Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Kepastian Hukum Akta Yang Dibuat Oleh Notaris Dengan Cara Elektronik (Cyber Notary)
Penelitian ini membahas terkait Cyber Notary di bidang kenotariatan merupakan istilah baru yang populer ketika dunia digital mulai memasuki tahap perkembangan yang semakin canggih di bidang teknologi dan informasi serta menempatkan dan membahas konsep dari Cyber Notary secara bertahap. Cyber Notary juga memberikan secercah harapan kepada Notaris khususnya dalam proses pembuatan dokumen digital. Konsep besar dari Cyber Notary ini juga menjadi perdebatan panjang dan penelitian yang mendalam oleh para praktisi di dunia notaris. Inovasi yang dimodifikasi dengan penguatan bidang teknologi akan mampu membuat gebrakan baru yang akan memiliki dampak positif kepada notaris sehingga notaris bisa bekerja semakin cepat yang akhirnya bermuara pada peningkatan kecepatan dan kemudahan berusaha di negara Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa secara menyeluruh bagaimana konsep tematik Cyber Notary dalam sistem hukum di Indonesia. Lebih khususnya bagaimana kepastian hukum dan perlindungan hukum dari sistem Cyber Notary itu dapat diterapkan setelah adanya kewenangan notaris yang dituangkan dalam penjelasan pasal 15 ayat 3 No. 2 Tahun 2014 Perubahan atas Undang-Undang No 30. Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian normatif dengan mempelajari peraturan perundang-undangan, dan teori-teori hukum yang terkait. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepastian hukum atas akta yang dibuat berdasarkan metode Cyber Notary masih sebatas bekerja secara elektronik saja (e-notary) yakni pendirian dan pendaftaran beberapa akta melalui AHU online, Cyber Notary belum sepenuhnya berlaku seperti negara- negara lain. Beberapa negara telah mempraktekkan Cyber Notary lebih jauh serta dengan perlindungan hukum yang jelas bagi notaris oleh karena telah adanya ketentuan undang-undang yang mengaturnya
Perlindungan Hukum Bagi Pemegang Sertipikat Hak Milik Tanah Yang Digandakan Oleh Kantor Pertanahan (STUDI KASUS PUTUSAN NOMOR : 78/G/2021/PTUN/.MDN)
Penelitian ini membahas perlindungan hukum bagi pemegang sertipikat hak milik yang tanahnya diterbitkan kembali dengan sertipikat atas nama pihak lain dan tanggung jawab penerbitan sertipikat hak atas tanah tanpa warkah oleh Kantor Pertanahan, berdasarkan Putusan Nomor 78/G/2021/PTUN.MDN. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perlindungan hukum dan tanggung jawab administratif dalam penerbitan sertipikat ganda serta menyajikan saran untuk memperbaiki sistem pendaftaran tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan peraturan perundang- undangan dan studi kasus. Kesimpulannya, pemegang sertipikat hak milik harus dilindungi secara hukum melalui mekanisme keberatan dan gugatan, sementara Kepala Kantor Pertanahan bertanggung jawab penuh atas kesalahan administrasi penerbitan sertipikat tanpa warkah. Untuk mencegah kasus serupa, perlu peningkatan pengawasan, akurasi data, dan penggunaan teknologi informasi yang lebih canggih, serta pelatihan bagi petugas pertanahan
PENGARUH PROFITABILITAS, LIKUIDITAS, DAN KOMISARIS INDEPENDEN TERHADAP TAX AVOIDANCE, DIMODERASIKAN CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN BATUBARA TERDAFTAR DI BEI 2018-2022
Penelitian ini menganalisis pengaruh profitabilitas, likuiditas, dan komisaris independen terhadap
tax avoidance dengan CSR sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan adalah analisis
regresi linear berganda dengan Eviews 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas
(ROA), likuiditas (CR), dan komisaris independen berpengaruh negatif signifikan terhadap tax
avoidance (ETR). CSR tidak mempengaruhi hubungan antara ROA dan tax avoidance, maupun
antara CR dan tax avoidance. Namun, CSR memperlemah pengaruh komisaris independen
terhadap tax avoidance.
Kata kunci: Profitabilitas, Likuiditas, Komisaris Independen, Corporate Social
Responsibility, Penghindaran Pajak.
This study analyzes the impact of profitability, liquidity, and independent commissioners on tax
avoidance, with CSR as a mediating variable. The method used is multiple linear regression
analysis with Eviews 10. The results show that profitability (ROA), liquidity (CR), and independent
commissioners have a significant negative effect on tax avoidance (ETR). CSR does not affect the
relationship between ROA and tax avoidance, nor between CR and tax avoidance. However, CSR
weakens the effect of independent commissioners on tax avoidance.
Keywords: Profitability, Liquidity, Independent Commissioners, Corporate Social
Responsibility, Tax Avoidance
PENGARUH KONSERVATISME AKUNTANSI, KESULITAN KEUANGAN DAN HARGA TRANSFER TERHADAP TAX AVOIDANCE DENGAN KARAKTERISTIK EKSEKUTIF SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BEI TAHUN 2019-2023
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh dari konservatisme
akuntansi, kesulitan keuangan, dan harga transfer terhadap tax avoidance dengan
karakteritik eksekutif sebagai variable moderasi pada Perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI periode 2019 – 2023. Tax avoidance merupakan bagian dari
tax planning untuk mengurangi beban pajak yang masih harus dibayar sesuai
dengan peraturan yang berlaku. Tax avoidance dapat diukur dengan menggunakan
Cash Effective Tax Rate (CETR). Penentuan sampel menggunakan metode
purposive sampling. Jumlah sampel yang terpilih pada penelitian ini sebanyak 34
perusahaan dengan jumlah sampel sebanyak 170 data sampel. Penelitian ini
membukti bahwa Konservatisme akuntansi dan Harga Transfer tidak berpengaruh
terhadap tax avoidance, sedangkan Kesulitan Keuangan berpengaruh negative
terhadap tax avoidance. Sedangkan karakteristik eksekutif tidak mampu
memoderasi hubungan antara konservatisme akuntansi dan terhadap Harga
Transfer dengan tax avoidance. Sedangkan karakteristik eksekutif mampu
memoderasi hubungan antara kesulitan keuangan dengan tax avoidance secara
positif.
Kata Kunci —— Tax avoidance, Konservatisme Akuntansi, Kesulitan Keuangan,
Harga Transfer, Karakteristik Eksekutif.
This research was conducted to determine the effect of accounting conservatism,
financial distress, and transfer pricing on tax avoidance with executive
characteristics as a moderating variable in manufacturing companies listed on
the IDX for the 2019 - 2023 period. Tax avoidance is part of tax planning carried
out to reduce the tax expense that must be paid by applicable regulations. Tax
avoidance can be measured using the Cash Effective Tax Rate (CETR). The
sample was determined using the purposive sampling method. The number of
samples selected in this research was 34 companies with a total sample of 170
sample data. This research proves that accounting conservatism and transfer
pricing don’t effect on tax avoidance, while financial distress has a negative effect
on tax avoidance. Meanwhile, executive characteristics unable moderate
relationship between accounting conservatism and Transfer Pricing with tax
avoidance. Meanwhile, executive characteristics able positively moderate
relationship between financial distress and tax avoidance.
Keywords —— Tax avoidance, Conservatisme Accounting, Financial Distress,
Transfer Pricing, Execitive Characteristic