Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Tanggung Jawab Notaris Dalam Pembuatan Akta Pengikatan Jual Beli Yang Cacat dan Tidak Berkekuatan Hukum (Studi Kasus : Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 685/Pdt.G/2020/Pn Mdn)
Penelitian pada tesis ini mengangkat permasalahan mengenai Akta Pengikatan Jual Beli tanah yang diturunkan kepada ahli waris pembeli namun sertifikat serta akta yang sudah disetujui oleh Notaris ternyata hilang dan beberapa tahun kemudian ada pihak yang mengakui bahwa objek tanah yang dimiliki oleh pembeli tersebut telah berpindah tangan tanpa sepengetahuan pihak pembeli pertama. Kasus tersebut termuat pada Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 685/Pdt.G/2020/PN Mdn. Penelitian pada tesis ini juga berfokus pada tanggung jawab dan argumentasi para pihak dan juga pertimbangan hakim dalam memutus perkara. Dalam putusan tersebut Majelis Hakim mengabulkan gugatan Penggugat I dan II secara sebagian dan menjatuhkan hukuman kepada Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) setelah Putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap. Hal ini dikarenakan Para Tergugat telah mengeluarkan akta dan sertifikat yang cacat dan tidak berkekuatan hukum sehingga dari perbuatan yang Para Tergugat lakukan telah merugikan orang lain serta melanggar hukum yang berlaku
Tanggung Jawab Ppat Terhadap Akta Jual Beli Yang Dibuat Secara Melawan Hukum (Tinjauan Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Wonogiri Nomor 13/Pdt.G/2021/Pn Wng )
PPAT memiliki wewenang untuk mengeluarkan dan menerbitkan akta otentik untuk pihak yang berkepentingan, terutama untuk peralihan hak atas tanah melalui jual beli, di mana akta otentik memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna. Namun, dalam kasus yang akan dibahas di bawah ini, penulis membahas bahwa terdapat PPAT di Kabupaten Wonogiri menyalahgunakan wewenang saat menjalankan tugasnya sebagai PPAT. Pembuatan akta otentik haruslah dilakukan dengan hati-hati dan teliti. Jika terdapat cacat hukum pada akta otentik yang dibuat oleh PPAT, pengadilan dapat membatalkan akta tersebut. Selama PPAT menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai PPAT, ada kemungkinan pengadilan akan membatalkan produk hukum yang dibuat karena adanya perbuatan melawan hukum. Dalam Putusan Pengadilan Negeri Wonogiri Nomor 13/PDT.G/2021/PN Wng., dijelaskan bahwa ketidakmampuan PPAT untuk memenuhi syarat sah perjanjian yang diatur dalam Pasal 1320 KUHPerdata sehingga menyebabkan akta jual beli batal demi hukum. Fokus penelitian ini adalah bagaimana tanggung jawab PPAT terhadap akta jual beli yang dibatalkan tersebut dan bagaimana Pengadilan Negeri Wonogiri membatalkan akta jual beli tersebut demi hukum. Akta Jual Beli Tanah yang dibuat oleh PPAT yang batal demi hukum tidak memiliki kekuatan hukum karena cacat hukum, dan pejabat yang berwenang, PPAT, telah menyalahgunakan wewenang yang diberikan kepadanya. PPAT dapat dihukum dengan teguran tertulis, pemberhentian sementara, pemberhentian dengan hormat, atau pemberhentian dengan tidak hormat jika melanggarnya. Jenis penelitian ini bersifat yuridis normatif, dengan menggunakan metode analisis data secara kualitatif, sedangkan untuk mengkaji permasalahan hukum, digunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier, yang selanjutnya dianalisa secara deskriptif analiti
TRAINER KIT MODEL PEMBELAJARAN ANEKA SENSOR BERBASISKAN MIKROKONTROLER UNTUK SISWA SMA
SMA Santa Laurensia merupakan sekolah terbesar di Alam Sutera, yang menggunakan pembelajaran holistik dalam mengajar siswa. Model pembelajaran holistik yang menekankan pengajaran melalui banyak informasi pendukung. SMA Santa Laurensia juga dianggap sebagai salah satu sekolah terbaik dalam hal sains. Program pembelajaran elektronika di sekolah ini dirasa belum cukup, oleh karena itu sekolah mengadakan Science day untuk berbagi pengetahuan tentang teknik elektro yang dibantu oleh Dosen dan mahasiswa Program Studi Sarjana Teknik Elektro Universitas Tarumanagara untuk para siswa. Pelatihan ini menggunakan simulasi iptek dengan modul trainer kit dan memperkenalkan teknologi internet of things . Selain teknologi Internet of things , tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengenalan kepada siswa tentang beberapa sensor dan bagaimana sensor tersebut dapat dikontrol. Pelatihan ini menggunakan modul trainer kit untuk membantu para siswa dalam memahami materi dengan cepat dan benar. Pelatihan ini diikuti oleh suatu komunitas di sekolah (club sains) sebanyak 15 siswa/i SMA Santa Laurensia. Selain memperkenalkan sensor dan teknologi internet, mahasiswa juga membawa modul yang telah di program untuk mendemonstrasikan kecanggihan dari suati teknologi Internet of things menggunakan branding dari Produk bernama Mecal. Metode pengukuran keberhasilan yang digunakan adalah melalui metode kuisioner pre-test dan post-test, yang terbukti telah membantu para siswa dalam memahami komponen Teknik Elektro. Dengan banyaknya manfaat yang didapatkan dari pelatihan yang diselenggarakan di SMA Santa Laurensia, dapat disimpulkan bahwa program ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan para siswa tentang teknik elektro
Pembentukan Sistem Pengupahan Baru Pada Perusahaan Merger Antara Gojek Dan Tokopedia
merger atau penggabungan satu atau beberapa badan usaha berbadan hukum. Setelah terjadinya merger maka, kedua atau lebih perusahaan tersebut akan menjadi satu kesatuan dalam kinerja korporasi tanpa melakukan peleburan salah satu korporasi. Kemudian terkait dengan status badan hukum dapat berakhir demi hukum karena telah menggabungkan Perseroan Terbatas, selanjutnya, hak dan kewajiban yang menjadi tanggungjawab oleh perusahaan yang melakukan merger. kendati demikian, tenaga kerja/karyawan harus memperhatikan konsekuensi terkait ketentuan pemberian waktu 1 (satu) bulan tersebut. Jika pihak karyawan tidak meminta konfirmasi lebih lanjut terhadap perusahaan, maka status karyawan akan tetap berlaku atau bahkan status karyawan dapat berakhir yang tentunya merugikan pihak karyawan
Asrama dinamis: hunian bagi mahasiswa awal semester Universitas Tarumanagara berbasis keaktifan ruang
Pada zaman sekarang memiliki gelar S1 merupakan standar pendidikan dikota besar maupun di daerah karena sebuah tuntutan untuk bekerja salah satunya, tetapi pada beberapa daerah tidak banyak kampus yang cukup dikatakan baik dibanding kota besar dan menyebabkan orang harus merantau untuk mendapatkan ilmu. Tetapi ketika mereka datang tentu akan kebingungan untuk tinggal dimana karena mereka bukan orang asli disana seperti di Jakarta misalnya, contohnya Universitas Tarumanagara, belum lagi dari sisi keamanannya yang pasti orang tua khawatir, maka diperlukan asrama. Dalam sebuah tempat tinggal untuk mahasiswa tentu mahasiswa itu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dimana setiap fakultas seperti fakultas kedokteran dan fakultas Teknik pasti memiliki kebutuhan yang berbeda dimana anak arsitek misalnya yang membutuhkan meja yang besar sedangkan anak kedokteran yang butuh sebuah papan tulis besar untuk menggambar & belajar, jadi mereka memiliki kebutuhan ruang yang berbeda dan disitu Emphatic Architecture bekerja dengan memberi ruang yang dibutuhkan untuk pengguna.
Kata Kunci: Aktif, Asrama, Arsitektur, Arsitektur Empati, Mahasisw
Ruang publik multi generasi di Duri Kosambi
Urbanisasi dan peningkatan jumlah penduduk lansia telah menjadi fenomena yang terjadi hampir di seluruh dunia. Indonesia sendiri telah memasuki struktur penduduk tua, dimana populasi lansia sudah mencapai lebih dari 10% penduduk. Pada dasarnya setiap lansia akan mengalami degradasi pada fungi tubuhnya dan setiap lansia memiliki kondisi kesehatan, sosial dan ekonomi masing-masing. Salah satu cara untuk mempertahankan dan meningkatkan kesehatan maupun kesejahteraan hidup lansia adalah dengan cara berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Wadah yang dapat memberikan kesempatan bagi lansia untuk berinteraksi dengan orang lain adalah ruang publik. Namun, saat ini kurangnya infrastruktur menyebabkan mobilitas lanjut usia dalam mengakses ruang publik menjadi terhambat. Tujuan dari perancangan Ruang Publik Multi Generasi di Duri Kosambi ini adalah untuk mengetahui peran empati aristektur dalam membantu lansia memiliki kesempatan untuk berinteraksi dan beraktivitas dengan orang lain, mengetahui aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam merancang ruang publik untuk lansia, masyarakat dan lingkungan serta mengetahui perancangan ruang publik yang dapat meningkatkan hubungan antar generasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan cara melakukan pengamatan secara langsung dan tidak langsung terhadap perilaku dan kebutuhan lansia serta melalui studi pustaka dari buku, jurnal dan sumber terpercaya lainnya. Pendekatan arsitektur empati dan desain universal digunakan dalam menentukan program, bentuk desain dan sebagainya, sehingga dapat menghasilkan proyek dengan tujuan yang diinginkan.
Kata Kunci: Arsitektur Empati; Lansia; Ruang Publi
Pusat komunitas lansia depresi
Saat ini, 500 juta orang di seluruh dunia dengan usia rata-rata 60 tahun menderita depresi di usia tua. Pada tahun 2000, terdapat 22,3 juta lansia di Indonesia dengan harapan hidup 65 sampai 75 tahun. Pada tahun 2020, walaupun terdapat peningkatan angka harapan hidup menjadi 70 sampai 75 tahun, persentase lansia dengan depresi meningkat menjadi 11,09%, atau lebih dari 29 juta individu, dan diperkirakan akan mencapai 1,2 miliar pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan ide perancangan suatu pusat komunitas yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kenyamanan para lansia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif serta metode desain berdasarkan fenomena. Melalui penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perancangan pusat komunitas dengan konsep healing environment dapat menjadi alternatif yang mampu membantu lansia dalam mengatasi depresi dengan menerapkan prinsip prinsip healing environment yang mencakup penentuan program yang sesuai dengan lansia, di antaranya functional senior park, walking garden, area komunal, creativity space, ruang konsultasi dokter, health clinic, dan open area yang dirancang dengan prinsip-prinsip healing environment, meliputi independence, consciousness, connectedness, purpose, physical activities, dan restorative. Dengan menciptakan lingkungan pusat komunitas lansia, tercipta rasa kebersamaan melalui interaksi orang lanjut usia dengan sebayanya supaya bisa terhindar dari depresi karena kesepian yang berdampak pada kesehatan fisik maupun psikis. Kata kunci: depresi; lansia; pusat komunita
Pusat relaksasi dalam upaya meredakan stres tingkat rendah-sedang dengan pendekatan desain biofilik
Stres merupakan hal yang wajar dialami oleh manusia dan perlu ditangani sebelum menjadi hal yang lebih negatif. Stres dapat muncul dari berbagai faktor, salah satunya dari masalah kesehatan. Rutinitas kehidupan di kota yang sibuk menyebabkan stres menjadi berkelangsungan meskipun hadir dalam tingkat yang rendah. Stres yang berkelangsungan membuat masyarakat mencari cara pemulihan yang bersifat alami, yaitu pengobatan tradisional atau disebut terapi komplementer. Namun fasilitas yang menyediakan kegiatan relaksasi berupa pengobatan tradisional masih memiliki permasalahan. Beberapa permasalahannya berupa keterbatasan ruang, kurangnya privasi, ruang yang memiliki suhu terlalu tinggi atau rendah serta aksesibilitas terhadap program yang kurang efisien. Maka dari itu arsitektur dan empati berperan untuk mencari solusi atas permasalahan serta melakukan perancangan berdasarkan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, arsitektur bersama empati berperan untuk meningkatkan kualitas ruang dari fasilitas relaksasi dengan metode pendekatan arsitektur terapeutik (desain biofilik) lewat studi kasus dan memanfaatkan arsitektur untuk berinovasi terhadap potensi fasilitas relaksasi. Selain itu, menyediakan variasi program terapi komplementer yang sebelumnya sudah memiliki peminat seperti terapi akupuntur, refleksiologi, yoga, meditasi, tai chi, dan lainnya. Dengan adanya empati dan arsitektur terhadap kebutuhan akan fasilitas relaksasi, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan meningkatkan efektivitas dari program relaksasi. Kata kunci: stres; empati; pengobatan alternatif; desain biofili
Oasis penyendiri di perkotaan
Perkembangan pesat kota telah membawa dampak pada kehidupan sosial masyarakat, khususnya bagi individu yang merasa perlu menyendiri untuk merenung, bersantai, dan mengisi ulang energi. Namun, ruang publik yang ramai dikunjungi seringkali sulit bagi para penyendiri untuk menemukan ketenangan. Stigma negatif terhadap penyendiri juga dapat mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap individu yang membutuhkan ruang pribadi. Dalam konteks ini, perancangan ruang yang ramah bagi penyendiri menjadi penting untuk memperluas akses bagi individu yang membutuhkan kesendirian. Penelitian terhadap penyendiri dilakukan melalui metode kuesioner yang disebarkan dengan tujuan untuk mengetahui preferensi ruang untuk penyendiri. Metode Perancangan diambil dari literatur dan studi yang kemudian dirumuskan beberapa indikator. Indikator tersebut menitik beratkan kepada kebutuhan user yaitu seorang penyendiri. Indikator tersebut adalah privasi, fleksibilitas, ketenangan dan view. Dalam penerapan metode perancangan, tapak perancangan dipilih di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, yang merupakan area infill. Metode infill merupakan pendekatan konstruksi yang membangun bangunan di antara celah kecil yang ada di area yang sudah dikelilingi bangunan lainnya, dengan fokus pada keseimbangan desain dan lingkungan sekitar. Penerapan strategi desain pada gubahan massa yang berbentuk acak memberikan kesan abstrak pada bangunan dan memperhatikan orientasi acak untuk menghindari kesan monoton. Dalam perancangan ini, lima aktivitas utama, yaitu berkontemplasi, melakukan pekerjaan, bersosialisasi, bersantai, dan fungsi komersial, menjadi fokus dalam merancang ruang yang ramah bagi penyendiri. Beberapa fitur seperti food elevator, penyusunan menanjak pada area kerja individu, dan partisi geser, merupakan contoh penerapan strategi fleksibilitas dan privasi yang memperhatikan kebutuhan pengguna. Dengan demikian, penelitian dan perancangan ini memberikan kontribusi penting dalam menciptakan ruang publik yang lebih inklusif dan mendukung kesejahteraan mental bagi para penyendiri di tengah perkembangan kota yang semakin maju. Kata Kunci: fleksibilitas, menyendiri, penyendiri, privasi