Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Optimasi parameter proses pembubutan poros untuk menghasilkan biaya produksi minimal dan jumlah produksi maksimal (TM - 1329)
Dalam dunia industri, untuk menghasilkan produk melalui proses pemesinan tidak terlepas terkait dengan faktor biaya produksi agar menghasilkan produk semurah mungkin dan juga faktor lain seperti kecepatan produksi agar memberikan kondisi untuk menghasilkan produk secepat mungkin atau waktu produksi serendah mungkin dalam memenuhi target pesanan. Dengan dilakukan perhitungan secara matematis dalam menghasilkan biaya produksi serendah mungkin dan jumlah produksi semaksimal mungkin, maka perusahaan dapat memasarkan produk dengan harga yang terjangkau bagi konsumen agar dapat bersaing di pasaran dan juga dapat memenuhi target produksi terhadap permintaan konsumen. Proses pemesinan yang banyak dilakukan yaitu proses pembubutan dan komponen mesin yang banyak digunakan yaitu poros. Oleh karena hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian agar memperoleh parameter proses pembubutan poros yang optimal agar menghasilkan biaya produksi minimal dan jumlah produksi maksimal. Proses pembubutan poros terdiri atas 10 benda kerja dengan melakukan variasi terhadap kecepatan potong sebanyak 5 kecepatan potong (Vc) yaitu mulai dari 140 m/min hingga 251 m/min dan 2 feed (f) yaitu 0.25 mm/r dan 0.35 mm/r. Dari masing-masing proses pembubutan yang dilakukan akan diperoleh waktu pemesinan, kemudian waktu pemesinan yang diperoleh tersebut akan digunakan pada analisis biaya pemesinan dan jumlah produk yang dihasilkan. Pada kecepatan potong 180 m/min (roughing) yang diposisikan sebagai kecepatan potong kondisi produktif menghasilkan jumlah produk terbanyak yaitu 18 produk/hari menggunakan feed 0,25 mm/r dan 25 produk/hari menggunakan feed 0,35 mm/r. Pada kecepatan potong 140 m/min yang diposisikan sebagai kecepatan potong kondisi ekonomik menghasilkan biaya paling rendah yaitu Rp 97.008,27/produk menggunakan feed 0,25 mm/r dan Rp 85.931,28/produk menggunakan feed 0,35 mm/r. Kata kunci : kecepatan potong, feed, biaya produksi, jumlah produ
Pengaruh variasi kuat arus dan jarak pengelasan terhadap kekuatan sambungan las stainless steel 316l menggunakan las titik (spot welding) (TM - 1337)
Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengaruh variasi arus dan jarak pengelasan terhadap kekuatan las pada material stainless steel 316L melalui uji tarik.Jenis metode penelitian dan pengambilan data akan dimulai melalui proses pengelasan delapan belas pasang plat Stainless Steel dengan menggunakan las titik (Spot Welding). Pengelasan akan dilakukan dengan varisi arus dan jarak titik pengelasan. Setelah melakukan proses pengelasan Stainlesssteel selanjutnya akan dilakukan uji tarik untuk megetahui pengaruh variasi arus dan jarak titik pengelasan terhadap kekuatan sambungan las pada Stainless Steel.Berdasarkan hasil data pengujian yang diperoleh menunjukkan bahwa Tegangan 1,75 V menghasilkan daya listrik sebesar 6317,88Watt dan tegangan 2,20 V menghasilkan daya listrik sebesar 9249,93Watt dengan waktu pengelasan konstan selama 2 detik. Kekuatan tarik tertinggi adalah spesimen D dengan jarak 10 mm dan tegangan 2,20 V yaitu 14.765 N sedangkan kekuatan tarik terendah adalah specimen C dengan jarak 30 mm dan tegangan 1,75 V yaitu 10.224 N. Pada tegangan arus 1,75 Volt jarak pengelasan 20 mm yang dihasilkan adalah 3490,17 Mpa dan tegangan arus 2,20 Volt jarak pengelasan 20 mm yang dihasilkan adalah 3682,33 Mpa hasil yang didapatkan semakin besar arus yang digunakan maka semakin besar kekuatan tarik yang dihasilkan. Nilai modulus elastisitas berbanding terbalik dengan kuat arus dan jarak pengelasan, Hal ini dapat ditunjukkan pada hasil data pengujian tensile strength yang didapat yaitu spesimen dengan arus 1,75 volt dengan jarak pengelasan 10 mm memiliki nilai modulus yang lebih besar dibandingkan spesimen dengan arus 2,20 volt dengan jarak pengelasan 10 mm. Kata Kunci: meja kerja operasional, pengelasan, las titik, sambungan, uji tari
Penataan wisata ketapang urban akuakultur, kecamatan Mauk, kabupaten Tangerang
Pengembangan pariwisata pada suatu kawasan memiliki potensi atau manfaat yang besar bagi sebuah wilyah,. Tidak terkecuali pada kawasan Ketapang Urban Akuakultur berada di kabupaten Tangerang tepatnya di Kecamatan Mauk di Jl. Raya Tanjung Kait, desa Ketapang. Merupakan sebuah Kawasan wisata taman konservasi mangrove serta didalamnya terdapat budidaya ikan dan udang. Pengembangan program Ketapang Urban Aquakultur berfokus pada konservasi hutan mangrove, namun juga melakukan penataan pada wilayah sekitar daerah pesisir serta membangun beberapa infrastruktur pendukung,dan berupaya menaikan ekonomi masyarakat didesa tersebut sehingga bisa menjadi kawasan/destinasi wisata baru di daerah pesisir laut kabupaten Tangerang Kawasan ini juga sudah dilegkapi berbagai fasilitas pendukung guna Mendukung kegiatan pariwisata di Kawasan tersebut, seperti spot untuk berfoto dengan latar belakang pemandangan mangrove,tempat parkir,jogging track,lampu penerangan untuk malam hari dan lainnya namun fasilitasnya dirasa masih kurang untuk menjadi Kawasan pariwisata yang baik, seperti tidak adanya tempat makan, tidak adanya pendopo/gazebo untuk pengunjung beristirahat. Maka dari itu penulis ingin mencari potensi serta kekurangan sehingga mampu memberikan rencana penataan kepada Kawasan Ketapang urban akuakultur yang sesuai. Yang mana penataan ini dilakukan dengan beberapa metode analisis, seperti analisis lokasi, analis tapak, analisis daya tarik, analisis best practices, dan beberapa analisis lainnya. Dan beberapa analisis ini berguna untuk mencari kekurangan serta kelebihan yang bisa mendukung penataan Kawasan Ketapang urban akuakultur agar menjadi kawasan pariwisata yang lebih baik lagi dan menjadi pariwisata unggul didaerah Mauk. Kata kunci : Urban Akuakultur, Mangrove, Penataan Kawasan Pariwisat
Analisis perkiraan durasi menggunakan metode earned schedule
Setiap proyek konstruksi memuat rencana pelaksanaan proyek dari awal hingga akhir proyek. Metode yang terbukti untuk menentukan perkiraan durasi proyek adalah metode earned schedule. Perkiraan durasi dengan metode earned schedule ada hubungannya dengan 3 (tiga) jenis faktor performa. Karna masih sedikit penelitian yang membandingkan hasil keakurasian dari perkiraan durasi dengan metode earned schedule menggunakan beberapa faktor performa. Penelitian ini menggunakan perkiraan durasi dengan metode earned schedule dengan 3 (tiga) faktor performa, yaitu perkiraan durasi dengan metode faktor performa rencana, faktor performa rata-rata dan faktor performa periode saat ini. Tujuan untuk mengetahui perkiraan durasi mana yang memberikan hasil paling akurat. Hasil perbandingan dari 3 (tiga) jenis perkiraan durasi ditentukan dengan menggunakan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Perkiraan durasi dilakukan pada proyek pembangunan terlambat dan proyek pembangunan lebih awal dari waktu pekiraan. Setelah melakukan penelitian, ditemukan bahwa hasil perkiraan durasi dengan metode faktor performa proyek rencana memiliki perolehan nilai Mean Absolute Percentage Error (MAPE) terendah. Late finish project dengan metode faktor performa rencana mendapatkan hasil rata-rata nilai MAPE sebesar 3.92% sedangkan early finish project mendapatkan hasil nilai rata-rata MAPE sebesar 0.420%. Kesimpulan akhir adalah perkiraan durasi dengan metode faktor performa rencana adalah perkiraan durasi dengan metode earned schedule paling akurat. Kata Kunci: earned schedule, perkiraan, faktor performa, penjadwalan, duras
Analisis korelasi hasil uji triaxial tanah terganggu terhadap nilai n-spt pada suatu proyek di daerah Ciawi-Bogor
Pada suatu pembangunan, jenis tanah mempengaruhi kekuatan struktur, seperti jenis fondasi yang akan digunakan. Dalam menentukan jenis fondasi, dilakukan pengujian pada lokasi yang dibangun. Terdapat beberapa cara melakukan uji kuat geser tanah seperti uji tekan bebas dan uji triaksial. Pada penelitian ini dilakukan uji triaksial pada beberapa sampel tanah yang diambil di Ciawi. Tanah yang diambil dari lokasi ini merupakan tanah terganggu, sehingga dilakukan pencetakan tanah kembali pada sampel yang digunakan pada pengujian ini. Pada pengujian bertujuan untuk mengetahui hasil analisa korelasi hasil uji triaksial terhadap N-SPT. Korelasi dilakukan untuk mendapatkan nilai parameter kuat geser. Dengan dilakukannya korelasi, konstruksi dapat menghemat waktu yang cukup lama untuk dilakukan pengujian kuat geser. Dari hasil pengujian, didapatkan hasil korelasi nilai kohesi paling besar 0,4371 dan paling kecil 0,0123 dan hasil korelasi nilai sudut geser dalam paling besar 0,5738 dan paling kecil 0,1752. Sehingga dapat disimpulkan, pada pengujian ini hasil korelasi yang didapatkan cukup buruk sehingga korelasi nilai N-SPT tidak dapat digunakan untuk mendapatkan parameter kuat geser. Kata kunci: triaksial, uji tekan bebas, N-SPT, tanah terganggu, jenis tana
Penjatuhan Pidana Terhadap Pelaku Penista Agama Dalam Media Sosial Berdasarkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik
Perkembangan teknologi di era globalisasi berkembang sangat pesat, sehingga
penggunaan teknologi sudah menjadi bagian dalam aspek kehidupan manusia.
Namun perkembangan tersebut akan memberikan dampak negatif apabila tidak
digunakan dengan bijak, salah satu dampak negatif tersebut adalah timbulnya ujaran
kebencian yang berbentuk penistaan terhadap suatu agama di Indonesia. Oleh sebab
itu sebagai negara hukum yang ditetapkan di dalam Undang-Undang Dasar Negara
Republik Indonesia Tahun 1945, tentu hukum harus mengikuti perkembangan
jaman, salah satunya perkembangan teknologi. Sehingga hukum dapat ditegakkan
seadil-adilnya guna untuk menciptakan keadilan dan ketertiban di dalam kehidupan
bermasyarakat
Persepsi pelaku komuter Jakarta-Bandung terhadap rencana kereta cepat Jakarta Bandung vs pesaingnya
Kereta Cepat adalah kereta yang mampu melaju dengan kecepatan tinggi lebih dari 350 km/jam. Di Indonesia, Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini dibangun oleh PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang bekerja sama dengan PT. Wijaya Kusuma (Persero) Tbk (WIKA) sebagai kontraktor utama dalam pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (PT. Kereta Cepat Indonesia China, 2021). Kereta cepat akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian dari masyarakat dikarenakan manfaat yang dihasilkan dari kereta cepat ini sangatlah baik yaitu dapat mempercepat waktu perjalan dari Jakarta menuju Bandung hanya dalam waktu sekitar ±45 menit saja dan biaya dari perjalanan kereta cepat ini cukup terjangkau yaitu sekitar Rp 150.000-Rp. 350.000 saja. Maka dari itu penelitian ini dilakukan untuk melihat persepsi dari masyarakat terkait dengan rencana dari kereta cepat ini dibandingkan dengan dari pesaingnya seperti: mobil pribadi, bus, travel, dan kereta argo parahyangan. Pada penelitian ini dilakukan metode survey dengan menggunakan kuisioner sebagai
instrument dari penelitian yang akan dilakukan, dan akan disebarluaskan kepada masyarakat yang berdomisili di Jabodetabek dan Bandung Raya. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat yang akan menggunakan Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini. Kata Kunci : Kereta Cepat; Transportasi Umum; Kereta Api; Mobil Pribadi; Bus; Travel JakartaBandun
Analisis perbandingan penambahan jam kerja dengan penambahan tenaga kerja menggunakan metode crashing pada proyek pt x di Jakarta
Pembangunan proyek sering dijumpai kendala yang menyebabkan terjadinya keterlambatan aktivitas proyek yang sebelumnya telah direncanakan dalam proses penjadwalan (scheduling). Tujuan penelitian ini ialah untuk menentukan durasi waktu penyelesaian proyek pada Proyek PT X di Jakarta menggunakan metode crashing penambahan jam lembur dan tenaga kerja dengan biaya yang optimal, dan untuk membandingkan metode mana yang memiliki durasi waktu penyelesaian terpendek dengan biaya yang optimal. Dari perhitungan percepatan waktu dan biaya proyek dapat dibandingkan percepatan penambahan 4 jam kerja (lembur) dengan pengurangan durasi 40 hari dimana waktu penyelesaian proyek proyek yang awalnya 515,5 hari menjadi 475,5 hari dan total biaya pekerjaan normal yang jumlahnya sebesar Rp 9.560.710.930 menjadi Rp 9.857.229.805 atau naik 3,101% dari total biaya proyek normal, sedangkan dengan penambahan tenaga kerja dengan pengurangan durasi 50 hari dimana waktu penyelesaian proyek proyek menjadi 465,5 hari dan total biaya pekerjaan normal yang jumlahnya sebesar Rp 9.560.710.930 menjadi Rp 9.651.997.862 atau naik 0.954% dari total biaya proyek normal. Berdasarkan hasil analisis sensitivitas dari crashing dengan penambahan jam kerja dan lembur didapat bahwa crashing dengan penambahan tenaga kerja lebih baik dalam segi waktu dan biaya. Kata Kunci: konstruksi, keterlambatan, crashing , jam kerja, tenaga kerj
Pengaruh nilai koefisien keseragaman dan gradasi terhadap nilai sudut geser dalam tanah pasir
Penentuan jenis karakteristik suatu tanah salah satunya dapat dilakukan dengan pengujian grain size dimana pengujian tersebut digunakan untuk menggolongkan klasifikasi mengenai karakteristik suatu tanah dari bentuk gradasi yang terbentuk. Penentuan jenis klasifikasi tanah sangat penting guna untuk mengetahui kondisi asli tanah di lapangan sehingga memudahkan para civil engineering untuk merekayasa suatu fondasi dan struktur yang ingin dibangun agar dapat berdiri dengan kokoh. Penentuan jenis klasifikasi tanah ini juga nantinya akan berpengaruh terhadap parameter sifat teknik dari suatu tanah seperti kepadatan dan kekuatan gesernya. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan uji analisis terhadap beberapa sampel pasir dengan komposisi gradasi yang berbeda sebagai bentuk perbandingan untuk mencari kurva gradasi well graded, poor graded, dan uniform graded yang nantinya akan digunakan untuk mengindikasikan data antar parameter terhadap sifat teknik dari kekuatan geser pasir tersebut. Pada penelitian ini, pengumpulan data yang dilakukan merupakan bentuk data primer yang kemudian data tersebut akan diolah dengan bantuan program Excel yang berfungsi untuk menghitung, menganalisis, dan juga mempresentasikan data dari hasil pengujian di laboratorium. Kata kunci: grain size; klasifikasi tanah; kekuatan geser; indikasi dari paramete