Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Psychological Contract Breach Sebagai Mediator Pada Hubungan Job Insecurity Terhadap Subjective Well-Being Karyawan Swasta Di Sektor Manufaktur
Masuknya Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) menyebabkan sekitar 25 juta pekerja di Indonesia terancam kehilangan pekerjaannya. Situasi tersebut menyebabkan stres tersendiri bagi karyawan hingga berpengaruh terhadap kualitas hidupnya. Dampak yang dirasakan tidak hanya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), tetapi karyawan juga merasakan perubahan pada jam kerja hingga pemotongan gaji karena situasi yang berlangsung. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran psychological contract breach sebagai mediator pada hubungan job insecurity terhadap subjective well-being karyawan swasta di sektor manufaktur. Penelitian ini merupakan kuantitatif non-eksperimental dengan partisipan sebanyak 214 karyawan manufaktur. Terdapat empat alat ukur berupa kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini. Subjective well-being (SWB) di ukur menggunakan Satisfaction with Life Scale (SWLS) dan Scale of Positive and Negative Experience (SPANE). Kemudian, Job Insecurity (JI) di ukur menggunakan Job Insecurity Scale (JIS). Sementara Psychological Contract Breach (PCB) di ukur dengan menggunakan alat ukur perceived contract breach. Berdasarkan hasil analisis data uji korelasi dan uji hipotesis, ditemukan empat hal. Pertama, terdapat korelasi negatif antara JI dengan SWB karyawan manufaktur (r
= -0.47, p 1.96). Dapat diartikan, PCB berperan sebagai mediator parsial pada hubungan JI terhadap SWB karyawan manufaktur
Peranan Tuntutan Pekerjaan Terhadap Kesejahteraan di Tempat Kerja dengan Sumber Daya Pekerjaan sebagai Moderator pada Karyawan PT X
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat tuntutan pekerjaan karyawan PT X tergolong tinggi, sehingga berpengaruh pada kesejahteraan di tempat kerja. Ada beberapa faktor yang berpengaruh dominan pada kesejahteraan di tempat kerja. Namun, hal tersebut dapat diatasi dengan adanya sumber daya pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan tuntutan pekerjaan terhadap kesejahteraan di tempat kerja dengan sumber daya pekerjaan sebagai moderator pada karyawan PT X. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan PT X dan sampel yang digunakan adalah sebanyak 181 orang. Penelitian ini menggunakan dua pengukuran yaitu The Job Demands-Resources Questionnaire oleh Bakker (2014) dan Workplace Well-being Questionnaire oleh Parker dan Hyett (2011). Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Data diolah dengan menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dalam program IBM SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan terdapat peranan positif tuntutan pekerjaan terhadap kesejahteraan di tempat kerja pada karyawan PT X dengan F = 56.101 dan p = 0.000 0.05
Hubungan Kebahagiaan Subjektif dengan Kualitas Hidup pada Mahasiswa Selama Masa Transisi Pandemi COVID-19
Saat ini sudah mulai memasuki masa transisi pandemi COVID-19 dimana kegiatan yang awalnya online menjadi offline dimana kegiatan pembelajaran juga ikut mengalami penyesuaian sehingga pelajar khususnya mahasiswa perlu melakukan penyesuaian diri dengan melibatkan emosi positif yaitu bahagia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kebahagiaan dengan quality of life pada mahasiswa di masa pandemi COVID-19. Kebaruan pada penelitian ini yaitu menggunakan fenomena di masa transisi pandemi COVID-19 dan dengan partisipan mahasiswa sehingga hasil dari penelitian ini dapat berkontribusi untuk menjadi acuan maupun referensi bagi penelitian mendatang. Partisipan penelitian ini berjumlah 133 mahasiswa yang terdiri dari 56 laki-laki dan 77 perempuan berusia 18 – 25 tahun yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kebahagiaan diukur menggunakan Subjective Happiness Scale dan quality of life diukur menggunakan The World Health Organization Quality of Life – BREF. Hasil uji korelasi menghasilkan nilai sig. = 0.000 < 0.05 dan nilai r = 0.441 yang berarti kebahagiaan memiliki hubungan positif dengan quality of life dimana ketika kebahagiaan seseorang tinggi maka quality of life juga tinggi
Pengaruh Distres Psikologis terhadap Problematic Internet Use (PIU) pada Mahasiswa
Internet telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari manusia. Harus diakui bahwa internet memiliki banyak manfaat dalam kehidupan kita, mulai dari akademik, pekerjaan, atau bersosialisasi. Meskipun demikian, internet juga memiliki konsekuensi negatif bila digunakan terlalu sering. Jika individu tidak bisa mengontrol penggunaan internet, maka individu dapat mengalami Problematic Internet Use (PIU) (Anand et al., 2018a; Mamun et al., 2019). PIU adalah istilah formal dari adiksi internet dan jika seseorang adiksi pada internet, mereka rentan dalam mengalami distres psikologis (Anand et al., 2021). Semakin distres seseorang, semakin kecanduan pula mereka pada internet (Alhassan et al., 2020; Anand et al., 2018b, 2021; Ansari et al., 2022; Jatmika, 2020; Mamun et al., 2020; Taha et al., 2022).
Oleh karena itu, penelitian ini meneliti tentang pengaruh distres psikologis terhadap PIU pada mahasiswa. Penelitian kuantitatif non-eksperimen ini menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode convenience sampling/incidental sampling yang menggunakan alat ukur Kessler Psychological Distress Scale (K10) dan Internet Addiction Test (IAT). Partisipan yang terkumpul dalam penelitian ini adalah 370 mahasiswa di Indonesia. Yang kemudian 152 partisipan distres rendah dan PIU normal dikecualikan dari data sehingga menyisakan 218 partisipan. Hasil dari penelitian ini adalah adanya pengaruh distres terhadap PIU pada mahasiswa sekitar 64.4% sedangkan 35.6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Kedua variabel juga memiliki hubungan signifikan dan positif antara distres dan PIU
Hubungan Harga Diri dengan Dimensi Cybervictim pada Remaja Pengguna TikTok
TikTok sekarang menjadi salah satu media sosial yang populer di kalangan remaja. Perkembangan remaja biasanya ditandai dengan meningkatnya rasa penasaran yang besar terhadap dunia luar, termasuk dalam penggunaan media sosial TikTok. Penyalahgunaan media sosial dapat terjadi jika pengguna tidak bijak dalam memanfaatkan media sosial ke dalam hal positif dan akan berdampak pada kehidupan remaja, termasuk harga diri seseorang. Tidak adanya pengontrolan terhadap interaksi dan aktivitas yang dilakukan para remaja tersebut di media sosial bisa menjadi masalah. Salah satu dampak yang dapat muncul dari aktivitas online tersebut adalah cyberbullying. Korban atau cybervictim yang menjadi subjek berbagai bentuk kekerasan dalam dunia maya cenderung memiliki dampak pada tinggi rendahnya harga diri seseorang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan harga diri pada remaja cybervictim pengguna aplikasi TikTok. Subjek penelitian ini merupakan remaja pengguna TikTok berusia 13-20 tahun yang berada di Jakarta. Penelitian kuantitatif non-eksperimental ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling yang menggunakan alat ukur Cybervictimization Questionnaire (CYVIC) oleh Álvarez- García et al. (2017) dan Rosenberg Self-Esteem Scale (RSE) oleh Rosenberg (1965). Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi Spearman’s rho dan bantuan program SPSS versi 25.00. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan dengan korelasi negatif antara harga diri dengan dimensi visual-sexual cybervictimization (p = 0.000 0.05) tidak menunjukkan adanya hubungan yang signifikan pada harga diri, namun tetap berkorelasi negatif
Pengaruh Stres COVID-19 terhadap Individual Work Performance (IWP) pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit selama masa Pandemi
Dalam menangani masalah kesehatan selama masa pandemi, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan untuk memberikan layanan kesehatan secara profesional. Tenaga kesehatan yang bekerja lebih berisiko tertular virus COVID-19, tambahan beban dan waktu kerja, serta mengalami stres karena merawat pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stres COVID-19 terhadap individual work performance pada tenaga kesehatan di rumah sakit selama masa pandemi. Alat ukur yang digunakan adalah COVID Stress Scale (CSS) yang dikembangkan oleh Taylor et al. (2020) yang terdiri dari lima dimensi, yaitu: COVID danger and contamination, COVID socio-economic consequences, COVID xenophobia, COVID traumatic stress symptoms, dan COVID compulsive checking. Alat ukur untuk mengukur kinerja adalah Individual Work Performance Questionnaire (IWPQ) yang dikembangkan oleh Koopmans et al. (2014) terdiri dari tiga dimensi, yaitu: task performance, contextual performance, dan counterproductive work behavior. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan penelitian ini berjumlah 220 tenaga kesehatan yang terdiri dari 57 dokter umum, 34 dokter spesialis, 3 dokter gigi, 56 perawat, 29 bidan, serta 41 penunjang medis yang bekerja selama masa pandemi di rumah sakit dan menangani pasien COVID-19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh stres COVID-19 terhadap individual work performance pada tenaga kesehatan saat pandemi dengan tingkat signifikansi (Sig) yaitu 0.000 < 0.05. Hasil uji regresi linear sederhana diperoleh persamaan regresi adalah Y= 42.981 - 0.557 X. Dari hasil koefisien determinasi (R Square) diperoleh kontribusi sebesar 0.368. Hal ini diartikan sebagai stres COVID-19 memberikan pengaruh sebesar 36.8% terhadap individual work performance
Peningkatan Kesiapan Membaca pada Anak TK melalui Pembelajaran Integratif Fonik dan Permainan
Sebelum anak masuk ke tahap membaca penting untuk memperhatikan dan menyiapkan anak agar memiliki kesiapan membaca. Anak-anak yang sudah berada dalam tahap kesiapan membaca akan menunjukkan perilaku antara lain mampu mengenal alfabet, mampu menyuarakan bunyi alfabet, mampu meniru bentuk huruf, memiliki perbendaharaan kata serta pemahaman kata dan cerita. Strategi pembelajaran yang dapat digunakan dalam membantu kesiapan membaca awal pada TK yaitu dengan menggunakan metode fonik dan permainan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 36 siswa TK A di TK X. Partisipan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Kelompok Eksperimen (KE) dan Kelompok Kontrol (KK). Alat tes yang diberikan kepada partisipan yaitu alat tes Reading Readiness Assessment yang telah diadaptasi dan diuji coba di Indonesia. Analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Test dengan nilai sig. (2 tailed) sebesar 0.000 < 0.05, hal ini menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol
Efektivitas Program Mental Contrasting with Implementation Intention (MCII) terhadap Resiko Terjadinya burnout guru di sekolah X
Guru memiliki banyak tugas dan tanggung jawab yang dapat membuatnya rentan mengalami stress. Stress dalam waktu lama ini menyebabkan kelelahan pada individu yang berkolerasi erat dengan dimensi burnout (Smetackova, 2017). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektvitas program Mental Contrasting with Implementation Intention (MCII) terhadap resiko terjadinya burnout guru di sekolah X, sebagai strategi self-regulation yang membantu guru mengatur setiap pikiran, perasaan, dan tindakannya sesuai dengan penetapan tujuan yang akan dicapainya. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen pretest-posttest control group design. Partisipan penelitian adalah guru sekolah x yang dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen memperoleh intervensi MCII, sedangkan kelompok kontrol tidak. Alat ukur yang digunakan adalah Maslach Burnout Inventory (MBI) yang dikembangkan oleh Maslach et al., (1981). MBI terbagi menjadi 3 dimensi dengan uraian 9 butir pertanyaan dimensi Emotional Exhaustion (EE), 5 butir pertanyaan dimensi Depersonalization (DP), dan 8 butir pertanyaan untuk dimensi Personal Accomplishment (PA). Lembar evaluasi diberikan kepada partisipan setelah pelaksanaan program. Untuk uji reliabilitas yang dilakukan, diperoleh skor Alpha Cronbach untuk dimensi EE 0.870, dimensi DP 0.621, dan dimensi PA 0.838. Pada dimensi DP, skor Alpha Cronbach lebih dari 0.6 diperoleh dengan menghapus 2 butir soal, sehingga total butir pertanyaan yang diberikan pada partisipan berjumlah total 20 butir. Hipotesis pada penelitian ini adalah adanya program MCII efektif mencegah resiko terjadinya burnout guru di sekolah X. Analisis statistik data menggunakan uji nonparametric Wilcoxon dengan nilai sig. (2 tailed) lebih besar dari 0.05. Berdasarkan analisis statistik data dan data kualitatif, diperoleh kesimpulan program MCII tidak efektif mencegah resiko terjadinya burnout pada guru, namun mampu membantu guru dalam melakukan evaluasi diri dan memaknai panggilan sebagai guru
Peran Fear of Missing Out (FOMO) dan Need For Touch (NFT) Terhadap Problematic Smartphone Use (PSU) dengan Boredom Proneness (BP) Sebagai Mediator
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran Fear of Missing Out (FOMO) dan Need for Touch (NFT) terhadap Problematic Smartphone Use (PSU) dengan Boredom Proneness (BP) sebagai Mediator. Partisipan penelitian ini berjumlah 601 yang berasal dari sekolah SMA X dan sekolah SMA Y, dengan metode convenience sampling. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non- eksperimental dengan metode kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara online atau daring. Pengujian hipotesis diolah menggunakan teknik uji structural equation modeling (SEM). Hasilnya ditemukan bahwa model yang dicanangkan dalam penelitian ini berada dalam taraf yang fit WLSM χ2(1512, N = 601) = 7059.2, p < .001, CFI = .931, TLI = .927, RMSEA =
.078 (90% CI [.076 to .080]). Dengan demikian, BP memediasi peran FOMO terhadap PSU dengan tingkat β sebesar .184 aatau 18.4%. BP juga memediasi peran NFT terhadap PSU dengan tingkat β sebesar .035 atau 3.5%