Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Gambaran Kebahagiaan Pada Remaja yang Mengalami Perceraian Orang Tua (Studi Kualitatif Pada Remaja di Desa Tamansari Kabupaten Indramayu)
Kasus perceraian di Indonesia mengalami peningkatan di tahun 2021. Salah satu daerah yang mengalami peningkatan kasus tersebut adalah Kota Indramayu. Perceraian yang terjadi memberikan dampak bagi remaja yang mengalaminya. Dampak tersebut dapat berpengaruh kepada kebahagiaan remaja setelah perceraian orang tua. Menurut Seligman (2002), kebahagiaan berasal dari identifikasi dan pengembangan kekuatan individu paling mendasar yang digunakan setiap hari. Kebahagiaan memiliki tiga aspek yaitu positive emotion, engagement, dan meaning. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kualitatif dengan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah snowball sampling dengan wawancara mendalam (in-depth interview) kepada empat partisipan berusia 14-18 tahun yang mengalami perceraian orang tua lebih dari tiga tahun dan tinggal di Desa Tamansari. Partisipan terdiri dari tiga perempuan dan satu laki-laki yang berada pada tingkat pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hasil penelitian menunjukkan keempat partisipan memiliki ketiga aspek kebahagiaan dalam dirinya setelah orang tua bercerai
Hubungan Quarter Life Crisis dengan Loneliness pada Dewasa Awal
Quarter life crisis adalah fenomena krisis emosional akibat ketidaksiapan individu dalam masa emerging adulthood, yang mana individu akan menarik diri dari lingkungan sekitar ketika terjebak dalam quarter life crisis, sehingga mengakibatkan individu mengalami loneliness. Di sisi lain, ketidakpuasan terhadap hubungan juga ditemukan sebagai salah satu faktor penyebab quarter life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan quarter life crisis dengan loneliness pada dewasa awal serta menguji hubungan antar keduanya. Kriteria yang ditetapkan yaitu berusia 20-30 tahun, berdomisili di JABODETABEK, dan bersedia menjadi subjek penelitian. secara online hingga diperoleh subjek sebanyak 199 dewasa awal. Alat ukur yang digunakan yaitu alat ukur QLC. Berdasarkan aspek quarter life crisis menurut Robbins dan Wilner. Dan alat ukur UCLA Loneliness version 3. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bersifat positif antara quarter life crisis dengan loneliness menunjukan sebaran data variabel penelitian berdistribusi normal dengan ditunjukan oleh nilai p > 0.05 pada pengujian Kolmogorov Simonos test. Hasil uji hubungan menunjukan bahwa ada hubungan positif. Dengan menggunakan metode uji korelasi pearson correlation p = 0.000 < 0.05
Peran Kesesuaian Individu-Pekerjaan terhadap Learning Agility
VUCA adalah istilah yang menggambarkan situasi dunia ekonomi dan bisnis masa kini. Dalam menghadapi era VUCA diperlukan kemampuan agility yaitu ketangkasan dalam pola pikir dan kebiasaan. Selain menghadapi era VUCA semua jenis organisasi dihadapkan pada pasar global yang sangat kompetitif, untuk tetap berada di garis terdepan mereka harus menjadi agile-learning, organisasi ini didukung oleh orang-orang dengan learning agility. Mempertimbangkan hal tersebut, learning agility perlu dikaji lebih lanjut untuk mengetahui variabel apa yang turut berperan dalam pembentukannya. Salah satu variabel tersebut diduga person-job fit. Lingkungan kerja menjadi penting untuk meningkatkan diri dan melatih kemampuan learning agility dan untuk menemukan lingkungan kerja yang sesuai dengan individu mereka melakukan person-job fit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kesesuaian individu-pekerjaan (person-job fit) terhadap learning agility. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode pengambilan data melalui kuesioner. Teknik sampling yang digunakan adalah nonprobability sampling dengan teknik convenience sampling. Teknik analisis data menggunakan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian menunjukan bahwa peran kesesuaian individu-pekerjaan (person-job fit) berperan terhadap learning agility dan memiliki hubungan yang positif dan signifikan
Peran Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja pada Karyawan di Perusahaan e-Commerce
Kinerja karyawan berperan penting dalam meningkatkan performa organisasi. Karyawan yang memiliki kinerja yang tinggi akan berdampak positif pada perusahaan. Oleh karena itu, performa karyawan ditetapkan menjadi variabel dependen penelitian ini dengan judul “Peran Kepuasan Kerja dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan di Perusahaan e-Commerce”. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh kepuasan kerja dan komitmen organisasi terhadap kinerja karyawan di Perusahaan e-Commerce. Sampel diambil secara convenient sebanyak 159 karyawan dari 295 populasi karyawan di perusahaan startup multinasional yang bergerak di bidang e-Commerce. Metode analisa penelitian ini menggunakan metode analisa regresi berganda dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara kepuasan kerja dan komitmen organisasi baik secara parsial maupun bersama-sama terhadap kinerja karyawan dengan nilai signifikan 0.000 < 0.05. Berdasarkan nilai R square, kontribusi kepuasan kerja pada kinerja lebih banyak (27.1%) dari pada kontribusi komitmen organisasi terhadap kinerja (23.6%). Hal ini berarti kinerja dipengaruhi langsung dari kepuasan kerja dan komitmen organisasi. Berdasarkan dimensi kedua variabel menunjukkan dimensi intrinsik dan dimensi komitmen afektif merupakan kontribusi dimensi terbesar terhadap kinerja karyawan. Hasil uji beda menunjukkan tidak ada perbedaan demografis subyek, yaitu jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, lama bekerja dan departemen terhadap kinerja
Hubungan antara Quality of School Life dengan Social Well-Being pada siswa di SMP X
Siswa yang melakukan kegiatan-kegiatan yang terjadi di lingkungan sekolah dapat tercipta rasa kepuasan dan kesejahteraan yang dapat terlihat dari perasaan senang atau tidaknya siswa saat berada di sekolah. Quality of School Life (QoSL) dapat mengarah pada kondisi seorang siswa yang merasakan perasaan senang atau tidak saat berada di lingkungan sekolah dengan tujuan agar dapat menumbuhkan lingkungan sekolah yang lebih baik untuk para siswa. Social well- being dapat dikatakan bahwa suatu penilaian terkait rasa kesejahteraan yang diberikan oleh seseorang terhadap cara seseorang melakukan sesuatu yang bermanfaat dengan lingkungan sekitar, menjaga hubungan baik dengan orang lain, teman sebaya, maupun kelompok sosial, serta seseorang yang mampu untuk menjalankan peran sosial secara efektif dan efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara QoSL dengan social well-being pada siswa di SMP X Kota Bekasi. Jenis penelitian yang digunakan dengan metode penelitian kuantitatif dan instrumen penelitian berupa kuesioner. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa skala QoSL yang terdapat di dalam dimensi-dimensi QoSL yang dikemukakan oleh Ainley et al. (1986) dan skala social well-being yang terdapat di dalam dimensi-dimensi social well-being yang dikemukakan oleh Keyes (1998). Proses pengumpulan data dilakukan selama bulan November 2022. Penelitian ini melibatkan 163 siswa kelas VIII dan IX di SMP X Kota Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan antara QoSL dengan social well-being dengan nilai r = .701** dan p = .000 (p < 0.01)
Pengaruh Kontrol Diri dan Motivasi Belanja Hedonis Terhadap Pembelian Impulsif Produk Fashion pada Marketplace
Teknologi internet berkembang semakin pesat pada beberapa akhir tahun ini. Dalam sektor perekonomian, teknologi internet diikuti adanya kehadiran aplikasi marketplace memfasilitasi adanya berbagai kemudahan dalam pembelian. Tidak terkecuali di Indonesia, kemudahan yang diberikan ini memunculkan adanya fenomena pembelian impulsif pada masyarakat. Pembelian impulsif dapat memberikan dampak negatif yang serius apabila hal ini tidak dapat dikontrol dengan baik. Pada kalangan remaja akhir, tingginya motivasi belanja hedonis dan kurangnya kontrol diri yang dimiliki dapat menjadi salah satu faktor dalam pembelian impulsif, terutama pada produk fashion yang digunakan oleh mereka. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mencari nilai pengaruh kontrol diri dan motivasi belanja hedonis terhadap pembelian impulsif pada remaja akhir. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan pengumpulan data melalui kuesioner. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan 400 partisipan dengan rentang usia 18-21 tahun dan pernah melakukan pembelian produk fashion pada marketplace. Hasil menunjukkan bahwa kontrol diri dan motivasi belanja hedonis memiliki pengaruh signifikan sebesar 49.9% terhadap pembelian impulsif pada marketplace. Penelitian ini diharapkan dapat membawa kontribusi sebagai referensi mengenai variabel kontrol diri, motivasi belanja hedonis, dan pembelian impulsif pada penelitian berikutnya
Peran Keadilan Organisasi Terhadap Keterikatan Kerja Karyawan
Keterikatan kerja merupakan suatu kondisi di mana karyawan mampu untuk selalu berada dalam situasi yang positif, sehingga mereka merasa mampu untuk semakin termotivasi, dan ingin memberikan kontribusi yang terbaik untuk perusahaannya. Keadilan yang diberikan oleh organisasi memiliki peran untuk meningkatkan produktivitas karyawannya. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Peran Keadilan Organisasi Terhadap Keterikatan Kerja Karyawan”. Pada penelitian ini, keadilan organisasi diukur dengan menggunakan Organizational Justice Questionnaire. Serta Keterikatan kerja yang diukur menggunakan Utrecht Work Engagement Scale. Pengumpulan partisipan penelitian menggunakan teknik sampling, yaitu non-probability sampling, dengan teknik convenience sampling. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 154 karyawan PT X, yang tidak dibatasi oleh jenis kelamin, usia, posisi, dan lama bekerja. Jenis penelitian ini adalah non – experimental dengan menggunakan metode predictive correlational. Penelitian ini memiliki hipotesis, yaitu keadilan organisasi memberikan peranan terhadap keterikatan kerja karyawan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan program statistik SPSS 20.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel keadilan organisasi memiliki peran yang signifikan positif sebesar 31.3% terhadap keterikatan kerja karyawan, dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor di luar penelitian. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa usia, dan posisi seseorang mempengaruhi tingkat keterikatan kerja
Gambaran Variabel Penyesuaian Diri Pada Mahasiswa Indonesia Tingkat Sarjana Yang Berkuliah Di Taiwan
Taiwan menjadi salah satu negara favorit dari mahasiswa Indonesia untuk berkuliah dengan reputasinya yang baik dalam berbagai bidang. Namun, Di dalam usaha penyesuaian diri mahasiswa Indonesia disana, masih adanya tantangan karena perbedaan budaya dan bahasa menjadi salah satu hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran variabel penyesuaian diri pada mahasiswa Indonesia tingkat sarjana yang berkuliah di Taiwan. Definisi penyesuaian diri adalah tujuan yang hendak dicapai oleh individu tersebut sebagai keadaan dirinya dalam usaha mengatasi konflik dan frustasi untuk menyelaraskan dirinya dengan lingkungannya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode pengambilan sampel yaitu non-probability sampling. Partisipan penelitian yang didapatkan berjumlah 41 partisipan. Alat ukur yang digunakan oleh peneliti adalah milik dari Runyon & Harber. Hasil penelitian menunjukkan penyesuaian diri dan tingkat keseluruhan dimensi – dimensinya berada pada skor tinggi, namun perlu mendapatkan perhatian pada dimensi Interpersonal. Untuk penelitian selanjutnya, sebaiknya menggunakan partisipan yang lebih banyak
Tempat ketiga Blok M sebagai memori kolektif kawasan little Tokyo (ARS - 5297)
Kawasan Blok M merupakan bagian dari Jakarta yang sangat padat pengunjung dan terkenal dengan aktivitas yang tidak pernah berhenti. Karena Kawasan Blok M merupakan kawasan perkantoran dan komersial untuk memenuhi kebutuhan primer dan sekunder sehari-hari. Akibat aktivitas yang intens, Kawasan Blok M terjadi degradasi kawasan tertentu, seperti degradasi fisik, sosial dan spiritual, yang mengubah citra tempat ini. Kawasan Blok M yang dikenal dengan sebutan "Little Tokyo" memiliki identitas kedaerahan tersendiri karena daya tariknya yang begitu kuat. Dikenal sebagai "Little Tokyo" karena banyak orang Jepang yang tinggal, bekerja, dan bersosialisasi dengan penduduk setempat di sekitar Blok M. Metode penelitian dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan gambar, peta dan diagram. Tinjauan literatur yang mendasari penelitian ini adalah identitas “Little Tokyo”, memori kolektif Kawasan Blok M, dan konsep tempat ketiga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menghidupkan kembali nilai-nilai lokal kawasan Blok M "Little Tokyo" yang kini mulai menghilang. Pengembangan kawasan ini tidak merusak sejarah "Little Tokyo" yang ada, sehingga konsep "Third Place" di "Little Tokyo" Blok M menciptakan daya tarik baru dengan upaya baru untuk membuka peluang peningkatan nilai tempat dan nilai investasi yang mampu mengembalikan memori kolektif Kawasan Blok M. Kata kunci: Blok M; “Little Tokyo”; Lokalitas; “Tempat Ketiga”; Memori Kolekti
Se-ngayun di Cisadane: mengangkat budaya pecinan yang melebur di pasar lama Tangerang (ARS - 5299)
Kawasan Pecinan Pasar Lama Tangerang merupakan daerah yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kota Tangerang dimana Sungai Cisadane memiliki peran dalam perkembangan kota ini. Daerah ini menyimpan sejarah penyebaran suku Tionghoa yang kemudian saling melebur dengan penduduk lokal yang menghasilkan peranakan dan kebudayaan baru yang dikenal dengan Suku Cina Benteng. Beberapa bangunan bersejarah seperti Benteng Heritage Museum, Klenteng Boen Tek Bio dan Masjid Jami’ Kalipasir sebagai bukti penyebaran agama Konghucu dan juga agama Muslim di kawasan ini. Daerah ini juga dikenal dengan Kampung Pecinan maka banyak ditemukan beberapa bangunan bergaya pecinan di daerah ini. Namun sekarang daerah ini mengalami degradasi lingkungan, sosial dan mental dimana banyak bangunan bersejarah yang kurang terawat dan rusak, tidak adanya perhatian khusus dalam menjaga kebudayaan dan sejarah kawasan, dan kawasan yang mulai berganti fungsi. Sekarang kawasan ini lebih dikenal sebagai pasar tradisional dan pusat kuliner. Kawasan ini merupakan daerah wisata menurut Peraturan Daerah Kota Tangerang no. 6 tahun 2019. Namun karena pengembangannya yang terlalu terfokus pada daerah pusat kuliner dan area pasar akibatnya daerah ini mengalami kepadatan di satu titik dan variasi wisata yang dihadirkan cenderung minim dan dinikmati dalam waktu singkat. Sungai Cisadane yang dahulu merupakan daerah aktif yang menjadi jalur transportasi air yang sekarang sudah tidak gunakan lagi. Melalui pendekatan akupunktur perkotaan, proyek rancangan ini berusaha memberikan solusi aktivitas baru yang mendukung aktivitas yang sudah ada dengan mengembangkan titik-titik potensi wisata yang sudah ada. Sehingga kawasan mampu memberikan variasi aktivitas berwisata yang lebih beragam. Proyek rancangan akan mengedepankan kebudayaan lokal yang saling melebur (kebudayaan Betawi, Sunda dan Tionghoa) dengan beberapa intervensi yang lebih modern sesuai perkembangan zaman sehingga kebudayaan lokal ini mampu bertahan seiring dengan berkembangnya zaman. Kebudayaan lokal diangkat sebagai fokus utama dalam memberikan usulan-usulan rancangan dengan tujuan untuk menjadikan identitas untuk kawasan itu sendiri. Sehingga kawasan ini mampu memberikan dampak yang lebih positif dan menyeluruh untuk masyarakat sekitar maupun masyarakat luas. Kata Kunci : Degradasi, Keseharian, Pusat Kebudayaan, Aktivitas Penunjang, Penataan Ulang Kawasan