STT SAAT Institutional Repository
Not a member yet
    1252 research outputs found

    Allah yang Dijadikan? : Sebuah Tinjauan terhadap Apotheosis Yesus Kristus menurut Ioanes Rakhmat

    No full text
    Perdebatan mengenai pribadi Yesus Kristus tidak pernah sampai pada suatu tempat yang disebut finish. Dimulai dari sejarah yang mempertanyakan apakan Yesus Kristus benar-benar pernah hadir di dunia, apakah Dia Ilahi, atau manusia biasa, atau manusia Ilahi, sampai pada karya-karya-Nya selama Dia di dunia, terus dipertanyakan dan diperdebatkan oleh pakar Perjanjian Baru khususnya mereka yang mendalami Historical Jesus. Pada tahun 2012 seorang teolog Indonesia yang bernama Ioanes Rakhmat mengeluarkan sebuah buku yang kontroversial yang berjudul Memandang Wajah Yesus

    Studi tentang Efektivitas Catatan Khotbah dan Refleksi dalam Mendengarkan Khotbah di Persekutuan Pemuda Gereja Kristus Yesus Makassar

    No full text
    Khotbah sering kali tidak menggairahkan, tidak menyebabkan perubahan yang signifikan, tidak ada pertumbuhan yang nyata dalam iman, dan firman Tuhan seperti masuk telinga kiri keluar telinga kanan. Jemaat kadang tidak mengerti isi khotbah. Kalaupun mereka mengerti, mereka tidak menghubungkan kebenaran tersebut dengan kehidupan mereka, apalagi untuk melakukan kebenaran tersebut. Banyak jemaat yang meskipun mengerti isi kebenaran Alkitab namun tidak merefleksikan kebenaran tersebut ke dalam hidup mereka, sehingga mereka tidak melihat kaitan kebenaran tersebut dengan hidup mereka. Akibatnya, tidak ada perubahan sikap, tingkah laku, maupun perbuatan. Alkitab mencatat perintah Tuhan kepada para pendengar untuk tidak hanya mendengar, namun juga merenungkan, dan melakukan kebenaran yang baru saja mereka dengarkan itu. Maka, pertanyaan utama dalam tulisan ini adalah: Apakah catatan khotbah dan pertanyaan refleksi di dalam khotbah menolong pemahaman pendengar akan pesan khotbah dan mendorong pendengar untuk melakukan khotbah yang baru saja didengarnya? Hasil penelitian menyatakan bahwa catatan khotbah dan refleksi dalam khotbah menolong pendengar untuk mengingat dan memahami kebenaran yang didengarnya, dan untuk menganalisa dan mengevaluasi kebenaran yang didengarnya dengan kehidupannya. Dengan demikian, seorang pendengar akan menindaklanjuti kebenaran yans sudah dievaluasinya itu dengan perubahan sikap dan/atau tingkah laku, atau rencana aksi ke depan

    The Cloud of Unknowing: Mistisisme Kristiani Ditinjau dari Doktrin Pengetahuan tentang Allah dan Relevansinya terhadap Praktik Spiritualitas Masa Kini.

    Get PDF
    The Cloud merupakan warisan spiritual klasik abad keempat belas yang memberikan tekanan pada kasih sebagai jalan menuju kesatuan dengan Kristus. Di dalam praktiknya, The Cloud seakan-akan mengabaikan pengetahuan tentang Allah. Pengabaian ini dapat mengakibatkan praktik spiritualitas terjebak ke dalam bahaya-bahaya tertentu, bahkan menjadikan praktik spiritualitas yang dijalankan, dalam hal ini The Cloud, tidak memiliki perbedaan dengan praktik spiritualitas yang dijalankan oleh orang-orang tidak percaya. Praktik spiritualitas Kristen perlu didasarkan pada doktrin pengetahuan tentang Allah yang benar, sehingga spiritualitas yang dijalankan menjadi terarah dan semua klaim tentang kebenaran yang dimiliki tentang Allah bersifat objektif. Kebenaran tentang Allah secara sangat jelas didapatkan melalui penyataan diri Allah di dalam Yesus Kristus sebagai wujud inkarnasi Allah menjadi manusia, dan Alkitab sebagai wujud firman Allah yang menjelaskan tentang diri Allah. Penyataan-penyataan tersebut memungkinkan manusia untuk memiliki pengetahuan tentang Allah. Dengan demikian spiritualitas kristiani adalah sebuah spiritualitas yang memiliki dasar yang objektif dan alkitabiah, yang dibangun di atas Kristus dan Alkitab. Spiritualitas yang alkitabiah juga adalah spiritualitas yang digerakkan oleh kasih manusia kepada Allah. Kasih ini menjadi pendorong bagi seseorang untuk rindu memiliki sebuah relasi dengan Allah yang telah terlebih dahulu berinisiatif membangun relasi dengan manusia ciptaan-Nya. Kasih menjadi jembatan bagi orang percaya untuk tetap mengejar pengenalan akan Allah di dalam keterbatasan pengetahuan yang dimilikinya tentang Allah

    Tinjauan terhadap Kristologi Kaum Feminis dari Perspektif Kaum Injili.

    No full text
    Kristologi merupakan doktrin inti dalam kekristenan. Tanpa kristologi tidak ada pengikut Kristus dan tanpa kekristenan tidak ada kristologi. Namun uniknya, terdapat cukup beragam doktrin kristologi yang diajarkan di dalam kalangan kaum Kristen ini. Perbedaan doktrin kristologi di antara kaum Kristen ini disebabkan oleh titik berangkat dan perspektif yang berbeda dalam melihat, menghayati, dan memahami hakikat diri Yesus Kristus dan tujuan kedatangan-Nya. Di antara kaum Kristen, ada kelompok yang menamai dirinya sebagai kaum feminis Kristen. Karena itu tidak heran jika mereka pun memiliki doktrin kristologi. Doktrin kristologi yang digumulkan dan diajarkan oleh kaum feminis juga cukup beragam. Dua di antara kristologi kaum feminis yang beragam tersebut adalah kristologi kaum feminis radikal dan kristologi kaum feminis reformis. Bagi kaum feminis radikal Yesus Kristus hanyalah seorang laki-laki biasa dan karena itu jelas bahwa Yesus bukanlah Tuhan, apalagi Juru Selamat umat manusia, terkhusus kaum perempuan. Sedangkan bagi kaum feminis reformis, Yesus Kristus adalah seorang Pembebas yang membebaskan kaum feminis dari kuk budaya patriarkhal. Di sisi yang berbeda dengan kaum feminis, kaum injili memiliki perspektif yang berbeda. Bagi kaum injili, Yesus Kristus bukan manusia biasa, Ia adalah Tuhan dan juru selamat umat manusia. Ia memang sepenuhnya manusia namun Ia juga sepenuhnya Allah yang datang untuk membawa misi perdamaian antara umat manusia dan Allah. Misi perdamaian ini sangat dibutuhkan oleh umat manusia karena sejak jatuh ke dalam dosa umat manusia telah menjadi seteru Allah dan tidak dapat lagi menikmati Allah atau memiliki akses kepada Allah. Tanpa misi perdamaian ini maka semua umat manusia akan berakhir dalam murka Allah di dalam neraka. Yesus Kristus adalah agen utama dalam misi perdamaian ini. Dari perspektif kaum injili, kristologi kaum feminis dianggap sebagai kristologi yang tidak ortodoks atau menyimpang. Dikatakan demikian karena kaum feminis memulai kristologinya bukan dari Alkitab melainkan berdasarkan pengalamannya sebagai kaum perempuan. Selain karena dasar beteologi yang tidak alkitabiah, kaum feminis juga lebih berfokus pada dirinya sebagai kaum perempuan daripada fokus kepada Yesus Kristus yang diperkenalkan oleh Alkitab dan sejarah kepada dunia. Keberfokusan pada diri ini akhirnya mendorong kaum feminis untuk merevisi kristologi Kristen tradisional atau kaum injili. Tidak hanya itu kaum feminis bahkan juga mengganti hakikat diri Yesus dan tujuan kedatangan-Nya ke dalam dunia ini. Perbedaan yang jauh sampai ke akar ini akhirnya membuat kaum injili menolak menerima kristologi kaum feminis untuk diajarkan kepada perempuan, ataupun kepada gereja sebagai tubuh Kristus

    Studi Narasi Suksesi Kepemimpinan Musa oleh Yosua, dan Implikasinya bagi Suksesi Kepemimpinan Rohani.

    No full text
    Penelitian ini menguraikan kepemimpinan Musa dan Yosua dalam kitab Keluaran, Bilangan, Ulangan, Yosua, dan Hakim-hakim. Musa adalah pemimpin agung bagi bangsa Israel. Kebesaran Musa bukan hanya ditunjukkan dengan karya, perbuatan, dan karakter, tetapi juga ditunjukkan dalam proses suksesi kepemimpinannya. Musa menunjukkan kerendahan hati dan ketaatannya kepada perintah Tuhan untuk melakukan proses suksesi kepemimpinan Israel. Ia mempersiapkan Yosua dan umat Israel memasuki Tanah Perjanjian, tanpa kehadirannya, tetapi bersama TUHAN, Allah Israel Sang Pemimpin Agung. Kepemimpinan merupakan inisiatif Allah dan tanggung jawab semua manusia. Kepemimpinan juga berkaitan dengan misi Allah. Berhubungan dengan misi-Nya, Allah membangkitkan pemimpin sepanjang sejarah kekristenan. Ketika masa kepemimpinan seseorang berakhir, Ia membangkitkan pemimpin yang baru. Namun, inisiatif Allah tidaklah meniadakan tanggung jawab manusia. Regenerasi dan suksesi kepemimpinan adalah tanggung jawab pemimpin. Pemimpin dipanggil untuk mencari dan mempersiapkan calon-calon pemimpin baru demi kontinuitas misi Allah. Karakteristik utama seorang suksesor kepemimpinan rohani adalah seorang yang dipenuhi oleh roh hikmat Allah, telah lahir baru, dan dipanggil oleh Allah dengan tugas spesifik, servant leader, takut akan Allah, gembala, hormat kepada pemimpin sebelumnya. Suksesi kepemimpinan adalah sebuah proses, bukan sebuah peristiwa. Oleh karena itu, suksesi kepemimpinan harus dipersiapkan. Dalam perencanaan suksesi, suksesor perlu dimentor supaya siap mengemban tugas kepemimpinannya. Mentoring pemimpin mencakup disiplin spiritualitas yang ketat, pembagian visi yang kuat, pendampingan hingga pemberdayaan. Dalam proses suksesi, jemaat atau anggota perlu dipersiapkan menerima kepemimpinan yang baru. Pemimpin lama perlu memotivasi jemaat untuk mendukung pemimpin yang baru. Suksesor perlu diperkenalkan dan diteguhkan di hadapan seluruh jemaat oleh pemimpin sebelumnya. Dalam proses suksesi tersebut, pemimpin perlu mempersiapkan diri untuk melepaskan kepemimpinan dan tanggung jawabnya. Kerendahan hati dan kebesaran hati seorang pemimpin sangat diperlukan dalam menjalani proses suksesi. Kerendahan hati ini diperoleh karena relasi spiritual yang dekat dengan Tuhan. Suksesi kepemimpinan adalah proses yang tak terelakkan bagi gereja. Setiap kepemimpinan akan berakhir, jabatan tidak berlaku seumur hidup, tetapi misi Allah harus terus dikerjakan. Oleh karena itu, suksesi kepemimpinan rohani adalah perencanaan yang penting untuk dilakukan. Setiap pemimpin atau organisasi Kristen bertanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan visi Allah yang telah Ia percayakan kepada mereka

    Studi tentang Peranan Kelompok Kecil terhadap Transformasi Spiritualitas Siswa SMA Athalia

    No full text
    Pendidikan Kristen adalah sebuah proses untuk menolong para murid untuk menjadi serupa dengan Kristus; bukan sekadar untuk meningkatkan kemampuan akademik mereka semata. Untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah Kristen harus menyediakan berbagai macam perangkat yang dibutuhkan. Mulai dari pembuatan visi dan misi sekolah sampai ke program pembinaan iman dan karakter siswa. Kelompok kecil adalah salah satu program pembinaan yang sangat efektif untuk menciptakan transformasi spiritualitas dari para siswa. Tesis ini meneliti tentang peranan kelompok kecil yang mengacu pada Kisah Para Rasul 2::42-47 terhadap transformasi spiritualitas siswa SMA Athalian. Seberapa jauh pengajaran firman Tuhan, penyembahan, persekutuan dan pengutusan berpengaruh terhadap transformasi spiritualitas para siswa tersebut. Penelitian tersebut dilakukan pada komunitas SMA Athalia dengan memberikan kuesioner kepada 25 siswa kelas XI (peserta kelompok kecil) dan 2 orang guru yang mengajar mereka sejak mereka duduk di bangku SMA kelas X. Dari penelitian tersebut ditarik kesimpulan bahwa program pembinaan iman melalui kelompok kecil menghasilkan transformasi spiritualitas para siswa yang terlihat nyata melalui perilaku mereka di kelas

    Naskah Khotbah : Anugerah yang Melampaui Ketidaklayakan - Yohanes 21:15-17

    No full text

    Hubungan antara Lokus Kontrol dan Spiritualitas dengan Burnout pada Guru

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini: Apakah terdapat hubungan antara lokus kontrol dengan burnout pada guru? Apakah terdapat hubungan antara spiritualitas dengan burnout pada guru? Metode penelitian yang digunakan adalah korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling purposif yang bertujuan untuk mengupayakan penilaian dan kecermatan dalam memperoleh sampel representatif yang mencakup kelompok sampek yang sesuai dengan tujuan penelitian. Data penelitian diolah dengan menggunakan program statistic SPSS for Windows 17.0 dengan teknik korelasi Product Moment Pearson. Subjek penelitian ini adalah guru-guru dari Sekolah Kristen Kalam Kudus Malang. Jumlah total subyek penelitian sebanyak 112 guru. Subyek penelitian ini terdiri dari 11 guru laki-laki dan 101 guru perempuan; dengan usia kisaran 19-55 tahun. Terdapat 49 guru yang masih lajang dan 63 guru yang telah menikah. Subjek penelitian ini juga terdiri dari 34 guru yang mengajar di tingkat PG/TK, 63 guru mengajar di tingkat SD, 15 guru mengajar di tingkat SMA. Penelitian kuantitatif ini menggunakan alat ukur kuesioner untuk mengukur variabel lokus kontrol, spiritualitas dan burnout. Instrumen yang digunakan untuk mengukur loku kontrol adalah skala Adult Nowicki-Strickland External Internal Contro (ANSEI) yang disusun oleh Stephen Nowicki dan Marshall Duke pada tahun 1974 yang terdiri dari 40 item. Instrumen yang digunakan untuk mengukur spiritualitas adalah skala Spirituality Assesment Inventory (SAI) yang disusun oleh T. W. Hall dan K. J. Edwards pada tahun 1996 yang terdiri dari 54 item. Instrumen yang digunakan untuk mengukur burnout adalah skala Maslach Burnout Inventory (MBI) yang disusun oleh Chritina Maslach dan Jackson pada tahun 1981 yang terdiri dari 22 item. Hasil pengolahan data memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara lokus kontrol dengan burnout pada guru. Hal yang sama juga dihasilkan untuk hubungan antara spiritualitas dengan burnout pada guru. Hasil pengolahan data memperlihatkan adanya hubungan yang signifikan antara spiritualitas dengan burnout pada guru. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kedua hipotesis penelitian diterima. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: pertama, terdapat hubungan antara lokus kontrol internal dengan burnout pada guru. Semakin internal lokus kontrol, semakin rendah intensitas burnout pada guru. Kedua, terdapat hubungan antara spiritualitas dengan burnout pada guru; (a) semakin tinggi tingkat kesadaran akan Tuhan, semakin rendah intensitas burnout pada guru; (b) semakin tinggi tingkat kualitas relasi dengan Tuhan, semakin rendah intensitas burnout pada guru. Saran yang dapat diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah melibatkan sampel yang heterogen yang terdiri dari beragam sekolah, agama, dan wilayah. Penelitian lebih lanjut juga diharapkan dapat memperhatikan jumlah sampel guru wanita dan guru pria, serta lebih spesifik meneliti burnout pada tiao tingkatan jenjang kelas yang diajar. Selain itu, penelitian lebih lanjut mengenai burnout pada guru diharapkan dapat memperhatikan faktor eksternal yang dapat menimbulkan burnout pada guru, guna melihat aspek manakah yang lebih berdampak pada intensitas burnout pada guru. Diharapkan melalui penelitian-penelitian mengenai burnout terhadap guru ini, baik secara personal maupun sekolah dapat memperhatikan aspek internal maupun eksternal yang dapat memicu kondisi burnout pada guru

    Tinjauan terhadap Konsep Bekat Teologi Sukses dari Perspektif Alkitab Perjanjian Lama dan Baru.

    No full text
    Berkat tidak hanya dikenal oleh orang Kristen tetapi juga oleh semua manusia. Berkat merupakan dambaan bagi setiap manusia di dunia. Pada umumnya, berkat dipahami sebagai kesuksesan dalam hidup, kekayaan materi, kesehatan fisik, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kemakmuran hidup. Dalam dunia kekristenan penekanan pada konsep berkat yang demikian juga tidak asing di kalangan para teolog sukses. Sering kali konsep berkat materi dianggap memiliki nilai yang setara dengan berkat rohani, secara khusus berkaitan dengan keselamatan di dalam Kristus. Para penganut teologi sukses juga meyakini bahwa berkat materi merupakan jaminan iman orang percaya. Dalam Alkitab, baik PL maupun PB, berkat materi hanya merupakan salah satu dari sekian banyak komponen berkat yang Allah anugerahkan kepada manusia. Dalam PL, berkat materi merupakan alat yang Tuhan pakai untuk merealisasikan berkat rohani, yakni rencana-Nya yang berkaitan dengan keselamatan bagi umat pilihan-Nya melalui Pribadi Yesus Kristus yang kemudian digenapi di PB. Oleh karena demikian, maka berkat materi dalam PL selalu dikaitkan dengan berkat rohani. Walaupun demikian tidak berarti bahwa berkat materi memiliki nilai yang setara dengan berkat rohani. Sedangkan dalam PB, berkat materi tidak terlalu dibahas, yang lebih dibahas adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan keselamatan di dalam Kristus dan pertumbuhan iman orang percaya. Berkat yang demikian menjadi berkat yang utama yang terus digaungkan agar setiap orang memperhatikan keselamatan jiwanya yang kekal. Jadi, ada perbedaan yang mendasar yang ditemukan dari penekanan pada konsep berkat yang diajarkan oleh para teolog sukses dan konsep berkat yang di ajarkan Alkitab. Para teolog sukses mengklaim bahwa Alkitab adalah dasar yang dipakai dalam membangun konsep berkat. Mereka mengklaim bahwa konsep berkat materi merupakan konsep berkat yang setara dengan berkat rohani dan merupakan isi pemberitaan seluruh kitab yakni dari Kejadian hingga Wahyu. Namun Alkitab memberikan penekanan yang berbeda, yakni melihat bahwa berkat rohani lebih penting daripada berkat materi. Berkat materi hanya merupakan salah satu dari sekian banyak komponen berkat Allah. Berkat materi juga bukan merupakan jaminan iman sehingga setiap orang percaya tidak harus disertai dengan kelimpahan berkat materi dalam hidupnya

    Christ : The Un-created Creator and The Divine Wisdom

    No full text
    Dalam sebuah lukisan berjudul the creation of adam yang dilukiskan di langitilangit Sistine Chapel sekitar taun 1511-1512 sang pelukis Michelangelo mencoba untuk mengilustrasikan peristiwa penciptaan dalam Alkitab. Michelangelo Menggambarka Allah di sisi kanan yang sedang menjulurkan tangan-Nya kepada Adam yang di lukis sebelah kiri.Dibelakan figur Allah pelukis menggambarkan beberapa figur lain, yakni beberapa anak-anak kecil dan seorang wanita yang berada tepat di sebelah kana Allah. Figur wanita masih menjadi pertanyaan bagi banyak orang, beberapa mengatakan bahwa figur ini adalah Hawa, pendapat lain mengatakan bahwa dia adalah Maria ibu Yesus. Karya tulis ini akan menjawab dua pertanyaan yang di kemukakan di dalam paragraf sebelumnya

    480

    full texts

    1,252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STT SAAT Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇