Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Perancangan interior Manhattan Hotel Jakarta Selatan dengan penerapan teknologi modern (DI - 2590)
Pengaruh Likuiditas, Leverage, Dan Ukuran Perusahaan Terhadap Financial Distress Perusahaan Asuransi Di Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh likuiditas,
leverage dan ukuran perusahaan terhadap financial distress pada perusahaan
sektor asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2021-2023.
Sampel sebanyak 12 perusahaan dipilih dengan metode purposive
sampling.Teknik pengolahan data menggunakan analisis regresi berganda yang
dibantu oleh program Eviews versi 12 (Econometric Views versi 12) for Windows
dan Microsoft Excel 2013. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas
mempunyai pengaruh yang positif signifikan terhadap financial distress, dan
leverage mempunyai pengaruh yang negatif signifikan terhadap financial distress.
Sedangkan ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
financial distress. Implikasi dari penelitian ini adalah perusahaan dapat
meningkatkan kesehatan keuangan dengan menjaga likuiditas yang sehat, dan
mengelola komposisi utang secara efisien untuk menghindari masalah keuangan
yang mungkin terjadi.
Kata Kunci: Likuiditas, Leverage, Ukuran Perusahaan, Financial Distres
Standard of Care Kurator Sebagai Eliksir Dalam Perkara Kepailitan di Indonesia
LATAR. Kurator adalah figur sentral, sebab berperan sebagai penyelaras kepentingan berbagai pihak dalam perkara kepailitan. Posisinya sering sulit saat mengambil keputusan dan menghadapi risiko bertanggungjawab secara pribadi. Tanggung jawab pribadi kurator dalam Pasal 72 Undang-Undang Kepailitan 2004 tidak jelas, lengkap, dan terinci. Kekaburan pasal ini potensial menimbulkan minimnya gugatan terhadap kurator. Ada model dari Amerika Serikat yang dalam sejarah panjang kepailitan memperlihatkan kisah sukses standard of care (standar kehati-hatian) kurator. Ironisnya, wacana fiduciary duty (tugas kepercayaan) yang menjadi landasan standar kehati-hatian terbatas dalam hukum Indonesia. Dibutuhkan juga kendaraan pengangkut standar itu dalam wujud legal transplant (transplantasi hukum) ke Indonesia.
MASALAH. Oleh karenanya, riset ini membahas masalah bagaimana pengaturan tanggung jawab kurator selama ini di Indonesia, sejauhmana tugas kepercayaan menjadi landasan standar kehati-hatian di Amerika, mengapa standar kehati-hatian dapat dibangun di Amerika, dan bagaimana transplantasi hukum standar kehati-hatian ke Indoneisa.
METODE. Untuk memecahkan masalah tersebut, metode risetnya adalah penelitian hukum normatif yang menggunakan pendekatan doctrinal untuk meneliti asas hukum dan perbandingan hukum atas tanggung jawab kurator. Dalam hal ini jenis data yang diteliti adalah data sekunder yang dikumpulkan dengan studi dokumen, dan dianalisis secara kualitatif.
HASIL Hasil riset menunjukkan pengaturan kurator di Indonesia lebih bertumpu pada hukum kepailitan, dibandingkan oleh norma sosial lainnya. Sebuah keniscayaan bahwa tugas kepercayaan menjadi landasan terbentuknya standar kehati-hatian. Keberadaan standar ini di Amerika Serikat bertumbuh dari berbagai putusan pengadilan yang memperlihatkan bentuk tanggung jawab (pribadi dan resmi), jenis pelanggaran (kelalaian, kelalaian berat, dan kesengajaan), dan pengecualiannya (pertimbangan bisnis, imunitas yudisial derivatif, dan penggugat). Pada akhirnya, model transplantasi hukum bisa menjadi alat pengangkut untuk memindahkan standar kehati-hatian masuk ke dalam hukum Indonesia
Akibat Hukum Proses Pembuatan Akta Cessie Kondisi Asset Jaminan dalam Sengketa Harta Gono Gini
Proses pembuatan akta cessie dalam konteks sengketa harta gono-gini di Indonesia memiliki implikasi hukum yang signifikan. Akta cessie, sebagai dokumen hukum yang mengalihkan hak dari satu pihak ke pihak lain, harus dibuat dengan mematuhi ketentuan hukum yang berlaku agar sah dan mengikat secara hukum. Dalam sengketa harta gono-gini, aset yang dijadikan jaminan dapat menimbulkan permasalahan hukum kompleks apabila akta cessie tidak disusun dengan cermat dan tidak mengakomodasi kepentingan kedua belah pihak.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat hukum dari proses pembuatan akta cessie terhadap aset jaminan dalam sengketa harta gono-gini, dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan Indonesia, termasuk Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia, serta putusan-putusan pengadilan terkait. Analisis ini menggunakan pendekatan normatif yang melibatkan studi dokumen hukum, kasus, dan literatur yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap prosedur pembuatan akta cessie dapat mengakibatkan ketidakabsahan akta, menimbulkan sengketa baru, dan berpotensi merugikan salah satu pihak dalam pembagian harta gono-gini. Oleh karena itu, penting bagi para pihak dan notaris untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam proses pembuatan akta cessie dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku untuk menghindari akibat hukum yang merugikan