Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Perancangan denah tata letak pabrik packaging menggunakan metode Systematic Layout Planning dan Computerized Relationship Layout Planning (T. Ind - 860)
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas tata letak pabrik pada perusahaan pembuatan kemasan karton. Dalam penelitian ini, metode Systematic Layout Planning (SLP) dan Computerized Relationship Layout Planning (CORELAP) diadopsi untuk merancang ulang tata letak pabrik guna memperpendek jarak dan meminimalkan waktu perpindahan material sehingga dapat meningkatkan aliran kerja. Pada tahap awal, dilakukan analisis mendalam terhadap tata letak pabrik yang ada dengan mengidentifikasi kendala-kendala yang mempengaruhi produktivitas. Setelah itu, alternative layout dirancang menggunakan metode SLP dan CORELAP yang kemudian dibandingkan hasilnya untuk menemukan solusi tata letak yang lebih efisien dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti jarak antar fasilitas, aliran material, dan kebutuhan ruang untuk setiap stasiun kerja. Hasil simulasi dan perhitungan menunjukkan bahwa perancangan ulang tata letak pabrik dengan pendekatan ini menghasilkan peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional. Adapun hasil layout terpilih dapat memberikan efisiensi biaya material handling hingga 70% dari layout awal dengan pengurangan jarak momen perpindahan per hari sebanyak 24.414 meter. Diharapkan bahwa penelitian ini tidak hanya memberikan kontribusi pada perusahaan ini secara khusus, tetapi juga memberikan wawasan bagi industri secara umum dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi melalui peningkatan tata letak pabrik
Penerapan total productive maintenance (TPM) untuk meningkatkan efektivitas mesin pengemas multivitamin di area departemen liquid perusahaan farmasi (T. Ind - 865)
Penelitian bertujuan untuk mengembangkan kursi ortopedik yang lebih terjangkau dengan memanfaatkan rotan sebagai alternatif bagi lateks yang umumnya digunakan. Penelitian ini menerapkan prinsip ergonomis berdasarkan data Antropometri, membagi produk menjadi dua bagian dengan dimensi yang sesuai. Produk yang dihasilkan memiliki ukuran 35 cm x 45 cm untuk bagian dudukan dan 30 cm x 32 cm untuk sandaran. Evaluasi produk menunjukkan bahwa kursi ini memenuhi kriteria awal dalam perancangan produk, termasuk kenyamanan, ketahanan, dan harga yang lebih terjangkau. Hal ini berpotensi membantu meningkatkan aksesibilitas terhadap alas duduk ortopedik dan meningkatkan kesadaran akan manfaatnya bagi masyarakat
Oasis modern Blok M: mengembalikan esensi tempat yang hilang dengan arsitektur berorientasi transit
Awal mulanya Mal Blok M merupakan sebuah pasar yang muncul akibat lahirnya terminal Blok M. Dalam perjalanannya, moda di kawasan Blok M terus berkembang dan tidak hanya terminal saja hingga menjadi sebuah kawasan transit. Tetapi Mal Blok M justru berhenti berkembang hingga di saat ini bisa dikatakan mati dan tidak berjalan. Dengan metode fenomenologi, penulis mencoba memahami fenomena yang terjadi di Mal Blok M dari masa ke masa, untuk bisa menemukan usulan fungsi baru yang bisa menghidupkan kembali Mal Blok M di masa kini. interaksi pengguna dari aktivitasnya dengan fungsi, akan menjadi acuan utama untuk menemukan fungsi yang paling cocok dengan pengguna di masa kini. Memahami pengguna di masa jaya Mal Blok M dari berbagai sumber dan mengetahui bagaimana mereka melakukan transit serta turut beraktivitas di Mal Blok M, akan menghasilkan gambaran ruang lingkup untuk bisa menemukan fungsi yang cocok bagi pengguna di masa kini yang masih terus aktif melakukan transit agar bisa kembali beraktivitas di Mal Blok M lagi
Ruah sayap mengudara
Place merupakan suatu tempat yang memiliki sebuah makna bagi seseorang ataupun dari sebuah tempatnya. Hilangnya makna tersebut akan menjadikan fenomena Placeless Place bagi suatu tempat. Seiring perkembangan zaman, banyak tempat yang mulai kehilangan maknanya salah satunya adalah Bandara Lama Kemayoran. Bandara Lama Kemayoran merupakan tempat bersejarah dengan nilai potensi kawasan yang signifikan. Sebagai bandara pertama di Indonesia dan bandara internasional tersibuk di masanya, Bandara Lama Kemayoran memiliki makna mendalam bagi sejarah penerbangan Indonesia. Namun, sejak resmi ditutup pada tahun 1991, bandara ini kehilangan fungsi dan eksistensinya, menjadi bangunan terbengkalai yang tak terawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembalikan identitas, budaya, dan sejarah Bandara Lama Kemayoran melalui pendekatan arsitektural Adaptive Reuse. Pendekatan ini melibatkan pemanfaatan kembali struktur bangunan lama dengan fungsi baru agar tetap memanfaatkan bagian dari dari sejarah yang terisa dan diharapkan menjadi potensi sarana rekreasi dan edukasi yang baru. Dengan demikian, potensi bandara ini dapat dimaksimalkan untuk menghadirkan wajah baru di Kemayoran, sekaligus mempertahankan warisan sejarah Bandara Lama Kemayoran maupun potensi dari sejarah-budaya Kemayoran sendiri yang memang kental dengan kebudayaan betawi. Dengan mengkolaborasikan kedua fungsi ini dapat menjadikan cirikhas dari bangunan ini. Melalui penelitian kualitatif, diharapkan pengembangan Bandara Lama Kemayoran dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, menjadikannya tempat yang bermakna kembali dan memperkuat identitas lokal
Akibat Hukum Terhadap Warisan Yang dialihkan Tanpa Persetujuan Ahli Waris(Studi Putusan Nomor: 107/PDT.G/2019/PN. PLK)
Implementation of the principle of Transparency Good Governance as an Effort to prevent & overcome Judicial Corruption in Judicial Institutions
Protection of The Notary Position in Monitoring Beneficial Ownership to Prevent The Misuse of Issued Documents
Redesain pasar bunga Cikini
Pasar Bunga Cikini yang dahulu terkenal sebagai surga bunga di Jakarta, kini hadir dengan wajah berbeda. Saat ini, pasar ini beroperasi di pinggir jalan, berjajar rapi di satu gang dengan sekat-sekat yang memisahkan antar kiosnya. Suasana pasar yang dulu semakin semarak dengan kehadiran para pedagang parsel yang menjajakan dagangannya di pinggir trotoar, meskipun tak jarang membuat kawasan pasar terlihat kurang tertata rapi. Daripada kembangnya yang terkenal, justru di masa kini, kuliner kaki lima di daerah ini lebih dikenal padahal merupakan pasar kembang. Sayangnya, keberadaan para pedagang ini mampu membuat sekitar Stasiun Cikini terlihat lebih kumuh dari yang seharusnya. Perubahan fisik dari kawasan ini mampu menghilangkan karakter awal yang terbentuk dari Pasar Bunga Cikini yang dulunya adalah penguasa di Jalan Cikini Kramat. Tujuan dari penelitian ini untuk membangkitkan kembali wajah Pasar Bunga Cikini menjadi pasar dengan edukasi tentang bunga yang ada di Jakarta. Penelitian ini dilakukan melalui kegiatan survey, analisis, serta wawancara terhadap pelaku-pelaku terlibat di Pasar Bunga Cikini. Hasil dari penelitian adalah pembangunan kembali pasar kembang dan pengembangan sekitar pasar dengan karakter dari bunga yang dapat menarik para pengunjung. Temuan utama dari penelitian ini adalah perubahan ruang publik Cikini menjadi kawasan berkarakter bunga dengan hubungan antara warga lokal dan pengunjung. Aspek baru yang diharapkan adalah membentuk kembali wajah Jalan Cikini Kramat menjadi kawasan berkarakter
Perjanjian Sumber Daya Non-Hayati Di Wilayah Perbatasan Maritim Di Dua Negara Ditinjau Dari Hukum Laut Internasional
Ketika membahas sumber daya alam, terutama minyak bumi dan gas alam, perjanjian kerja sama menjadi penting untuk memaksimalkan kerja sama sumber daya dan mendorong kerja sama global. Posisi perjanjian kerja sama untuk sumber daya gas alam dan minyak bumi dalam domain laut dua negara terpisah menurut hukum maritim internasional diteliti dalam penelitian ini, bersama dengan implikasinya terhadap perjanjian batas maritim saat ini. Di sini, bahan hukum sekunder dan tersier, seperti peraturan internasional dan literatur akademis digunakan dalam pendekatan penelitian hukum normatif. Menurut penelitian ini, perjanjian bilateral yang dikenal sebagai perjanjian kerja sama digunakan untuk mengontrol kerja sama dalam ekstraksi sumber daya gas alam dan minyak bumi. Negara-negara peserta memiliki kekuatan untuk menentukan syarat-syarat eksploitasi dan distribusi hak dan kewajiban dalam kerangka ini. Ada beberapa model perjanjian kerja sama yang diakui, termasuk model pengembangan trustee, model dua negara, model satu negara, dan model entitas bersama. Perjanjian kerja sama penting karena membantu negara-negara bekerja sama lebih erat untuk mengembangkan sumber daya gas alam dan minyak bumi di daerah maritim bersama
Analisis Terhadap Gugatan Tidak Dapat Diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard) Perkara Gugatan Cerai (Studi Putusan Nomor 268/PDT/2021/PT.SBY)
Perceraian merupakan suatu pemutusan hubungan perkawinan antara dua belah pihak. Gugatan tidak dapat diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard) merupakan suatu gugatan yang memiliki sebuah cacat formil didalamnya. Gugatan yang mengandung cacat formil disebabkan oleh beberapa syarat diantaranya gugatan tidak berdasarkan hukum, gugatan melanggar kompetensi pengadilan, gugatan error in persona, gugatan nebis in idem, gugatan kabur dan gugatan tidak memiliki kepentingan hukum. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana upaya hukum yang dapat dilakukan terhadap Gugatan Tidak Dapat Diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard) berdasarkan putusan nomor 268/PDT/2021/PT. SBY. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan upaya hukum apa yang dapat dilakukan terhadap gugatan tidak dapat diterima. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, berdasarkan studi kasus, peraturan perundang-undangan, dan beberapa bahan hukum lainnya. Sumber data penelitian ini berasal dari putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, dan wawancara. Penelitian ini bersifat preskriptif analisis. Putusan nomor 268/PDT/2021/PT.SBY terdapat kejanggalan dalam putusannya, majelis hakim menilai bahwa gugatan penggugat tidak dapat diterima hal tersebut disebabkan oleh tidak adanya hal baru yang perlu dipertimbangkan. Hasil dan kesimpulan dari penelitian terdapat dua upaya hukum yang dapat dilakukan jika suatu gugatan perceraian tidak dapat diterima, yaitu menaikkan tingkatan peradilan, dan mengajukan gugatan ulang pada pengadilan negeri yang sama