Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
Not a member yet
    43693 research outputs found

    Analisis beban lateral siklik pada fondasi gabungan tiang-rakit (TS - 2661)

    No full text
    Combined Piled-Raft Foundation merupakan jenis fondasi yang menggabungkan kelebihan dari fondasi dalam/tiang dan fondasi dangkal. Jenis Fondasi ini mampu menahan beban aksial struktur bangunan bertingkat tanpa mengalami penurunan yang signifikan. Dengan ditambahnya fondasi rakit sebagai kepala tiang, mampu membantu fondasi tiang dalam menahan beban sehingga jumlah tiang maupun panjang tiang yang dibutuhkan berkurang. Akan tetapi, fondasi dangkal kurang cocok untuk digunakan menopang beban lateral, sedangkan beban lateral dinamis yang terjadi pada fondasi bisa bernilai besar akibat gempa ataupun angin. Sehingga, penambahan tiang pada fondasi rakit dapat membantu daya dukung struktur bawah terhadap beban lateral, selain itu fondasi tiang juga membantu dalam mengurangi penurunan.Oleh sebab itu, pada skripsi ini akan dilakukan penelitian mengenai daya dukung fondasi tiang-rakit terhadap beban lateral siklik. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa efisiensi kelompok tiang pada pembebanan statik dipengaruhi oleh jarak spasi antar tiang, sedangkan efisiensi kelompok tiang pada pembebanan siklik dipengaruhi oleh jarak spasi dan juga intensitas beban siklik tersebut

    Analisis perbandingan daya dukung tiang bor enlarged base dengan bor biasa dan pancang pada tanah berbutir halus dan kasar (TS - 2669)

    No full text
    Fondasi dalam umumnya digunakan pada bangunan yang memiliki beban besar dan daya dukung tanah rendah. Fondasi dalam yang sangat umum digunakan pada saat ini, adalah tiang pancang dan bor. Pada umumnya tiang bor hanya berbentuk silinder dari ujung atas hingga bawah tiang. Tetapi, tiang bor dapat memiliki tambahan bentuk pada dasarnya yaitu berupa kerucut atau kubah. Tiang bor tersebut adalah tiang bor dengan pelebaran dasar (enlarged base), dengan potensi keuntungan berupa tambahan daya dukung terhadap gaya tekan dan tarik jika dibandingkan dengan tiang bor biasa. Maka dari itu, pada penelitian ini akan membahas perbandingan antara tiang bor (diameter 0,6 m) dengan pelebaran dasar (diameter 0,7 m, 0,8 m, dan 0,9 m) terhadap tiang bor biasa (diameter 0,6 m) dan pancang (spun dengan diameter 0,6 m dan persegi dengan lebar 0,53 m) dari kemampuan daya dukungnya terhadap gaya tekan, tarik, dan lateral, penurunan, dan perbandingan volume. Fondasi yang diteliti berada dalam 4 macam tanah yaitu: tanah dominan lempung berkonsistensi sangat lunak (lempung lunak), tanah dominan lanau berkonsistensi keras (lanau keras), tanah dominan pasir berkepadatan sangat lepas (pasir lepas), dan tanah dominan pasir berkepadatan padat (pasir padat

    Perancangan desain website edukasi seni merangkai bunga (DKV - 3018)

    No full text
    Merangkai bunga adalah seni memilih dan mengatur bunga atau dedaunan sesuai dengan unsur-unsur dan prinsip-prinsip desain dalam rangkai membuat rangkaian bunga yang menarik. Setiap rangkaian memiliki karakteristik dan keunikan yang berbeda, tergantung pada kreativitas dan preferensi perancangnya. Rangkaian ini umumnya ditemukan di toko bunga yang dikelola oleh ahli rangkaian, dikenal juga sebagai florist berpengalaman. Semakin maraknya rangkaian bunga ditemukan menjadi pendorong bagi para pecinta rangkaian bunga untuk mencoba membuat rangkaian kontemporer tersebut, tetapi mereka sering kali menghadapi kesulitan karena kurangnya pengetahuan tentang bahan dan teknik tingkat lanjut yang digunakan dalam rangkaian. Tujuan perancangan ini adalah untuk menghasilkan website yang unik dan berbeda yang berguna untuk mempromosikan produk rangkaian bunga serta memberi edukasi tentang cara merangkai bunga agar dapat menjangkau konsumen lebih luas dengan biaya yang sangat terjangkau dan hanya dengan melakukan subscription website. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara, studi literatur dan observasi. Desain ini menggunakan referensi rangkaian bunga dari Korea Selatan yang merupakan salah satu dari rangkaian bunga yang populer saat ini dengan menggunakan bunga bunga lokal dengan sentuhan yang lebih modern

    Perancangan desain kampanye untuk menaikan brand awarness Jacquelle di kalangan pecinta cosplay (DKV - 3019)

    No full text
    Dikarenakan adanya pandemi selama 2 tahun belakang ini, banyak orang yang mempunyai waktu senggang sehingga antusiasme terhadap kartun Jepang yang bisa disebut juga sebagai Anime meningkat drastis. Dengan menaiknya penggemar anime sekaligus cosplay. Istilah dari cosplay sendiri adalah sebuat kegiatan atau hobi dari anak muda dimana mereka menggunakan kostum dan berdandan menyerupai karakter anime, komik, ataupun video game. Munculnya budaya cosplay ini pertama kali terjadi di Jepang, lalu menyebar luas hingga ke Indonesia. Cosplayer tentunya sangat mementikan penampilan khususnya pada bagian make up agar mereka bisa membawakan karakter yang mereka inginkan secara tepat. Melihat peluang yang besar ini, brand kosmetik lokal bernama Jacquelle ingin mencoba untuk membuat target baru yaitu dikalangan pecinta cosplay dan cosplayer. Kampanye ini bertujuan untuk menaikkan brand awareness dari produk Jacquelle dan dibalut dengan cerita menaikkan kepercayaan diri pada pecinta cosplay dan cosplayer berumur 17-27 tahun lewat make up. Kampanye akan dipromosikan lewat sosial media Instagram dengan konten yang menarik sebelum diadakan secara luring dengan desain poster dan banner yang menarik, serta merchandise khusus dari kampanye agar bisa menaikkan penjual dari produk Jacquelle sendiri. Para pecinta cosplay dan cosplayer dapat berkreasi dengan bebas pada kampanye ini tanpa harus merasa tidak percaya diri khususnya menggunakan produk make up brand Jacquelle. untu

    Perancangan buku ilustrasi Kelenteng Dewi Kwan Im Belitung dalam mempertahankan warisan budaya Tionghoa (DKV - 3027)

    No full text
    Indonesia memiliki beragam suku budaya maupun warisan budaya dari termasuk etnis Tionghoa yang telah berada di Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu, yang telah dinyatakan dalam data demografi 2016 dengan jumlah etnis Tionghoa yang sangat banyak ini menjadikan beberapa daerah di Indonesia sebagai penghasil etnis Tionghoa terbanyak di Indonesia salah satunya adalah kepulauan Bangka Belitung. Kapasitas dari etnis Tionghoa sendiri berbanding terbalik dengan pelestarian budaya maupun pengetahuan di karenakan telah zaman telah berkembang dan generasi muda banyak yang sudah tidak tertarik dengan budaya tersebut ditambah dengan Kelenteng Dewi Kwan Im Belitung yang menjadi pusat warisan budaya Tionghoa semakin terlupakan eksistensinya. Dibutuhkannya sebuah gerakan pelestarian budaya, salah satunya adalah dengan perancangan buku ilustrasi yang nantinya akan di buat dengan menarik dan mudah di cerna agar generasi muda lebih mudah mengerti informasi yang ada di dalamnya

    Perancangan komunikasi visual edukasi merawat anjing bagi pengadopsi pemula (DKV - 3046)

    No full text
    Ada berbagai jenis ras anjing yang berbeda dalam ukuran, warna bulu, dan jenis bulu anjing, masing-masing memiliki ciri, penampilan, dan temperamen yang unik. Mereka dikenal karena kesetiaan, kecerdasan, dan sifat sosialnya, menjadikannya sahabat yang populer bagi manusia, dan anjing juga memiliki ciri-ciri kepribadian seperti ketenangan, keberanian, kemampuan melatih, dan kemampuan bersosialisasi. Anjing dikenal karena kemampuannya membentuk ikatan yang kuat dengan pemilik manusianya dan sering disebut sebagai "sahabat manusia". Meskipun anjing sangat populer sebagai hewan peliharaan, kurangnya pendidikan dan tanggung jawab pemiliknya, baik dari peternak, pabrik anak anjing, atau keluarga yang membeli atau mengadopsi anjing terbukti menjadi penyebab utama masalah ini. Metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini untuk memperoleh data seperti observasi, studi literatur, survei, dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak pemilik anjing pemula atau calon pemilik anjing yang masih kurang mendapat edukasi tentang cara merawat anjingnya yang benar dan dampak negatif yang dapat ditimbulkan pada manusia dan anjing itu sendiri. Ironisnya, berdasarkan observasi media sosial, edukasi tentang cara merawat anjing yang benar sangat minim, sebagian besar akun media sosial hanya membahas penyebabnya, namun tidak membahas cara pencegahannya. Kerangka kerja yang digunakan dalam metode komprehensif ini adalah strategi kreatif Robin Landa (Orientasi, Analisis, Konsep, Desain, dan Simulasi) Proses simulasi bernama 5A (Aware, Appeal, Ask, Act, Advocate) juga diadopsi untuk membantu penulis menempatkan masing-masing komunikasi visual dan untuk mencocokkan penelitian dan temuan. Hasil dari penelitian ini, strategi kreatif lain seperti kampanye media sosial digunakan sebagai media utama untuk menjangkau target audiens dengan cara belajar yang penuh hormat namun menyenangkan yang disesuaikan dengan keinginan mereka, dibuktikan dengan banyaknya data tentang generasi muda. orang dewasa yang menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi dibandingkan dengan media lainnya. Namun efektivitasnya memerlukan penelitian lebih lanjut

    Perancangan komik digital untuk meningkatkan kesadaran remaja mengenai pentingnya pengelolaan sampah (DKV - 3048)

    No full text
    Sampah di Indonesia pada tahun 2022 mencapai 68,5 juta ton didominasi sampah sisa makanan, plastik, dan kertas, yang sebenarnya bisa di daur ulang atau digunakan kembali. Tidak semua remaja memiliki kesadaran dan pengetahuan yang memadai mengenai pentingnya pengelolaan sampah, dan dengan demikian perlu adanya suatu media yang dapat menarik perhatian remaja tentang hal tersebut. DKV Untar berusaha agar dapat menyebarluaskan program pengolahan sampah melalui media komik. Metode perancangan menggunakan tahapan 3P; pra produksi, produksi dan paska produksi. Hasil perancangan kepada Gen Z dilakukan melalui komik digital, karena komik digital lebih mudah diakses, dan lebih banyak dibaca oleh remaja dibandingkan dengan komik buku. Perpaduan gambar dan teks yang disusun dalam alur komik memudahkan penyerapan informasi oleh gen Z yang menyukai segala sesuatu yang serba instan. Terdapat sekitar 13 juta pembaca komik digital di Indonesia namun saat ini hanya ada sedikit komik tentang sampah di internet. Kekurangan ini menjadi peluang untuk menjangkau remaja dengan pembuatan komik digital yang di publikasi di aplikasi Line Webtoon yang merupakan aplikasi baca komik digital dengan paling banyak pengguna dibandingkan dengan aplikasi lainnya. Pembuatan komik digital diharapkan menumbuhkan kesadaran di kalangan remaja akan pentingnya pengelolaan sampah adalah salah satu solusi yang tepat untuk mengurangi sampah di negara kita

    Tinjauan Yuridis Pengalihan Hak Atas Sebidang Tanah Milik Pewaris Oleh Salah Satu Ahli Warisnya

    No full text
    Gugatan Pembagian Warisan Nomor 1/Pdt.G/2021/PN.DRH menunjukkan kompleksitas dalam pemahaman dan penerapan hukum waris. Dalam kasus ini, Kapten Inf. Ato Laturake dan saudara-saudaranya sebagai ahli warismerasa dirugikan karena hak terhadap sebidang tanah bersertifikat dialihkan oleh salah satu ahli waris, Johanis Laturake. Permasalahan yang terjadi pada kasus ini adalah bagaimana keberlakuan hukum waris di Indonesia saat ini dan apa akibat hukum dari peralihan hak warisan terhadap tanah bersertifikat oleh salah satu ahli waris. Hasil utama dari penelitian ini adalah di Indonesia, ketika terjadi perselisihan terkait pembagian harta warisan, biasanya hukum positif, seperti hukum perdata atau hukum waris syariah, sering digunakan, tergantung pada agama para pihak dalam perselisihan. Namun, berdasarkan analisis kasus yang diteliti, putusan yang dibuat oleh majelis hakim menyatakan bahwa pembagian harta waris dilakukan berdasarkan hukum perdata, yang umumnyaditerapkan oleh mereka yang bukan beragama Islam sehingga Sertifikat Hak Milik No. 438 atas nama Johanis Laturake tersebut dapat diurus menjadi sertifikat baru di kantor BPN dan menjadi sertifikat atas nama Kapten Inf. Ato Laturake, Thomas Laturake, Maria Laturake dan Steven Laturake karenaterbukti keempatnya adalah sebagai ahli waris dari almarhum Dafid Laturake dan almarhumah Dominggas Matital

    Perlindungan hukum bagi konsumen terhadap kelangkaan minyak goreng akibat penimbunan berdasarkan hukum perlindungan konsumen (studi putusan komisi pengawas persaingan usaha nomor 15/kppu-i/2022)

    No full text
    Dalam Putusan KPPU perkara 15/KPPU-I/2022 mengungkap beberapa pelaku usaha terbukti melakukan pelanggaran terhadap peraturan pasal 19 c terkait pembatasan peredaran/penjualan barang, majelis komisi memutuskan bahwa 7 Terlapor, termasuk Terlapor I, Terlapor II, Terlapor V, Terlapor XVIII, Terlapor XX, Terlapor XXIII, dan Terlapor XXIV, telah terbukti melanggar Pasal 19 huruf c yang berkaitan dengan pembatasan peredaran/penjualan barang. Dari putusan tersebut, terlihat bahwa sejumlah pelaku usaha terbukti menimbun minyak goreng, minyak goreng sendiri merupakan kebutuhan pokok yang sering menjadi target penimbunan demi keuntungan pribadi. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan konseptual. Fokus permasalahan penelitian ini adalah perlindungan hukum bagi konsumen terhadap kelangkaan minyak goreng akibat penimbunan berdasarkan hukum perlindungan konsumen. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji bentuk perlindungan hukum bagi konsumen terhadap kelangkaan minyak goreng akibat penimbunan, berdasarkan hukum perlindungan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen merasakan dampak penimbunan minyak goreng, yang menyebabkan lonjakan harga akibat keterbatasan stok barang. Pemerintah merespons dengan kebijakan pengaturan batas ekspor sawit, distribusi minyak goreng, dan penetapan harga di pasaran. Pelaku usaha penimbun dapat dikenai sanksi sesuai dengan Pasal 29 ayat 1 Jo Pasal 107 undang- undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Pasal 53 UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, dan Peraturan Presiden Nomor 71 Tahun 2015 tentang Penetapan dan Penyimpanan Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting

    Tanggung Jawab Hukum Rumah Sakit Atas Dipekerjakannya Tenaga Kesehatan Yang Belum Mempunyai Surat Tanda Registrasi

    No full text
    Mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik merupakan hak bagi setiap manusia. Rumah sakit sebagai institusi penyedia layanan kesehatan wajib memperhatikan setiap aspek penyelenggaraan kesehatan termasuk sumber daya manusia yang bekerja di dalamnya. Sumber daya manusia ini diwajibkan memiliki kompetensi dalam mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan di Indonesia sesuai dengan profesinya masing-masing. Perawat merupakan salah satu tenaga kesehatan yang memiliki peranan penting dalam memberikan pelayanan kesehatan. Setiap perawat wajib memiliki Surat Tanda Registrasi (STR) yang merupakan syarat mutlak bagi setiap perawat. STR merupakan bukti tertulis yang dikeluarkan oleh Konsil Keperawatan guna membuktikan bahwa seorang perawat telah teregistrasi dan memiliki kompetensi untuk menyelenggarakan tindakan medis di institusi pelayanan kesehatan. Apabila kewajiban tersebut dilanggar, maka dapat diartikan bahwa ketentuan dalam hukum positif juga sudah dilanggar. Kajian dalam skripsi ini bermaksud untuk menganalisis dan mengevaluasi mengenai pertanggungjawaban pihak rumah sakit atas kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan yang tidak memiliki STR. Selain itu, skripsi ini juga dimaksudkan untuk menganalisis dan mengevaluasi kedudukan dari Konsil Keperawatan dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ketika ditemukannya kelalaian yang dilakukan oleh perawat. Metode yang digunakan dalam skripsi ini adalah metode penelitian hukum normatif yang bertumpu pada bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, bahan hukum tersier dan didukung oleh data wawancara. Hasil yang didapat dari penelitian skripsi ini adalah bahwa menurut Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit tidak diatur secara spesifik mengenai pertanggungjawaban rumah sakit terhadap kelalaian yang dilakukan oleh perawat yang dipekerjakannya. Namun, sejak tanggal 8 Agustus 2023 Undang-Undang No. 44 Tahun 2009 telah dicabut dan digantikan dengan Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Menurut Pasal 442 dan 448 Undang-Undang No.17 Tahun 2023 tersebut ditentukan bahwa rumah sakit dapat dibebankan pertanggungjawaban atas kerugian/kesalahan yang diakibatkan oleh setiap orang yang dipekerjakan oleh rumah sakit (termasuk tenaga kesehatan/perawat). Dalam hal terjadinya kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan/perawat, maka Konsil Keperawatan dan PPNI memiliki peran untuk menindaklanjuti laporan atau pengaduan perihal adanya pelanggaran yang dilakukan oleh perawat

    0

    full texts

    43,693

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository UNTAR (Universitas Tarumanagara)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇