Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Peran Efikasi Diri Sebagai Moderator pada Hubungan Tuntutan Kerja dengan Keterikatan Kerja (Studi pada Perusahaan yang Mengalami Restrukturisasi)
Penelitian ini membahas mengenai bagaimana peranan self-efficacy sebagai moderator pada hubungan job demands dan work engagement pada perusahaan yang mengalami restrukturisasi. Dampak dari pandemik COVID-19 menyebabkan banyak perusahaan harus melakukan perubahan terutama di elemen struktur organisasi. Perubahan tersebut menimbulkan tuntutan pekerjaan (job demands) bagi karyawan. Job demands merupakan karakteristik pekerjaan yang dapat menimbulkan ketegangan sehingga menjadi variabel yang menghambat peningkatan keterikatan kerja (work engagement). Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan self-efficacy sebagai salah satu sumber daya pribadi (personal resource) agar karyawan dapat yakin dan mampu dalam mengatasi tantangan pekerjaan. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 181 partisipan yang merupakan karyawan di perusahaan swasta dari level staff hingga manajerial, memiliki banyak fungsi (corporate & business unit) dan mengalami restrukturisasi. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan UWES-17, JD-R Questionnaire dan General Self-Efficacy. Teknik dalam penelitian ini menggunakan non-propability sampling dengan desain penelitian kuantitatif korelasional. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan Moderated Regression Analysis. Hasil menunjukkan job demands berperan negatif terhadap work engagement dan self-efficacy tidak signifikan memoderasi hubungan yang dibentuk. Artinya, pada karyawan dengan self-efficacy tinggi maupun rendah job demands tetap berperan negatif pada work engagement. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk mengetahui jenis tuntutan kerja apa saja yang dapat memengaruhi keterikatan kerja karyawan pada organisasi yang mengalami restrukturisasi
Peran Persepsi Hambatan Keterlibatan Orang Tua Murid Terhadap Kesejahteraan Guru TK
Kesejahteraan mendorong guru untuk memberikan pengajaran yang optimal dan berkualitas kepada murid-muridnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kesejahteraan guru adalah dukungan sosial, termasuk dari orang tua murid. Namun, kolaborasi yang baik antara orang tua murid dan guru tidak selalu terjadi. Guru dapat mempersepsi bahwa ada hambatan dalam keterlibatan orang tua dalam pendidikan anaknya. Keterlibatan orang tua makin diperlukan, terutama dalam masa pembelajaran daring pada masa Pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran persepsi mengenai hambatan keterlibatan orang tua dalam pendidikan Taman Kanak-kanak terhadap kesejahteraan guru. Responden penelitian ini adalah 67 orang guru Taman Kanak-kanak di Tangerang Raya yang aktif mengajar selama pandemi COVID-19. Metode penelitian menggunakan kuantitatif non experimental, dengan menggunakan alat ukur Parent Involvement Barrier Teacher Scale dan Teacher Subjective Wellbeing Questionnaire (TSWQ). Data diolah menggunakan program SPSS dengan model regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hambatan keterlibatan orang tua berperan terhadap kesejahteraan guru. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa latar belakang pribadi dan profesional tidak berperan terhadap kesejahteraan guru yang terlibat dalam penelitian ini
Efektifitas Intervensi Aktifitas Fisik pada Anak dengan Autism Spectrum Disorder di Indonesia; Studi Systematic Review
Anak dengan Autism Spectrum Disorder membutuhkan penanganan untuk mengatasi beberapa gejala yg dimiliki seperti pada aspek perilaku serta aspek komunikasi dan interaksi. Penanganan terhadap anak Autism Spectrum Disorder salah satunya yaitu dengan intervensi aktifitas fisik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui aktifitas fisik yang paling banyak dilakukan pada studi penelitian di Indonesia dan juga untuk mengetahui gambaran efektifitas intervensi aktifitas fisik pada anak dengan Autism Spectrum Disorder dengan dilakukan pengkajian penelitian- penelitian di Indonesia. Penelitian dilakukan menggunakan metode penelitian systematic review dan dengan menggunakan rancangan prosedur peneltian systematic review yaitu Preferred Reporting Item for Systematic Review and Meta-Analysis Protocols (PRISMA-P). Penelitian ini menggunakan sembilan studi yang dikaji yaitu delapan artikel penelitian serta satu skripsi. Pengkajian yang dilakukan difokuskan untuk melihat perubahan-perubahan dalam aspek perilaku serta aspek komunikasi dan interaksi pada anak dengan Autism Spectrum Disorder setelah diberikannya intervensi aktfitas fisik. Intervensi aktifitas fisik yang ada dalam beberapa studi pada penelitian ini yaitu adalah lempar tangkap bola, sepak bola modifikasi, boling modifikasi, engklek, jalan kaki, bola basket modifikasi, dan renang gaya bebas. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa intervensi aktifitas fisik yang paling banyak digunakan pada artikel penelitian di Indonesia adalah aktifitas fisik yang dimodifikasi dari olahraga sepak bola dan bola basket. Dapat disimpulkan bahwa intervensi aktifitas fisik terbukti efektif dalam perbaikan kemampuan interaksi komunikasi serta perilaku pada anak dengan Autism Spectrum Disorder
Hubungan Hardiness dan Psychological Well-Being pada Pekerja Asal Indonesia yang Berdomisili di Saudi Arabia
Saat ini Saudi Arabia membuka kembali sebanyak delapan juta lapangan kerja dalam sektor formal dan sekitar tiga juta lapangan pekerjaan dalam sektor informal bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Dengan demikian hal tersebut menarik minat WNI untuk bekerja di Saudi Arabia karena gaji yang didapatkan setara dengan gaji manager di Indonesia. Oleh karena itu fenomena gaji yang tinggi dapat meningkatkan hardiness pada individu. Namun disisi lain, terdapat beberapa aturan yang diberlakukan oleh pemerintah Saudi Arabia. Hal tersebut merupakan salah satu misi Saudi Arabia untuk mengganti pekerja asing dengan pekerja lokal. Dengan adanya aturan tersebut dapat menurunkan psychological well-being pada individu karena merasa tertekan oleh keadaan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan hardiness dan psychological well-being pada pekerja asal Indonesia yang berdomisili di Saudi Arabia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan melibatkan sebanyak 111 partisipan dengan status sebagai pekerja aktif di Saudi Arabia selama minimal 1 tahun, dan terdiri dari 66 laki-laki dan 45 perempuan. Variabel hardiness diukur dengan menggunakan Dispositional Resilience Scale (DRS-15) dan variabel psychological well-being diukur dengan menggunakan psychological well-being scale milik ryff. Untuk hasil analisis data partisipan peneliti menggunakan teknik uji korelasi spearman antara hardiness dengan psychological well-being. Hasil korelasi kedua variabel menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara hardiness dan psychological well-being
Gambaran Work-Life Balance Pekerja yang Memiliki Peran Keluarga Sebagai Ayah Tunggal
Perkembangan dunia kerja saat ini dapat membawa berbagai macam tantangan yang secara tidak langsung dapat memberikan pengaruh di dalam keluarga. Salah satu permasalahan tersebut adalah banyaknya wanita yang mulai bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga. Tetapi, ada masalah lain yang menjadi sorotan, yaitu adanya individu yang harus bekerja seorang diri untuk menafkahi keluarga sekaligus harus mengurus anak karena tingginya tingkat perceraian dan tingginya tingkat kecelakaan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah jumlah ayah tunggal yang meningkat sembilan kali lipat selama beberapa dekade terakhir. Bagi seorang ayah tunggal, tentunya akan sangat sulit baginya untuk dapat menyeimbangkan peran di kedua sisi, baik sebagai pekerja maupun orang tua bagi anaknya, yang mana hal tersebut dapat dinamakan sebagai Work-Life Balance (WLB). Sampai saat ini, masih sangat sedikit atau bahkan belum ada penelitian yang dilakukan secara spesifik untuk mencari gambaran WLB pekerja yang memiliki peran keluarga sebagai ayah tunggal. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan November sampai Desember 2022 dengan basis penelitian kualitatif dengan teknik sampling yang digunakan adalah snowball sampling dengan total 4 partisipan. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebagian besar partisipan merasa bahwa WLB mereka sudah seimbang karena partisipan merasa terikat kepada kehidupan kerja dan non-kerja mereka, terlepas dari konflik yang masih ada di dalam aktivitas atau kegiatan mereka. Melalui penelitian ini, tercipta sebuah keterbaruan pada tipe partisipan itu sendiri dan juga terbantahkannya stigma bahwa seorang orang tua tunggal, khusus seorang ayah akan memiliki WLB yang tidak seimbang
Hubungan Social Anxiety dengan Parasocial Relationships pada Penggemar Selebriti
Istilah penggemar telah menjadi sebutan umum bagi orang-orang yang memiliki idola atau sosok yang digemari dan dikaguminya. Rasa kagum ini terjadi akibat hubungan satu arah yang dibentuk penggemar terhadap idolanya. Hubungan ini kemudian disebut sebagai parasocial relationships. Terbentuknya parasocial relationships juga diketahui berhubungan dengan social anxiety. Ketika hal ini semakin berkembang, social anxiety dan parasocial relationships dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesejahteraan individu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan social anxiety dengan parasocial relationships pada penggemar selebriti. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik nonprobability sampling, yaitu convenience sampling yang pengambilan sampelnya dilakukan secara online. Partisipan yang didapatkan dalam penelitian ini berjumlah 302 penggemar selebriti. Adapun alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Social Interaction Anxiety Scale-Straightforward Items Only (SIAS-S) dari Mattick dan Clarke (1998) dan 10-Item Revised Parasocial Interaction Scale (PSI-Scale) dari Rubin dan Perse (1987). Pengujian hipotesis dengan uji korelasi Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara social anxiety dengan parasocial relationships (r = .237, p = .001 < .05). Hal ini berarti semakin tinggi social anxiety pada penggemar selebriti, maka semakin tinggi parasocial relationships-nya dengan selebriti favoritnya
Hubungan antara Celebrity Worship dan Psychological Well-Being pada Dewasa Awal Penggemar Korean Pop
Fenomena korean pop sudah menjadi bagian dari kehidupan beberapa orang Indonesia. Hal tersebut sudah berkembang menjadi perilaku celebrity worship yang ditandai dengan kasus penyerangan kelompok atau memberikan komentar kebencian. Namun, di sisi lain banyak dampak positif yang dirasakan oleh penggemar korean pop, seperti melakukan penggalangan dana dan termotivasi karena selebriti favoritnya. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat hubungan antara celebrity worship dan psychological well-being pada dewasa awal penggemar korean pop. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik non-probability sampling. Metode convenience sampling dan snowball sampling digunakan untuk mengumpulkan sampel secara daring. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah 392 penggemar korean pop berjenis kelamin perempuan dan laki-laki serta dengan rentang usia 18-25 tahun. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah Celebrity Attitude Scale (CAS) oleh Maltby, Day, McCutcheon, Houran, dan Ashe (2006) dan Psychological Well-Being Scale oleh Ryff (1989). Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat hubungan yang positif dengan nilai r = .166, p = .001 < .05 antara celebrity worship dan psychological well-being pada dewasa awal penggemar korean pop. Hasil tersebut memiliki arti bahwa, semakin tinggi celebrity worship maka semakin tinggi psychological well-being
Peranan Perilaku Konsumtif dan Self-Esteem terhadap Impulsive Buying Produk Aksesoris HP secara Online
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat peranan perilaku konsumtif dengan self-esteem terhadap impulsive buying pada produk aksesoris HP. Perilaku konsumtif adalah perilaku atau gaya hidup individu yang senang membelanjakan uangnya tanpa pertimbangan yang matang. Secara sederhana, self-esteem dapat didefinisikan sebagai perasaan orang tentang diri mereka sendiri terkait dengan pentingnya prestasi, hubungan interpersonal yang positif, dan kesejahteraan psikologis (Vohs & Baumeister, 2016). Secara definisi, impulsive buying adalah sebuah keputusan tidak terencana atau terjadi secara tiba-tiba dalam membeli sebuah produk atau jasa (Anggini, 2019). Penelitian ini ditujukan kepada orang yang berbelanja secara online. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang mendapatkan data berupa hasil dari pengukuran angka-angka dan diolah dalam bentuk statistik. Alat ukur yang digunakan perilaku konsumtif 32 butir yang telah dimodifikasi (Suyasa & Fransiska, 2005). Alat ukur yang digunakan pada self-esteem 10 butir (Rosenberg Self-Esteem Scale 1965 oleh Maroqi, 2018). Alat ukur yang digunakan pada impulsive buying 9 butir dan sudah berbahasa Indonesia (Verplanken & Herabadi,2001). Jumlah Respondennya adalah sebanyak 208 orang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan berusia 17-25 tahun. Hasil analisis menunjukkan terdapat peran perilaku konsumtif dan self-esteem terhadap impulsive buying produk aksesoris HP secara online pada remaja (R2 = 0,185, p < 0,05)
Pengaruh Kebersyukuran terhadap Kesejahteraan Subjektif pada Mahasiswa yang menjalankan pembelajaran hybrid di Daerah Jabodetabek
Pada era new normal terdapat perubahan pembelajaran pada mahasiswa. Adanya perubahan model pembelajaran, kondisi ini membawa mahasiswa pada situasi yang baru dan menantang bagi mereka.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel kebersyukuran terhadap kesejahteraan diri pada mahasiswa di daerah Jabodetabek yang sedang menjalankan pembelajaran hybrid. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan partisipan berjumlah 159 yang berkriteria mahasiswa yang sedang menjalankan pembelajaran hybrid. Dua Instrumen alat ukur yang dipakai dalam penelitian ini adalah Gratitude Questionnaire Six Item Form (GQ-6) dan Satisfaction With Life Scale (SWLS). Hasil data tersebut diolah dengan uji regresi dan hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variable kebersyukuran dengan variabel kesejahteraan subjektif (R= 0.115, p =0,000 < 0,05). Hasil Penelitian ini menyarankan agar mahasiswa atau individu perlu untuk selalu menjaga dan meningkatkan kebersyukuran agar tercipta emosi positif dan nilai positif lainnya dalam hidup sehingga berpotensi lebih besar untuk meraih sebuah kebahagiaan
Hubungan Sef-Esteem Terhadap Prokrastinasi Akademik Sisw a Menengah Pertama (SMP) Sekolah X
Prokrastinasi merupakan istilah dalam bidang ilmu psikologi Ketika melakukan penundaan yang sengaja dilakukan pada tugas penting, dan dilakukan secara berulang-ulang. Perilaku Prokrastinasi bisa terjadi di dalam semua bidang salah satunya adalah bidang akademik yang menjadi salah satu permasalahan yang sering dilakukan siswa dalam proses belajar. Banyak faktor yang mempengaruhi prokrastinasi akademik salah satunya yaitu self-esteem. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan self-esteem terhadap prokrastinasi akademk pada siswa (SMP) yang berfokus di kelas 7 dan 8. Pnelitian dilakukan pada 190 siswa dan siswi yang berusia 13-15 tahun di Sekolah X. Hasil observasi pada siswa menunjukan bahwa siswa cenderung melakukan prokrastinasi akademik dengan kategori self-esteem yang rendah. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian non-experimental dengan menggunakan metode convenience sampling. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini, yaitu Procrastination Assesmenet Scale Student (PASS) dan Rosenberg Self-Esteem Scale. Melalui uji korelasi telah menunjukan hasil Penelitian bahwa self-esteem berhubungan secara negatif dan signifikan terhadap prokrastinasi akademik siswa (SMP). Namun terdapat beberapa dimensi pada prokrastinasi akademik yang tidak berhubungan dengan Self-estee