Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
THE ANTECEDENTS OF COFFEE SHOP CUSTOMERS’ SATISFACTION (A CASE STUDY ON ‘KOPI KENANGAN’ OUTLET IN WEST JAKARTA, INDONESIA)
PENGARUH PENGALAMAN, SKEPTISISME PROFESIONAL, BEBAN KERJA, DAN TEKANAN WAKTU TERHADAP KEMAMPUAN AUDITOR DALAM MENDETEKSI KECURANGAN
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengalaman, skeptisisme profesional, beban kerja, dan tekanan waktu terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan dengan fokus pada auditor yang bekerja di BPK RI. Studi ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kecurangan dalam laporan keuangan yang sulit terdeteksi meski telah diaudit. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain kausal melalui survei daring dan teknik purposive sampling. Responden dipilih berdasarkan pengalaman kerja minimal dua tahun dan pendidikan S1. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dan uji asumsi klasik. Hasil menunjukkan bahwa pengalaman dan skeptisisme profesional berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan beban kerja dan tekanan waktu tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kemampuan auditor dalam mendeteksi kecurangan.
Kata kunci: Pengalaman, Skeptisisme Profesional, Beban Kerja, Tekanan Waktu, Pendeteksian Kecurangan
This study aims to analyze the influence of experience, professional skepticism, workload, and time pressure on auditors' ability to detect fraud, focusing on auditors working at the Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK RI). The study is motivated by the increasing number of fraud cases in financial statements that are difficult to detect despite being audited. The research uses a quantitative approach with a causal design through an online survey and purposive sampling technique. Respondents were selected based on a minimum of two years of work experience and a bachelor’s degree. Data were analyzed using multiple linear regression and classical assumption tests. The results show that experience and professional skepticism have a positive and significant effect, while workload and time pressure do not have a significant effect on auditors’ ability to detect fraud.
Keywords: Experience, Professional Skepticism, Workload, Time Pressure, Fraud Detectio
ANALISIS PENGARUH FIRM SIZE, FIRM RISK, CAPITAL INTENSITY DAN INVENTORY INTENSITY TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK DENGAN PERTUMBUHAN PENJUALAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN SEKTOR PROPERTY DAN REAL ESTATE YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PADA TAHUN 2020-2023
Studi ini bertujuan guna menelaah efek Firm Size, Firm Risk, Capital Intensity Dan Inventory Intensity atas Agresivitas Pajak Dengan Pertumbuhan Penjualan Sebagai Konstruk Moderasi Pada Usaha sektor Property & Real Estate Yang Terdata di BEI selama 2020-2023. Desain studi dilaksanakan pada studi ini ialah studi kuantitatif. Populasi dari studi ini ialah seluruh usaha sektor Property & Real Estate yang terdata di BEI selama 2020-2023 yakni 81 entitas. Berlandaskan teknik purposive diperoleh sampel sebanyak 16 entitas. Maka data yang dilaksanakan pada studi ini ialah sebanyak 64 (16 X 4 Tahun) data entitas. Teknik analisis data yang dilaksanakan ialah analisis statistik deksriptif, tes asumsi klasik (tes normalitas, tes multikolinieritas, tes heteroskedastisitas dan tes autokolerasi), tes hipotesis (tes t dan koefisien determinasi) dan moderated regression analysis. Adapun Hasil studi ini ialah Firm Size berefek negatif dan sig atas Agresivitas Pajak, Firm Risk berefek positif dan tidak sig atas Agresivitas Pajak, Capital Intensity tidak berefek atas Agresivitas Pajak, Inventory Intensity berefek positif dan sig atas Agresivitas Pajak, Firm Size berefek negatif dan sig atas Agresivitas Pajak yang dimoderasi oleh Pertumbuhan Penjualan, Firm Risk berefek positif dan sig atas Agresivitas Pajak yang dimoderasi oleh Pertumbuhan Penjualan, Capital Intensity berefek positif dan sig atas Agresivitas Pajak yang dimoderasi oleh Pertumbuhan Penjualan dan Inventory Intensity berefek positif dan sig atas Agresivitas Pajak yang dimoderasi oleh Pertumbuhan Penjualan pada usaha sektor Property & Real Estate yang terdata di BEI selama 2020-2023.
Kata Kunci : Firm Size, Firm Risk, Capital Intensity Dan Inventory Intensity
PENENTU KONSERVATISME AKUNTANSI YANG DI MODERASI OLEH PROFITABILITAS
Catrine Lee melakukan sebuah penelitian berjudul "Konservatisme Akuntansi dalam Konteks Kesulitan Keuangan dan Leverage: Peran tersembunyi Profitabilitas pada Perusahaan Manufaktur", di bawah bimbingan Ibu Herlin Tundjung Setijaningsih. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress dan leverage terhadap konservatisme akuntansi, dengan profitabilitas sebagai faktor moderasi yang potensial. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan manufaktur di segmen pasar makanan dan minuman yang terdaftar secara publik di BEI selama periode 2020 hingga 2023. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan menganalisis rasio keuangan dan menggunakan perangkat lunak EViews 13 untuk pengolahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, financial distress, leverage, profitabilitas, serta interaksi keduanya dengan profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Secara parsial, hasil penelitian menunjukkan bahwa financial distress berpengaruh negatif yang kuat terhadap konservatisme akuntansi. Sementara itu, leverage memberikan pengaruh positif yang signifikan. Namun, profitabilitas tidak memiliki pengaruh langsung terhadap konservatisme akuntansi. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa profitabilitas tidak memoderasi hubungan antara financial distress maupun leverage terhadap konservatisme akuntansi, yang menunjukkan bahwa profitabilitas tidak mengubah kekuatan maupun arah dari hubungan tersebut.
Kata kunci: financial distress, leverage, konservatisme akuntansi, profitabilitas
PENGARUH NILAI PERUSAHAAN, LEVERAGE, PROFITABILITAS TERHADAP TAX AVOIDANCE DENGAN LIKUIDITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh nilai perusahaan, leverage, profitabilitas terhadap tax avoidance dengan likuiditas sebagai variabel moderasi. Penelitian berfokus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2023. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai perusahaan berpengaruh positif terhadap tax avoidance, sedangkan leverage tidak berpengaruh dan profitabilitas berpengaruh negatif. Selain itu likuiditas sebagai variabel moderasi mampu memperkuat pengaruh positif nilai perusahaan terhadap tax avoidance, sedangkan pada leverage dan profitabilitas tidak memoderasi pengaruh terhadap tax avoidance.
Kata Kunci: Nilai Perusahaan, Leverage, Profitabilitas, Tax avoidance, Likuidita
PENGARUH PROFITABILITY, LEVERAGE, DAN FIRM SIZE TERHADAP CASH HOLDING PADA PERUSAHAAN SEKTOR CONSUMER NON-CYCLICALS YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2021-2023
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris mengenai pengaruh profitability, leverage, dan firm size terhadap cash holding perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2023. Metode purposive sampling dipakai pada penelitian ini, dan setelah melalui proses seleksi data serta penghapusan outlier, diperoleh 204 sampel data yang valid dari 75 perusahaan. Dalam pengujian hipotesis digunakan metode regresi linear berganda dengan data diolah menggunakan program Microsoft Excel dan SPSS Statistic version 30.0.0.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitability berpengaruh positif terhadap cash holding, sementara itu, leverage dan firm size tidak berpengaruh positif terhadap cash holding.
Kata kunci: Cash Holding, Profitability, Leverage, Firm Size
Disharmonisasi Jangka Waktu Penomoran Akta PPAT Dengan Jangka Waktu Validasi BPHTB Di Jakarta
Hak atas tanah kepemilikannya dibuktikan dengan dimilikinya Setipikat Tanah yang dapat dialihkan kepada orang lain. Cara peralihannya dapat dilakukan dengan Jual Beli antara Penjual dengan Pembeli. Saat terjadinya peralihan hak terdapat pajak yang ditimbul akibat dari perbuatan tersebut, salah satunya pajak Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan atau disingkat dengan BPHTB. Setelah melakukan Pembayaran BPHTB setelah itu akan dilakukan Validasi BPHTB dengan jangka waktu maksimal 30 (tiga puluh) hari kerja berdasarkan aturan Peraturan Gubernur dan dalam melakukan validasi diperlukannya Akta PPAT yang telah dinomori yang memiliki jangka waktu 7 (tujuh) hari kerja sejak ditandatangani dan harus didaftar ke Badan Pertanahan Nasional. oleh karena itu, hal ini menimbulkan banyak kebingungan dibeberapa pihak karena adanya disharmonisasi antara peraturan yang satu dengan yang lainnya. Permasalahan yang diambil pada penelitian ini bagaimana Disharmonisasi Jangka Waktu Penomoran Akta PPAT dengan Jangka Waktu Validasi BPHTB di Bapenda Jakarta serta akibat apa dari disharmonisasi jangka waktu Penomoran akta PPAT dengan Jangka Waktu Validasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Metode yang digunakan yaitu Yuridis Normatif dan Spesifikasi Deskriptif Analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Disharmonisasi Jangka Waktu Akta PPAT dan Validasi BPHTB bertentangan dengan Teori Stufenbau yang mana seharusnya Peraturan yang lebih rendah mengikuti atau menyelaraskan dengan peraturan yang lebih tinggi, kondisi ini mengakibatkan PPAT harus membuat surat keterlambatan yang menimbulkan kerugian materiil dan immaterial serta menimbulkan juga ketidakpastian hukum pada masyarakat. Oleh karenanya kondisi ini harus diatasi dengan penyesuaian kedua peraturan terkait
Kekuatan Hukum Akta Jual Beli Yang Telah Melahirkan Peralihan Hak Balik Nama Sebagai Dasar Gugatan
Penelitian ini membahas legalitas dan kekuatan hukum Akta Jual Beli (AJB) sebagai dasar peralihan hak atas tanah. Berdasarkan Pasal 1870 KUHPerdata, AJB memiliki kekuatan pembuktian sempurna karena dibuat oleh pejabat berwenang sesuai prosedur hukum. Namun, kekuatan tersebut dapat digugurkan melalui putusan pengadilan jika terbukti terdapat pemalsuan atau kesalahan dalam pembuatannya. Kesalahan material, seperti informasi identitas yang keliru, nilai transaksi yang salah, atau deskripsi objek yang tidak sesuai kenyataan, dapat memengaruhi keabsahan AJB. Selain itu, kesalahan administratif, seperti ketidaksesuaian data antara AJB dan catatan Badan Pertanahan Nasional (BPN), juga berpotensi menyebabkan cacat hukum. Pihak yang dirugikan dapat menggugat pembatalan AJB serta proses balik nama ke pengadilan. Meski AJB memiliki posisi hukum kuat, pemalsuan, kesalahan material, atau pelanggaran prosedur administratif dapat menggugurkan kekuatan pembuktiannya, sehingga hak dan kewajiban yang tercantum dalam akta tersebut dapat dibatalkan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap prosedur hukum dan akurasi data dalam proses pembuatan AJB untuk menjaga validitas hukum dan kepercayaan publik
Perlindungan Hukum Terhadap Notaris Atas Permohonan Pembatalan APJB Kepada Pengadilan Akibat Wanpreatasi Dalam Putusan Nomor: 95/PDT/2021/PT SMR
Pada Putusan Tingkat Pertama, Notaris dijadikan Tergugat II dan dihukum untuk mengembalikan Asli Sertipikat dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) akibat sahnya permohonan pembatalan APJB yang diajukan oleh Penggugat. Pada Putusan Tingkat Banding, Notaris dijadikan Turut Terbanding dan justru ditambah hukumannya berupa tanggung renteng untuk membayar biaya perkara pada Tingkat Pertama dan biaya perkara pada Tingkat Banding. Notaris bukanlah sebagai pihak yang bersengketa, tetapi Pejabat Umum yang membuat Akta Autentik untuk kepentingan para pihak penghadap. Tidaklah relevan jika Notaris dijadikan sebagai pihak Tergugat II atau pihak yang menjadi Turut Tergugat. Pentingnya perlindungan terhadap Notaris atas kasus serupa, maka penelitian ini diharapkan dapat menjadi kepastian hukum bagi Notaris agar dapat menjalankan tugasnya sebagaimana yang diamanatkan oleh UUJN