STT SAAT Institutional Repository
Not a member yet
    1252 research outputs found

    Analisis Kristis Terhadap Konsep Providensi Allah John Sanders

    No full text

    Suatu Tinjauan Teologis Terhadap Konsep Doa Dalam Biblical Warfare Worldview Menurut Gregory A. Boyd

    No full text

    Abstrak Tesis

    Get PDF

    Bohong Putih Ditinjau dari Perspektif Etika Kristen dan Pengajaran Alkitab

    Get PDF
    Perintah kesembilan ... menjadi pedoman utama untuk menjaga pemakaian lidah agar tidak melanggar kekudusan hidup. W. H. Gispen menegaskan bahwa titah kesembilan ini mencakup semua spektrum dosa yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan lidah manusia. Ini berarti bahwa larangan untuk mengucapkan saksi dusta tidak hanya mencakup konteks kesaksian seseorang di dalam pengadilan, tetapi juga mencakup semua jenis kebohongan yang ditimbulkan oleh ketidakjujuran karena ketidakmampuan untuk menguasai lidah. Beberapa ahli mengelompokkan bentuk-bentuk dosa yang melanggar titah kesembilan menjadi beberapa kategori. J. Douma mengategorikan dosa karena lidah ke dalam bentuk-bentuk berikut: memfitnah, gosip, menghakimi (dengan kasar), berbohong (yang terdiri dari bohong yang jahat, bohong yang lucu, bohong yang darurat, dan bohong putih), dan memutarbalikkan perkataan orang lain. Sedangkan J. Verkuyl mengelompokkan kebenaran dan kebohongan dalam penggunaan lidah menjadi delapan dimensi, yakni: di depan hakim; dalam kehidupan umum; dalam diplomasi; dalam percakapan; dalam melaporkan kenyataan dan keadaan; dalam mendidik anak-anak; dalam sopan santun; dan dalam keadaan darurat. Makalah ini akan secara khusus menyorot dan membahas salah satu kategori yang dimunculkan oleh dua ahli etika di atas, yakni bohong putih yang oleh Douma diistilahkan menjadi polite lie atau white lie (yang sering diterjemahkan menjadi bohong yang sopan) dan oleh Verkyul disebut bohong diplomasi atau bohong yang sopan. Untuk keseragaman, makalah ini akan memakai istilah “bohong putih” untuk mewakili konsep tersebut. Tulisan ini akan menggunakan pengajaran Alkitab untuk menyorot pandangan dan argumentasi para ahli etika mengenai pokok bahasan tersebut, sehingga di akhir makalah dapat ditemukan jawaban yang alkitabiah sebagai penuntun bagi orang percaya dalam kehidupan sehari-hari

    Tinjauan Kritis Terhadap Metode Hermeneutika Dekonstruksi Dipandang dari Perspektif Hermeneutika Injili

    No full text

    Fenomena Lawatan Ilahi di Bawah Terang Kriteria Membedakan Roh

    Get PDF
    Suatu kali seorang rekan hamba Tuhan yang sedang bertamu bercerita kepada saya. Ia mengatakan bahwa di sebuah sekolah tinggi teologi yang berlatar belakang ekumenikal (ia menyebutkan nama STT yang dimaksud) beberapa waktu yang lalu tiba-tiba seorang mahasiswa teologi di sana mengalami “lawatan ilahi” berupa kemampuan berbahasa roh atau glosolalia secara mendadak. Bagi saya, ini adalah fenomena yang tentunya menarik untuk dikaji, sebab hal itu terjadi di kalangan yang lebih sering membicarakan teologi 3B (Bultmann, Barth, Brunner), atau teolog-teolog 3A (Asia, Afrika, Amerika Latin), dan jarang membahas (apalagi mempraktikkan) karunia berbahasa roh. Jikalau tiba-tiba mahasiswa teologi dari STT yang berlatar belakang karismatik ber-glosolalia, itu sih bukan headline news karena hal itu adalah sebuah “aktivitas” yang umum di kalangan mereka, bahkan mungkin saja sudah menjadi “makanan” sehari-hari. ... Apakah betul bahwa bila kita menemukan suatu hasil atau result atau akibat yang baik, atau sesuatu yang supranatural, dapat secara langsung kita kaitan bahwa itu adalah lawatan yang ilahi? Apakah jikalau seseorang disembuhkan pasti selalu disembuhkan oleh Allah di dalam Kristus? Apakah kalau seorang Kristen menjadi sukses, kaya, makmur atau sejahtera, itu pasti selalu dapat dikaitkan sebagai pekerjaan Tuhan? Apakah kelancaran, pengalaman selalu terhindar dari bahaya dan mengalami mujizat adalah selalu merupakan tanda seorang yang rohani yang selalu dituntun atau diberkati oleh Tuhan? Apakah kalau ada orang yang memiliki kasih yang luar biasa, seperti misalnya agama Buddha Tzu Chi dari Taiwan (yang juga giat melakukan banyak aktivitas di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan banyak tempat di Indonesia delapan tahun belakangan ini), yang melakukan perbuatan karitatif (membangun sekolah, memberikan pengobatan medis gratis, menolong orang-orang yang cacat atau kanker, memberikan bantuan gratis pada korban bencana, dan menyembuhkan penyakit-penyakit tertentu di dalam masyarakat) adalah tanda bahwa itu adalah sesuatu yang rohani dan merupakan sesuatu yang berasal dari Tuhan? ... Singkatnya, jikalau hasil atau akibat dari suatu hal itu positif, maka kesimpulannya adalah itu dari Tuhan; jikalau hasil atau akibat yang dialami seseorang adalah negatif, maka itu tanda bahwa orang itu tidak disertai oleh Tuhan. Jalan pemikiran tersebut perlu dikaji ulang, khususnya di dalam artikel ini saya mengajak kita memikirkannya dari sudut atau terang firman Tuhan, khususnya 1 Yohanes 4:1-6, di mana khususnya pada ayat 1 dikatakan demikian: “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah percaya akan setiap roh, tetapi ujilah roh-roh itu apakah mereka berasal dari Allah; sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.” Melalui perikop ini saya mengajak kita melihat beberapa kriteria berdasarkan firman Tuhan tersebut, yaitu kriteria untuk membedakan roh. Kita akan melihat apakah fenomena lawatan ilahi itu selalu bisa kita asosiasikan dengan jalan pemikiran pragmatis seperti di atas tadi

    Rahasia Keluarga Sukses : Mazmur 127

    Get PDF
    Mazmur 127 adalah bagian dari mazmur-mazmur ziarah. Penulis mazmur ziarah melihat hidup sebagai suatu perjalanan, perjalanan ziarah. Kata “ziarah” (ha|mma|`álôt) pada ayat 1 dapat juga diterjemahkan ke tempat tinggi. Perjalanan ke tempat tinggi. Bagi bangsa Israel kuno, ziarah merupakan suatu perjalanan ke Yerusalem, tempat yang tinggi, di mana Allah berada, perjalanan menjumpai Allah. Perjalanan ziarah diiringi dengan nyanyian. Sebagai mazmur ziarah, Mazmur 127 disebut sebagai mazmur keluarga. Hidup berkeluarga adalah sebuah perjalanan ziarah untuk bertemu dengan Allah. Isi mazmur ini menyangkut dua pokok penting dalam hidup berkeluarga yakni rumah dan anak-anak. Kehidupan keluarga yang dijalani dengan susah payah pada perenungan terakhir disadari dan diterima sebagai pemberian Allah. Pemazmur tidak merendahkan atau mencela kerja keras manusia dalam mencari dan membina dua pokok dasar tersebut, melainkan pemazmur mengarahkan pencarian manusia kepada sumber yang sebenarnya. Pokok teologis yang didendangkan pemazmur adalah: Allah adalah sumber segala sesuatu yang diperlukan manusia. Rahasia kesuksesan keluarga terdapat pada Allah. Mazmur 127 dipandang sebagai karya raja Salomo atau berasal dari zaman pemerintahan raja Salomo (ay. 1). Dengan perkataan lain, mazmur ini telah beredar dalam masyarakat Israel kuno sejak zaman pemerintahan Salomo. Suatu kemungkinan penyusunan mazmur ini diilhami oleh kehidupan keluarga raja Salomo. Informasi kata Salomo pada ayat 1 akan digunakan untuk menyingkapkan makna terkandung dalam mazmur ini. Karakter Salomo berfungsi sebagai alat penggali makna mazmur ini. Meski demikian, tidak dapat dipastikan apakah mazmur ini merupakan komposisi puisi yang diterbitkan sebelum atau sesudah zaman pembuangan. Bahkan A. Weiser berpendapat bahwa mazmur ini tidak terikat pada waktu atau periode sejarah tertentu karena “ia termasuk dalam dunia amsal yang tidak terikat pada waktu sejarah (it belongs to the timeless world of the proverb).

    Konsep Sukacita di Dalam Surat Filipi dan Relevansinya Bagi Jemaat Masa Kini

    No full text

    Benarkah Yesus Tidak Mati Disalib? : Sebuah Pertanggungjawaban Iman terhadap Pandangan Islam

    Get PDF
    Belum lama ini, penulis tertarik dengan sebuah buku kecil laris yang dikarang oleh Hj. Irene Handono. Buku ini secara terang-terangan menolak fakta kematian Yesus Kristus atau Isa Almasih di kayu salib. Senada dengan itu, sebuah buku sensasional berjudul Jangan Ditunggu!!! Isa Bin Maryam Tidak Akan Turun di Akhir Zaman (Ready or Not Jesus is Not Coming) yang ditulis oleh Huttaqi juga menegaskan keyakinan yang sama dalam salah satu bagiannya: Yesus atau Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak disalib. Andaikata fakta kematian Yesus Kristus di kayu salib memang dongeng belaka, apakah yang akan terjadi dengan kekristenan? Dengan mudah kita berimajinasi bahwa seluruh bangunan kekristenan akan runtuh pada saat yang bersamaan. Ah, itu kan hanya imajinasi! Mungkin Anda berpikir demikian. Akan tetapi, penegasan bahwa Nabi Isa tidak mati disalib benar-benar sebuah gema yang kuat dalam tulisan-tulisan Islam. Tentu saja hal ini adalah klaim serius yang perlu ditanggapi oleh orang Kristen. Sebelum kita memasuki topik tersebut lebih dalam lagi. Mari kita mulai dengan tanggapan pembuka terlebih dahulu. Pertama, dalam konteks tren pluralisme teologis yang berusaha menyamaratakan semua agama, penulis ingin memberikan applause atas kegigihan pribadi-pribadi seperti Irene Handono dan teman-temannya yang mengumandangkan eksklusivitas teologi agamanya secara terbuka. Kedua, buku-buku yang bersikap skeptis dan mempertanyakan keyakinan Kristen seperti di atas sering kali mendatangkan manfaat positif bagi umat Kristen, yaitu bangkitnya kesadaran berapologetika. Oleh karena itu, pertama-tama, lebih baik kita mengucapkan matur nuwun kepada penulis buku-buku di atas. Selanjutnya, matur nuwun saja rasanya tidak cukup. Oleh karena itu, dalam tulisan ini penulis ingin mewujudkan penghargaan tersebut dengan cara menegaskan perbedaannya dengan pandangan Kristen sambil tetap membangun rasa hormat terhadap pribadi-pribadi yang berbeda pandangan. Oleh karena itu, tulisan ini akan memaparkan pandangan Islam terhadap fakta kematian Yesus Kristus di kayu salib dan kemudian dilanjutkan dengan perspektif Kristen terhadap isu krusial ini. Terakhir, penulis ingin mengembangkan pengakuan atas perbedaan doktrin sebagai dasar toleransi sejati dalam relasi antar umat beragama

    480

    full texts

    1,252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STT SAAT Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇