Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Ruang publik sebagai pembangkit rasa cinta budaya
Globalisasi merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Lewat media sosial, orang dari belahan dunia lain bisa mengenal sisi dunia lainnya. Dari sinilah banyak terjadi pertukaran ide, gagasan, politik termasuk budaya. Namun banyak dari masyarakat Indonesia bersikap tidak memilah serta menyaring budaya yang diserap. Kecenderungan kecintaan terhadap budaya luar yang berlebih membuat orang bersikap apatis terhadap budaya sendiri, terjadi pergeseran budaya dan akhlak serta mengubah pola pikir generasi muda untuk meniru aspek kehidupan budaya asing. Maka dari itu, diperlukan suatu ruang bebas yang dapat diakses oleh semua orang terutama generasi penerus bangsa lewat integrasi teknologi interaktif yang dapat menarik minat masyarakat untuk mengenal kembali budaya tradisional negara sendiri sehingga budaya sendiri tidak tertinggal dan tidak terlupakan. Penelitian ini bertujuan untuk membedah metode, teknologi serta aspek arsitektur seperti apa yang paling efektif untuk mewujudkan kecintaan terhadap bangsa. Berkat kemajuan teknologi, dapat dikaitkan antara seni dan kebudayaan dengan perangkat canggih seperti Augmented Reality dan Virtual Reality. Kemudian dengan hadirnya ruang publik yang diintegrasikan dengan teknologi canggih dapat menjadi sarana yang efektif untuk memperkenalkan dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya tradisional. Dengan menggabungkan warisan budaya tradisional dengan teknologi modern, kita dapat mewujudkan cinta dan kebanggaan terhadap identitas budaya kita sendiri, sehingga membawa dampak positif bagi generasi sekarang dan masa depan. Kata kunci: Budaya; globalisasi; ruang publik; seni; teknolog
Ekspresi cahaya pada galeri bagi anak down sindrom
Anak-anak dengan kondisi down sindrom memiliki keterbatasan masalah dalam perkembangan sosial, kognitif, dan fisik. Masalah dalam keterlambatan perkembangan anak down sindrom membutuhkan perancangan lingkungan yang memperhatikan kebutuhan mereka. Dibalik keterbatasan yang mereka miliki, anak down sindrom tetap mempunyai keistimewaan yaitu menjadi visual learner, peniru gerakan, dan sebagian besar tertarik terhadap cahaya, tiga keistimewaan ini menjadikan elemen penting dalam desain. Berempati dalam arsitektur memberikan dampak kepada anak down sindrom, melalui proses empati, pengalaman dari kebutuhan mereka, sehingga akan mengetahui semua keseharian anak down sindrom sehingga akan tercipta apa dari kebutuhan mereka. Anak down sindrom juga memiliki kesulitan dalam berekspresi, padahal ini adalah cara anak untuk mengungkapkan emosinya, dengan berekspresi melakukan aktivitas dan menghasilkan sebuah karya menjadi salah satu untuk mewadahinya, seperti melukis, menyanyi, dan menari, sehingga proyek yang akan dibangun adalah galeri ekspresi dengan cahaya yang bisa mewadahi kebutuhan ekspresi anak down sindrom dan kebutuhan kelengkapan fasilitas terapi serta fasilitas untuk konsultasi. Kata kunci : Anak Down Sindrom; Empati Arsitektur; Kebutuhan anak Down Sindrom
Perancangan dashboard untuk memantau kinerja fakultas
Dalam setiap organisasi, sudah seharusnya dapat mengelola semua proses dengan cepat. Oleh karena itu institusi melakukan monitoring dalam keseluruhan proses performa dosen sehingga dapat mencapai keuntungan dan peningkatan kualitas. Peracangan Dashboard ini menggunakan metode prototyping, dengan cara observasi dari informasi tersebut kita bisa membuat Dashboard berbasis Web untuk memantau kinerja Fakultas tersebut, dengan metode UML dalam perancangan Sistem dan menggunakan mySql dan Xampp untuk membuat visualisasi Dashboard berbasis web ini Hasil dari pembuatan Dashboard ini dapat memberikan kemudahan dalam memonitoring keseluruhan kinerja Fakultas FTI. Kata kunci: Dashboard, Uml, mySql, Xampp, FT
Sistem informasi pelayanan dan koordinasi kegiatan ibadah berbasis web untuk komunitas next gen di gereja house of prayer
Sistem Informasi Pelayanan dan Koordinasi Kegiatan Ibadah Berbasis Web untuk Komunitas Next Gen di Gereja House of Prayer merupakan aplikasi web yang dirancang untuk membantu pelayan dari bidang yang terlibat dalam kegiatan ibadah untuk melakukan koordinasi antar satu dengan yang lain dan untuk pengolahan data jemaat, pelayan, mentor menjadi lebih baik. Proses koordinasi untuk pelayanan dan ibadah, serta penjadwalan sekarang masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan sistem secara digital yaitu dengan melakukan pertemuan temu muka di gereja atau menggunakan layanan pesan daring. Hal ini membuat koordinasi pelayanan dan ibadah menjadi kurang efisien, karena tidak selalu pelayan yang terlibat dapat menghadiri pertemuan temu muka di gereja. Sistem Informasi Pelayanan dan Koordinasi Kegiatan Ibadah Berbasis Web untuk Komunitas Next Gen di Gereja House of Prayer memiliki 5 role, yaitu Super User, Life Assistant, PIC Pengajaran, PIC Tim Musik, dan PIC Hospitality. Untuk setiap role, terdapat menu bidang pelayanan masing-masing, berserta fitur penjadwalan. Fitur lainnya yaitu fitur renungan, event, fitur untuk melihat keaktifan pelayan, kegiatan ibadah yang mencakup shift-1 dan shift�2 sehingga memudahkan untuk pelayan antar bidang dapat melihat jadwal untuk kegiatan ibadah setiap minggunya. Pembuatan Sistem Informasi Pelayanan dan Koordinasi Kegiatan Ibadah Berbasis Web untuk Komunitas Next Gen di Gereja House of Prayer menggunakan metodologi SDLC (System Development Life Cycle) Waterfall. Bahasa pemrograman yang digunakan yaitu HTML, CSS, Javascript, dan PHP dengan Framework Bootstrap. Basis Data yang digunakan yaitu MySQL. Tujuan pembuatan Sistem Informasi Pelayanan dan Koordinasi Kegiatan Ibadah Berbasis Web untuk Komunitas Next Gen di Gereja House of Prayer yaitu agar kegiatan ibadah dapat menjadi lebih baik dan lebih terkoordinasi. Kata Kunci: Sistem Informasi Pelayanan, Web, Waterfall, PH
Perancangan dashboard untuk pengawasan aktivitas truk pada PT Cipta Niaga Semesta (anak perusahaan Mayora)
PT. Mayora Indah Tbk. (Mayora) didirikan pada tahun 1977 dengan pabrik pertama berlokasi di Tangerang dengan target market wilayah Jakarta dan sekitarnya. Saat ini Mayora membutuhkan cara untuk mengawasi aktivitas truk pabrik distribusi atau truk vendor seperti data keluar masuk truk, data barang yang diangkut truk, dan pembongkaran barang dari truk untuk menilai key performance indicator karyawan. Oleh sebab itu, penulis mengusulkan perancangan dashboard untuk pengawasan aktivitas truk di PT Cipta Niaga Semesta (anak perusahaan Mayora) menggunakan Pentaho dan Grafana dengan metode prototyping dan nine�step Kimball. Pentaho adalah perangkat lunak business intelligence, sedangkan Grafana adalah analitik sumber terbuka multiplatform dan aplikasi web visualisasi interaktif. Fitur yang akan dibuat adalah dashboard menampilkan data aktivitas truk dengan pilihan filter untuk menampilkan data yang ingin dilihat. Kata Kunci: pengawasan, dashboard, prototyping, Pentaho, Grafan
MANAGEMENT OF PROPERTY OF MINORS UNDER GUARDIANSHIP
Management of guardianship of minors is the provision of services in the case of
minors under the power of guardians which includes supervision of the performance of
guardian duties over minors who are not under the control of parents and management of the
child's property or property as regulated by law. A person can also be determined to be the
guardian of a child through the determination/decision of the District Court or Religious Court.
Generally, child guardianship applications for Islamic religion are submitted to the Religious
Court, and for non-Muslim religions guardianship applications are submitted to the District
Court. In practice, however, applications for guardianship of children to be Muslim can be filed
with the District Court. Provisions regarding the appointment of a child's guardian through the
court can be seen in Articles 359 to Article 364 of the Civil Code. In addition, Article 107
paragraph (3) also stipulates "if the guardian is unable to do or neglects to carry out his
guardianship duties, the religious court may appoint one of the relatives to act as guardian at
the request of the relativ
COMMUNAL RIGHTS OF THE AMMATOA KAJANG CUSTOMARY LAW COMMUNITY TOWARDS INDIGENOUS FORESTS BULUKUMBA REGENCY
This study aims to find out the implementation of the communal rights of the
Ammato Kajang customary law community in the customary forest in the Bulukumba district
and to find out to what extent the communal rights of the Ammatoa Kajang customary law
community are protected by law. The research method used is Normative Law research. The
results showed that the implementation of the communal rights of the Ammatoa Kajang
indigenous people was carried out on the authority of the Ammatoa based on "pairs of
rikajang" which is a source of law to regulate all aspects of the life of the Ammatoa Kajang
indigenous people who are related to God (Turiek Arakna). And the customary law of the
ammatoa Kajang relies heavily on "Pasang Rikajang", this deliberation effectively resolves the
problem, and the results of the deliberation become the source of the birth of the Bulukumba
Regency Regional Regulation Number 9 of 2015 Concerning the Inauguration, Recognition of
Rights, and Protection of the Rights of Indigenous Peoples
Tanggung Jawab Terbatas Pendiri Perseroan Terbatas Yang Berbentuk Badan Hukum Perorangan Sebagai Pengurus Tunggal Perseroan Perorangan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis fenomena Tanggung Jawab Terbatas Pendiri dalam Perseroan Perorangan yang berbentuk badan hukum perorangan dengan pengurus tunggal. Dalam lingkungan bisnis, Perseroan Terbatas (PT) telah menjadi struktur yang umum digunakan oleh banyak perusahaan. Namun, di dalam PT, ada pilihan bagi pendiri untuk membentuk perseroan dengan status badan hukum perorangan dan menjabat sebagai pengurus tunggal. Model ini dikenal sebagai Perseroan Perorangan. Namun, dalam konteks Perseroan Perorangan dengan pengurus tunggal, permasalahan mengenai tanggung jawab terbatas menjadi lebih kompleks. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, pendekatan deskriptif dan analisis normatif untuk mempelajari berbagai peraturan hukum yang berkaitan dengan konsep Perseroan Perorangan sebagai Badan Hukum Perorangan dengan pengurus tunggal. Hasil Penelitian menemukan adanya disharmonisasi antara konsep badan hukum perorangan dan aturan Perseroan Terbatas dalam UU Perseroan Terbatas atas kepemilikan dan pengurus tunggal perseroan, dan permasalahan dalam tanggung jawab terbatas serta perlindungan hukum bagi pendiri perseroan perorangan terhadap tindakan pendiri dalam kapasitasnya selaku pemegang saham dan pengurus Perseroan Perorangan. Dalam konteks ini, penelitian ini memberikan rekomendasi kebijakan dan panduan praktis bagi pemerintah, para pendiri, serta para pihak yang terlibat dalam Perseroan Perorangan
Abstract :
This research aims to examine and analyze the phenomenon of limited liability of the founder in an individual company in the form of a one-person legal entity with a sole manager. In the business environment, a limited liability company (PT) has become a common structure used by many companies. However, within an PT, founders have the option to establish a company as an one-person legal entity and serve as the sole manager. This model is known as an one-person limited Liability Company. However, in the context of an individual company with a sole manager, the issue of limited liability becomes more complex. The research method used is normative juridical, employing a descriptive approach and normative analysis to study various legal regulations related to the concept of an one-person limited Liability Company as an one-person legal entity with a sole manager. The research findings reveal a disharmony between the concept of an one-person legal entity and the regulations of a limited liability company under the Limited Liability Company Law, particularly concerning ownership and sole management of the company, as well as issues regarding limited liability and legal protection for the founder of an one-person limited Liability Company in their capacity as a shareholder and manager of the individual company. In this context, this research provides policy recommendations and practical guidelines for the government, founders, and other parties involved in an individual company