Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Pengaturan Pemanfaatan Hak Ekonomi Lagu Daerah Ditinjau Dari Hukum Hak Cipta Indonesia
Penelitian Tesis ini membahas mengenenai Lagu Daerah sebagai Ekspresi Budaya Tradisional yang diatur di dalam Undang-Undang Hak Cipta, dimana Ekspresi Budaya Tradisional merupakan bagian dari Kekayaan Intelektual Komunal yang sifat kepemilikannya bersifat komunal dengan permasalahan yang di angkat adalah pemanfaatan hak ekonomi Lagu Daerah sebagai Ekspresi Budaya Tradisional yang dipegang oleh Negara serta pengakomodasian Peraturan Pemerintah yang terbit berkaitan dengan Kekayaan Intelektual Komunal terhadap pemberian izin pemanfaatan Hak Ekonomi oleh Pihak Lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan hak ekonomi dari Lagu Daerah dan prosedur pemberian izinnya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan spesifikasi penelitian desktriptif-analisis, menggunakan jenis data sekunder yang berisikan bahan hukum primer yaitu peraturan perundang-undangan dan bahan hukum sekunder yaitu bahan hukum yang menjelaskan bahan hukum primer, Dengan hasil dan dapat disimpulkan yaitu negara masih berfokus pada proses inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal dan belum ada peraturan yang detail terkait permasalahan yang di bahas. Pemberian izin dapat berupa pemberian lisensi kepada pihak lain selain komunitas asal atau warga negara asing dengan tetap mempertahankan hak-hak komunitas asal
Perlindungan Hukum Pasca Perkawinan Terhadap Pihak Ketiga Dalam Perjanjian Perkawinan (Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015)
Perjanjian perkawinan memegang peranan penting dalam mengatur pembagian harta bersama antara suami dan istri jika terjadi perceraian atau kematian. Sebagaimana diatur dalam Pasal 29 Undang-Undang Nomor 1 Tahun1974. Dalam konteks Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015, Mahkamah Konstitusi memberikan penafsiran yang lebih luas terhadap Pasal 29 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang mengatur mengenai perjanjian perkawinan. Melalui putusan tersebut, Mahkamah Konstitusi memperluas ruang lingkup pengertian perjanjian perkawinan, yang semula hanya dibuat sebelum atau saat pelaksanaan perkawinan, kini diinterpretasikan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan hukum yang spesifik dari masing-masing pasangan. Dengan kata lain, pasangan kini diberi kewenangan untuk menyusun perjanjian perkawinan tidak hanya sebelum pernikahan, tetapi juga selama ikatan perkawinan berlangsung. Hal ini mengindikasikan adanya pengakuan yang lebih luas terhadap kebutuhan individual dan dinamika dalam hubungan perkawinan, serta memberikan kesempatan bagi pasangan untuk mengatur hak dan kewajiban mereka sesuai dengan situasi dan kebutuhan hukum yang terjadi selama perjalanan perkawinan. Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 69/PUU-XIII/2015 memperluas cakupan perjanjian perkawinan, yaitu dibuat saat masih dalam ikatan perkawinan, dengan tujuan untuk melindungi hak-hak suami istri dan menghindari kerugian bagi pihak ketiga. Penelitian ini merupakan studi pustaka yang dilakukan dengan cara membaca buku-buku, naskah, dokumen, jurnal, dan sumber-sumber terkait lainnya. Dalam menganalisis perjanjian
perkawinan pasca putusan Mahkamah Konstitusi, peneliti menggunakan pendekatan
perundang-undangan dan pendekatan historis. Analisis diawali dengan menggunakan peraturan perundang-undangan sebagai landasan utama, dengan mempertimbangkan karakteristiknya yang komprehensif dan sistematis. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami secara mendalam makna hukum perjanjian perkawinan dari perspektif hukum Islam dan hukum positif di Indonesia, serta untuk mengkaji perlindungan hukum bagi pihak ketiga akibat adanya perjanjian pasca perkawinan. Perkawinan sebagai ikatan lahir batin antara seorang pria dan seorang wanita merupakan landasan untuk membentuk keluarga bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun, menghadapi dinamika kompleksitas perkawinan dan kemungkinan perubahan di masa mendatang, pasangan suami istri membutuhkan kepastian yang jelas mengenai hak dan kewajibannya. Dalam konteks ini, perjanjian perkawinan menjadi instrumen yang menjamin kejelasan dan perlindungan hukum bagi pasangan suami istri, memastikan adanya aturan yang jelas tentang bagaimana aset dan kewajiban akan diatur dalam berbagai situasi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat membantu pasangan suami istri untuk membuat perjanjian perkawinan di hadapan notaris dengan mempertimbangkan keterlibatan pihak ketiga dalam pemisahan harta bersama sebagaimana tercantum dalam akta perjanjian
perkawinan
Pelaksanaan restorative justice di indonesia (terhadap tindakan : kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang melakukan tugas yang sah)
Restorative justice pada dasarnya merupakan sebuah
konsep untuk merestorasi dampak yang ditimbulkan dari suatu kejahatan. Konsep ini muncul karena ketidakmampuan konsep sebelumnya untuk mengakomodir kepentingan korban. Salah satu penerapan restorative justice yang baru terjadi akhir-akhir ini yakni kasus Kekerasan atau Ancaman Kekerasan Melawan Seorang Pejabat Yang Sedang Melakukan Tugas Yang Sah yaitu penyerangan polisi yang dilakukan oleh mahasiswi . Adapun rumusan masalah yang diangkat ialah bagaimanakah pelaksanaan restorative justice menurut hukum pidana di Indonesia dan apakah sudah tepat penerapan restorative justice pada kasus: penyerangan petugas ketika sedang menjalankan tugas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian normatif dengan sifat penelitian deskriptif analitis dengan menggunakan data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik studi kepustakaan dan dianalisa dengan logika deduktif. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa konsep restorative justice di Indonesia sudah diterapkan dalam segala lini penegakkan hukum yakni mulai dari sistem peradilan pidana anak, lingkup peradilan umum, kejaksaan, kepolisian, peraturan daerah hingga pemasyarakatan. Meskipun ketentuan yang ditetapkan oleh tiap-tiap institusi masih belum adanya patokan yang seirama. Selain itu, penerapan restorative justice pada kasus penyerangan ini sejatinya memenuhi syarat dan layak untuk dilaksanakan restorative justice, namun disisi lain, restorative justice yang dilaksanakan hanya sebagai upaya “damai” tanpa adanya bentuk pertanggungjawaban yang nyata dari pelaku untuk merestorasi kerugian dan kerusakan yang dialami korban
THE IMPACT OF CREATIVE ACCOUNTING ON COMPANY’S VALUE OF BANKING INDUSTRY IN INDONESIA WITH GOOD CORPORATE GOVERNANCE AND MANAGERIAL OWNERSHIP AS MODERATING VARIABLE
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh langsung akuntansi kreatif terhadap Nilai
Perbankan, dengan Good Corporate Governance dan Kepemilikan Manajerial sebagai
moderator. Dewan komisaris independen (BoC) dan komite audit (AC) berfungsi sebagai
proksi tata kelola perusahaan yang baik. Kami menganalisis nilai Bank menggunakan tiga rasio
kinerja keuangan: laba atas aset (ROA), laba atas ekuitas (ROE), dan margin bunga bersih
(NIM). Analisis ini berdasarkan data 33 bank Indonesia pada tahun 2020 hingga 2023,
termasuk 132 observasi. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan metode
Generalized Least Squares. Dengan melakukan analisis statistik dengan Eviews 11, alat
komputasi untuk ekonometrik deret waktu. Penelitian kami menemukan bahwa akuntansi
kreatif yang diputuskan melalui akrual diskresioner, berdampak pada ROA dan NIM.
Selanjutnya BoC, AC, dan kepemilikan manajerial (MO) dapat mempengaruhi dampak
manajemen laba terhadap ROA dan NIM. Namun berdasarkan hasil regresi, akuntansi kreatif
mempunyai pengaruh yang kecil terhadap ROE. Penelitian kami menambah bukti empiris
bahwa penipuan akuntansi kreatif mungkin mempunyai pengaruh terhadap nilai Perusahaan.
Di sisi lain, penelitian kami mengungkapkan informasi baru yang menunjukkan bahwa
keterlibatan Dewan Komisaris, AC dan MO dapat mengganggu pengaruh manajemen laba
terhadap nilai perusahaan yang menguntungkan bagi para pemangku kepentingan.
Kata Kunci: Creative Accounting, BoC, AC, MO, ROA, ROE, MO
This study sought to analyze the direct influence of creative accounting on Bankings’ Value,
with Good Corporate Governance and Managerial Ownership serving as moderators. The
independent board of commissioners (BoC) and audit committee (AC) serve as proxies for
good corporate governance. We analyze the Banks’ value using three financial performance
ratios: return on assets (ROA), return on equity (ROE), and net interest margin (NIM). This
analysis is based on on data from 33 Indonesian banks from 2020 to 2023, including 132
observations. The data in this study were analyzed using generalized least squares method. By
conducting statistical analysis with Eviews 11, a computional tool for time series econometrics.
Our research found that creative accounting which is decided via discretionary accrual, has an
impact ROA and NIM. Furthermore, BoC, AC, and managerial ownership (MO) may influence
the impact of earnings management on ROA and NIM. However, according to the regression
results, creative accounting has a minor impact on ROE. Our research adds to the body of
empirical evidence that creative accounting fraud may have an influence on the Company’s
value. On the other hand, our research has revealed new information indicating that the
involvement of the BoC, AC and MO may interfere with the influence of earnings management
on the company’s value which benefits for stakeholders.
KEYWORDS: Creative Accounting, BoC, AC, MO, ROA, ROE, M
PENGARUH INDEPENDENSI DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP KUALITAS AUDIT: SEBUAH STUDI LITERATUR
This research is a literature study that aims to understand how independence and work
experience affect the quality of audits conducted by the Supreme Audit Agency of the Republic of
Indonesia (BPK RI). In this research, the author uses a descriptive method based on a review of
existing literature. The research process is carried out through several steps, namely collecting
data, analyzing the information obtained, and interpreting the results of the analysis. The data
used is taken from various journals that discuss the relationship between auditor independence
and their work experience. From the results of this study, it was found that both auditor
independence and work experience have a positive impact on the quality of the resulting audit.
This means that the more experience auditors have and the higher their level of independence,
the better the quality of the audit they perform. In other words, increasing experience and
maintaining strong independence will contribute to the reliability and credibility of the audit
results they perform. This is very important to ensure that the audited financial statements can
be trusted and provide accurate information to the public.
Keywords: Independence, Work Experience, Audit Quality, BPK RI
Penelitian ini adalah sebuah studi literatur yang bertujuan untuk memahami bagaimana
independensi dan pengalaman kerja memengaruhi kualitas audit yang dilakukan oleh Badan
Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Dalam penelitian ini, penulis menggunakan
metode deskriptif yang berlandaskan pada kajian literatur yang ada. Proses penelitian dilakukan
melalui beberapa langkah, yaitu mengumpulkan data, menganalisis informasi yang diperoleh,
dan menginterpretasikan hasil analisis tersebut. Data yang digunakan diambil dari berbagai jurnal
yang membahas tentang hubungan antara independensi auditor dan pengalaman kerja mereka.
Dari hasil studi ini, ditemukan bahwa baik independensi maupun pengalaman kerja auditor
memiliki dampak positif terhadap kualitas audit yang dihasilkan. Ini berarti bahwa semakin
banyak pengalaman yang dimiliki auditor dan semakin tinggi tingkat independensinya, maka
kualitas audit yang mereka lakukan juga akan semakin baik. Dengan kata lain, peningkatan
pengalaman dan menjaga independensi yang kuat akan berkontribusi pada keandalan dan
kredibilitas hasil audit yang mereka lakukan. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa
laporan keuangan yang diaudit dapat dipercaya dan memberikan informasi yang akurat kepada
publik.
Kata Kunci: Independensi, Pengalaman Kerja, Kualitas Audit, BPK R
PENGARUH CURRENT RATIO, NET PROFIT MARGIN, ASSETS TURNOVER DAN DEBT TO EQUITY TERHADAP MARKET TO BOOK RATIO PERUSAHAAN KELAPA SAWIT YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2019-2023
Penelitian ini membahas tentang analisis penerapan pengaruh current ratio, net profit
margin, assets turnover dan debt to equity terhadap market to book ratio perusahaan kelapasawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang sudah terdaftar dari tahun 2019 sampai tahun
2023. Data sekunder yang bersifat kuantitatif akan digunakan dalam penelitian ini. Dalampemilihan atau pengambilan sampel yang akan digunakan dalam penelitian kali ini, penelitimenggunakan purposive sampling. Analisis regresi data panel adalah metode analisis yang
digunakan kali ini dengan aplikasi eviews versi 13. Penelitian menggunakan laporan keuangandari 10 perusahaan yang bergerak di industri perkebunan kelapa sawit tahun 2019 sampai tahun2023 sebagai sampel penelitian. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan
studi literatur. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi data panel denganmodel Random Effects. Hasil dari penelitian yang dikerjakan dalam karya tulis ini adalah
current ratio (CR) dan net profit margin (NPM) telah dilakukan dan tidak mempunyaipengaruh signifikan terhadap market to book ratio. Sedangkan Asset Turn Over (ATO) dan
Debt to Equity Ratio (DER) mempunyai pengaruh signifikan terhadap market to book ratio.
Kata kunci: Rasio keuangan; Rasio lancar; Rasio pengembalian ekuitas; Perputaran total asset;Margin laba bersih; Rasio nilai perusahaan; Rasio hutang terhadap Ekuitas
This research discusses the analysis of the application of the influence of the Current
Ratio, Net Profit Margin, Assets Turnover and Debt to Equity on the Market to Book Ratio in
palm oil companies listed on the Indonesia Stock Exchange which are listed from 2019 to 2023.
Quantitative secondary data will be used in this research. In taking the samples used,
researchers used purposive sampling. Panel data regression analysis is the analysis method
used this time with the eviews version 13 application. This research uses the financial reports
of 10 companies operating in the palm oil plantation industry from 2019 to 2023 as the
research sample. Data collection techniques use documentation and literature study. The data
analysis method used is panel data regression analysis with the Random Effects model. The
results of this research are that the Current Ratio (CR) and Net Profit Margin (NPM) do not
have a significant influence on the Market to Book Ratio. Meanwhile, Asset Turn Over (ATO)
and Debt to Equity Ratio (DER) have a significant influence on the market to book ratio.
Keywords: Financial ratios; Current Ratio; Return on Equity; Total asset turnover; Net
profit margin; Market to book value ratio; Debt to equity ratio
KODE ETIK BPK DAN TANTANGAN PELAKSANAANNYA: PERSPEKTIF AUDITOR DAN AKUNTABILITAS PUBLIK
Audit merupakan bagian integral dalam pengelolaan keuangan negara, yang bertujuan
untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik. Penelitian
ini membahas pentingnya penerapan kode etik oleh auditor di Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK), serta tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Kode etik
BPK dirancang untuk menjaga independensi, integritas, dan objektivitas auditor, yang
sangat krusial dalam menghasilkan laporan audit yang dapat dipercaya oleh publik.
Namun, penerapan kode etik ini sering menghadapi hambatan dan tantangan yang
berpengaruh pada hasil audit yang dilaporkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kualitatif dengan data sekunder yang dikumpulkan dari artikel ilmiah, laporan, dan
dokumen yang relevan untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana kode etik
berfungsi dalam meningkatkan kualitas audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
meskipun kode etik BPK sudah diatur dengan jelas, pelaksanaannya masih
menghadapi berbagai tantangan yang mempengaruhi kualitas audit. Oleh karena itu,
penguatan implementasi kode etik melalui pelatihan berkelanjutan dan pengawasan
yang ketat sangat penting untuk memastikan akuntabilitas publik yang lebih baik guna
meningkatkan transparansi dan kualitas pengelolaan keuangan negara yang lebih
efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kata Kunci: Kode Etik; Auditor; Badan Pemeriksa Keuangan (BPK); Transparansi;
Akuntabilitas Publik
Audit is an integral part of the management of state finances, aimed at ensuring
transparency and accountability in the use of public funds. This study discusses the
importance of implementing a code of ethics by auditors at the Audit Board of the
Republic of Indonesia (BPK), as well as the challenges faced in its implementation.
The BPK code of ethics is designed to maintain the independence, integrity, and
objectivity of auditors, which are crucial in producing audit reports that can be trusted
by the public. However, the implementation of this code of ethics often faces obstacles
and challenges that affect the reported audit results. This research uses a qualitative
approach with secondary data collected from scientific articles, reports, and relevant
documents to delve deeper into how the code of ethics functions to improve audit
quality. The findings show that, although the BPK code of ethics is clearly defined, its
implementation still faces various challenges that affect audit quality. Therefore,
strengthening the implementation of the code of ethics through continuous training
and strict supervision is crucial to ensure better public accountability and improve the
transparency and quality of state financial management that is more efficient and
accountable.
Keywords: Code of Ethics; Auditor; Audit Board of the Republic of Indonesia (BPK);
Transparency; Public Accountabilit
Analisis Perlindungan Hukum Terhadap Penggunaan Merek Terkenal “Eiger” Pada Jenis Barang Dan Kelas Yang Sama (Studi Kasus Putusan Nomor 20 PK/Pdt.Sus-HKI/2020)
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 membuka peluang bagi pemegang merek terkenal mengajukan gugatan ke pengadilan apabila terjadi pelanggaran pendaftaran merek. Dalam pendaftaran merek dikenal dengan dua sistem pendaftaran, yakni sistem deklaratif dan sistem konstitutif. Terdapat Salah satu persoalan sengketa yang terjadi adalah kasus sengketa dari EIGER dengan surat gugatan pada tanggal 17 Juli 2019 dengan tergugat Budiman tjoh alias BT dan turut tergugat Kementrian Hukum Dan Ham Cq Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual. Penggugat atau RL merasa bahwa merek EIGER miliknya harus dilindungi dari tindakan penggunaan yang tidak sah oleh BT. Bagaimana perlindungan hukum terhadap penggunaan merek terkenal pada jenis barang dan atau jasa yang sama serta bagaimana tanggung jawab Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual. Dengan mengacu pada metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. DJKI harus membatalkan SK yang telah di terbitkan terhadap EIGER milik RL untuk kelas 25 walaupun EIGER milik RL sudah diakui secara internasional dan merupakan merek terkenal, karena Indonesia menganut prinsip first to file (pendaftar pertama). Menurut penulis kelemahan UU Merek dan Indikasi Geografis tersebut diatas yaitu tidak dicantumkannya pertanggungjawaban DITJEN KI apabila pendaftaran merek yang memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang sudah terdaftar lebih dahulu. Tanggung Jawab DITJEN KI Terhadap Penggunaan Jenis Barang Dan Atau Kelas Yang Sama tidak hanya sebatas menjalankan putusan saja akan tetapi harus adannya bentuk lain seperti menyiapkan kompensasi dalam bentuk apapun itu terhadap merek yang lebih dulu mendaftar
Dampak ChatGPT terhadap Auditor Eksternal: penelitian kualitatif
ChatGPT is a powerful AI chatbot developed by OpenAI that able to
generate human-quality text, translate languages, write different kinds of creative
content, and answer questions in an informative way. The potential to revolutionize
various industries, including education, business, finance and especially in auditing.
This research aims to investigate the specific impact of ChatGPT on external
auditors, particularly focusing on how it may transform their traditional role in
financial audits, also the concerns about ethical, data security, and job displacement
as AI automation becomes more prevalent. The research used a qualitative case
study design with a semi-structured interview guide to explore various aspects of
ChatGPT use by external auditors in Indonesia. Data will be gathered through indepth
interviews
with 7 participants.
Some auditors find ChatGPT valuable for improving efficiency in specific
areas tasks like drafting reports and contract verification, yet there remains caution
about over-reliance on AI, as it lacks the professional judgment necessary for
critical audit decisions. Auditors emphasize that, while ChatGPT can assist with
references and initial data checks, final audit conclusions should rest on human
expertise. Though ChatGPT has had little impact on established audit
methodologies, a few auditors see potential in customized AI tools for analyzing
large datasets securely, which could streamline certain aspects of the audit process.
However, most auditors maintain traditional methods, underscoring that AI
supplements but does not redefine auditing workflows. Ethical concerns,
particularly regarding confidentiality and data security, are prominent, as there is a
risk of data exposure when inputting client information into ChatGPT. To address
this, some firms have adopted policies to anonymize data or have opted for secure,
in-house AI systems to protect sensitive information.
Looking forward, ChatGPT is seen as a promising tool for automating repetitive
tasks, potentially impacting junior roles focused on administrative duties. However,
auditors widely agree that AI cannot replace the complex decision-making and
tailored insights needed in client-specific scenarios, suggesting that while AI may streamline processes, it is unlikely to replace human expertise in the foreseeable
future.
Keyword: Auditing, ChatGPT, External Auditor, Technology Adoption
ChatGPT adalah chatbot AI canggih yang dikembangkan oleh OpenAI yang
mampu menghasilkan teks berkualitas manusia, menerjemahkan bahasa, menulis
berbagai jenis konten kreatif, dan menjawab pertanyaan dengan cara yang
informatif. Potensi untuk merevolusi berbagai industri, termasuk pendidikan, bisnis,
keuangan dan khususnya di bidang audit. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki
dampak spesifik ChatGPT terhadap auditor eksternal, khususnya berfokus pada
bagaimana hal ini dapat mengubah peran tradisional mereka dalam audit keuangan,
juga kekhawatiran mengenai etika, keamanan data, dan perpindahan pekerjaan
seiring dengan semakin maraknya otomatisasi AI. Penelitian ini menggunakan
desain studi kasus kualitatif dengan panduan wawancara semi terstruktur untuk
mengeksplorasi berbagai aspek penggunaan ChatGPT oleh auditor eksternal di
Indonesia. Data akan dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 7
partisipan.
Beberapa auditor menganggap ChatGPT berguna untuk meningkatkan efisiensi
dalam tugas-tugas tertentu seperti menyusun laporan dan verifikasi kontrak, namun
masih ada kekhawatiran mengenai ketergantungan yang berlebihan pada AI, karena
AI tidak memiliki pertimbangan profesional yang diperlukan untuk mengambil
keputusan audit yang penting. Auditor menekankan bahwa, meskipun ChatGPT
dapat membantu dengan referensi dan pemeriksaan data awal, kesimpulan akhir
audit harus bergantung pada keahlian manusia. Meskipun ChatGPT berdampak
kecil pada metodologi audit yang sudah ada, beberapa auditor melihat potensi alat
AI yang disesuaikan untuk menganalisis kumpulan data besar dengan aman, yang
dapat menyederhanakan aspek-aspek tertentu dari proses audit. Namun, sebagian
besar auditor tetap mempertahankan metode tradisional, dengan menekankan
bahwa AI melengkapi namun tidak mendefinisikan ulang alur kerja audit.
Kekhawatiran etis, khususnya mengenai kerahasiaan dan keamanan data, sangat
menonjol, karena terdapat risiko paparan data saat memasukkan informasi klien ke
ChatGPT. Untuk mengatasi hal ini, beberapa perusahaan telah mengadopsi
kebijakan untuk menganonimkan data atau memilih sistem AI internal yang aman
untuk melindungi informasi sensitif. Ke depan, ChatGPT dipandang sebagai alat yang menjanjikan untuk
mengotomatiskan tugas yang berulang, yang berpotensi berdampak pada peran
junior yang berfokus pada tugas administratif. Namun, para auditor secara luas
sepakat bahwa AI tidak dapat menggantikan pengambilan keputusan yang
kompleks dan wawasan yang disesuaikan dengan kebutuhan dalam skenario
spesifik klien. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun AI dapat menyederhanakan
proses, AI kemungkinan tidak akan menggantikan keahlian manusia di masa
mendatang.
Kata Kunci: Audit, ChatGPT, Auditor Eksternal, Adopsi Teknolog
Efek Merger dan Akuisisi dalam meningkatkan nilai perusahaanmenggunakan metode Market Value Added dan Economic Value Added
Studi ini menganalisis dampak penggabungan PT Indosat Tbk dan akuisisi PT Sarana
Meditama Metropolitan Tbk terhadap nilai perusahaan dengan menggunakan Market Value
Added (MVA) dan Economic Value Added (EVA). Untuk PT Indosat Tbk, sebelum merger
dengan PT Hutchison 3 Indonesia pada tahun 2021, EVA menunjukkan nilai positif sebesar
4.001,25. Namun, setelah merger pada tahun 2023, EVA turun menjadi -166,93 karena investasi
modal tumbuh lebih cepat daripada keuntungan operasional. Tren negatif juga terlihat pada
MVA, yang menurun dari -1.880.257 pada tahun 2021 menjadi -14.811.839 pada tahun 2023,
menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya menghargai sinergi dari merger tersebut.
Sebaliknya, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk menunjukkan perkembangan positif
setelah akuisisi PT Elang Medika Corpora dan PT Kedoya Adyaraya Tbk pada tahun 2021.
MVA meningkat dari 1.637.176 pada tahun 2020 menjadi 1.397.834 pada tahun 2023,
meskipun EVA tetap negatif, yang menyoroti tantangan dalam mengelola biaya modal. Studi
ini merekomendasikan agar kedua perusahaan meningkatkan efisiensi operasional,
mengoptimalkan investasi, dan memperkuat komunikasi dengan investor untuk meningkatkan
nilai perusahaan di masa depan.
Kata kunci : Merger, Akuisisi, EVA, MVA, Nilai Perusahaan.
This study analyzes the impact of the merger of PT Indosat Tbk and the acquisition of
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk on company value using Market Value Added (MVA)
and Economic Value Added (EVA). For PT Indosat Tbk, prior to the merger with PT Hutchison
3 Indonesia in 2021, EVA showed a positive value of 4,001. 25. However, post-merger in 2023,
EVA dropped to -166.93 due to capital investments growing faster than operational profits. A
negative trend was also observed in MVA, declining from -1,880,257 in 2021 to -14,811,839 in
2023, indicating that the market has yet to fully appreciate the merger’s synergy. Conversely,
PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk showed positive developments following the
acquisition of PT Elang Medika Corpora and PT Kedoya Adyaraya Tbk in 2021. MVA
increased from 1,637,176 in 2020 to 1,397,834 in 2023, although EVA remained negative,
highlighting challenges in managing capital costs. This study recommends that both companies
enhance operational efficiency, optimize investments, and strengthen communication with
investors to improve company value in the future.
Kata Kunci : Merger, Acquisition, EVA, MVA, Company Value