Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
PENGARUH INTENSITAS MODAL, KINERJA KEUANGAN, TERHADAPTAX AVOIDANCE PADA PERIODE NON COVID-19 DAN COVID-19 (Studi Empiris Pada Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals Periode 2017-2022)
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah intensitas modal dan
kinerja keuangan dapat mempengaruhi penghindaran pajak selama periode non-
COVID-19 dan COVID-19 dengan profitabilitas sebagai variabel kontrol.
Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan fokus pada perusahaan sektor
Consumer Non-Cyclicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari tahun
2017 sampai dengan tahun 2022. Teknik pengambilan sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan menggunakan data yang
bersumber dari laporan keuangan tahunan yang tersedia di www.idx.co.id dan
situs web perusahaan masing-masing. Jumlah perusahaan yang digunakan adalah
30 perusahaan sebagai populasi, dengan total 180 data sampel untuk observasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas modal dan kinerja keuangan
berpengaruh positif signifikan terhadap penghindaran pajak, pada periode non-
COVID-19 dan COVID-19.
Kata Kunci: Intensitas Modal, Kinerja Keuangan, Periode Non COVID-19
dan COVID-19, Penghindaran Pajak
The purpose of this study is to examine whether capital intensity and financial
performance can affect tax avoidance during the non-COVID-19 and COVID-19
periods with profitability as a control variable. This study uses secondary data
focusing on Consumer Non-Cyclicals sector companies listed on the Indonesia
Stock Exchange (IDX) from 2017 to 2022. The sampling technique used in this
study is purposive sampling by utilizing data sourced from annual financial
reports available at www.idx.co.id and the respective company websites. The
number of companies used is 30 companies as the population, with a total of 180
sample data for observation. The results of the study indicate that capital intensity
and financial performance have a significant positive effect on tax avoidance, in
the non-COVID-19 and COVID-19 periods.
Keywords: Capital Intensity, Financial Performance, Non COVID-19 and COVID19
Periods,
Tax Avoidanc
Pengaruh Likuiditas, Profitabilitas Dan Leverage Terhadap Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Sektor Konsumen Primer Yang Terdaftar Di BEI Periode 2021-2023
Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh likuiditas,
profitabilitas, dan Leverage terhadap opini audit going concern pada perusahaan
sektor konsumen primer yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Populasi
penelitian ini adalah dari periode 2021- 2023 dengan menggunakan 231 data yang
terdiri dari 77 perusahaan sektor konsumen primer yang telah diseleksi melalui
metode purposive sampling. Software yang digunakan untuk mengolah data dalam
penelitian ini adalah SPSS. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa likuiditas
memiliki pengaruh signifikan terhadap opini audit going concern, profitabilitas
memiliki pengaruh signifikan terhadap opini audit going concern. Sedangkan,
leverage tidak berpengaruh terhadap opini audit going concern
Kata kunci : Opini audit going concern, Likuiditas, Profitabilitas, Leverage
Model Alternatif Penyelesaian Sengketa Terhadap Perceraian Akibat Perkawinan di bawah Umur di Indonesia
Hampir genap lima tahun berlalu, sejak Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan disahkan. Perubahan atas ketentuan batas usia perkawinan serta syarat-syarat pengecualiannya dalam bentuk dispensiasi yang awalnya dipersepsikan akan menjadi harapan baru orientasi perkawinan yang lebih memperkuat dan memperkokoh keutuhan rumah tangga, ternyata masih jauh dari kata sesuai. Permasalahan justru semakin bermunculan dengan banyaknya dispensasi kawin yang justru memiliki korelasi dengan tingginya angka perceraian di Indonesia. Penulisan ini membahas masalah relevansi antara dispensasi perkawinan dengan tingginya angka perceraian.Tujuan penulisan ini adalah untuk menemukan kondisi perceraian akibat perkawinan di bawah umur terus meningkat, upaya yang dilakukan untuk menekan jumlah perceraian akibat perkawinan di bawah umur, serta tawaran berkaitan dengan model alternatif penyelesaian sengketa terhadap perceraian akibat perkawinan di bawah umur di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan jenis penelitian empiris dengan pendekatan Kualitatif. Penelitian ini menghasilkan tiga kesimpulan: Pertama, tingginya angka perceraian di Indonesia pada secara teoretis memiliki hubungan kausalitas dengan tingginya angka dispensasi perkawinan yang menandakan juga banyaknya perkawinan di bawah umur berdasarkan faktor kekhawatiran wali akan perbuatan zina, ekonomi keluarga, pendidikan yang terputus, dan kehamilan di luar nikah. Kedua, upaya yang dapat dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan cara penguatan dan perlindungan hukum, optimalisasi pendidikan dan kesadaran hukum, serta dukungan pemberdayaan ekonomi. Ketiga, adapun model penyelesaian sengketa yang dapat digunakan adalah melalui facilitative mediation dan transformative mediation
Metode Omnibus Dalam Penataan Legislasi di Indonesia (Analisis Legislasi di Bidang Perpajakan)
Indonesia sebagai negara hukum menyebabkan segala aspek kehidupan dalam kemasyarakatan, kenegaraan, dan pemerintahan harus berdasarkan atas hukum yang dituangkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan. Namun, hal tersebut masih terjadi hiper-regulasi dan tumpang tindihnya pengaturan, salah satunya yaitu peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Padahal pajak merupakan sumber utama pendapatan negara dan stimulus pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Permasalahan tersebut tidak tidak hanya bisa diselesaikan melalui harmonisasi melainkan membutuhkan terobosan hukum dengan menggunakan metode omnibus law. Pesatnya perkembangan sosial ekonomi sebagai hasil pembangunan nasional dan globalisasi serta reformasi di berbagai bidang mendorong diperlukannya perubahan undang-undang tersebut guna meningkatkan fungsi dan peranannya dalam rangka mendukung kebijakan pembangunan nasional khususnya di bidang ekonomi. Karena itu, penleiti bertujuan meniliti metode omnibus dalam penataan legislasi di Indonesia (analisis legislasi di bidang perpajakan). Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian hukum normatif. Adapun pendekatan yang akan digunakan adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan analitis (analytical approach), dan pendekatan kuantitatif dengan statistik inferensia. Metode omnibus law sangat dibutuhkan untuk memenuhi komponen substansi legislasi di bidang perpajakan dengan menghimpunnya dalam 1 (satu) naskah yaitu mengatur ketentuan umum perpajakan, pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai barang dan jasa dan pajak penjualan atas barang mewah, cukai, program pengungkapan sukarela, dan pengenaan pajak karbon. Dengan adanya Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 91/PUU-XVIII/2020 menjadikan dasar bagi pembentuk Undang-Undang untuk memperbaiki proses legislasi khususnya yang menggunakan metode omnibus law antara lain diperlukan perubahan terlebih dahulu terhadap Undang-Undang tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, metode omni
bus sebagai instrumen penataan legislasi dapat dilakukan dengan berbagai metode yaitu goulatine approach atau pendekatan regulatory guillotine, sunset clause, One-In, One
-Out/OIOO (satu masuk satu keluar), the red tape challenge, dan moratorium. Namun, asas keterbukaan dan partisipasi masyarakat dalam setiap proses pembentukan legislasi harus dipenuhi. Kedua, penerapan metode omnibus secara teknis dan substansi dalam legislasi bidang perpajakan sangat dibutuhkan untuk memenuhi komponen substansi peraturan
perundang-undangan yang dapat dengan mudah dipahami oleh masyarakat dengan menghimpunnya dalam 1 (satu) naskah. Ketiga, indikator ketepatan dalam penggunaan metode omnibus ini yaitu berpedoman pada Undang-undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, kajian Regulatory Impact Assessment (RIA), dan pengukuran efektivitas dengan uji komparasi. Keempat, metode omnibus UU tentang HPP memiliki potensi untuk meningkatkan pendapatan
perpajakan dan tax rasio