STT SAAT Institutional Repository
Not a member yet
    1252 research outputs found

    Jack Klumpenhower, Kenalkan Yesus pada Mereka: Mengajarkan Injil kepada Anak-Anak. Surabaya: Momentum, 2014. ix + 292 hlm.

    Get PDF

    Tinjauan Kritis terhadap Konsep Kebenaran Injili Pascakonservatif dan Implikasinya terhadap Pergerakan Kaum Injili Indonesia di Era Pascamodern.

    Get PDF
    Pergumulan antara mempertahankan identitas dan menjadi relevan merupakan pergumulan kaum injili di sepanjang sejarah. Memasuki era pascamodern pun, kaum injili, secara khusus di Indonesia, menghadapi pergumulan yang sama. Pertanyaan-pertanyaan yang muncul berkaitan dengan sejauh mana kaum injili seharusnya mempertahankan nilai-nilai yang diwariskan, dan sejauh mana kaum injili beradaptasi dengan perubahan zaman. Pada umumnya, kaum injili yang lebih konservatif akan mempertahankan identitas injili dengan kokoh dan menolak segala bentuk adaptasi dengan nilai-nilai pascamodern. Akan tetapi, muncul kekhawatiran bahwa langkah yang demikian akan membuat berita Injil kehilangan relevansinya di era pascamodern masa kini. Gerakan injili pascakonservatif merupakan salah satu gerakan di dalam kaum injili yang mengajukan sebuah proposal baru bagi kaum injili di era pascamodern. Gerakan yang diajukan oleh tokoh-tokoh seperti Stanley Grenz, John Franke, Nancey Murphy, dan Roger Olson ini berusaha untuk mereformasi nilai-nilai injili yang selama ini diwariskan agar kekristenan menjadi relevan di era pascamodern. Salah satu proposal yang diajukan adalah berkenaan konsep kebenaran Kristen. Gerakan ini merevisi konsep yang selama ini dipegang oleh kaum injili konservatif akan apa itu kebenaran, bagaimana kebenaran dapat diketahui, relasi antara kebenaran dan manusia, dan lain sebagainya. Skripsi ini adalah sebuah tinjauan kritis terhadap konsep kebenaran kaum injili konservatif di dalam perkembangannya. Tinjauan ini bermaksud untuk melihat apakah memang proposal injili konservatif tersebut alkitabiah dan merupakan langkah yang seharusnya diadopsi oleh kaum injili di era pascamodern. Pada akhirnya, skripsi ini menyimpulkan bahwa konsep kebenaran yang diajukan kaum injili pascakonservatif tidak alkitabiah, melainkan merupakan bentuk akomodasi terhadap nilai-nilai zaman. Karena itu, proposal dari gerakan ini bukanlah jawaban yang tepat bagi pergumulan injili di era pascamodern. Kaum injili, di dalam segala bentuk interaksinya dengan budaya zaman tidak boleh mengubah dasar yang tetap, yaitu bahwa kebenaran tidak dapat lepas dari keberadaan Allah dan penyataan-Nya

    Tinjauan terhadap Hukum Karma Buddha berdasarkan Pengajaran Alkitab tentang Hukum Retribusi Ilahi

    Get PDF
    Banyak orang mempertanyakan mengenai penderitaan dan ketidakadilan yang dialami manusia. Ada orang-orang yang terlahir dengan fisik sempurna, kaya, cerdas, sedangkan ada orang-orang yang justru terlahir dalam kondisi sebalikanya. Pertanyaan mengenai ketidakadilan ini berusaha dijawab oleh agama Buddha dengan menggunakan konsep hukum karma. Hukum karma mengajarkan bahwa setiap orang akan menuai akibat atas apa yang sudah diperbuat. Konsep karma ini sangat berkaitan dengan kondisi seseorang setelah kematian, sebab selama seseorang memiliki tabungan karma, itu akan membuat dirinya terlahir kembali. Perbuatan buruk seseorang di masa kini, akan berdampak terhadap nasib buruk di kehidupan selanjutnya, dan sebaliknya. Dengan pemahaman demikian, hukum karma ini dipandang mampu menjawab persolan ketidakadilan sebab setiap orang tidak akan menerima akibat yang melebihi dari yang ia telah lakukan, serta setiap orang tidak dapat lari dari akibat karma tersebut. Hukum karma ini jugan dipandang meninggikan martabat manusia, sebab sumber kekuatan untuk menentukan nasib mereka bersumber dari diri mereka sendiri. Dengan usaha yang pantang menyerah, setiap orang dapat membawa dirinya terlepas dari siklus kelahiran kembali, dan dapat menuju nibbana yang merupakan tujuan akhir dari kehidupan. Banyaknya keuntungan yang ditawarkan oleh konsep karma ini membuat ajaran ini dipandang sebagai jawaban yang paling rasional atas kehidupan. Itu sebabnya banyak orang yang terpengaruh oleh ajaran ini, termasuk orang Kristen. Alasannya karena konsep karma sama dengan konsep Alkitab bahwa setiap orang akan menuai sesuai dengan yang ditabur. Namun sesungguhnya, kedua konsep ini sangat berbeda secara esensi. Alkitab mengajarkan konsep retribusi ilahi, yaitu setiap manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Namun, hal ini tidaklah berlaku mekanis seperti hukum karma, sebab Allah bekerja melampaui sistem kerja retribusi ilahi. Nasib manusia bergantung pada kehendak Tuhan. Hal ini disebabkan manusia telah jatuh dalam dosa, sehingga memiliki kecenderungan melawan Allah. Namun karena anugerah Allah melalui penebusan Yesus Kristus sebagai pendamai antara Allah dengan manusia, maka hukuman itu tidak lagi akan ditimpakan kepada manusia, sebab telah ditanggung Yesus di atas kayu salib. Iman kepada Yesus Kristus lah yang menentukan apakah manusia akan memiliki kehidupan kekal atau kematian kekal, sebab kekristenan mengajarkan bahwa manusia hanya mati satu kali, setelah itu dihakimi. Namun demikian, iman kepada Kristus tidak mengurangi tanggung jawab umant percaya untuk berbuat baik. Sebaliknya, mereka tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatan mereka, namun bukan untuk menentukan kehidupan atau kematian kekal, melainkan berbicara mengenai pahala yang akan diterima

    Tinjauan Terhadap Teologi Lukas Tentang Konsep Miskin, Kaya dan Tamak Sebagai Garis Batas (Greed Line) Terhadap Sikap Tamak

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menjawab bagaimana konsep miskin, kaya dan tamak di dalam Lukas dapat disusun menjadi pedoman-pedoman untuk melawan sikap tamak. Pedoman-pedoman itu amat signifikan untuk mencegah sikap tamak yang dipicu sistem ekonomi kapitalisme yang mengglobal. Dampak sikap tamak dalam model ekonomi itu telah menyebabkan ketidakadilan dan kemiskinan. Skripsi ini memakai perspektif yang dihasilkan Greed Line Study Group dari World Church Council (WCC) yang mendekati sikap tamak secara multidisipliner, di mana studi teologis menempati posisi utama dalam skripsi ini. Lewat studi literatur, konsep miskin, kaya, dan tamak menurut Lukas, akan dipetakan. Lalu, penulis menyintesiskan konsep itu dengan garis batas ketamakan (greed line) untuk menghasilkan pedoman-pedoman untuk melawan sikap tamak, yaitu menemukan sikap tamak melalui perilaku dan sistem yang mendukungnya; menyuarakan konsep miskin dan kaya; dan menjalani kehidupan yang berbasis penatalayanan

    Suatu Penelitian terhadap Kebutuhan Penderita Terminal Illnes

    No full text
    Sehat dan sakit telah menjadi bagian kehidupan setiap orang baik orang beriman maupun tidak. Sakit penyakit yang terjadi dalam diri manusia, khususnya yang dikategorikan terminal illness, saat ini bahkan teknologi kedokteran yang paling mutakhir belum sanggup mengobatinya secara tuntas. Kondisi tersebut menimbulkan banyak problem bagi penderita yang mengalami terminal illness yang disebabkan sakit penyakitnya. Banyak dokter, pelayan medis dan pelayan pastoral rumah sakit dalam pelayanan mereka kepada orang sakit melihat pentingnya perhatian pada aspek spiritual dalam dukungan doa dan perhatian kasih telah memberi kontribusi yang positif bagi kesembuhan dan kesehatan penderita. Alkitab mencatat perhatian Allah kepada orang sakit lewat pelayanan Tuhan Yesus dan pengikut-Nya telah memperbaiki hidup umat. Maka, pertanyaan utama dalam tulisan ini adalah: Apa kebutuhan hakiki penderita terminal illness denga tiga pertanyaan penunjang penelitian: Pertama, bagaimana pandangan hidup dan penderita menilai dirinya sendiri; Kedua, bagaimana perasaan penderita ketika pertama kali mendengar dirinya didiagnosis menderita terminal illness; Ketiga, bagaimana kehidupan aspek spiritual sebelum dan sesudah sakit. Penemuan dari pertanyaan tersebut itulah yang dipaparkan dan dibahas. Hasil penemuan dari penelitian menunjukkan bahwa pandangan hidup dan penilaian diri responden sederhana dalam arti telah merasa puas bila dapat bekerja dan menghidupi keluarganya. Ketika responden pertama kali mendengar dirinya didiagnosis menderita terminal illness ia membayangkan "saya akan mati," kemudian timbul perasaan takut. Ada yang takut karena memikirkan masalah dana pengobatan, ada juga yang takut karena masalah pekerjaan, keluarga yang ditinggalkan dan juga masalah keselamatan. Mengenai kehidupan aspek spiritual responden sebelum sakit sebagian telah berjalan baik dan sebagian lagi mengaku tidak. Namun, setelah sakit semua responden mengatakan spiritualitasnya terkoreksi menjadi lebih baik termasuk yang sebelumnya tidak memperhatikan spiritualitas. Responden yang mendapatkan kesembuhan mengaku bahwa spiritualitas di dalam Tuhan menolongnya melewati masa-masa sulit pemulihan pasca operasi. Responden yang tidak mengalami kesembuhan fisik berkeyakinan bahwa Tuhan tidak meninggalkannya dan menghibur lewat dukungan doa dan perhatian hamba Tuhan. Pengakuan responden bahwa Tuhan mengujinya dengan sakit penyakit sekaligus Tuhan juga penolongnya pada saat menderita sakit

    Fungsi Musik Dalam Ibadah Beserta Pengaruhnya Terhadap Gaya Musik Tradisional dan Kontemporer

    Get PDF

    Adakah Perubahan Teologi Anugerah Paulus? Sebuah Tinjauan Terhadap 1 Korintus 15:9, Efesus 3:8, dan 1 Timotius 1:15

    Get PDF

    Studi Perbandingan Pemuridan Methodist Awal dengan Kelompok Kecil Perkantas Malang dan Sumbangsihnya Terhadap Formasi Spiritual Kelompok Kecil Perkantas Malang

    Get PDF
    Perkantas Malang memiliki visi besar untuk membentuk pemimpin yang bermisi bagi bangsa, gereja dan dunia dengan mempersiapkan mereka dalam segala aspek, khususnya spiritual. Lembaga ini melakukan formasi spiritual kepada siswa, mahasiswa dan alumni, salah satunya melalui Kelompok Kecil (KK) karena sangat efektif dan unggul dalam kualitas, kuantitas dan kontinuitas. Lembaga ini telah mengerjakan, mengevaluasi dan mengembangkan formasi spiritual KK secara berkala dari tahun ke tahun. Namun, dua tahun terakhir kuantitas KK siswa dan mahasiswa mengalami penurunan, serta alumni mengalami stagnasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi adalah kualitas formasi spiritual KK. Untuk melakukan perbaikan kualitas formasi spiritual KK Perkantas Malang penulis melakukan studi perbandingan dengan pemuridan Methodist awal yang telah berhasil melakukan pemuridan pada zamannya. Penulis mengangkat dua permasalahan dalam penelitian ini. Pertama, apakah persamaan atau perbedaan KK Perkantas Malang dengan pemuridan Methodist awal? Kedua, sumbangsih apa yang dapat diberikan pemuridan Methodist awal bagi formasi spiritual KK Perkantas Malang masa kini? Penelitian ini menghasilkan jawaban untuk pertanyaan pertama, yaitu penulis melihat bahwa formasi spiritual dalam pemuridan Methodist awal tidak jauh berbeda dengan formasi spiritual KK Perkantas Malang. Perbedaannya terletak pada cara menghidupi formasi spiritual tersebut. Pemuridan Methodist awal menekankan disiplin tinggi, aspek pengalaman mistis (religius) dalam setiap komponen pemuridan serta supervisi terhadap anggota dan pemimpin pemuridan. Hal ini menjadikan pemuridan Methodist awal mampu mencapai formasi spiritual yang baik dan meningkatkan kuantitas anggota jemaat. Jawaban untuk permasalahan kedua, yaitu pertama, dalam hal pengajaran firman KK harus mengimbangi dengan ketaatan melalui disiplin, supervisi, serta aspek pengalaman bersama Tuhan. Disiplin melakukan firman salah satunya adalah dengan melakukan disiplin pengakuan dosa. Kedua, dalam aspek doa dan penyembahan seorang murid diharapkan mengalami Tuhan di dalamnya. Sikap tubuh dalam doa dan penyembahan, disiplin berdoa, pertanyaan tentang pengalaman bersama Allah di dalam doa, menjadi satu sarana seseorang mengalami dan seterusnya bergantung kepada Allah. Ketiga, dalam hal misi Perkantas Malang perlu mendisiplin murid untuk melakukan misi mingguan sehingga Adik Kelompok Kecil (AKK) memiliki kebiasaan bermisi dalam kehidupan sehari-hari dan pada akhirnya siap bermisi dalam skala lebih besar sesuai panggilan masing-masing AKK. Keempat, pemimpin harus mendapat supervisi dan disiplin yang baik, sehingga kualitas KK dapat terkontrol dan berkembang. Keempat sumbangsih tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas formasi KK demi tercapainya visi Perkantas Malang

    Salib Kristus Sebagai Jawaban Atas Penderitaan Manusia

    Get PDF
    Ketika suatu penderitaan terjadi, seringkali ada pertanyaan-pertanyaan yang secara spontan muncul dalam pikiran seseorang, "mengapa hal ini terus terjadi? dimanakah Allah yang Mahakasi dan Mahakuasa itu?". Pertanyaan ini bukanlah pertanyaan yang baru. Sudah sejak lama manusia bergumul mencari jawaban atas penderitaan dalam kehidupan mereka. Kebanyaan orang meninggalkan iman Kristenya dan tidak mengakui keberadaan Allah karena penderitaan yang mereka atau orang lain alami. Oleh karena itu, melalui tulisan ini, saya akan mencoba untuk melihat penderitaan dari kebutuhan manusia akan keselamatan serta hubungannya dengan karya salib Kristus

    Menuju Liturgi yang Kontekstual : Suatu Tinjauan terhadap Liturgi Gereja-Gereja Tionghoa Indonesia

    No full text
    Era reformasi serta kesempatan pekabaran Injik yang seluas-luasnya di kalangan komunitas Tionghoa di Indonesia, seharusnya menjadi peluang emas bagi perwujudan pelayanan penginjilan yang lebih kontekstual dan efektif. Implementasi praktis yang bisa dikerkjakan gereja-gereja Tionghoa di Indonesia adalah dengan melakukan kontekstualisasi liturgi melalui suatu pendekatan teologi yang kontekstual dan Alkitabiah. Melalui kontekstualisasi liturgi, gereja-gereja Tionghoa di Indonesia ditantang untuk kreatif dan arif dalam menyikapi relasi antara Injil dan budaya. Tujuannya adalah menciptakan suatu liturgi, yang secara budaya sesuai dengan konteks Tionghoa, sehingga komunitas Tionghoa di dalam gereja dapat mengklaim bahwa ibadah itu adalah milik mereka, bukan suatu imitasi atau akomodasi semata

    480

    full texts

    1,252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STT SAAT Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇