STT SAAT Institutional Repository
Not a member yet
    1252 research outputs found

    Lesson Plan: Nasi Goreng Mawut. 1Korintus 12:1-25

    No full text

    John Calvin dan C. S. Lewis: Sebuah Perbandingan tentang Konsep Teodise dan Relevansinya bagi Orang-orang Kristen di Indonesia dalam Memahami Teodise

    No full text
    Fatalisme telah menjadi filosofi yang tidak terpisahkan dalam hidup beragama dan bermasyarakat. Fatalisme hadir bersamaan dengan eksistensi pergumulan manusia tentang masalah penderitaan. Fatalisme adalah pandangan umum dalam masyarakat, bersifat melampaui waktu dan tempat di seluruh dunia serta di sepanjang zaman, termasuk di kalangan kekristenan, tanpa kecuali kaum injili di Indonesia. Salah satu alasan mengapa mempercayai fatalisme adalah karena pemahaman yang minim tentang masalah kejahatan, dalam hal ini konsep teodise. Berdasarkan agenda teologis tersebut, tesis ini mengangkat suatu studi perbandingan antara konsep teodise John Calvin dan C. S. Lewis. Perbandingan ini diharapkan dapat menjadi suatu alternatif untuk mengubah konsep fatalisme praktis yang populer di kalangan kekristenan di Indonesia. Walaupun konsep teodise Calvin dan Lewis termasuk di dalam kategori teodise kebaikan yang lebih besar, namun keduanya memiliki perbedaan secara epistemologis dan penekanan pada konsep teodise mereka masing-masing. Epistemologi Calvin menekankan bahwa konsep yang benar tentang diri manusia hanya dimungkinkan apabila manusia memiliki konsep yang benar tentang Allah. Manusia hanya dapat mengenali keselamatan yang dari Allah hanya melalui Alkitab. Konsep teodisenya didasarkan pada kehendak bebas kompatibilisme dan penekanan terhadap kedaulatan Allah yang mutlak atas seluruh keberadaan manusia. Sedangkan epistemologi Lewis menekankan bahwa manusia dapat mengenali keselamatan dari Allah melalui Alkitab, dan juga nilai-nilai yang objektif berdasarkan wahyu umum. Konsep teodisenya didasarkan pada kehendak bebas libertarian dan sangat menekankan konteks natural kehidupan manusia yang terikat pada hukum alam. Intensi penulis pada studi perbandingan ini adalah memberikan wawasan berteodise kepada para pembaca dan membuktikan bahwa kedua konsep teodise yang secara historis dianggap berseberangan tersebut tidak mengarah pada fatalisme. Selain itu, studi perbandingan ini juga akan membuktikan bahwa kekristenan memiliki argumen yang valid dalam menjawab masalah penderitaan tanpa perlu jatuh kepada fatalisme praktis. Dalam kaitannya dengan konteks kekristenan di Indonesia, penulis melihat studi ini menjadi sangat relevan. Beberapa alasan di antaranya adalah fakta bahwa teologi Reformed, yang dipegang oleh sebagian kaum injili, tidak terbebas dari fatalisme. Ditambah lagi, kondisi sosial dan alam Indonesia serta pengaruh Islam yang menerima "takdir" sebagai bagian dari iman mereka

    Naskah khotbah : Move on

    Get PDF

    Inkarnasi Yesus Sebagai Logos

    Get PDF

    Tinjauan Historis Perkembangan Musik Gerejawi didalam Gereja-Gereja Independen (Free Churches) dan Implikasinya bagi Penatalayanan Musik Gerejawi di Masa Kini (1)

    Get PDF
    Tulisan ini membahas sejarah perkembangan musik gerejawi dalam konteks gereja-gereja Protestan yang bersifat independen (free churches) dan dilihat secara umum pada masa pasca-Reformasi gereja hingga masa kini. Dalam perkembangannya, ranah musik gerejawi di dalam gereja-gereja independen selalu diperhadapkan dengan adanya polarisasi pandangan, baik di dalam musik vokal (khususnya nyanyian jemaat dan peranan paduan suara), maupun musik instrumental. Penelaahan secara historis ini mengisyaratkan beberapa implikasi yang dapat dimulai dengan mengembangkan suatu sikap menghormati tradisi dan menghargai inovasi. Implikasi yang lebih konkret dari tinjauan historis ini akan dibahs dalam makalah selanjutnya

    Aplikasi Pesan Utama Kitab Kidung Agung ke dalam Khotbah Pernikahan Kristen Masa Kini.

    No full text
    Kitab Kidung Agung adalah kitab yang penuh dengan kontroversi hingga saat ini karena bahasa-bahasa yang sensual, vulgar dan terkesan porno. Kitab Kidung Agung dalam pembukaan kitabnya dituliskan demikian, “Kiranya ia mencium aku dengan kecupan! Karena cintamu lebih nikmat daripada anggur.” Perkataan ini adalah perkataan yang diucapkan penuh hasrat, diungkapkan dengan desahan-desahan yang mempesonakan hati dari kedua manusia, sebuah ungkapan emosi dan gairah seksual, bahkan cenderung erotis dari dua orang yang saling mencintai dan mengutarakan kerinduan mereka. Tetapi ketika mendalami kitab ini dengan mengeksposisi setiap bagiannya, didapati bahwa Kidung Agung bukanlah kitab yang porno. Kitab Kidung Agung sengaja ditulis menggunakan bahasa-bahasa sensual untuk menekankan keindahan pernikahan Kristen yang telah dirancang oleh Allah bagi hidup manusia. Kidung Agung adalah kitab yang banyak menyimpan prinsip-prinsip pernikahan yang baik bagi hidup pasangan suami istri Kristen masa kini. Prinsip-prinsip tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam konteks pernikahan masa kini karena mampu menjawab tantangan yang dihadirkan oleh zaman modern seperti perselingkuhan, poligami, perceraian, hubungan seksual di luar nikah dan masalah-masalah yang lain. Salah satu cara menyampaikan prinsip-prinsip pernikahan kitab Kidung Agung kepada jemaat adalah melalui khotbah. Tidak dapat dipungkiri bahwa khotbah adalah cara yang paling efektif untuk mengingatkan jemaat dan memenuhi kebutuhan jemaat akan kebenaran firman Tuhan. Khotbah disampaikan minimal seminggu sekali dan didengarkan oleh banyak anggota jemaat, sehingga menjadi suatu kesempatan bagi hamba Tuhan untuk mengingatkan jemaat mengenai prinsip-prinsip pernikahan yang benar. Selain itu, khotbah juga menolong jemaat menghadapi ancaman-ancaman yang harus dihadapi oleh banyak pasangan suami istri Kristen masa kini. Mengkhotbahkan kitab Kidung Agung, bukan saja menyampaikan hasil eksposisi teks Kidung Agung kepada pendengarnya melainkan juga mengaplikasikannya ke dalam konteks pernikahan masa kini, sehingga dibutuhkan usaha-usaha seperti mengeksposisi teks yang akan dikhotbahkan, memahami konteks pendengar masa kini, mengaplikasikan eksposisi teks Kidung Agung ke dalam konteks pendengar masa kini, menyusun aplikasi khotbah yang baik dan efektif; serta menyusun sebuah pola khotbah yang membuat pendengar mau mendengarkan aplikasi khotbah tersebut dengan baik

    Teori Perang yang Adil : Sebuah Penjelasan dan Argumentasi Kristen

    Get PDF
    Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dan berargumentasi secara etis-teologis dan alkitabiah tentang apa dan mengapa sebagian gereja Kristen berpegang pada pandangan teori perang yang adil dalam etika perang mereka. Teori perang yang adil adalah sebuah pandangan yang melegitimasi perang berdasarkan pertimbangan-pertimbangan moral yang komprehensif. Perang dapat dibenarkan secara moral jika pemerintah telah mempertimbangkan prinsip-prinsip keadilan pada saat sebelum perang (jus ad bellum), saat perang (jus in bello), dan setelah perang (jus post bellum). Pandangan berikut praktiknya telah diterima oleh dan mendapat pembenaran secara etis-teologis dan biblis di dalam gereja-gereja Protestan arus utama

    Tinjauan Terhadap Dampak Dosa Asal dan Kaitannya Dengan Doktrin Prevenient Grace Kaum Classical Arminian

    Get PDF
    Diskusi antara kaum Reformed dengan Arminian dalam hal keselamatan bertitik tolak pada dampak kejatuhan dosa dengan kebebasan manusia (Free will). Reformed berkata bahwa setelah kejatuhan dosa, manusia masih memiliki kebebasan, dengan pengertian hanya mampu memilih dan melakukan "apa saja yang tidak baik" sedangkan Arminian berkata setelah kejatuhan, manusia memiliki kebebasan, dengan pengertian mampu memilih dan melakukan "apa saja yang jahat dan apa yang baik". Bagi kaum Arminian kemampuan bebas manusia ini tidak lepas dari Allah yang memberikan Prevenient Grace kepada seluruh manusia

    Tinjauan terhadap Kebajikan-kebajikan Kardinal Aristoteles dari Surat-surat Paulus dan Implikasinya sebagai Moralitas Kristen.

    Get PDF
    Prudence atau kebijaksanaan praktis, justice atau keadilan, temperance atau pengendalian diri dan courage atau keberanian adalah kumpulan empat karakter yang dikenal dengan istilah cardinal virtues yang diterjemahkan sebagai “kebajikan-kebajikan kardinal.” Disebut cardinal karena empat karakter utama ini merupakan sumber bagi karakter-karakter lainnya. Misalnya, kesabaran adalah karakter yang bersumber dari keberanian, kemurahan hati bersumber dari keadilan dan lain-lain. Sedangkan istilah virtue atau “virtu” sendiri dapat diterjemahkan sebagai “karakter” atau “kebajikan yang mulia.” Istilah “virtu” ini muncul pertama kali dari pemikiran etika Yunani kuno yang dipopulerkan oleh para filsuf Yunani terutama Aristoteles. Pemikiran virtu menurut Aristoteles bersinggungan dengan tulisan-tulisan Paulus dalam konteks dunia Greco-Roman yang melatarbelakangi kehidupan dan pengajaran Paulus. Dapat dikatakan bahwa dalam tulisan-tulisannya, Paulus memberikan pemahaman dari sudut pandang firman Tuhan terhadap teori virtu yang diajarkan oleh Aristoteles. Contoh paling jelas tentang kaitan antara virtu menurut Alkitab dan pemikiran Yunani dapat dilihat dalam pemikiran Thomas Aquinas. Aquinas secara khusus mengaitkan pandangan etikanya dengan kebajikan-kebajikan kardinal Aristoteles serta membawa virtu dalam pandangan yang baru berdasarkan konteks Kristen. Oleh sebab itu Aquinas dapat dianggap sebagai jembatan yang menghubungkan antara virtu Paulus dengan virtu Aristoteles. Dalam etika Kristen, moralitas merupakan penerapan praktis dari teologi. Moralitas diwujudkan dengan virtu sebab virtu lebih menekankan aspek karakter dalam menjawab atau menyelesaikan isu-isu etika. Itulah sebabnya kebajikan-kebajikan kardinal dapat diterima sebagai moralitas Kristen karena dianggap sebagai salah satu aspek dasar yang membentuk struktur etika Kristen. Selain itu, virtu sebagai karakter dapat mencondongkan manusia agar terarah kepada perilaku hidup yang benar dihadapan Tuhan sebagai respons atas anugerah keselamatan dari Kristus

    Unrestrained Leader Leads To Uncontrollable Leadership Circumstances: Sebuah Tinjauan Terhadap Ambisi Seorang Pemimpin Kristen

    Get PDF

    480

    full texts

    1,252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STT SAAT Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇