Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Rancangan Alat Ukur Career Insecurity (Studi pada Stand up comedian)
Salah satu profesi yang saat ini menjadi pilihan adalah sebagai stand up comedian. Seperti halnya berkarir dalam dunia pekerjaan umum, terdapat kekhawatiran yang dialami oleh stand up comedian. Tidak ada kepastian bahwa seorang stand up comedian akan terus menerus mendapatkan pekerjaan, tunjangan, ataupun uang pensiun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi career insecurity pada stand up comedian; dan untuk menyusun/merancang butir-butir alat ukur career insecurity. Alat ukur career insecurity khususnya ditujukan untuk partisipan yang menekuni pekerjaan sebagai stand up comedian. Indikator career insecurity diidentifikasi berdasarkan konstruk yang digunakan oleh Spurk et al. (2021) untuk menyusun alat ukur The New Multidimensional Career Insecurity Scale (MU-CI-S). Konstruk career insecurity (Spurk et al, 2021), terdiri dari delapan konsep, yaitu: (a) peluang peningkatan karir yang semakin kecil (career opportunities); (b) penurunan prestise dan kualifikasi pekerjaan (decreased prestige & qualification requirement of feature employment); (c) kondisi ketidakpastian dalam kontrak pekerjaan (contractual employment condition); (d) kemungkinan tidak adanya tugas/pekerjaan (unemployment); (e) kemungkinan perubahan tempat/lingkungan pekerjaan (change of work place); (f) kemungkinan berhenti/pensiun dini dari pekerjaan (retirement); (g) kemungkinan kesulitan dalam mejalani kehidupan sosial maupun hobby pribadi yang biasa dilakukan (work-non work interaction); dan (h) kemungkinan minimnya dukungan/sumber daya dalam menjalani karir/pekerjaan (discrepancy between individual resource / demands). Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan jumlah partisipan tiga orang. Partisipan berprofesi sebagai komika (stand up comedian) di Kota Jakarta. Penelitian ini menghasilkan sebuah rancangan butir-butir alat ukur untuk mengidentifikasi tingkat kekhawatiran para stand up comedian dalam menenekuni karir/profesinya
Hubungan Self-esteem dan Fear of missing out (FoMO) pada Pengguna Instagram
Penelitian sebelumnya telah meneliti mengenai Fear of missing out (FoMO) dan Self-esteem pada remaja. Tetapi hubungan antara variabel Fear of missing out (FoMO) dan Self-esteem pada pengguna instagram belum diketahui. Untuk menjembatani jarak tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan Self-esteem dan Fear of missing out (FoMO) pada pengguna instagram. Partisipan pada penelitian ini dilakukan di Indonesia pada 264 partisipan (N=264) pengguna instagram dengan karakteristik berusia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif non-ekperimental dan menggunakan purposive sampling. Alat ukur Self-esteem yang digunakan adalah Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) dan alat ukur FoMO yang digunakan adalah Fear of missing out Scale (FOMOs). Alat ukur Rosenberg Self-esteem Scale (RSES) memiliki 20 butir pernyataan dan alat ukur Fear of missing out Scale (FOMOs) memiliki 10 butir pernyataan, dengan total 30 butir pernyataan yang diisi oleh partisipan dengan skala Likert. Hasil analisis data menunjukan bahwa, terdapat korelasi negatif Self-esteem dan FoMO dengan nilai r = - .307**, p =.000 < .005
Pengaruh Pelatihan Pengembangan Diri untuk Meningkatkan Self-Efficacy pada Remaja di Dusun X Indramayu
Self efficacy merupakan keyakinan individu terhadap kemampuan yang dimiliki untuk menghasilkan level kemampuan belajar yang berpengaruh dengan segala peristIwa yang terjadi dan menentukan bagaimana individu merasa, berpikir, memotivasi, serta bertindak. Setiap individu memiliki self efficacy yang berbeda-beda termasuk self efficacy pada remaja. Sikap labil yang dimiliki oleh remaja membuat remaja rentang memiliki self efficacy yang rendah. Hal ini dialami oleh remaja yang bertempat tinggal di Dusun X. Berdasarkan temuan ilmiah maka dibentuk pelatihan pengembangan diri yang dilaksanakan selama tujuh hari dengan materi yang sesuai dengan permasalahan remaja Dusun X. Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah terdapat pengaruh pelatihan pengembangan diri untuk meningkatkan self efficacy pada remaja Dusun X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif pre experimental design dengan bentuk one group pretest-posttest design. Penelitian melibatkan remaja Dusun X yang berjumlah 31 orang dengan rentang usia 13-18 tahun yang terdiri dari 18 (58,1%) partisipan perempuan dan 13 (41,9%) partisipan laki-laki. Penelitian ini menggunakan alat ukur General Self-Efficacy Scale milik Schwarzer dan Jerusalem (1995) yang telah diadaptasi oleh Novrianto et al. (2019) untuk mengukur self efficacy partisipan sebelum dan setelah mengikuti pelatihan pengembangan diri. Hasil analisis inferensial berupa uji hipotesis dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai signifikansi (p-value) data pre test dan post test dalam uji wilcoxon < 0,05 yaitu 0,000. Partisipan juga mengalami kenaikan rata-rata skor self efficacy sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan yaitu semula 2,4290 naik menjadi 3,8871. Dengan begitu dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan serta peningkatan nilai self efficacy yang signifikan pada partisipan sebelum dan sesudah mendapatkan pelatihan pengembangan diri
Hubungan Harga Diri Dengan Kecemasan Memilih Pasangan Hidup Pada Perempuan Dewasa Awal Di Jabodetabek
Perkembangan zaman dengan segala kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menyebabkan adanya perubahan pada pola pikir perempuan untuk mandiri dan mempunyai kesempatan berpendidikan serta menduduki suatu jabatan dalam pekerjaannya. Badan Pusat Statistik mencatat persentase perempuan yang menjadi tenaga kerja profesional memperoleh peningkatan setiap tahunnya. Banyak perempuan bekerja pada sektor formal maupun informal yang membuat perempuan lebih fokus dengan pekerjaan dan meningkatkan kualitas diri, namun perempuan dihadapkan asumsi masyarakat dengan pertanyaan mengenai status dan kenyataan bahwa usia perempuan sudah semakin tua. Tuntutan menikah jauh lebih berat pada perempuan dewasa dari pada laki-laki. Di Indonesia, pernikahan masih menjadi tuntutan sosio kultural dimana terdapat anggapan bahwa perempuan dewasa sudah seharusnya menikah karena memang begitulah standar nilai yang ada di masyarakat. Dampaknya Perempuan yang masih melajang harus menghadapi banyak masalah, seperti tekanan sosial dan label yang kurang mengenakkan dari masyarakat. Tekanan yang terus menerus dirasakan akan membuat perempuan lajang semakin cemas terhadap masa depannya untuk memperoleh pasangan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan harga diri dengan kecemasan memilih pasangan hidup pada perempuan dewasa awal di Jabodetabek. Penelitian ini menggunakan pendekatan Kuantitatif Non Eksperimental dengan jenis penelitian Korelasional. Teknik pengambilan sampel penelitian menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 100 orang berusia 20-30 tahun, perempuan dewasa awal yang belum menikah, dan berdomisili di Jabodetabek. Data penelitian ini diperoleh dengan menggunakan alat ukur berupa Rosenberg self-esteem scale (RSES) dan State Trait Anxiety Inventory (STAI). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang positif dan signifikan dengan kecemasan memilih pasangan pada perempuan dewasa awal di Jabodetabek
Memerdekakan lapangan merdeka baru di kota Medan (ARS - 5314)
Lapangan Merdeka di Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, dengan luas 48.877 meter persegi telah mengalami degradasi pola penggunaan ruang atau alih fungsi. Awalnya lapangan Merdeka ini merupakan Ruang Terbuka Hijau (RTH) kota Medan sekaligus merupakan paru-paru kota serta jantung dari kota Medan. Selain telah terjadi penurunan fungsi ruang juga hilangnya citra akibat pembangunan yang dilakukan tanpa memperhatikan fungsi dan peran utama dari lapangan tersebut menjadi isu signifikansi yang akan diangkat agar dapat memberikan dampak positif untuk masyarakat sekitar dari kawasan tersebut. Sehingga perlu dilakukan pengembangan Lapangan Merdeka dengan mengembalikan Ruang Terbuka Hijau (RTH), mengembangkan program yang dapat mengembalikan nilai histori serta budaya yang hilang dikawasan tersebut. Urban Acupunture dapat menjadi jawaban untuk permasalahan yang ada di lapangan Merdeka, dengan minimnya perubahan tetapi dapat berdampak besar bagi Kawasan itu sendiri. Metode yang digunakan untuk perancangan adalah “form follow function”, dengan metode ini direncanakan bangunan dengan bentuk yang mengikuti fungsinya sebagai museum yang di dalamnya terdapat berbagai kegiatan diantaranya museum itu sendiri, foodcourt, retail serta multifunction hall yang dapat digunakan ketika ada event atau acara serta pergelaran seni oleh masyarakat secara bebas. Hasil dari perancangan ini dapat menjadi acuan atau gambaran kedepannya dari kawasan Lapangan Merdeka sehingga bisa hidup kembali dan berkembang menjadi lebih baik sesuai dengan fungsi RTH untuk Kota Medan. Kata kunci: alih fungsi; Lapangan Merdeka; Museum; RTH; Urban Acupunture
Perancangan interior Harris Hotel & Conventions Malang (DI - 2366)
Pandemi Covid-19 memberikan dampak besar bagi industri perhotelan. Di era new normal, kebersihan dan kesehatan menjadi perhatian utama bagi pengunjung, sehingga hotel mulai menerapkan peraturan protokol kesehatan pemerintah sesuai dengan sertifikasi CHSE yang ditetapkan oleh kemenparekraf dengan tujuan untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19. Harris Hotel & Conventions Malang merupakan mountain hotel resort yang berlokasi di Perumahan Riverside Kota Malang yang mendorong dan mempertahankan konsep ramah lingkungan (arsitektur, energi, air, material, dan limbah) pada hotelnya. Dalam perancangan Harris Hotel & Conventions Malang, perancang ini mengangkat konsep tema “Connecting to Nature in a Modern World” yang menghasilkan visualisasi desain dengan pendekatan dengan alam, namun tetap mempertahankan unsur kolonial bergaya Art Deco dari Hotel Harris. Selain itu, pemilihan material yang ramah lingkungan pada elemen interior yang perlu disesuaikan dengan standar protokol kesehatan dan CHSE yang ditetapkan oleh kemenparekraf agar terciptanya suasana interior yang dapat menunjang aktivitas pengunjung. Metode penelitian yang digunakan untuk menyusun perancangan Hotel Harris berlandaskan pada proses desain analisis dan sintesis serta 8 tahapan dari Rosemery Kilmer. Kata Kunci: Hotel, Harris, Interior, Ramah Lingkunga
Perancangan interior perpustakaan umum kota Depok (DI - 2386)
Minat baca merupakan tahap ketertarikan yang kuat, karena seseorang terdorong dalam berbagai kegiatan yang ada hubungan dengan membaca guna memperoleh atau mendapatkan informasi ataupun sekedar untuk mengisi kegemaran dalam diri individu yang bersangkutan (Mansyur, 2018 dalam pProgram Studi PendidikanbBahasa dan Sastra IndonesiaaJurusannBahasaadannSastraaIndonesia, 2019). Dalam upaya meningkatkannminat baca, pemerintah membangun perpustakaan kota agar dapat menjangkau masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan dan membangun minat membaca yang lebih baik. Untuk mendukung masyarakat dalam mengunjungi perpustakaan, perlu adanya perhatian khusus pada desain interior perpustakaan dari berbagai aspek. Oleh karenanya, penulis memilih Perpustakaan Umum Kota Depok yang berlokasi tepatnya di Jalan MargondalRaya No. 54,,Kecamatani PancorannMas, KotalDepok, Jawa Barat, 16431, Indonesia, sebagai objek perancangan interior. Penerapan metode yang dilakukan di dalam perancangan ini ialah metode perancangan Rosemary Kilmer serta dengan studi literatur, analisis data, dan observasi. Perancangan ini akan menyesuaikan tema dan gaya dengan citra dari Perpustakaan Umum Kota Depok yang diterapkan pada pemilihan material, warna serta furnitur. Melalui penyusunan programming, perancangan ini diharapkan bisa menjawab permasalahan yang ada untuk dijadikan jawaban dalam meningkatkan kunjungan dan minat baca di perpustakaan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui dan membuat interior perpustakaan yang baik yang sesuai dengan alur kegiatan pengguna perpustakaan, memperhatikan besaran dan sirkulasi ruang perpustakaan yang baik, dan untuk mengetahui standar persyaratan teknis dari sebuah perpustakaan. Kata Kunci: Desain Interior, Perpustakaan Umum, Kota Depok, Transisiona
Upaya Hukum Kasasi Pada Sengketa PKPU berdasarkan Teori Kepastian Hukum (Studi Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 23/PUU-XIX/2021)
Pada dasarnya, PKPU memiliki tujuan guna menciptakan adanya rasa damai antara debitur dengan para kreditornya dan menjauhkan debitor yang telah atau akan mengalami insolven dari keputusan pailit. Dalam putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 23/PUU-XIX/2021, pasal di dalam Undang-Undang nomor 37 tahun 2004 yang diuji adalah Pasal 235 ayat (1) UU 37 Tahun 2004, Pasal 293 Ayat (1), dan Pasal 295 ayat (1). Dengan adanya pasal-pasal tersebut, Pemohon mengalami kerugian konstitusional Pemohon sebab tak bisa mengajukan upaya hukum apapun yang pada akhirnya mendatangkan konsekuensi bahwa Debitor tidak diberikan hak utuk memegang kendali atas harta kekayaannya akibat putusan status pailit, padahal putusan PKPU yang berujung pailit tersebut hadir atas dasar pertimbangan-pertimbangan yang tak cermat dan tak adil ketika mengimplementasikan hukum. Sehingga permasalahan yang dibahas dalam tesis ini adalah Bagaimanakah perlindungan hukum bagi kreditur bila adanya upaya hukum kasasi ini dan Bagaimana pelaksanaan putusan mahkamah konstitusi nomor 23/PUU-XIX/2021 sejalan dengan teori kepastian hukum .Metode penelitian dalam tesis ini menggunakan metode penelitian normatif yang didukung dengan data wawancara.Data Hasil penelitian menunjukkan bahwa apabila upaya kasasi ini diterapkan maka akan mengakibatkan kreditur itu sendiri yang akan berakhir pailit , kreditur mengajukan PKPU terhadap debitur agar utang-utangnya dapat dibayar sejalan dengan teori kepastian hukum tetapi dengan adanya upaya hukum kasasi akan semakin berlarut-larut pembayaran tagihan kreditur dan akan membuat sebuah lingkaran dimana kreditur-kreditur yang akan berakhir pailit karena utang nya tidak dibayar oleh debitur
Analisa Hukum Peranan Central Bank Digital Currency Sebagai Sistem Yang Mengatur Alat Pembayaran Secara Digital Dalam Transaksi Elektronik Di Indonesia
Bank Indonesia sebagai Bank Sentral berwenang untuk mengeluarkan dan mengedarkan mata uang sebagai alat pembayaran yang sah di suatu Negara. Mata uang tidak terbatas pada uang kartal maupun uang” giral, tapi juga instrumen pembayaran non-tunai dalam bentuk elektronic based dan card based seiring dengan pesatnya digitalisasi. Digitalisasi telah mengubah cara manusia dalam melakukan kegiatan ekonomi. Dengan eksistensi aset cripto yang sedang digandrungi oleh kalangan masyarakat modern, memunculkan aset kripto tumbuh cepat disaat pertumbuhan ekonomi yang sedang menurun. Dengan demikian, aset kripto memiliki potensial yang besar untuk mengembangkan efisiensi sistem keuangan, namun juga berpotensi menimbulkan sumber-sumber risiko baru yang dapat memberikan efek pada stabilitas moneter, ekonomi, serta sistem keuangan. Perkembangan aset kripto melatarbelakangi Bank Sentral untuk merancang dan upaya menerbitkan Central Bank Digital Currency yang disebut Rupiah Digital. Bank Indonesia pada tanggal 30 November 2022 menerbitkan White Paper mengenai desain pengembangan Rupiah Digital yang dinamakan Proyek Garuda
Perancangan identitas merek kue pie Dona (DKV - 2950)
Persaingan pasar bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) datang dengan banyak tantangan yang sulit. Pelaku tidak hanya dituntut untuk memiliki modal yang cukup dan teknik produksi yang baik, tetapi juga harus memiliki identitas merek. Identitas merek sendiri membuat usaha memiliki nama di pasaran dan keunikan serta daya tarik tersendiri di tengah pasaran yang penuh dengan persaingan yang ketat. Atas permasalahan tersebut, seorang klien yang memiliki sebuah toko kue pie yang belum memiliki merek ini memiliki keluhan di mana produk kuenya tidak terlalu diperhatikan oleh khalayak. Meskipun memiliki kualitas produksi yang baik, jumlah peminat dan pembeli pun masih terbilang stagnan. Klien pun masih memiliki pengetahuan yang kurang terhadap pentingnya memiliki identitas merek pada sebuah bisnis atau usaha. Lantas klien memerlukan sebuah perancangan identitas merek yang baru dan segar untuk tokonya. Dengan bekal wawancara dan observasi terhadap klien, solusi dari keluhan klien pun dapat diciptakan. Perancangan identitas merek berupa desain logo, jenis huruf, hingga kemasan dan poster adalah kunci dari solusi permasalahan ini. Lewat perancangan ini, toko kue pie milik klien tentunya dapat mengibarkan benderanya di pasaran luas. Kata Kunci: Identitas merek, logo, visua