Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Akibat Hukum Pembayaran Hutang Oleh Pihak Ketiga Terhadap Objek Waris Yang Sedang Dijaminkan Hipotek
Kitab Undang-Undang Hukum Perdata mengatur mengenai kewarisan perdata antara keluarga sedarah yang notabene aanvullen recht (prinsip keterbukaan). Keterbukaan di sini berarti tiap-tiap ahli waris yang berhak atas harta warisan pewaris selama mereka berlapang dada terhadap hasil pembagian maka bukan menjadi hal apabila mereka tidak mengikuti sebagaimana yang telah diatur dalam kitab terkait. Karya tulis ini dilakukan secara yuridis-normatif dengan melakukan pendekatan undang-undang dan menggunakan berbagai literatur hukum yang bersangkutan dengan permasalahan. Pembagian waris pada dasarnya berjalan sesuai dengan yang diharapkan namun menjadi suatu problema ketika terdapat salah satu atau lebih ahli waris yang mempermasalahkan suatu keadaan pembagian warisan yang pada akhirnya mereka bersengketa di pengadilan. Lebih sulit lagi apabila ketika suatu objek waris pernah dijaminkan atau dalam arti objek waris tersebut sedang terbebani hutang seperti yang dibahas dalam karya tulis ini yakni objek warisan dijaminkan kepada Bank. Bentuk pelunasan hutang yang terjadi juga mempengaruhi jalannya pembagian warisan yang mana dibayarkan oleh pihak ketiga. Akibat hukum yang terjadi dikarenakan pembayaran hutang oleh pihak ketiga menunjuk kepada siapa yang sedang terikat oleh perjanjian penjaminan mendapatkan hak yang diunggulkan dalam melaksanakan pembagian warisan
Analisis Alasan Memperingan Sanksi Pidana Terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 813K/Pid/2023
Tujuan penelitian untuk menganalisis secara lebih terperinci mengenai alasan memperingan sanksi pidana yang dilakukan oleh aparat penegak hukum terhadap Putusan Mahkamah Agung Nomor 813 K/Pid/2023. Metode penelitian yang digunakan adalah: penelitian hukum normatif yang dilakukan dengan studi bahan pustaka atau data sekunder sebagai dasar dalam meneliti dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur yang terkait dengan permasalahan yang diteliti. Data yang dikumpulkan selanjutnya diolah dan dijelaskan secara deskriptis agar keterkaitan data satu dengan yang lainnya dapat dijabarkan dengan factual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Putusan Mahkamah Agung Nomor 813 K/Pid/2023, hakim memvonis terdakwa Ferdy Sambo dengan hukuman Penjara Seumur hidup dengan pertimbangan yang meringankan, sebelumnya terdakwa melalui Putusan Pengadilan Negeri Nomor 796/Pid.B/2022/PN.Jkt.Sel terdakwa Ferdy Sambo mendapatkan vonis putusan Hukuman Mati, yang kemudian mengajukan banding kepada Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang memberikan putusan yang tertuang dalam Putusan Nomor 53/Pid/2023/PT. DKI yang termuat dalam amar putusannya untuk menguatkan putusan dari Pengadilan Negeri
Pengaruh kualitas pelayanan, citra destinasi, dan memorable experience terhadap niat berkunjung kembali wisata campx jatiluhur
Indonesia's tourism sector is growing rapidly and has become one of the important pillars of the country's economy. With intense competition, tourist destinations must seek competitive advantage through innovation and improved connectivity. CampX is a popular tourist destination with the concept of outdoor tourism and five-star facilities that has experienced a significant decline in recent months. This decline is influenced by several factors, such as service quality, destination image, and memorable experience. Good service quality can increase visitor satisfaction and loyalty. Likewise with destination image and memorable experience, both have varying influences on return visit intentions. This study aims to determine the effect of service quality, destination image, and memorable experience on the intention to revisit CampX Jatiluhur tour. The population of this study were all visitors to Campx Jatiluhur, while the technique used in sampling was purposive sampling with a sample of 100 respondents. This analysis process uses the SEM method and will be processed with SmartPLS 4 software with 2 elements of the PLS path model, namely inner model analysis and outer model analysis. Based on the results of the study, it can be concluded that Service Quality has a positive and significant effect on the intention to revisit CampX Jatiluhur tourism, Destination Image has a positive and significant effect on the intention to revisit CampX Jatiluhur tourism, and Memorable Experience has a positive and significant effect on the intention to revisit CampX Jatiluhur tourism.
Keywords: tourism, tourists, service quality, destination image, memorable experience.
Sektor pariwisata Indonesia berkembang pesat dan menjadi salah satu pilar penting ekonomi negara. Dengan persaingan yang ketat, destinasi wisata harus mencari keunggulan kompetitif melalui inovasi dan peningkatan konektivitas. CampX merupakan destinasi wisata populer dengan konsep wisata alam terbuka dan fasilitas bintang lima yang mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Penurunan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kualitas pelayanan, citra destinasi, dan memorable experience. Kualitas pelayanan yang baik dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengunjung. Begitu juga dengan citra destinasi dan memorable experience, keduanya memiliki pengaruh yang bervariasi terhadap niat berkunjung kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan, citra destinasi, dan memorable experience terhadap niat berkunjung kembali wisata CampX Jatiluhur. Populasi penelitian ini adalah semua pengunjung Campx Jatiluhur, sedangkan teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah purposive sampling dengan sample 100 responden. Proses analisis ini menggunakan metode SEM dan akan diolah dengan software SmartPLS 4 dengan 2 elemen model jalur PLS, yaitu inner model analysis dan outer model analysis. Berdasarkan dari hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Berkunjung Kembali wisata CampX Jatiluhur, Citra Destinasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Berkunjung Kembali wisata CampX Jatiluhur, serta Memorable Experience berpengaruh positif dan signifikan terhadap Niat Berkunjung Kembali wisata CampX Jatiluhur.
Kata kunci: pariwisata, wisatawan, kualitas pelayanan, citra destinasi,memorable experience
IMPLEMENTASI NILAI PERUSAHAAN DENGAN PENDEKATAN PASAR DI PERUSAHAAN REAL ESTATE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh rasio keuangan terhadap nilai perusahaan
pada sektor properti dan real estate di Indonesia dengan membandingkan efektivitas Price
Earnings Ratio (PER) dan Market Value to Invested Capital over EBITDA (MVICEBITDA)
sebagai ukuran nilai perusahaan. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 22 perusahaan
properti dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020-2023 dengan
teknik purposive sampling. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari laporan
keuangan yang diperoleh melalui situs resmi BEI (idx.co.id). Analisis dilakukan menggunakan
regresi data panel dengan software EViews 13 untuk menguji pengaruh Return on Assets (ROA),
ukuran perusahaan (SIZE), dan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap nilai perusahaan yang
diukur dengan PER dan MVICEBITDA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PER tidak
signifikan dalam menjelaskan nilai perusahaan sektor properti karena tidak mempertimbangkan
dampak penyusutan aset tetap yang tinggi. Sebaliknya, MVICEBITDA lebih andal karena
menghilangkan efek penyusutan dan lebih stabil dalam mengukur profitabilitas operasional.
Selain itu, ROA berpengaruh signifikan terhadap MVICEBITDA, sedangkan SIZE dan DER
tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kedua ukuran nilai perusahaan. Implikasi dari
penelitian ini adalah investor sebaiknya lebih mempertimbangkan MVICEBITDA dibandingkan
PER dalam menilai perusahaan di sektor properti dan real estate.
Kata Kunci: Rasio Keuangan, Nilai Perusahaan, PER, MVICEBITDA, Industri Properti
This study aims to analyze the effect of financial ratios on firm value in Indonesia’s property and
real estate sector by comparing the effectiveness of Price Earnings Ratio (PER) and Market Value
to Invested Capital over EBITDA (MVICEBITDA) as firm value measures. The study examines
22 property and real estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2020
to 2023 using purposive sampling. Secondary data were obtained from financial reports available
on the official IDX website (idx.co.id). The analysis was conducted using panel data regression
in EViews 13 to examine the relationship between Return on Assets (ROA), firm size (SIZE),
and Debt to Equity Ratio (DER) with firm value measured by PER and MVICEBITDA. The
results indicate that PER is not significant in explaining firm value in the property sector due to
high fixed asset depreciation, making it less reliable for financial performance assessment. In
contrast, MVICEBITDA provides a more stable measure by eliminating depreciation effects,
making it more suitable for evaluating firms with high depreciation expenses. Additionally, ROA
has a significant effect on MVICEBITDA, while SIZE and DER do not significantly influence
either PER or MVICEBITDA. The implication of this study is that investors and analysts should
prioritize MVICEBITDA over PER when assessing firm value in the property and real estate
sector.
Keywords: Financial Ratios, Firm Value, PER, MVICEBITDA, Property Industr
"Citru-fied": urban farming jeruk sebagai identitas kelurahan Kebon Jeruk di Jakarta Barat
THE EFFECT OF PARENTING, HARMONIZING, AND COLLABORATION (PHC) WITH THE MODERATING ROLE OF TRANSFORMATIONAL LEADERSHIP ON THE FINANCIAL PERFORMANCE OF FAMILY BUSINESSES IN INDONESIA
This study aims to analyse the effect of Parenting, Harmonizing, and Collaborating
(PHC) on the financial performance of family firms in Indonesia, with transformational
leadership as a moderating variable. The background is based on the important role of
family firms in the Indonesian economy, where well-performing family firms contribute
significantly to the national Gross Domestic Product, but face major challenges in
maintaining continuity and improving financial performance between generations. The
research uses a positivistic quantitative approach with data collection through an online
questionnaire distributed to founders, family members, and non-family professionals in
family firms that have involved at least two generations and have an average revenue
above USD 100 million. The questionnaire generated 114 respondents data and was
analysed using the Partial Least Square-Structural Equation Modelling (PLS-SEM)
method. The results showed that: Parenting has no significant effect on financial
performance, and even tends to have a negative effect with a path coefficient of -0.12
(p> 0.05). This indicates that traditional parenting patterns in family companies have
not been effective in improving financial performance. Harmonizing has a positive and
significant effect on financial performance with a path coefficient of 0.35 (p < 0.01),
indicating that harmony between family members can improve company performance.
Collaborating also has a positive and significant effect with a path coefficient of 0.28 (p
< 0.05), confirming that collaboration between family members and non-family
professionals contributes to improving financial performance. Transformational
leadership did not act as a significant moderating variable in the relationship between
the three PHC variables and financial performance (moderation value p > 0.05), which
means that this leadership style does not strengthen or weaken the influence of PHC on
financial performance. These findings confirm that harmony and collaboration, both
among family members and with non-family professionals, are key factors in improving
the financial performance of family firms in Indonesia. Meanwhile, traditional parenting
and transformational leadership style do not directly strengthen the influence of PHC on
financial performance. The practical implications of this study emphasise the
importance of harmonious and collaborative family governance and the need for
adjustments in communication and parenting patterns between generations in family
firms in Indonesia.
Keywords: Parenting, Harmonizing, Collaborating, Transformational Leadership,
Financial Performance, Family Business, PHC.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Parenting, Harmonizing, dan
Collaborating (PHC) terhadap kinerja keuangan perusahaan keluarga di Indonesia
dengan kepemimpinan transformasional sebagai variabel moderasi. Dilatarbelakangi
oleh pentingnya peran perusahaan keluarga dalam perekonomian Indonesia, dimana
perusahaan keluarga yang berkinerja baik memberikan kontribusi signifikan
terhadap Produk Domestik Bruto nasional, namun menghadapi tantangan besar
dalam menjaga kesinambungan dan meningkatkan kinerja keuangan antar generasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif positivistik, pengumpulan data
melalui kuesioner online yang didistribusikan kepada para pendiri, anggota
keluarga, dan profesional non-keluarga di perusahaan keluarga yang telah
melibatkan setidaknya dua generasi dan memiliki pendapatan rata-rata di atas USD
100 juta. Kuesioner tersebut menghasilkan 114 data responden dan dianalisis
dengan menggunakan metode PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
Pola asuh orang tua tidak berpengaruh negatif secara signifikan terhadap kinerja
keuangan, dengan koefisien jalur sebesar -0,12 (p>0,05). Hal ini mengindikasikan
bahwa pola pengasuhan tradisional pada perusahaan keluarga belum efektif dalam
meningkatkan kinerja keuangan. Harmonizing berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kinerja keuangan dengan koefisien jalur sebesar 0.35 (p < 0.01),
mengindikasikan bahwa keharmonisan antar anggota keluarga dapat meningkatkan
kinerja perusahaan. Collaborating juga berpengaruh positif dan signifikan dengan
koefisien jalur sebesar 0,28 (p < 0,05), mengkonfirmasi bahwa kolaborasi antara
anggota keluarga dan profesional non-keluarga berkontribusi meningkatkan kinerja
keuangan. Kepemimpinan transformasional tidak berperan sebagai variabel
moderasi yang signifikan dalam hubungan antara ketiga variabel PHC dengan
kinerja keuangan (nilai moderasi p > 0.05), yang berarti bahwa gaya kepemimpinan
ini tidak memperkuat atau memperlemah pengaruh PHC terhadap kinerja keuangan.
Temuan ini mengkonfirmasi bahwa keharmonisan dan kolaborasi, baik di antara
anggota keluarga maupun dengan profesional non-keluarga, merupakan faktor kunci
dalam meningkatkan kinerja keuangan perusahaan keluarga di Indonesia. Sementara
itu, pola asuh tradisional dan gaya kepemimpinan transformasional tidak secara
langsung memperkuat pengaruh PHC terhadap kinerja keuangan. Implikasi praktis
dari penelitian ini menekankan pentingnya tata kelola keluarga yang harmonis dan
kolaboratif serta perlunya penyesuaian pola komunikasi dan pola asuh antar
generasi dalam perusahaan keluarga di Indonesia.
Kata kunci: Parenting, Harmonizing, Collaborating, Kepemimpinan
Transformasional, Kinerja Keuangan, Bisnis Keluarga, PHC