Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Perbandingan analysis kelayakan finasial antara teknologi m-system dan teknologi konvensional pada perumahan x
Teknologi dalam bidang konstruksi khususnya dalam pembuatan bangunan/rumah tinggal terus berkembang pesat. Dengan teknologi terdahulu, sebuah bangunan / rumah umumnya terdiri dari elemen struktur pondasi, kolom, balok, dan pelat lantai terbuat dari beton beton bertulang. Kemudian menggunakan dinding penutup bangunannya terbuat dari bata ringan (Autoclaved Aerated Concrete). Namun, berbagai alternatif teknologi konstruksi bangunan telah dikembangkan seperti kontruksi baja, beton pracetak, atau yang baru-baru ini diperkenalkan yaitu dengan menggunakan Structural Insulating Panels (SIPs). Salah satu teknologi Structural Insulating Panels (SIPs) yang terkenal di Indonesia adalah M-System. Jika ditinjau dalam konteks pengembangan perumahan, dengan setiap bangunan rumah umumnya dibuat secara repetisi dan dalam jumlah besar, penerapan teknologi M�System angat membantu pengembang dalam menyediakan rumah yang kualitas bangunannya terjaga dan waktu penyelesaian project yang relatif lebih cepat dari metode lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai sekarang (present value) terhadap aliran arus kas (cashflow) dimasa mendatang untuk masing-masing simulasi teknologi konstruksi konvensional dan teknologi M-system pada investasi pengembangan perumahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan teknologi konstruksi konvensional dan teknologi M-System dalam investasi pengembangan perumahan dianggap menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil analisis kelayakan finansial menggunakan parameter NPV, IRR, dan payback period yang menunjukkan nilai positif. Oleh karena itu, penggunaan Teknologi M-System dalam pengembangan perumahan merupakan pilihan untuk dipertimbangkan, karena faktor keuangan dan waktu penyelesaian merupakan hal yang utama bagi pengembang perumahan. Kata Kunci : Pengembang,M-system, Investasi,Perumaha
Analisis efektivitas penggunaan jasa rental mobil terhadap perusahaan startup
Perkembangan perusahaan di Indonesia sedang banyak terjadi setelah pandemi covid-19 mulai mereda. Banyak pelaku bisnis yang mulai membuka perusahaan mereka yang biasa disebut sebagai perusahaan startup mulai bermunculan di Indonesia. Perusahaan startup adalah perusahaan rintisan yang belum lama beroperasi dan sedang dalam tahap pengembangan. Perusahaan ini biasanya dimulai dengan modal yang seadanya, oleh karena itu, pemilik perusahaan akan melakukan penekanan modal. Salah satunya adalah dengan menggunakan jasa rental mobil untuk keperluan mobilitas perusahaan. Ini dilakukan untuk menghindari biaya perawatan mobil dan pajak mobil. Agar jasa rental mobil dapat diminati, perusahaan jasa rental mobil harus memerhatikan kualitas daripada kendaraan yang disewakan dan juga jasa pengendara yang diberikan serta harga yang terjangkau. Dari sisi kendaraan, kendaraan yang disewakan dalam keadaan yang baik dan bersih. Sementara dari sisi jasa pengendara yang disewakan, pengendara harus memiliki kemampuan berkendara yang baik serta memiliki sifat yang baik dan ramah kepada pengguna jasa rental mobil. Oleh karena itu, efektivitas daripada penggunaan jasa rental mobil ini pun harus dapat terjaga dengan baik agar dapat lebih diminati oleh para pelaku bisnis yang mulai membangun perusahaan startup mereka. Kata Kunci: startup, kendaraan, pengendara, efektivita
Peran Pusat Konsultasi Dan Bantuan Hukum Universitas Tarumanagara Dalam Sosialisasi Pemeriksaan Persidangan, Upaya Hukum, Dan Hak-Hak Warga Binaan Di Rutan Pondok Bambu
Perancangan kelayakan proyek pembangunan infrastruktur jalan tol soraja terhadap pertumbuhan lapangan pekerjaan setempat
Infrastruktur jalan sebagai salah satu unsur dalam pelayanan jasa transportasi merupakan unsur penting dalam mendukung mobilitas di bidang ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satu infrastruktur jalan yaitu jalan tol dibangun dengan tujuan meningkatkan efisiensi pelayanan jasa distribusi guna menunjang peningkatan pertumbuhan ekonomi untuk mewujudkan pemerataan pembangunan serta keseimbangan dalam pengembangan wilayah. Pembangunan infrastruktur diyakini dapat meyerap tenaga kerja meningkatkan konsumsi masyarakat,pemerintah dan memicu kegiatan produksi. Pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan lapangan kerja sering dikaitkan dengan infrastruktur sebagai pendorong utamanya untuk menciptakan kesehjatraan masyarakat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dampak pembangunan jalan tol terhadap pertumbuhan lapangan kerja. Penelitian ini dilakukan di jalan tol Soreang-PasirKoja. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuesioner. Metode pengolahan data kuesioner dilakukan dengan dengan bantuan program SPSS yang meliputi uji validitas,uji reabilitas dan analisis faktor dominan. Hasil penelitian ini adalah terbentuknya variabel baru yang ada yaitu X1 dan X3. Kedua faktor tersebut dapat dikatakan sebagai Faktor Terbukanya Lowongan Pekerjaan Baru Setempat Akbibat Pembangunan Infrastruktur Jalan Tol Soraja. Kata Kunci: Jalan Tol Soreang-PasirKoja, InfrastrukturJalan Tol, Pertumbuhan Ekonomi, SPSS, Pertumbuhan Lapangan Kerj
Analisis lereng free-standing akibat galian proyek di daerah Ciawi-Bogor dengan parameter tanah hasil pengujian laboratorium
Slope stability atau kestabilan lereng adalah hal yang perlu dianalisis untuk menjamin keamanan dalam suatu proyek konstruksi. Proyek konstuksi yang dimaksud adalah proyek mengenai struktur bawah, basement, atau fondasi yang memerlukan adanya penggalian dalam pembuatannya. Proses penggalian dapat berbahaya jika metode dan faktor keamanan tidak dapat diperhitungkan atau dianalisa dengan baik. Selain faktor keamanan yang sudah diperhitungkan tersebut, perlu juga diperhitungkan tinggi kritis atau critical height dari suatu lereng, dengan memeprhitungkan atau melakukan analisa terhadap kedua faktor tersebut, dapat diperkirakan keamanan dari suatu lereng atau kemungkinan terjadinya failure berupa longsor yang dapat mengakibatkan kerugian material maupun non-material. Dalam pembangunan Rumah Sakit Hermina Ciawi, diperlukan pembangunan dinding penahan tanah (DPT), untuk pembuatan dinding penahan tanah tersebut diperlukan penggalian yang menyebabkan terbentuknya lereng dengan ketinggian total 12 m. mengingat ketinggian lereng yang setinggi 12 m dan sudut kemiringannya 90°, maka diperlukan adanya perhitungan mengenai faktor keamanan dari lereng dengan klasifikasi seperti itu, sehingga diharapkan kegagalan berupa longsor atau failure tidak terjadi sehingga menimbulkan kerugian yang dapat memperlambat atau bahkan menghentikan proyek konstruksi tersebut. Critical height dapat dianalisa dengan rumus sederhana yang diperoleh melalui hasil penelitian, berupa jurnal, dan slope stability dianalisa untuk empat kondisi sesuai dengan ketentuan SNI 8460:2017 dan menggunakan metode Fellenius. Sehingga dapat dilakukan analisa faktor keamanan dan tinnggi kritis dari lereng yang terjadi akibat galian pada Rumah Sakit Herminat Ciawi. Kata Kunci: Lereng, Slope Stability, Critical Height, Rumah Sakit Hermina Ciawi, Metode Fellenius
Pengelasan terhadap stainless steel kawat las type 308 dengan uji tarik kekuatan manufaktur stainless steel (TM - 1355)
Stainless Steel merupakan bahan logam yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi industri karena memiliki sifat tahan karat dan tahan korosi yang sangat baik. Namun, untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, dibutuhlkan proses pengelasan yang benar dan sesuai standar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kekuatan manufaktur pada stainless steel kawat las type 308 yang telah dilas dengan menggunakan teknik pengelasan. Pengujian kekuatan ini dilakukan dengan menggunakan berbagai metode seperti uji tarik, Diharapkan hasil dari penelitian ini dapat memberikan informasi yang berguna bagi industri manufaktur dalam meningkatkan kualitas produk mereka. Stainless steel kawat las type 308 merupakan jenis stainless steel yang sering digunakan dalam pembuatan produk-produk yang memerlukan ketahanan terhadap korosi dan kekuatan tinggi. Pengelasan stainless steel type 308 membutuhkan teknik dan prosedur yang tepat agar kualitas pengelasan dapat terjaga dengan baik. Kekuatan pengelasan sangat penting dalam memastikan keamanan dan keandalan produk yang dibuat dari stainless steel type 308
Pengaruh kedalaman penanaman angkur dan jarak tepi terhadap kuat tarik pada angkur pasca pasang adhesif
Angkur merupakan salah satu elemen yang banyak digunakan dalam dunia konstruksi. Angkur
digunakan untuk menyalurkan beban struktural dalam tarik, geser atau kombinasi antara tarik dan
geser. Salah satu contoh jenis angkur adalah angkur pasca pasang adhesif. Angkur pasca pasang
adhesif adalah jenis angkur yang di pasang setelah beton mengeras. Keunggulan utama angkur
pasca pasang adalah adalah fleksibilitas waktu pemasangan sehingga memudahkan mengatur
jadwal konstruksi. Salah satu faktor yang menentukan kuat tarik pada angkur adalah kedalaman
penanaman angkur dan juga jarak tepi angkur pada beton. Umumnya kedalaman penanaman
angkur yang digunakan didapatkan dari brosur atau katalog pabrik angkur itu sendiri dan jarak
tepi angkur diatur dalam SNI 2847:2019 dengan berkembangnya teknologi banyak produk-produk
baru dari manufaktur sehingg perlu adanya uji kekuatan tarik untuk membandingkan hasil kekuatan
tarik yang diperoleh dengan kedalaman penanaman dan jarak tepi yang berbeda-beda. Salah satu
manufaktur yang memproduksi bahan adhesif untuk angkur adalah Hilti, bahan adhesif dari Hilti
memiliki beragam pilihan salah satunya adalah Hilti HY 200 V3 yang digunakan pada penelitian
ini. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tarik pada angkur pasca pasang adhesif dengan
kedalaman penananaman sebesar 35 mm, 105 mm dan 150 mm dengan jarak tepi 75 mm, 130 mm
dan 250 mm pada masing-masing kedalaman. Dari hasil pengujian diperoleh kuat tarik sebesar 10
kN hingga 15 kN pada kedalaman penanaman 35 mm, 45 kN hingga 55 kN pada kedalaman
penanaman 105 mm dan 15 hingga 60 kN pada kedalaman penanaman 150 mm.
Kata Kunci: Angkur, Angkur Pasca Pasang, Kuat Tarik, Angkur Adhesi
Analisis beban kerja fisik dan mental untuk operator machining di pt. xyz (T. Ind - 833)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis beban kerja yang terjadi pada lini proauks machining oleh PT XYZ yang dialami oleh operator serta mengidentifikasi penyebab beban kerja berlebih. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur yang memproau berbagai jenis mesin pompa air. Penelitian ini dilakukan kepada 18 operator produksi pada PT XYZ. Untuk analisis beban kerja fisik dilakukan dengan menggunakan metode Cardio Vascular Load (CVL) dan Work Load Analysist. Metode ini dilakukan untuk mengetahui besaran beban kerja fisik yang dialami oleh operator PT XYZ. Sedangkan untuk men ganalisis beban mental pekerja menggunakan metode NASA TLX. Berdasarkan hasil perhitungan menggunakan metode Cardio Vascular Load (CVL) terdapat hasil yaitu perhitun gan beban kerja fisik terberat yaitu dialami oleh operator 4 dengan presentase Cardio Vascular Load (CVL) sebesar 48.13 yang termasuk dalam kategori perbaikan namun tidak mendesak. Dan memerlukan konsumsi energi sebesar 351,98 Kkal/jam yang termasuk dalam kategori konsumsi energi berat. Penyebab beban kerja fisik yang besar diantaranya yaitu pekerjaan operator yang menggunakan metode pekerjaan dengan kekuatan fisik yang tergolong manual, serta postur saat bekerja yaitu operator yang harus berdiri selama pekerjaan berlangsung juga mempengaruhi adanya beban kerja fisik. Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode Workload Analysist terdapat beban kerja overload yang dialami oleh CNC yaitu rata-rata beban kerja sebesar 1.03, yang dimana operator divisi bagian CNC mengalami beban kerja sebesar 103% selama 8 jam kerja. Oleh sebab itu, hal ini menunjukan bahwa operator CNC mengalami beban kerja yang melebihi batas maksimum operator sebesar 100% sehingga diperlukan perbaikan guna memanimalisir beban kerja yang dialami oleh operator CNC di PT XYZ. Usulan perbaikan yang diberikan berupa penyesuaian penambahan 1 operator pada operator CNC, maka diharapkan beban kerja operator pada stasiun kerja akan sesuai dan tidak men galami beban yang terlalu berat ataupun terlalu ringan. Kata kunci: Analisis Beban Kerja, Beban Kerja Fisik, Beban Kerja Mental, Cardio Vascular Load, Work Load Analysist, NASA TLX
Perjanjian Transplantasi Organ Tubuh Dari Pendonor Kepada Resepien Gagal Ginjal Yang Tertuang Dalam Akta Notaris (Studi Kasus: Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor: 587/Pid.B/2019/PN.JKT.PST)
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, selain sandang, pangan, dan papan. Tanpa hidup sehat maka hidup manusia menjadi tidak berarti, karena dengan adanya penyakit, manusia tidak mungkin dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis tata cara dan mekanisme transplantasi organ tubuh manusia hingga dituangkan dalam akta notaris. Dalam penulisan ini, metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode penelitian hukum normatif. Ketentuan mengenai transplantasi organ di Indonesia diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada Pasal 64-65 tentang transplantasi organ. Dalam rangka mengurangi peredaran gelap atau jual beli organ tubuh manusia serta melegalkan donasi organ tubuh manusia, diperlukan akta otentik yang disahkan oleh notaris. Perjanjian transplantasi ginjal yang dimaksud tidak mempunyai kekuatan hukum. Dengan kata lain, suatu perjanjian yang tidak mempunyai sebab yang sah maka batal demi hukum
Kewenangan Notaris Dalam Membuat Keterangan Mewaris Pribumi Dikaitkan Dengan Undang-Undang Kependudukan
Penduduk Indonesia memiliki keberagaman suku, ras, dan agama yang menyebabkan adanya pluralisme hukum waris di Indonesia. Hingga saat ini, belum ada keseragaman dalam pembuatan keterangan waris oleh tiga instansi yang berbeda, yaitu Notaris, Balai Harta Peninggalan, dan Kepala Desa/Lurah yang dikuatkan oleh Camat. Perbedaan dalam surat keterangan waris ini bermula dari penggolongan penduduk berdasarkan Pasal 131 IS yang merupakan peninggalan politik hukum Belanda. Namun, setelah berlakunya Undang-Undang Kependudukan, penggolongan penduduk ini dinyatakan dihapus. Meskipun demikian, pembuatan keterangan waris masih mengacu pada penggolongan penduduk yang ada. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti kewenangan Notaris dalam membuat keterangan waris untuk golongan pribumi berdasarkan Undang-Undang Kependudukan. Rumusan permasalahan dalam penelitian ini mencakup apakah Notaris berwenang membuat keterangan waris untuk golongan pribumi dan hukum waris apa yang digunakan serta bagaimana pengaturan pembuatan keterangan waris untuk pribumi sebelum dan setelah berlakunya Undang-Undang Kependudukan, serta akibat hukum dari pembuatan keterangan waris oleh Notaris untuk golongan pribumi. Penulisan ini menggunakan penelitian hukum normatif dengan tambahan wawancara dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan historis, dan pendekatan konseptual. Data sekunder diperoleh dari bahan kepustakaan untuk memberikan argumentasi hukum yang menjadi dasar penentuan kebenaran suatu peristiwa dan bagaimana peristiwa tersebut harus dilihat menurut hukum