STT SAAT Institutional Repository
Not a member yet
    1252 research outputs found

    Injil Sosial : Konsep Kerjaan Allah menurut Walter Rauschenbusch

    No full text
    Pada awal abad 19, negara Amerika mengalami sebuah perubahan yang membawa dampak besar terhadap kehidupan manusia. Perubahan ini dikenal dengan Revolusi Industri. Perubahan ini tidak hanya memberikan kemudahan dan keuntungan kepada setiap manusia tetapi juga memberikan dampak global, yaitu dalam bidang ekonomi dan sosial. Perubahan ini dirasakan juga oleh kekristenan. Namun disisi lain, Revolusi Industri tidak memberi keuntungan kepada orang-orang miskin pada saat itu. Masalah yang terjadi tidak hanya dari segi ekonomi melainkan juga dari segi sosial. Melihat masalaah ini banyak gereja yang mengambil sikap tidak peduli. Bahkan tidak sedikit yang beranggapan bahwa masalah sosial merupakan tugas dari pemerintah. Melalui makalah ini, penulis akan membahas salah satu tokoh teologi modern yang memberikan sumbangsih pemikiranya pada masa Revolusi Industri ini , yaitu Walter Rauschenbusch

    Naskah Khotbah : Bertekun karena Anugerah - Kisah Para Rasul 2:41-47

    No full text

    Naskah Khotbah : Do Not Fear, O Little - Lukas 12:22-34

    No full text

    Jika Ada Tuhan Mengapa Ia Mengizinkan Kejahatan Terjadi? : Sebuah Apologetika terhadap Kaum Ateis

    No full text
    Ada begitu banyak kejahatan terjadi di dunia ini. Sejarah mencatat ada enam juta orang Yahudi yang di bunuh di kamp konsentrasi Nazi. Sejarah juga mencatat perang saudara di Rwanda, perang salib selama tiga ratus tahun, pemerkosaan dan penjajahan pada tahun 1998 di Indonesia dan masih banyak lagi kejahatan yang terjadi. Jika dunia memang diciptakan oleh Tuhan yang Mahakasih dan Mahakuasa, mengapa Ia mengijinkan kejahatan terjadi, bahkan terjadi pada orang-orang yang mempercayai-Nya. Pertanyaan mengenai keberadaan Allah dan kejahatan, juga menjadi pertanyaan. Jika Tuhan ada bagaimana mungkin Ia tidak campur tangan untuk mencegak kejahatan? Beberapa orang tidak menemukan jawaban yang memuaskan, dan pertanyaan ini membawa mereka pada suatu kesimpulan bahwa Allah tidak ada

    Kesempurnaan di dalam Kristus : Tinjauan terhadap Tujuan Gereja bagi Orang Percaya berdasarkan Kolose 1:28 dan Implikasinya bagi Gereja Masa Kini

    No full text
    Penelitian yang dilakukan oleh Barna Group memperlihatkan bahwa lebih dari setengah generasi muda Kristen pada masa kini menjadi pasif di gereja. Data statistik menunjukan bahwa Kekristenan masa kini lambat laun kehilangna generasi muda yang seharusnya menjadi penopang iman Kristen yang melanjutkan tongkat estafet dari generai-generasi sebelumnya. Tidak hanya di dunia Barat, keadaan ini tampaknya menjadi permasalahan gereja -gereja masa kini di seluruh dunia

    Let the Indonesian Hear His Voice : Sebuah Refleksi dan Proposal bagi Kekristenan Injili di Indonesia berdasarkan Perjanjian Lausanne dan Manifesto Manila

    No full text
    Ada dua dokumen yang penting bagi kaum injili di seluruh dunia, yaitu Perjanjian Lausanne dan Manifesto Manila. Dua dokumen ini memaparkan suatu kerangka konseptual bagi seorang injili untuk menjadi saksi di tengah-tengah dunia ini. Tujuan dari tulisan ini adalah mencoba mendefinisikan bagaimana menjadi saksi di tengah-tengah dunia dengan cara mengangkat beberapa isu yang ada pada dua dokumen ini. Kesimpulan akhir yang diharapkan adalah seorang injili Indonesia mendapatkan gambaran bagaimana cara menjadi saksi di tengah-tengah isu sosial dan juga dalam kemajemukan di Indonesia

    Penelitian Matius 5:27-28 dan Signifikansinya Bagi Rohaniwan Masa Kini Dalam Pornografi.

    No full text
    Pornografi adalah materi yang dapat membangkitkan hasrat seksual seseorang yang melihat, mendengar, dan membacanya. Bagi orang yang telah dibangkitkan hasrat seksualnya akan berusaha mencari materi pornografi lebih banyak untuk mencapai suatu kepuasan. Setelah mencari, seseorang akan melakukan acting out supaya hasrat seksualnya yang telah bangkit terlampiaskan. Tindakan demikian yang berulang-ulang akan menyebabkan seseorang menjadi kecanduan dan terikat. Zaman ini ada begitu banyak orang yang telah terpapar dengan pornografi, termasuk orang-orang Kristen bahkan rohaniwan. Rohaniwan yang melihat pornografi terkadang menganggap bahwa pornografi bukanlah dosa atau sesuatu yang perlu dikuatirkan karena pornografi tidak merugikan orang lain. Bukan saja tidak merugikan orang lain, ada manfaat lain yang diperoleh dengan melihatnya yaitu di dalam hubungan suami-istri menjadi semakin baik, memiliki pengetahuan tentang seks, dan bagi yang masih single dapat menyalurkan hasrat seksualnya tanpa melakukannya dengan orang lain atau ke tempat prostitusi. Menyikapi masalah pornografi akan timbul pertanyaan. Apakah benar pornografi bukan dosa? Apakah benar pornografi tidak merugikan orang lain? Untuk menjawab pertanyaan tersebut diperlukan pemahaman yang alkitabiah yang sesuai dengan firman Tuhan. Oleh karena itu, penulis meneliti Matius 5:27-28 “melihat seorang perempuan dan mengingininya dikatakan ia telah berzinah dalam hati.” Yesus dalam Matius 5:27-28 menyamakan melihat perempuan dan mengingininya sebagai dosa perzinahan. Dengan demikian, orang yang melihat pornografi telah melakukan dosa perzinahan karena pornografi dapat membangkitkan hasrat seksual seseorang dengan memikirkan atau berfantasi seksual dengan model dalam pornografi. Demikian juga seseorang yang melihat pornografi merugikan orang lain karena menjadikan orang lain sebagai objek pemuas nafsu. Hal ini tidak sesuai dengan kehendak Allah, yaitu manusia adalah mahluk mulia diciptakan seturut dan segambar dengan Allah, dengan kata lain tidak seharusnya manusia dijadikan objek, apalagi objek pemuas nafsu. Melalui pemahaman dari Matius 5:27-28, orang percaya secara umum dan secara khusus rohaniwan tidak seharusnya melihat, mendengar, dan membaca materi pornografi karena melihat pornografi adalah dosa yang disamakan dengan dosa perzinahan, dan perbuatan melihat pornografi merendahkan manusia lainnya

    Tinjauan Kritis terhadap Gerakan Emerging Church menurut Brian McLaren dari Sudut Pandang Teologi Injili Konservatif

    No full text
    Gerakan emerging church berkembang sangat pesat di Amerika Serikat sejak dari akhir abad dua puluh sampai sekarang. Tokoh yang paling berpengaruh dalam gerakan tersebut adalah Brian McLaren, yang juga dianggap oleh majalah Time sebagai salah satu dari dua puluh lima orang injili yang paling berpengaruh di Amerika Serikat. Artikel ini meninjau secara kritis gerakan emerging church secara khusus melalui tulisan-tulisan McLaren sebagai juru bicara yang otoritatif bagi gerakan ini. Penulis mengambil sudut pandang teologi injili konservatif untuk meninjau McLaren dan gerakan ini yang sering kali disebut sebagai kaum injili pascakonservatif. Dengan sudut pandang ini, penulis tidak dapat menerima pengajaran inti dari McLaren yang mengusulkan sikan generous orthodoxy yang terlalu dekat dengan nilai-nilai dari filsafat pascamodernisme yang tidak sesuai dengan ajaran-ajaran Alkitab

    Sebuah Analisis Teologis terhadap Pemikiran Peranan Seorang Mentor dalam Membimbing Pertumbuhan Rohani Seorang yang Baru Dibaptis di Gkim Ka Im Tong

    No full text
    Mempersiapkan generasi penerus yang mengasihi Tuhan adalah tugas kita semua. Mandat budaya yang Tuhan berikan adalah menghasilkan keturunan Ilahi yang mengasihi Allah, supaya bumi penuh dengan kemuliaan Allah. Perintah untuk mengajar Taurat kepada anak-anak adalah tugas yang diberikan oleh Tuhan melalui Musa di Perjanjian Lama. Ternyata ada pengabaian tugas yang dilakukan bangsa Israel, sehingga menghasilkan generasi penyembah berhala dan perilaku menyimpang lainnya, dan Tuhan harus menghukum bangsa ini. Tuhan Yesus memberikan tugas kepada kita semua dalam Matius 28:18-19 untuk pergi dan mengajarkan apa yang telah diajarkan oleh-Nya. Hal ini tentunya dimulai dari keluarga sendiri, dan kita juga berperan penting di gereja kita masing-masing untuk secara aktif mengajarkan firman Tuhan. Kelompok kecil adalah sebuah wadah yang sangar efektif di mana kita dapat berperan sebagai mentor untuk membuat diri kita dan orang lain mengalami pertumbuhan rohani, belajar firman Tuhan dan memacu disiplin rohani seperti membaca Alkitab setiap hari, berdoa, beribdah, dan bersaksi. Peran serta jemaat sebagai gembala kecil di gereja akan menghasilkan generasi yang mencintai Tuhan. Mengabaikan tugas ini kelak akan memberikan dampak buruk bagi gereja

    480

    full texts

    1,252

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    STT SAAT Institutional Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇