dalam gereja jauh dari konsep yang dikemukakan oleh Calvin. Pengertian doktrin Calvin tidak terwujud dalam praksis kehidupan gereja. ... Berikut ini kita mencoba untuk melihat hakekat Perjamuan Kudus. Dalam hal ini penulis akan mengikuti doktrin Perjamuan Kudus seperti yang dikemukakan oleh Calvin. Mengapa mengikuti Calvin? Karena dalam keyakinan penulis, teologi Perjamuan Kudus Calvin adalah teologi Perjamuan Kudus yang cukup seimbang antara dimensi materi dan dimensi spiritualnya. Lagi pula, doktrin Calvin merupakan doktrin yang paling konsisten dalam semua bagiannya. Alasan terakhir adalah karena doktrin Calvin adalah warisan yang berharga selama ini ditinjau dari sudut historis, teologis dan biblikal. Dalam tulisan ini, kita akan melihat apa hakikat Perjamuan Kudus, perdebatan dalam konsep kehadiran Kristus dan dampak Perjamuan Kudus terhadap orang percaya yang mengambil bagian dalam Perjamuan Kudus. Dalam terang pengertian doktrin Perjamuan Kudus Calvin ini, kita mencoba melihat pelaksanaan yang benar dari Perjamuan Kudus dalam kehidupan gereja. Pelaksanaan Perjamuan Kudus yang benar dalam gereja akan mengembalikan kedalaman dan berkat yang melimpah pada waktu kita menjalankan Perjamuan Kudus

    Apa Hubungan Porong dengan Yerusalem? : Menggagas Suatu Ekoteologi Kristen

    Get PDF
    Pertanyaan di atas sulit dijawab. Faktanya, kedua kota tersebut terpisah dengan jarak yang sangat jauh. Meski keduanya dikenal sebagai tempat wisata, yang satu adalah tempat wisata para turis mancanegara—khususnya turis religius dalam tradisi agama Abrahamis—dan yang satu lagi, tempat turis domestis yang kebetulan lewat di tempat itu, di mana selain mampir untuk membeli produk tersohornya, seperti bandeng presto, ote-ote, kerupuk udang dan petis, mereka juga ingin melihat “lumpur panas” yang tidak kalah terkenal; tetap saja, keduanya secara langsung tidak punya hubungan antara satu dengan yang lain. Namun, yang menarik, keduanya secara teologis diasumsikan mempunyai hubungan yang erat, sebab keduanya mengacu kepada hubungan antara iman dan bencana alam, atau tepatnya, antara iman dan kerusakan alam akibat sikap dan tindakan eksploitatif manusia terhadap lingkungan hidupnya. Karena itu, terjadinya “pukulan balik” dari alam atas ketamakan manusia yang terus menerus mengeksploitasinya ini perlu dipahami secara teologis. Dalam usaha memahami hal ini, ada beberapa pertanyaan penting perlu dilontarkan, seperti apakah konsidi lingkungan hidup manusia sekarang ini? Apakah motif di balik degradasi atau kerusakan lingkungan hidup? Apakah prinsip-prinsip alkitabiah yang dapat diajukan untuk membangun teologi lingkungan hidup (ekoteologi)? Akhirnya, apakah prinsip-prinsip teologis dan normatif yang dapat dibangun dari perspektif Kristen dalam menyikapi krisis ekologi yang sedang berlangsung pada masa kini? Singkatnya, tulisan ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, yang semuanya berfokus pada tujuan untuk memberikan sebuah pemahaman yang utuh tentang ekoteologi Kristen, sekaligus untuk menunjukkan bahwa sesungguhnya memang ada korelasi timbal balik antara iman Kristen dan krisis lingkungan hidup yang disebabkan oleh manusia

    Tetap Bersukacita di Masa Sukar

    Get PDF
    Naskah khotba

    Kata Jamak Intensif : Keindahan yang Hilang di dalam Terjemahan Alkitab

    Get PDF
    Traduttore traditore adalah ungkapan dalam bahasa Latin yang digunakan oleh Moises Silva pada waktu memulai artikelnya mengenai tugas yang sulit dari seorang penerjemah. Ungkapan tersebut berarti “seorang penerjemah adalah seorang penghianat” (a translator is a traitor). Walaupun kedengarannya kurang baik, tetapi ungkapan tersebut sangat tepat untuk menggambarkan bahwa menerjemahkan secara akurat dan enak dibaca adalah suatu upaya yang tidak mudah. Kesulitan ini bertambah jika kita mengingat bahwa setiap terjemahan pada hakekatnya adalah suatu penafsiran. Dengan kata lain, pemahaman dan pengertian seorang penerjemah dalam suatu bahasa memegang peranan yang besar dalam suatu terjemahan. Hal ini terefleksi di dalam penerjemahan kata benda jamak intensif (PI) dari bahasa Ibrani Alkitab ke dalam bahasa lain. Pemahaman bahwa kata benda jamak dalam bahasa Ibrani memiliki pengertian intensif dengan berbagai aspeknya telah didiskusikan oleh Aaron Ember pada tahun 1905. Selain dari artikel tersebut, banyak buku-buku tata bahasa Ibrani ataupun artikel-artikel di dictionary memiliki bagian yang mendiskusikan PI ini. Walaupun demikian, PI belum diterjemahkan secara tepat baik di dalam terjemahan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Banyak terjemahan yang menerjemahkan PI sebagai kata tunggal atau jamak tanpa menambahkan kata sifat yang memberikan nuansa keindahan bahasa Ibrani Alkitab ini. Penerjemahan PI sebagai kata benda tunggal menggambarkan pengertian dari para penerjemah bahwa PI memiliki pengertian tunggal. Sedangkan penerjemahan sebagai kata benda jamak menunjukkan bahwa penerjemah berusaha untuk setia kepada teks. Kedua macam penerjemahan ini dapat dikatakan telah kehilangan keindahan dari salah satu unsur yang penting dari Perjanjian Lama. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengajak pembaca untuk meneliti PI di dalam bahasa Ibrani Alkitab dengan harapan agar kita semua dapat melihat keindahan firman Tuhan. Penulis tidak akan mengemukakan suatu pengertian yang baru mengenai PI ataupun memberikan suatu penelitian yang menyeluruh tentang pemakaiannya di seluruh Perjanjian Lama melainkan memfokuskan kepada pengenalan, pengelompokan, dan penerapan PI di dalam penerjemahan Alkitab

    Tinjauan Kritis Terhadap Konsep Kebangkitan Badani Yesus Menurut N. T. Wright

    No full text

    Tanggung Jawab Sosial Orang Kristen Dalam Perspektif Eskatologis Berdasarkan Studi Eksegetikal Matius 25

    No full text

    490 Tahun Reformasi : Apakah Sola Scriptura Masih Secara Konsisten Menjadi Pegangan Gereja-Gereja Reformed Masa Kini?

    Get PDF
    Dalam kaitan peringatan Reformasi yang ke 490 (1517-2007), marilah bersama-sama kita melakukan introspeksi secara mendalam: Apakah gereja-gereja reformed atau gereja-gereja injili sebetulnya masih konsisten (sebagaimana Martin Luther dan kaum reformator lainnya) berpegang pada ajaran sola scriptura secara ketat? Karena itu di dalam artikel ini saya mengajak kita melihat situasi gereja-gereja (dan pendeta-pendetanya) masa kini dengan membandingkannya dengan masa Reformasi abad 16 dan, lebih jauh lagi, dengan masa Reformasi pada zaman raja Yosia pada 2 Raja-raja 22:1-20, khususnya dengan ditemukannya kembali kitab Taurat (lih. ay. 8) yang telah sekian lama hilang pada masa itu. Artikel ini akan saya tutup dengan sebuah refleksi ke arah mana sesungguhnya gereja-gereja injili atau reformed berjalan, khususnya bila mereka sudah “kehilangan” Alkitab

    Gereja dan Pelayanan Mahasiswa Kristen : Sebuah Studi Pertumbuhan Gereja Mula-Mula dan Implikasinya bagi Pelayanan Mahasiswa Kristen di Universitas Sumatra Utara

    Get PDF
    Pelayanan mahasiswa Kristen ada di hampir setiap perguruan tinggi di Indonesia, termasuk pada perguruan tinggi negeri. Pelayanan mahasiswa Kristen yang dimaksudkan adalah persekutuan interdenominasi di kampus atau antar kampus, seperti PelmaKri (Pelayanan mahasiswa Kristen), Perkantas (Persekutuan Kristen Antar Universitas) atau KMK (Kebaktian Mahasiswa Kristen). Disebut pelayanan mahasiswa bukan saja karena fokus pelayanan adalah mahasiswa dan alumninya tetapi juga karena mayoritas dari pelaku pelayanan adalah mahasiswa dan alumni. Pelayanan mahasiswa Kristen menonjol bukan saja karena jumlah dan jenis kegiatannya, tetapi juga unik dalam kegiatan penginjilan dan pemuridannya, serta penting pengaruhnya. Tetapi pada umumnya, pelayanan mahasiswa Kristen kurang memiliki hubungan yang harmonis dengan gereja. Boleh dikatakan pelayanan mahasiswa Kristen tidak mementingkan kerja sama dengan gereja. Gereja sendiri tidak memberikan dukungan yang cukup, serta kurang memanfaatkan dampak positif dari pelayanan mahasiswa tersebut. Hal ini terjadi karena gereja tidak mengenal kegiatan mahasiswa yang berbentuk gerakan interdenominasi ini dengan baik, bahkan cenderung untuk mencurigainya. Padahal kegiatan pelayanan mahasiswa Kristen ini mempunyai banyak kemiripan dengan gereja mula-mula yang bertumbuh secara luar biasa pada Kisah Para Rasul. Dengan latar belakang pemikiran seperti dikemukakan di atas, tampaknya diperlukan pengenalan yang benar mengenai pertumbuhan gereja mula-mula yang luar biasa itu dan kesamaannya dengan pelayanan mahasiswa Kristen, mengingat pelayanan mahasiswa dapat menjadi faktor pendukung pertumbuhan gereja pada masa kini. Dengan pemaparan ini diharapkan para pemimpin gereja akan lebih mengenali pelayanan mahasiswa Kristen tersebut serta mendorong kerja sama yang baik di antara keduanya. Salah satu pelayanan mahasiswa Kristen dapat ditemukan pada Universitas Sumatera Utara (USU). Penulis melayani di universitas ini sebagai Pendeta dan Pembina kegiatan mahasiswa Kristen. Karena itu, bahasan bagi pelayanan mahasiswa dalam artikel ini akan diwakili oleh pelayanan mahasiswa Kristen di kampus USU yang bernama Unit Kegiatan Mahasiswa Kebaktian Mahasiswa Kristen (selanjutnya disebut UKM KMK USU)

    480

    full texts

    1,252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STT SAAT Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇