Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Hubungan Antara Kecanduan Game Online Mobile Legends dan Kecemasan Interaksi Sosial Siswa SMPN X Jakarta

    No full text
    Game Online Mobile Legends adalah bentuk permainan game yang terhubung melalui jaringan internet, berupa arena pertempuran multi-pemain, yang dapat dimainkan di ponsel. Kecemasan interaksi sosial muncul dari perasaan tidak nyaman dan malu, serta tampak dalam kekakuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Fenomena kecemasan interaksi sosial dan kebiasaan bermain game online mobile legends siswa SMPN X Jakarta menjadi pemicu penelitian ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecanduan Game Mobile Legends dan Kecemasan Interaksi Sosial pada siswa-siswi SMPN X Jakarta. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan kriteria inklusi. Data dikumpulkan dengan kuisioner 21 pertanyaan Gaming Addiction Scale dan 20 pertanyaan Social Interaction Anxiety Scale. Kuesioner disebarkan melalui Google Form, kemudian data diolah menggunakan SPSS 27. Hipotesis penelitian ini diterima, terdapat hubungan yang positif antara kecanduan game online mobile legends dan kecemasan interaksi sosial. Orang tua, tenaga pendidik, dan pemangku kewanangan diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terkait kebijakan waktu bermain game, serta memperbanyak waktu dan meningkatkan kualitas untuk berinteraksi dengan anak

    Identifikasi Organisasi Sebagai Mediator Antara Bersyukur dan Service-Oriented Organizational Citizenship Behavior

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah peran bersyukur dalam memprediksi perilaku kewargaan organisasi berorientasi layanan (SOCB), dimediasi oleh identifikasi organisasi. Rasa syukur yang dimiliki karyawan terhadap organisasi dapat mendorong perilaku prososial. Ketika karyawan mempraktikkan rasa syukur dalam bekerja, diharapkan akan meningkatkan SOCB. SOCB sangat dibutuhkan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas kepada klien hingga akhirnya menguntungkan organisasi. Partisipan dalam penelitian ini, berjumlah 117, merupakan karyawan Kantor Akuntan X di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif non-eksperimen. Pengukuran SOCB menggunakan Service-Oriented Organizational Citizenship Behavior Scale (Bettencourt, Gwinner, & Meuter, 2001); pengukuran rasa bersyukur menggunakan Gratitude at Work Scale (Cain, 2018); sedangkan pengukuran identifikasi organisasi menggunakan alat ukur Organizational Identification Scale (Mael dan Ashforth, 1992). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memprediksi SOCB, bersyukur tidak dimediasi oleh indentifikasi organisasi. SOCB dapat secara langsung berhubungan positif dengan rasa bersyukur, r(115) = 0.398, p < 0.05. Semakin individu bersyukur, semakin besar kecenderungan individu menunjukkan perilaku anggota organisasi yang berorientasi pada pelayanan (SOCB)

    Pengaruh Job Demands Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Chinese Academic Center di Masa Pandemi

    No full text
    Kondisi pandemi yang berkepanjangan mengakibatkan Job Demands di Chinese Academic Center meningkat karena perusahaan mengalihkan kondisi kerja ke work from home yang lambat laun menimbulkan banyak masalah yang dapat berujung kepada munculnya Turnover Intention. Job Demands adalah adalah aspek fisik, psikologis, sosial dan organisasi dari pekerjaan yang membutuhkan usaha untuk mencapainya dan berdampak pada aspek fisik atau psikologis tertentu, sedangkan Turnover Intention adalah kecendrungan atau probabilitas seseorang akan meninggalkan organisasi di beberapa titik dalam waktu dekat. Penelitian ini menggunakan Stress Appraisal Theory yang diperkenalkan oleh Richard Lazarus, serta beberapa konsep yang berkaitan dengan topik terkait, menggunakan pendekatan kuantitatif yang bersifat eksplanatif dengan metode survei dengan jumlah partisipan 50 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Job Demands berpengaruh secara signifikan terhadap Turnover Intention dengan nilai sig. 0,012, dan hanya satu dimensi dari Job Demands yaitu Role Conflict yang menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap Turnover Intention yaitu sebesar 0.291. Mengacu kepada pertanyaan dan tujuan penelitian, berdasarkan hasil analisis data dapat ditarik kesimpulan bahwa meningkatnya Job Demands berpengaruh secara signifikan terhadap Turnover Intention pada karyawan Chinese Academic Center di masa pandemi

    Peran Kesejahteraan Karyawan di Tempat Kerja Terhadap Kinerja dengan Keterikatan Kerja sebagai Mediator Pada Karyawan di PT X

    No full text
    Kondisi new normal setelah pandemi COVID-19 membawa tantangan baru bagi perusahaan, terutama tentang bagaimana perusahaan berusaha untuk mempertahankan karyawan dan juga menarik karyawan baru untuk mau bekerja di perusahaan mereka. Ternyata, salah satu hal penting yang menjadi pertimbangan karyawan dan para pencari kerja sekarang ini adalah kesejahteraan di tempat kerja. Lebih lanjut, kesejahteraan yang dirasakan karyawan di tempat kerja berperan pula terhadap keterikatan kerja. Karyawan yang terikat pada pekerjaannya akan menjadi lebih inovatif dan mau memberikan usaha yang lebih dalam pekerjaan, sehingga akan bepengaruh terhadap kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran kesejahteraan di tempat kerja terhadap kinerja dengan keterikatan kerja sebagai mediator pada karyawan di PT X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara menyebarkan kuesioner pada karyawan di PT X. Total partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 68 partisipan dan data diuji dengan uji regresi process macro model 4. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa terdapat pengaruh antara kesejahteraan di tempat kerja dengan kinerja, kesejahteraan di tempat kerja dengan keterikatan kerja, keterikatan kerja dan kinerja, dan adanya efek mediasi secara penuh keterikatan kerja terhadap peran kesejahteraan di tempat kerja dengan kinerja pada karyawan di PT X (b = 0,44, 95% confidence interval (0.23; 0.72)

    Hubungan antara Orientasi Karir Protean dengan Intensi Keluar Kerja : Analisis Mediasi Organizational based Self Esteem

    No full text
    Pada penghujung pandemi COVID-19, banyak karyawan yang mengundurkan diri dai pekerjaannya sebagai hasil dari prioritas hidupnya dalam fenomena yang diberi nama The Great Resignation. Salah satu penjelasan akan munculnya fenomena ini adalah pandangan terhadap karir yang mengedepankan agensi individual karyawan yang disebut orientasi karir protean (PCO). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada ata tidaknya interaksi yang bersifat prediktif terhadap intensi keluar kerja (IKK) pada karyawan protean melalui perasaan berharga dalam organisasi (OBSE) sebagai mediator. Penelitian ini dilakukan pada 122 subyek yang berasal dari golongan karyawan swasta di Jabodetabek dengan menggunakan convenient sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan antara PCO terhadap IKK melalui OBSE. Model hasil penelitian ini menunjukkan peran PCO melalui mediasi OBSE dapat menjelaskan 7.7% IKK dengan OBSE secara independen dapat menjelaskan 5.4% IKK. PCO ditemukan tidak berperan langsung terhadap IKK secara independen

    Peran Job Demand terhadap Burnout Pada Karyawan Bank X

    No full text
    Sektor perbankan merupakan salah satu industri yang berperan penting bagi perkembangan ekonomi negara. Bank X merupakan salah satu sektor perbankan swasta terbesar di Indonesia. Melihat perannya yang penting, karyawan perbankan pun ditutuntut untuk dapat bekerja secara cepat dan diikuti dengan berbagai macam job demand (JD) yang tinggi. JD mengacu pada aspek fisik, sosial, serta organisasi, berhubungan dengan biaya psikologis dan fisiologis tertentu. Penelitian terdahulu menemukan bahwa tingginya level JD yang dimiliki oleh seorang individu menjadi sebuah prediktor dari terjadinya burnout (BO). BO merupakan keadaan lelah mental dan fisik yang diakibatkan oleh kehidupan profesional seseorang. Penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk mengkaji peran JD terhadap BO pada karyawan Bank X. Partisipan penelitian ini terdiri dari 183 karyawan Bank X yang berdomisili di Jabodetabek. JD diukur menggunakan 23-item JD-R Questionnaire yang dikembangkan oleh Bakker (2014), sedangkan BO diukur menggunakan 23-item Burnout Assessment Tool (BAT) yang dikembangkan oleh Schaufeli et al. (2020). Melalui hasil analisis regresi linear sederhana, didapatkan hasil berupa JD secara positif dan signifikan berperan terhadap BO (F = 102.418, p = 0.000 < 0.05) dengan nilai kontribusi sebesar 36.1%

    Kualitas Kehidupan Wanita Hamil di Masa Pandemi Covid-19 Ditinjau dari Stresor Kecemasan dan Strategi Coping

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kehidupan wanita hamil pada masa pandemi covid-19, melalui pemahaman terhadap kecemasan yang dialami dan strategi coping yang dilakukan. Menurut WHO (2012), kualitas kehidupan didefinisikan sebagai persepsi individu tentang posisi mereka dalam hidup, ditinjau dari budaya dan sistem nilai di mana mereka tinggal serta berhubungan dengan standar hidup, harapan, kesenangan, dan perhatian mereka. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif-fenomenologis dengan teknik purposive sampling yang melibatkan 9 partisipan. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam dengan rentang waktu antara bulan Oktober sampai dengan Desember 2020. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terdapat beberapa stressor kecemasan wanita hamil selama situasi pandemi covid-19 yaitu informasi terkait dengan tingkat pemaparan virus corona dan angka kematian akibat dari virus corona, tindakan PSBB, serta jadwal pemeriksaan kehamilan yang terbatas. Oleh karena itu, setiap partisipan melakukan coping untuk mengatasi kecemasan yang timbul. Partisipan yang mampu mengatasi kecemasan yang muncul selama kehamilan di masa pandemi covid-19 cenderung menunjukkan kualitas kehidupan yang baik dalam aspek kesehatan fisik, keadaan psikologis, hubungan sosial, dan hubungan dengan lingkungan

    Peran Stres Pengasuhan Ayah dan Pola Asuhnya Terhadap Masalah Perilaku Anak Usia Anak-Anak Pada Masa Pandemi Covid-19

    No full text
    Pandemi Covid-19 berdampak sangat besar bagi keberfungsian suatu keluarga. Para ayah diketahui beresiko mengalami stres pengasuhan yang juga berdampak pada pola asuh dan anak-anaknya. Dampak stres pengasuhan ayah yaitu meningkatnya perilaku pola asuh yang bersifat negatif (otoriter dan permisif), serta masalah perilaku internalisasi (sedih, cemas, takut) dan eksternalisasi (memukul, marah) pada anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran stres pengasuhan ayah dan pola asuhnya terhadap masalah perilaku anak usia anak-anak pada masa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif non-eksperimental dengan jumlah sampel sebesar 110 partisipan (usia 20 tahun ke atas). Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi dan mediasi menggunakan SPSS. Hasil analisis menemukan bahwa tingkat stres pengasuhan ayah pada penelitian ini ditemukan rendah (M=2,3019). Stres pengasuhan berperan terhadap masalah perilaku internalisasi (β=0,338; p0,05). Penelitian ini menemukan bahwa rendahnya stres pengasuhan ayah berdampak pada rendahnya masalah perilaku internalisasi dan eksternalisasi pada anak, serta ayah menampilkan pola asuh yang bersifat positif yaitu pola asuh otoritatif yang tinggi

    Hubungan Quarter Life Crisis dan Quality of Life pada Dewasa Muda dengan Mediator Self-Efficacy

    No full text
    Quarter life crisis dialami oleh dewasa muda dengan adanya perasaan khawatir dan ketidakpastian atas masa depannya. Tekanan dari krisis ini membuat seseorang memilih untuk mengisolasikan dirinya sehingga dapat menurunkan quality of life. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan self-efficacy sebagai mediator dimana self-efficacy adalah seorang individu yang memiliki keyakinan terhadap dirinya sendiri untuk melakukan sesuatu tindakan agar dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara quarter life crisis dan quality of life pada dewasa muda dengan mediator self-efficacy. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner di media sosial dengan jumlah partisipan laki-laki sebanyak 54 dan perempuan sebanyak 87 dewasa muda. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan teknik sampling yaitu non-probability sampling dan teknik purposive sampling. Terdapat alat ukur yang digunakan untuk mengukur ketiga variabel yaitu Quarter Life Crisis Quiz, WHOQOL-Bref, dan Self-Efficacy Scale. Hasil penelitian menyatakan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara quarter life crisis dan quality of life. Kemudian quarter life crisis dan self-efficacy memiliki hubungan signifikan secara negatif. Selanjutnya pada korelasi antara self-efficacy dengan quality of life didapatkan terdapat hubungan yang positif. Selain itu, hasil uji regresi antara quarter life crisis dengan quality of life diperoleh pengaruh sebesar 13.5%. Sedangkan pengaruh quarter life crisis terhadap quality of life melalui self-efficacy sebagai mediator menjadi meningkat yaitu 21.4%

    Pengaruh Stres Digital terhadap Keterikatan Kerja pada Karyawan E- Commerce

    No full text
    Dunia tengah mengalami perubahan, dan terbesar terjadi di ranah penggunaan teknologi. Perkembangan industri organisasi, yang beberapa tahun terakhir ini marak adalah organisasi atau perusahaan berbasis digital, diantaranya di bidang bisnis e-commerce. Persaingan bisnis yang ketat dengan para kompetitor menjadi tantangan besar, dan untuk tetap bertahan dan bertumbuh bisnisnya diperlukan karyawan berkualitas guna mendorong laju keberhasilan organisasi. Karyawan yang bekerja dengan perasaan termotivasi dan terikat dengan pekerjaannya mampu memberikan hasil kerja yang optimal, dan hal ini dapat memberi keuntungan lebih besar pada perusahaan. Dalam ranah ilmu psikologi, keterikatan karyawan terhadap pekerjaannya disebut sebagai keterikatan kerja, yaitu keyakinan seseorang dengan pekerjaannya yang diiringi oleh perasaan senang dan menikmati setiap prosesnya tanpa adanya rasa tertekan mengenai apa yang dikerjakan. Namun, terdapat salah satu faktor yang dapat mempengaruhi keterikatan kerja yaitu stres digital yang diartikan sebagai fenomena stres yang muncul atas ketidakmampuan seseorang beradaptasi dengan perkembangan sistem teknologi guna menyelesaikan tuntutan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak stres digital terhadap keterikatan kerja khususnya di kalangan karyawan e-commerce. Penelitian ini berjenis kuantitatif dan dilakukan menggunakan teknik snowball sampling. Dalam penelitian ini, diperoleh 218 partisipan karyawan e-commerce. Terdapat dua kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17) serta Digital Stressor Scale (DSS). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa stres digital berpengaruh negatif terhadap keterlibatan kerja (β = -0.291, p < 0.05) dan stres digital memberikan kontribusi sebesar 8.6% terhadap keterikatan kerja pada karyawan e-commerce

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇