Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Pengaruh Person-Environment Fit terhadap Perilaku Kewarganegaraan Organisasi pada Karyawan yang Bekerja di Sektor Pariwisata

    No full text
    Pada tahun 2022 pasca pandemi Covid-19 dapat ditekan penyebarannya, sektor pariwisata di Indonesia mengalami kenaikan pesat. Walaupun mengalami kenaikan yang pesat, sekarang ini pelaku usaha di bidang pariwisata justru tidak tertarik untuk menambah jumlah karyawannya karena sudah terbiasa akan efisiensi yang diberlakukan. Kondisi ini tentunya akan semakin menuntut karyawan untuk bekerja extra-role diluar deskripsi pekerjaannya saja atau disebut organizational citizenship behavior (OCB). Salah satu faktor yang diyakini dapat meningkatkan perilaku OCB adalah person-environment fit (P-E Fit). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran P-E Fit terhadap OCB pada karyawan yang bekerja di sektor pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melibatkan 198 karyawan tour dan travel yang berasal dari Jakarta dan Surabaya. P-E Fit diukur dengan Perceived Person Environment Fit Scale oleh Chuang et al. (2016), dan OCB diukur dengan Organizational Citizenship Behavior Scale oleh Lee dan Allen (2002) Data diolah menggunakan uji regresi sederhana dan menunjukkan hasil bahwa adanya pengaruh P-E Fit yang signifikan terhadap OCB sebesar 57,8% dengan nilai F = 268.793, dan p = 0,000 < 0,05

    Hubungan antara Kesepian dan Kualitas Hidup pada Mahasiswa dengan Gejala Depresi di Masa Pandemi

    No full text
    Kesepian menyebabkan individu mengalami dampak fisik dan psikis. Dampak fisik dari kesepian adalah munculnya berbagai penyakit dan dampak psikologis individu yang mengalami kesepian adalah stres, kecemasan, perasaan kurang mendapat dukungan sosial, sedih, putus asa, hingga meningkatnya gejala depresi (Hawkley & Cacioppo, 2010). Kesepian di kalangan mahasiswa akan menurunkan kualitas hidup mereka (Rauschenberg et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kesepian dengan kualitas hidup. Menurut Perlman dan Peplau (1981), kesepian didefinisikan sebagai standar atau harapan individu mengenai hubungan interpersonal dimana jika individu merasa harapan tercapai maka individu tidak akan merasa kesepian sebaliknya jika harapan individu mengenai hubungan tidak sesuai maka kesepian akan muncul. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif non eksperimen yang melibatkan 184 partisipan dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling yaitu purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi signifikan antara kesepian dengan kualitas hidup

    Peran relasi orangtua-anak dan kesepian terhadap adiksi smartphone

    No full text
    Adiksi smartphone merupakan salah satu bentuk kecanduan terhadap teknologi yang dapat mempengaruhi fisik dan psikologis individu. Penelitian sebelumnya menemukan bahwa relasi orangtua-anak berperan secara negatif terhadap adiksi smartphone. Selain relasi orangtua-anak, kesepian juga dikatakan mampu memprediksi adiksi smartphone seseorang, dimana smartphone dikatakan merupakan tempat pelampiasan seseorang karena merasa kesepian. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran relasi orangtua-anak dan kesepian terhadap adiksi smartphone pada 98 individu dengan rentang usia 18 hingga 21 tahun (14 laki-laki dan 84 perempuan). Sembilan puluh delapan individu yang memiliki orang tua (ayah dan/ibu) dan memiliki smartphone diberikan skala hubungan Orangtua-anak, UCLA Loneliness Scale Version 3 (UCLA 3) dan Smartphone Addiction Inventory Short-form (SPAI-SF). Untuk menguji hipotesis penelitian ini, peneliti menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil dari perhitungan membuktikan bahwa relasi orangtua-anak dan kesepian secara bersama-sama memprediksi adiksi smartphone secara signifikan sebesar 66,2% (R Square = 0,662, P<0,05). Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi orang tua atau lembaga pendidikan lainnya untuk lebih memperhatikan anak-anaknya

    Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Kesejahteraan Subjektif Remaja Madya

    No full text
    Penelitian ini dibuat dengan tujuan mencari pengaruh dari dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif remaja madya. Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini dilaksanakan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel convenience sampling untuk mengumpulkan data dari target partisipan berusia 15-17 tahun di area domisili Jabodetabek. Jumlah partisipan yang terkumpul berjumlah 101 partisipan penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan disebarkannya kuesioner yang berisi alat ukur dukungan sosial yang disusun oleh Sarafino dan dimodifikasi agar sesuai dengan topik penelitian dan alat ukur kesejahteraan subjektif yang disusun berdasarkan teori Diener dan dipinjam dari Bagian Riset dan Pengukuran Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel dukungan sosial terhadap variabel kesejahteraan subjektif

    Burnout Pada Karyawan Yang Mengalami Pergantian Shift Kerja: Sebuah Studi Deskriptif

    No full text
    Karyawan merupakan bagian paling penting bagi sebuah perusahaan. Sudah sangat banyak perusahaan yang menerapkan sistem pembagian jam kerja. Beberapa jenis pekerjaan yang mengalami pembagian jam kerja adalah perawat, resepsionis hotel, dan satpam. Perawat, resepsionis hotel, dan satpam biasanya terbagi menjadi tiga shift yaitu, shift pagi, shift siang, dan shift malam. Perawat, resepsionis hotel, dan satpam merupakan pekerjaan yang menggunakan jasa dan cenderung melayani masyarakat, sehingga respon dari setiap individu yang datang akan sangat beragam yang membuat karyawan menjadi stres. Stres yang terus menumpuk akan menimbulkan kelelahan (burnout). Burnout merupakan sebuah kondisi kelelahan yang terjadi karena kelelahan fisik, kelelahan mental, kelelahan emosional. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui gambaran tingkat burnout pada satpam, resepsionis hotel, dan satpam di Jakarta yang mengalami pergantian shift kerja. Penelitian ini dilakukan dengan studi deskriptif dengan metode cross-sectional, menggunakan teknik purposive sampling untuk pengambilan data, dan alat ukur menggunakan Burnout Assesment Tool (BAT). Melalui penelitian ini dapat diketahui bahwa perawat, resepsionis hotel, dan satpam yang mengalami pergantian shift kerja mengalami burnout dengan kategori rendah sebanyak 111 orang (28,7%), kategori sedang sebanyak 158 orang (40,8%), dan kategori tinggi sebanyak 118 orang (30,5%)

    Peran Engaging Leadership Terhadap Work Engagement Pada Karyawan Perusahaan Startup

    No full text
    Perusahaan startup merupakan salah satu jenis perusahaan yang sedang berkembang dengan pesat di Indonesia dan pada tahun 2021 Indonesia masuk menjadi negara urutan ke 5 dengan perkembangan perusahaan startup di dunia. Sistem perusahaan startup umumnya belum terbentuk dengan baik dan masih dalam proses perkembangan, sehingga walaupun banyak yang berhasil bertahan, banyak pula yang harus gulung tikar alias bangkrut. Berdasarkan pada penelitian terdahulu tingkat work engangement pada karyawan merupakan salah satu alasan mengapa perusahaan bisa berhasil bertahan dan engaging leadership merupakan salah satu yang mempengaruhi tingkat work engagement karyawan. Penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk melihat peran enganging leadership terhadap work engagement pada karyawan perusahaan startup. Partisipan penelitian ini berjumlah 219 dengan berbagai latar belakang dan sudah bekerja di perusahaan startup minimal 6 bulan. Peneliti menggunakan alat ukur EL Scale dan UWES-9 yang keduanya dikembangkan oleh Schaufeli. Melalui hasil analisis regresi linear sederhana, peneliti mendapatkan hasil bahwa EL secara positif dan signifikan berperan terhadap WE (F = 1069.985, p < 0.05) dengan nilai kontribusi sebesar 83.1%

    Gambaran Intensi Keluar Kerja Ditinjau Dari Aspek-Aspek Demografi

    No full text
    Situasi pandemi membuat hampir seluruh sektor industri mengalami penurunan. Terlebih lagi pada perusahaan yang bergerak pada bidang aviasi dan hal tersebut mengakibatkan penurunan fasilitas karyawan, seperti gaji hingga fasilitas kesejahteraan karyawan. Dikarenakan adanya penurunan fasilitas karyawan mengakibatkan terjadinya peristiwa turnover, peristiwa turnover sangat merugikan bagi perusahaan karena berdampak terhadap tujuan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui intensi keluar kerja yang ditinjau dari aspek-aspek demografi. Dari data aspek demografi dapat meramalkan perindahan karyawan. Aspek demografi tersebut, antara lain, usia, jenis kelamin, status pernikahan, masa kerja, pendidikan terakhir, status pernikahan dan aspek tambahan, yaitu jabatan dan unit kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan Teknik convenience sampling. Menggunakan alat ukur Turnover Intention Scale 6 atau TIS-6 yang dikembangkan oleh Roodt dan diadaptasi oleh universitas Tarumanagara. Jumlah partisipan pada penelitian ini 101 karyawan PT. X. Hasil dalam penelitian ini intensi keluar kerja termasuk kedalam kategori rendah dengan mean 2.35 dan tidak signifikan pada aspek demografi manapun

    Peran Persepsi Dukungan Organisasi Terhadap Keterikatan Kerja Pada PT X

    No full text
    Keterikatan kerja dapat membuat karyawan merasa pekerjaan lebih mudah dan menarik. Keterikatan kerja adalah kondisi motivasional positif dengan adanya keterikatan karyawan dalam pekerjaan dan dicirikan dengan adanya vigor, dedikasi, dan absorption. Perceived Organizational Support (POS) atau persepsi dukungan organisasi adalah persepsi karyawan terhadap seberapa besar dukungan organisasi terhadap karyawannya. Data absensi PT X pada tahun 2021 adalah sebesar 7% dan pada tahun 2022 adalah sebesar 11%. Dengan adanya data absensi tersebut, peran persepsi dukungan organisasi terhadap keterikatan kerja dapat terjadi. Strategi penelitian yang digunakan adalah survei, yaitu penyebaran kuesioner secara online dan target partisipannya sebesar 108 karyawan di PT X. Alat ukur yang digunakan adalah Survey Perceived Organizational Support (SPOS) dan Utrecht Work Engagement Scale (UWES). Hipotesis penelitian ini adalah persepsi dukungan organisasi memiliki peran positif terhadap keterikatan kerja. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peran POS terhadap keterikatan kerja pada PT X yaitu sebesar 11.9%

    Gambaran Kualitas Hidup Petani Dewasa Madya Di Desa Tamansari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat

    No full text
    Kehidupan yang berkualitas adalah mimpi dari semua orang, tidak terkecuali para petani yang selalu memberikan tenaga dan kasih dalam memenuhi permintaan pangan masyarakat di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup para petani padi pada usia dewasa madya, mengenai hal – hal yang dihadapi menjadi petani padi di usia dewasa madya, dan bagaimana gambaran kehidupan petani padi di Desa Tamansari. Hal ini diperoleh gambaran kualitas hidup dapat diperoleh melalui aktivitas sehari – hari yang dilakukan oleh para petani khususnya pada usia dewasa madya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara, terhadap lima (5) orang yang terdiri dari tiga laki – laki dan dua perempuan yang berusia 40 hingga 50 tahun yang tergolong dalam kategori dewasa madya. Wawancara yang mengacu pada butir – butir pertanyaan WHOQOL- BREF (2004) yang telah ditranslasi dalam bentuk Bahasa Indonesia mengenai kualitas hidup. Hasil dari penelitian menunjukkan adanya perbedaan gambaran kualitas hidup antar subyek. Perbedaan yang terjadi karena setiap subyek memiliki pengalaman dan pemaknaan yang beragam dalam kehidupannya

    Hubungan antara Perbandingan Sosial dan Harga Diri pada Wanita Dewasa Awal Pengguna Sosial Media Instagram

    No full text
    Instagram seringkali digunakan sebagai platform untuk keseharian masyarakat untuk mendapatkan kepuasan dan kebahagiaan. Pada penelitian terdahulu terdapat bahwa penggunaan Instagram turut berperan dalam mempengaruhi harga diri yang rendah dan rasa tidak berdaya. Berdasarkan penelitian sebelumnya, menemukan bahwa wanita lebih rentan untuk mengalami adiksi sosial media yang berlebihan. Hal ini disebabkan karena adanya keinginan untuk membangun representasi diri yang positif melalui media instagram dengan penggunaan filter atau penyaringan foto tertentu yang membentuk suatu standar visual yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perbandingan sosial dengan harga diri. Metode non-probability sampling digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 331 partisipan perempuan berusia antara 18 dan 25 tahun, yang menggunakan sosial media instagram dalam penelitian ini. Metode penelitian kuantitatif non-eksperimental dilakukan dengan menyebarkan kuesioner, serta alat ukur yaitu lowa-Netherlands Comparison Orientation Scale Measure dan Rosenberg Self-Esteem Scale ke dalam Bahasa Indonesia. Analisis data menggunakan teknik uji korelasi Pearson menunjukkan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara perbandingan sosial dan harga diri (r = -0.347, p = 0.000). Lebih lanjut, hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan perbandingan sosial dan harga diri ditinjau dari usia, pendidikan terakhir, dan durasi penggunaan instagram. Berdasarkan penelitian ini, dukungan dari keluarga, kerabat maupun teman menjadi penting untuk ditingkatkan sehingga dapat meningkatkan tingkat harga diri pengguna

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇