Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
43693 research outputs found
Sort by
Tanggung Jawab Kepala Badan Pertanahan Nasional Terhadap Penerebitan Sertifikat Hak Milik Atas Tanah Yang Cacat Hukum Administrasi Di Kota Tarakan (Studi Putusan No.181/B/2022/PT.TUN.JKT)
Sertifikat Hak Milik yang disingkat (SHM) atas tanah yang cacat administrasi timbul akibat beberapa factor yang terjadi sebagai bentuk kesengajaan ataupun kekeliruan serta kesalahan dalam data yang diberikan oleh sipemohon ketika pembuatan sertifikat berlangsung, atau bisa terjadi karena kesalahan obyek dan subyek yang disengajai atau tidak disengajai. Kesalahan obyeknya seperti kesalahan dalam pemetaan dan pengukuran tanah sedangkan kesalahan dalam subyeknya seperti kesalahan dari sipemohon yang tidak benar memberikan keterangan. adanya kaitannya dengan permasalahan atas kasus No. 181/B/2022/PT.TUN.JKT, dimana putusan hakim mengabulkanGugatan Penggugat untuk Seluruhnya. Timbulnya permasalahan bagaimana prosedur admninistasi pendaftaran Sertifikat Hak Milik atas Tanah pada kantor Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara serta bagaimana tanggung jawab dan kewenangan Kepala Kantor Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tarakan dalam Putusan Banding Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara DKI Jakarta Nomor 181/B/2022/PT.TUN.JKT.Metode yang digunakan yaitu yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan undang-undang. Hasil analisis menyimpulkan bahwa bahwa secara prosedural dalam menerbitkan sertifikat merupakan kewenangan Bapan Pertanahan, sehingga harus menerapkan prosedur dan menggunakan prinsip kehati-hatian, dengan adanya kekeliruan atas penerbitan sertifikat yang diterbitkan oleh Badang Pertanahan Negara dalam menerbitkan sertifikat hak milik nomor 01612, maka Tanggung jawab yang dibebankan kepada Kepala Kantor Pertanahan yaitu tanggung jawab administrasi, atas nama YOSEPH JALAQ selaku Pemegang Hak yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kota Tarakan
Pengurusan Harta Anak Di Bawah Umur Yang Berada Di Bawah Perwalian (Studi Penetapan Pengadilan Agama Jayapura Nomor 67/Pdt.P/2022/PA Jpr)
Pengurusan perwalian anak di bawah umur adalah pemberian pelayanan dalam hal anak di bawah umur berada di bawah kekuasaan wali yang meliputi pengawasan terhadap pelaksanaan tugas perwalian terhadap anak di bawah umur yang tidak berada di bawah penguasaan orang tua dan pengurusan harta benda anak sebagaimana diatur menurut undang-undang. Seseorang juga dapat ditetapkan menjadi wali anak melalui penetapan Pengadilan Negeri atau Pengadilan Agama. Umumnya permohonan perwalian anak yang beragama Islam diajukan ke Pengadilan Agama dan permohonan perwalian anak yang beragama non islam diajukan ke Pengadilan Negeri
Perbuatan Melawan Hukum Kreditur Dalam Proses Pelaksanaan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan (Studi Kasus Putusan NO. 95/PDT.G/2021/PN SBY)
Hak tanggungan merupakan salah satu lembaga jaminan yang digunakan sebagai jaminan benda tidak bergerak, seperti tanah maupun bangunan. Jaminan hak tanggungan merupakan syarat apabila seorang debitur ingin mendapatkan pinjaman dari perbankan. Hak tanggungan akan dieksekusi oleh kreditur apabila debitur tidak dapat mengembalikan pinjamannya. Namun demikian, kreditur juga dapat digugat karena melakukan perbuatan melawan hukum dalam melakukan eksekusi jaminan hak tanggungan. Dalam hal ini akan ditelaah apakah kreditur dalam Putusan Nomor 95/Pdt.G/2021/PN SBY melakukan perbuatan melawan hukum dalam melakukan eksekusi hak tanggungan. Penelitian ini adalah penelitan hukum normatif yang dilakukan secara deskriptif analitis dan menggunakan pendekatan undang-undang. Dari hasil penelitian ini, dapat diketahui bahwa kreditur tidak dapat dikatakan melakukan perbuatan hukum karena semua dalil gugatan debitur tidak dapat dibuktikan, mulai dari pemberikan restrukturisasi kredit, pelanggaran klausula baku, dan penyimpangan oleh kreditur dalam pemberian kredit. Selain itu juga, gugatan yang diajukan oleh kreditur tidak memenuhi persyaratan formil
Perancangan ulang identitas visual Pempek Palembang "Rajo Iwak" Jakarta Barat (DKV - 3092)
Palembang merupakan Ibu kota dari Sumatera selatan. Selain dikenal memiliki Wisata dan Peninggalan Sejarahnya. Kota yang dikenal dengan jembatan ampera ini juga memiliki makanan khas, yang paling terkenal salah satunya yaitu Pempek. Pempek merupakan makanan yang kaya akan protein, Di zaman yang semakin Modern ini Perkembangan Industri semakin meningkat, Dikarenakan kuliner Menjadi kebutuhan sehari-hari bagi Masyarakat. sebuah bisnis perlu memiliki identitas visual yang berguna sebagai simbol atau lambang yang bertujuan untuk membedakan produk yang satu dan produk yang lainnya. Pempek Rajo Iwak bergerak dalam bidang kuliner yang sudah berdiri sejak tahun 2011. Pempek Rajo Iwak sama sekali belum pernah dilakukan Pembaharuan dari segi identitas visualnya yang mengakibatkan Pempek Rajo Iwak ini semakin terbelakang dibandingkan dengan kompetitor lainnya. Perancangan ulang ini bertujuan untuk Membangkitkan identitas visual Pempek Rajo Iwak agar lebih Eye catching dengan mengikuti perkembangan zaman yang semakin Modern saat ini
Positive Criminal Law Regulations Regarding the Crime of Cyberbullying as a Form of Cyber Crime
This research aims to examine positive criminal law
regulations related to criminal acts of cyberbullying as
a form of cybercrime in Indonesia. Through a legislative
approach, this research analyzes related legal
developments in cyberbullying, with a focus on Law
Number 11 of 2008 concerning Electronic Information
and Transactions (UU ITE) and amendments through
Law Number 19 of 2016. The research results show that
the ITE Law provides a strong legal basis for dealing
with cyberbullying, with heavy sanctions for
perpetrators. However, this regulation has also drawn
criticism regarding potential restrictions on freedom of
speech. Thoughtful law enforcement, education, and
awareness of online ethics are important in addressing
this problem. Legal changes and a holistic approach are
needed to face challenges in the ever-evolving digital
era
Analisa struktur mikro dan kekerasan paduan silikon emulsi & graphene oxide coating material visor helm (TM - 1380)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur mikro dan kekerasan dari paduan silikon emulsi yang dilapisi dengan graphene oxide pada visor helm. Paduan tersebut dipilih karena memiliki potensi untuk meningkatkan performa visor helm dalam hal kekuatan mekanis dan ketahanan terhadap lingkungan eksternal. Penemuan ini memberikan gambaran yang jelas tentang potensi aplikasi paduan silikon emulsi yang dilapisi dengan graphene oxide dalam meningkatkan performa visor helm. Hasil analisis struktur mikro dan kekerasan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang sifat material, yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan material pelindung yang lebih efektif dan aman untuk digunakan dalam industri helm keselamatan. Coating pada umum nya memiliki bahan yang berupa cair atau padat. Coating memang sudah dikenal dari zaman dulu untuk melindungi sebuah benda atau bangunan. coating dapat diaplikasikan hampir seluruh permukaan subtrat yang bertujuan untuk melapisi dan melindungi permukaan tersebut. Visor helm polikarbonat adalah bahan yang digunakan saat ini. Kaca Helm Plastik (Polycarbonate) memiliki kelebihan dan kekurangan, kelebihan kaca helm plastik yang pertama adalah sifatnya yang fleksibel. Fleksibilitas yang dimilikinya membuatnya lebih tahan menerima dampak benturan saat terjadi insiden
Investigasi rancangan vacuum gripper untuk aplikasi label dengan metode CFD di PT. Matahari Megah (TM - 1392)
Saat ini penerapan otomasi pada sektor manufaktur menjadi penting dalam meningkatkan efisiensi produksi. Salah satu variasi dalam otomasi industri adalah vacuum gripper. Vacuum gripper dirancang khusus untuk menangani benda kerja tertentu, seperti aplikasi pelabelan. Label dengan ukuran 100 mm x 100 mm dan berat 0,5 gram memiliki karakteristik yang mudah tertekuk dan akan menempel dengan kuat pada permukaan benda setelah dikelupas dikarenakan lem yang ada, sehingga diperlukannya sebuah vacuum gripper khusus untuk memenuhi pekerjaan tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan 2 metode, yaitu metode pengujian eksperimental dan simulasi CFD. Metode eksperimental dilakukan dengan pengambilan data dengan Arduino. Data dari eksperimen tersebut nantinya akan digunakan untuk proses simulasi CFD. Berdasarkan pengujian eksperimen tersebut didapatkan tekanan vakum dan evacuatin time yang dibutuhkan untuk mengangkat label. Rata-rata tekanan vakum saat mengangkat label sebesar -44,372 kPa, dengan penyimpangan nilai tekanan sebesar 0,167 kPa atau 0,377 %. Waktu rata-rata evacuation time yang dibutuhkan untuk satu kali mengangkat label adalah 0,63 detik. Pada saluran vacuum gripper tekanan vakum berada diantara -44371,90 Pa sampai -44372,04 Pa. Sedangkan kecepatan aliran pada saluran vacuum gripper berada diantara 0,0256 m/s sampai 0,0897 m/s, dengan kecepatan maksimal mencapai 0,1571 m/s pada beberapa titik. Pada bagian inlet vacuum gripper tekanan vakum yang dihasilkan berkisar diantara -44372 Pa. Tekanan vakum terbesar berada pada lubang inlet 12 dengan nilai -44372,11 Pa, sedangkan nilai tekanan vakum terkecil berada pada lubang inlet 1 dengan nilai -44371,86 Pa. Tekanan terdistribusi merata pada seluruh suction point dan desain yang dibuat sesuai dengan kebutuhan
Karakteristik aerodinamika variasi model uji AF100 subsonic wind tunnel dengan metode CFD (TM - 1393)
Bidang aerodinamika telah mengalami riset dan pengembangan yang pesat dengan tujuan untuk mendapatkan desain, efisiensi, dan performa aerodinamis untuk meningkatkan efisiensi profil aliran fluida. Salah satu cara yang dilakukan adalah simulasi numerik dengan metode computational fluid dynamics (CFD) karena merupakan tools yang efektif untuk desain dan analisis aerodinamika, dengan biaya terjangkau, hasil simulasi yang cukup akurat, fleksibilitas desain, serta waktu riset yang cukup cepat. Pada penelitian ini, dilakukan simulasi CFD dengan metode numerik menggunakan Ansys Workbench 2023 R2 Student Version pada model uji NACA 0012 300 mm dengan surface roughness 1.521 x 10-5 m dan NACA 2412 152 mm x 300 mm dengan surface roughness 1.475 x 10-5 m, terbuat dari material PLA+ dengan variasi sudut serang dan kecepatan aliran berdasarkan user guide AF100 subsonic wind tunnel. Selanjutnya silinder dengan surface roughness 2.472 x 10-6 dengan variasi kecepatan aliran berdasarkan user guide AF100 subsonic wind tunnel. Hasil yang didapatkan berupa profil aliran fluida pada tiap variasi serta lift coefficient dan drag coefficient. Berdasarkan simulasi yang dilakukan, terlihat bahwa pada aerofoil NACA 0012 sudut serang 12° dengan kecepatan 15 m/s merupakan variasi sudut serang dan kecepatan yang paling efektif karena menghasilkan lift coefficient yang tinggi, sebesar 0,67971 dan dengan drag coefficient yang rendah sebesar 0,06817. Pada NACA 2412, sudut serang sudut serang 12° dengan kecepatan 15 m/s juga merupakan variasi sudut serang dan kecepatan yang paling efektif dengan lift coefficient sebesar 0,57931 dan drag coefficient sebesar 0,04004. Pada silinder, variasi kecepatan 15 m/s merupakan variasi yang paling efektif karena memiliki drag coefficient terendah sebesar 0,21857. Jadi, dapat dikatakan bahwa peningkatan sudut serang dan kecepatan aliran menunjukkan peningkatan efektivitas dalam menghasilkan lift dengan drag yang berkurang, dengan sudut serang paling efektif sebesar 12°
Pengembangan desain dan rangkaian cooler box berbasis termoelektrik untuk rajungan (Portunus Pelagicus) (TM - 1395)
Indonesia adalah negara kepulauan dengan perekonomian yang berasal dari kekayaan perikanannya. Rajungan merupakan salah satu kekayaan perikanan yang dimiliki oleh Indonesia dengan nilai ekonomis yang tinggi, dan sangat diminati oleh masyarakat. Diperlukan temperatur khusus untuk menangani rajungan yaitu -1°C sampai -5°C. Oleh karena itu, diperlukan kotak pendingin untuk penyimpanannya. Dikarenakan kotak pendingin konvensional memerlukan banyak energi dan memakan tempat yang banyak, maka kotak pendingin termoelektrik menjadi alternatif kotak pendingin konvensional. Kotak pendingin termoelektrik sudah dibuat sebelumnya dan memiliki efisiensi yang kurang baik serta temperatur maksimum yang dapat dicapai belum memenuhi temperatur penyimpanan rajungan. Kotak pendingin termoelektrik sebelumnya memerlukan daya sebesar 432 Watt, dan temperatur maksimum yang dicapai adalah 16,3°C dalam waktu 60 menit. Sehingga diperlukan inovasi desain dan rangkaian kotak pendingin termoelektrik baru yang lebih efisien. Untuk cooler box dengan bidang konduksi, memerlukan daya sebesar 149,2 Watt dan mencapai temperatur maksimum 18,8°C dalam waktu 120 menit. Dengan adanya bidang konduksi yang lebih luas akan mempercepat distribusi temperatur yang merata
Implementasi six sigma untuk perbaikan kualitas Isolator keramik (T. Ind - 836)
Pengendalian kualitas suatu produk dalam suatu perusahaan adalah permintaan untuk memenuhi dan mencapai kualitas produk sesuai dengan standar yang ada. Dengan pengendalian kualitas suatu masalah atau cacat pada produk yang dihasilkan dapat terlihat. Penelitian dilakukan di perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan dengan memproduksi produk berupa isolator keramik. Pada perusahaan ini, cacat yang dihasilkan disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesalahan manusia, lingkungan, dan juga metode yang digunakan. Ada 4 jenis cacat yang diproduksi, yaitu leher produk patah, tubuh produk patah, patah produk patah, dan keropos. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penyebab cacat dari cacat yang ada, kemudian mencari tahu solusi atau tindakan perbaikan untuk kegagalan prioritas kegagalan mana yang perlu dikurangi. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Six Sigma dengan tahap DMAIC, diikuti oleh tabel penilaian FMEA. Setelah perhitungan data, nilai kapabilitas proses (Cp) adalah 0,7467, dan indeks kapabilitas proses (Cpk) adalah 0,6477. Kemudian, diperoleh nilai DPMO sebesar 6.608,494, sehingga level sigma yang diperoleh selama 6 bulan terakhir adalah 3,97787. Kemudian, dari tabel penilaian FMEA didapatkan nilai RPN tertinggi yaitu cacat tubuh produk patah dengan nilai 140. Sehingga, saran perbaikan yang diberikan adalah memeriksa dan mengganti lampu yang digunakan di stasiun pengglasira